
" Mas, mas vito" panggil citra sambil melambaikan tangannya di depan wajah vito.
Hal itu membuat vito terkejut
" Iya ra, ada apa?" tanya vito.
" Mas vito kenapa sejak tadi terus melihat aku?" tanya citra.
" Apa jangan-jangan di wajah ku ada kotoran ya mas?" lanjut citra sambil mengambil handphone nya untuk melihat apakah ada sesuatu di wajah nya.
Vito yang melihat citra mengambil handphone untuk melihat wajah nya, vito langsung berkata " Di wajah kamu tidak ada apa-apa kok ra"
" Pasti mas vito sedang berbohong kan?!" ucap citra tidak percaya dengan perkataan vito.
" Tidak ra, aku bicara jujur. Memang tidak ada apa-apa di wajah kamu" jawab vito.
" Kalau di wajah ku tidak ada apa-apa, terus kenapa dari tadi mas vito terus melihat wajah ku?!" kata citra.
" Aku dari tadi terus melihat wajah kamu, itu karena hari ini kamu
Citra langsung mencoba makanan yang dia pesan.
Citra terkejut saat merasakan makanan tersebut.
" Kenapa, rasa makanan ini begitu familiar bagi ku ya?!" batin citra saat merasakan makanan penutup yang dia pesan.
" Kenapa aku merasa seperti aku pernah merasakan makanan ini tapi, dimana dan kapan ya?!" pikir citra.
" Entah lah! Mungkin dahulu saat aku di London aku pernah makan makanan yang sama seperti ini" batin citra.
Citra pun tidak ingin ambil pusing hanya karena memikirkan makanan yang sedang dia nikmati itu, citra pun langsung menghabiskan makanannya.
Vito yang sejak tadi memperhatikan istri nya terlihat senang pun ikut tersenyum bahagia.
Setelah mereka selesai makan, mereka langsung pergi meninggalkan restoran tersebut, dan mereka langsung melanjutkan jalan-jalan mereka.
" Yasudah, sekarang kita melanjutkan jalan-jalan lagi yuk!" ucap vito.
Mendengar itu citra langsung menganggukkan kepalanya.
Mereka berdua langsung pergi ke dari restoran tersebut dan langsung jalan-jalan ke beberapa tempat di Paris.
Tidak terasa waktu berlalu begitu cepat, mereka baru mengunjungi beberapa tempat saja.
Sebelum kembali ke hotel, mereka menyempatkan untuk pergi ke menara eiffel.
" Wah!! Indah sekali!!" kagum citra saat melihat melihat menara eiffel dari dalam mobil.
" Kamu mau melihat menara eiffel lebih dekat ra?" tanya vito.
Mendengar itu citra langsung menoleh ke arah vito.
" Memang nya boleh mas?" tanya citra.
" Kalau kamu mau ayo kita turun!" kata vito.
Tidak berlama-lama citra langsung turun dari mobil dan vito menyusul citra turun dari mobil.
Melihat sang istri begitu senang dan bahagia vito pun merasa sangat bahagia.
" Kamu suka ra?" tanya vito.
" Iya, aku sangat suka mas" jawab citra dengan ekspresi wajah bahagia.
" Kalau kamu suka, bagaimana jika aku foto kamu disana!" kata vito sambil menunjuk ke arah menara eiffel.
Dengan semangat citra langsung menganggukkan kepalanya.
Vito langsung mengajak citra pergi tempat yang dia tunjuk tadi, sesampainya di tempat itu vito langsung memotret sang istri.
Tak lupa pula mereka berfoto selfi di depan menara eiffel.
( Vito mengambil foto citra menggunakan kamera yang sudah dia bawa dari hotel).
Setelah puas berfoto ria, kita mereka berdua menikmati pemandangan yang indah sambil menikmati makanan malam yang romantis.
" Mas vito" panggil citra.
" Iya ada apa ra?" jawab vito.
" Besok kita boleh tidak pergi kesini lagi?" tanya citra ragu.
" Tentu saja boleh dong ra, dan kita besok masih akan pergi ke berbagai tempat di Paris ra" jawab vito.
" Serius mas?!" ucap citra terkejut dan tidak percaya dengan apa yang dia dengar.
" Iya ra, aku serius" jawab vito sambil memegang tangan citra.
" Yeah!!" seru citra sambil berdiri.
Karena bahagia citra pun berjalan kearah vito dan langsung memeluk vito.
" Terimakasih ya mas" ucap citra dalam pelukan vito.
Vito pun membalas pelukan citra.
" Kamu tidak perlu berterimakasih kepada suami kamu ra, asal kamu bahagia apapun akan aku berikan untuk kamu" ucap vito.
Citra yang menyadari jika mereka sedang berada di tempat umum pun langsung melepaskan pelukannya dan kembali ke tempat duduk nya.
__ADS_1
" Aduh!! Kenapa aku bisa lupa kalau ini masih di tempat umum sih! Kan aku jadi malu!" batin citra.
" Untung saja ini bukan di Indonesia, kalau ini di Indonesia aku pasti akan lebih malu lagi" ucap citra dalam hati.
Setelah duduk kembali citra langsung menghabiskan makanannya tanpa melihat kearah vito.
Vito yang melihat tingkah citra yang malu setelah memeluk dirinya.
" Imut nya jika dia sedang malu" kata vito saat melihat pipi citra merona.
Saat vito sedang memandangi wajah citra, tiba-tiba..
" Pulang yuk mas!" ajak citra.
Hal itu membuat vito terkejut dan spontan menjawab " Yuk!".
Sebelum pulang vito membayar makanan terlebih dahulu.
Setelah selesai mereka berdua langsung pergi untuk kembali ke hotel.
Selama perjalanan menuju hotel, tiba-tiba...
Kring! Kring! Kriiing...
Handphone citra berdering, citra langsung mengambil handphone nya untuk melihat siapa yang sedang menghubungi dirinya.
Citra terkejut saat melihat nama yang tertera di layar handphone nya.
" Mama!" batin citra.
" Oh iya! Aku lupa memberi kabar kepada mama dan papa kalau kita sudah sampai di Paris" batin citra.
Citra pun langsung menerima panggilan telepon dari sang mama.
* Mode telepon on*
" Halo! Assalamualaikum ma!" salam citra saat menerima panggilan telepon dari sang mama.
" Walaikumsalam sayang" jawab mama.
" Maafkan citra ya ma, tadi citra belum memberi kabar kepada papa dan mama jika citra dan mas vito sudah sampai" ucap citra meminta maaf kepada sang mama.
" Iya tidak apa sayang" jawab mama.
" Mama ada apa kok tumben menelepon aku, memang ada apa ma?" tanya citra penasaran karena tidak biasanya sang mama menelepon dirinya.
" Itu ra.." jawab mama.
" Itu apa ma?" tanya citra penasaran.
" Tidak apa-apa sayang, mama hanya ingin tahu kalian berdua sudah sampai atau belum" jawab mama bohong.
" Walaikumsalam" jawab citra seperti orang kebingungan.
* Mode telepon off *
" Mama tadi mau bicara apa ya? Kok tidak jadi!" batin citra.
" Kenapa mama tiba-tiba menutup sambungan telepon secara sepihak ya? Aneh!" batin citra.
" Apa mungkin di sana terjadi sesuatu ya?!" pikir citra.
Vito yang melihat citra melamun pun langsung bertanya " Kamu kenapa ra?"
" Tidak ada apa-apa mas" jawab citra sambil tersenyum.
" Tadi mama bilang apa ra?" tanya vito.
" Tadi mama hanya ingin bertanya kita sudah sampai atau belum, terus sambungan telepon nya terputus" jawab citra bohong.
Vito hanya menganggukkan kepalanya.
" Maaf mas, aku terpaksa berbohong. Karena aku juga tidak tahu kenapa mama tadi tiba-tiba menelepon" ucap citra dalam hati.
" Apa aku tanya kak devina saja ya?!" batin citra.
Citra langsung mencari nomor kakak nya dan langsung mengirimkan pesan kepada kakaknya.
Tapi sayang nya, devina tidak membaca pesan dari dirinya.
" Kakak kemana sih! Kok pesan ku tidak di baca!" ucap citra dalam hati.
Kini mereka sudah sampai di hotel, citra langsung turun dari mobil tanpa menunggu vito.
Hal itu membuat vito mulai terkejut.
" Citra kenapa ya? Kok dia tidak menunggu aku" ucap vito sambil melihat citra berjalan masuk kedalam hotel.
Disisi lain.
Setelah mengantarkan citra dan vito, pak ardi dan yang lainnya langsung pulang.
Pak dimas pun langsung pulang ke rumah beliau dan tidak mampir ke rumah pak ardi.
Saat diperjalanan menuju rumah, mobil ardi yang di kemudikan langsung oleh pak ardi melaju dengan kecepatan sedang, tapi dari arah berlawanan terlihat ada mobil melaju kencang kearah mereka, dan....
BRAKKK!!!!
Terdengar suara tabrakan yang begitu keras.
__ADS_1
Untung saja pak ardi dan bu veronica masih sempat keluar dari mobil sebelum mobil tersebut menabrak mobil mereka, jika tidak mungkin mereka akan mengalami luka parah.
Bu veronica langsung mencari keberadaan sang suami, dan betapa terkejutnya beliau saat melihat sang suami tergeletak di jalan.
" Pa! Papa!!" teriak bu veronica.
Dengan tertatih-tatih beliau langsung menghampiri sang suami.
" Pa! Papa bangun!! Papa jangan tinggalkan mama!!" teriak bu veronica sambil memangku sang suami.
" TOLONG!!! TOLONG!!!" teriak bu veronica meminta pertolongan.
" TOLONG!!! TOLONG!!!" teriak bu veronica.
" Pa, bangun pa! Jangan tinggalkan mama pa" ucap bu veronica sambil menangis.
" Uhuk!! Ma, papa baik-baik saja" ucap pak ardi.
Mendengar itu, bu veronica langsung berkata " Alhamdulillah, papa bangun juga".
" Mama panggil ambulance ya pa" kata bu veronica.
" Iya ma" jawab pak ardi.
Setelah menghubungi rumah sakit, pak ardi baru ingat sesuatu.
" Ma, bagaimana kondisi orang yang ada di dalam mobil itu?" tanya pak ardi sambil menunjuk ke arah mobil yang menabrak mobil mereka.
" Mama tidak tahu pa" jawab bu veronica.
" Yasudah, mama periksa dahulu orang yang ada di mobil itu ma!" kata pak ardi.
" Iya pa" kata bu veronica.
" Papa tunggu sebentar ya, mama mau memeriksa kondisi orang itu" kata bu veronica.
" Tapi papa jangan tidur!" pesan bu veronica.
" Iya ma" jawab pak ardi.
Bu veronica langsung pergi menuju mobil yang telah menabrak mobil mereka.
" Astaghfirullahalazim, pak! Pak, bangun!!" kata bu veronica sambil mengetuk-ngetuk kaca mobil.
" Bagaimana ma?" tanya pak ardi.
" Orang nya pingsan pa" jawab bu veronica.
Bu veronica masih terus berusaha untuk memanggil orang yang masih berada di dalam mobil tersebut.
Bu veronica pun mencoba membuka pintu mobil tersebut, tetapi sayangnya nya pintu mobil tersebut terkunci. Bu veronica langsung mencari sesuatu yang bisa dia gunakan untuk memecahkan kaca pintu mobil tersebut.
" Bagaimana ma?" tanya pak ardi.
" Pintu nya terkunci pa" jawab bu veronica.
Bu veronica akhirnya menemukan sebuah batu, beliau pun langsung mengambil batu tersebut dan kembali ke mobil tersebut.
PRANGG!!!
Terdengar suara pecahan kaca.
Dengan hati-hati bu veronica memasukan tangan kedalam mobil untuk membuka pintu mobil tersebut.
" Alhamdulillah" ucap bu veronica saat beliau bisa membuka pintu mobil tersebut.
Dengan hati-hati bu veronica masuk kedalam mobil tersebut untuk memeriksa kondisi orang tersebut.
" Alhamdulillah, orang nya masuk hidup" ucap bu veronica setelah memeriksa denyut nadi orang tersebut.
" Pak! Pak bangun pak!" panggil bu veronica sambil menggoyangkan tangan orang tersebut.
Bu veronica juga khawatir dengan kondisi sang suami, beliau pun langsung berusaha membuka pintu mobil tersebut agar beliau nanti bisa dengan mudah menurunkan orang tersebut.
" Bagaimana ma?" tanya pak ardi khawatir karena sang istri belum juga keluar dari mobil tersebut.
Tidak lama kemudian bu veronica keluar dari mobil.
" Bagaimana kondisi orang itu ma?" tanya pak ardi saat melihat sang istri keluar dari mobil.
" Orang nya pingsan pa" jawab bu veronica sambil berjalan menuju sang suami.
" Sekarang orang nya ada dimana ma?" tanya pak ardi.
" Orang nya masih di dalam mobil pa" jawab bu veronica sambil memeriksa kondisi sang suami.
" Sekarang mama tolong orang itu dahulu, kasihan ma!" kata pak ardi.
" Iya pa" kata bu veronica.
Bu veronica langsung berlari kearah mobil tersebut lalu beliau langsung melepaskan seatbelt orang tersebut dan membantu orang tersebut turun dari mobil, dengan susah payah bu veronica menurunkan orang itu dan akhirnya beliau berhasil.
"Alhamdulillah" ucap bu veronica sambil meletakkan orang tersebut di tepi jalan.
Baru saja bu veronica meletakkan orang tersebut, ambulance tiba di tempat itu.
Saat ambulance tiba, orang tersebut sadarkan diri.
" Alhamdulillah, anda sudah sadar pak" ucap bu veronica saat menyadari orang yang beliau tolong sudah sadarkan diri.
__ADS_1
Mereka semua langsung segera di bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.