
" Terimakasih, karena sudah bersedia menjadi mendengar untuk ku, tapi maaf seperti belum bisa menceritakan semua masalah ku dengan mu" ucap citra dalam hati.
" Karena ada beberapa hal yang hanya bisa aku ceritakan kepada farel seorang" kata citra dalam hati.
" Yasudah, kita pergi ke kamar dan istirahat disana!" ajak vito.
Citra hanya menganggukkan kepala sambil tersenyum.
Mereka berdua langsung pergi dari ruangan itu dan kembali ke kamar.
" Duduk dahulu ra!" ucap vito.
Citra langsung duduk di atas tempat tidur nya.
" Mau istirahat sekarang atau nanti ra?" tanya vito dengan lembut.
" Nanti saja mas, kalau mas vito mau istirahat terlebih dahulu tidak apa" jawab citra.
" Oh iya, mas vito mau makan sekarang atau nanti?" tanya citra mengingat jika vito belum makan malam.
" Nanti saja ra, aku belum lapar kok" jawab vito.
Baru saja vito menjawab jika dia belum lapar, tiba-tiba..
Kruk... Kruk... Kruk...
Citra berusaha untuk menahan tawa saat mendengar perut vito berbunyi.
" Aduh!! Kenapa harus bunyi segala sih! Membuat malu saja!!" gumam vito.
" Sudah tahu lapar, masih saja bohong!" batin citra.
" Kalau aku ajak dia makan, kira-kira jawaban dia apa ya?!" ucap citra dalam hati.
" Tapi kalau aku tidak ajak makan, yang ada nanti dia sakit! Kalau dia sakit, nanti aku juga yang repot. Dia kan mempunyai penyakit lambung!" ujar citra dalam hati.
" Yasudah deh! Aku ajak dia makan saja!!" ucap citra dalam hati.
" Mas vito, kita makan yuk! Aku lapar nih" ajak citra sambil memegangi perutnya.
Vito yang mendengar ajakan citra, vito pun berpikir " Apa mungkin gara-gara perut ku berbunyi, maka nya citra langsung mengajak aku makan?!".
Citra yang melihat ekspresi wajah vito langsung berubah saat dia mengajak nya makan pun langsung berkata " Mas vito jangan salah paham dulu, aku mengajak mas vito makan ya karena aku benar-benar lapar".
Mendengar itu vito langsung merasa lega karena citra mengajak dia makan bukan karena citra mendengar perutnya yang berbunyi.
" Yasudah, ayo! Kamu mau makan apa ra?" kata vito.
" Tunggu sebentar! Aku mengganti pakaian dahulu!" ujar vito.
__ADS_1
" Untuk apa mas vito mengganti pakaian? Memang kita mau pergi kemana?" tanya citra bingung.
" Kita kan mau makan ra, ya aku berarti harus mengganti pakaian dahulu" jawab vito.
" Ya memang benar kita mau makan tetapi, kita kan makan nya dirumah mas" ucap citra.
" Jadi, kita mau makan di rumah ra? Tidak pergi ke tempat yang romantis begitu?!" ujar vito tidak percaya dengan ucapan citra.
Citra menjawab nya dengan menggelengkan kepalanya berkali-kali.
Terlihat sangat jelas raut wajah vito yang sangat kecewa dengan jawaban citra.
Melihat raut wajah vito yang sangat kecewa, citra pun langsung berkata " Ayo ikut aku mas!".
" Ikut kemana?" tanya vito dengan ekspresi wajah bingung.
" Sudah ikut saja, nanti mas vito juga akan mengetahui nya" kata citra.
Citra pun langsung menarik tangan suaminya untuk masuk ke dalam ruangan rahasia milik nya lagi.
" Kita kenapa pergi kesini? Bukan kamu bilang kalau kamu lapar ra?!" tanya vito bingung.
" Aku mau makan mas" jawab citra singkat.
" Kalau kamu mau makan, yasudah ayo kita pergi ke ruang makan ra!" ujar vito.
Citra hanya menggelengkan kepalanya.
Citra hanya diam saja tanpa ada niat untuk menjawab pertanyaan dari suaminya, dia sedang sibuk mencari sesuatu.
Vito yang melihat citra seperti sedang mencari sesuatu pun langsung bertanya " Kamu sedang mencari apa ra?"
Bukan nya menjawab pertanyaan suaminya, citra malah memberikan isyarat kepada suami nya untuk diam .
Bukan nya menuruti keinginan istri nya, vito malah semakin merasa penasaran dengan apa yang sedang di lakukan oleh istri nya.
" Akhirnya ketemu juga!" kata citra setelah menemukan sesuatu yang dia cari.
" Memang apa nya yang ketemu ra?" tanya vito penasaran.
" Sebenarnya sejak tadi aku sedang mencari ini mas" jawab citra sambil menunjukan sesuatu yang dia pegang.
Setelah menemukan yang dia cari, citra langsung membuat sesuatu yang bisa dia dan suaminya makan.
15 menit kemudian, masakan yang dia buat pun akhirnya sudah siap untuk di nikmati.
" Ayo mas duduk, kita makan!" ajak citra.
Vito pun langsung berjalan mendekati istri nya dan langsung duduk di samping istri nya.
__ADS_1
" Maaf ya mas, hanya makanan ini saja yang tersisa" ucap citra.
" Ini sudah sangat cukup ra" jawab vito sambil tersenyum.
" Kenapa bisa ada alat masak di ruangan ini ra?" tanya vito penasaran.
" Sebenarnya ini semua milik farel yang aku pinjam saat aku ada pertandingan beladiri dahulu mas" jawab citra menjelaskan.
Vito hanya mengangguk-anggukan kepalanya.
Setelah menjawab pertanyaan vito, raut wajah citra menjadi sedih karena teringat dengan farel.
Vito yang melihat raut wajah istri nya menjadi sedih pun langsung mencari cara untuk mengalihkan perhatiannya.
" Ini sudah boleh makan belum ra? Aku sudah lapar nih!?" ujar vito sambil memegang perutnya.
Mendengar itu citra langsung merubah ekspresi wajah dan berkata " Iya sudah boleh makan kok mas"
" Mari makan mas!" imbuhnya.
Vito langsung memakan makanan yang di masak oleh istri nya dengan penuh cinta.
" Bagaimana rasa nya mas? Enak tidak?!" tanya citra dengan ekspresi wajah khawatir jika makanan nya tidak enak.
" Makanan ini rasanya sangat... Enak sekali ra" jawab vito sambil mengacungkan jempol.
Mendengar jawaban suami nya, raut wajah citra langsung berubah menjadi bahagia.
" Benaran enak mas? Mas vito tidak sedang berbohong kan?!" ujar citra memastikan jika suaminya itu tidak sedang berbohong.
Vito hanya menganggukkan kepalanya sambil berkata " Kalau kamu tidak percaya dengan jawaban ku, kamu bisa langsung mencoba nya sendiri ra!".
Karena penasaran, citra pun langsung mencicipi makanan nya, dan ternyata suami nya tidak sedang berbohong.
" Makanan nya memang enak kan? Aku tidak sedang berbohong ra?!" ucap vito.
" Iya mas, Maaf ya mas sudah meragukan jawaban mas vito tadi" jawab citra sambil menunduk.
Vito yang melihat istrinya menundukkan kepala pun langsung memegang dagu nya dengan lembut lalu dia mengangkat dagu citra agar dia bisa melihat wajah sang istri.
Citra yang merasa bingung dengan apa yang di lakukan suami nya pun langsung bertanya " Ada apa mas?".
" Lain kali kamu jangan pernah menundukkan kepala lagi ya ra!?" ujar vito.
" Memang nya kenapa mas?" tanya citra bingung.
" Kalau kamu menundukkan kepala, aku nanti tidak bisa melihat wajah cantik kamu ini ra" jawab vito sambil mengusap pipi citra.
Dengan perlahan vito mendekatkan wajahnya ke wajah citra, semakin dekat lagi. Hal itu membuat jantung mereka berdua berdegup kencang.
__ADS_1
Semakin lama, jarak wajah mereka berdua semakin dekat, dengan perlahan vito menutup matanya dan...