
" Benar kan tan, yang aku katakan tadi!" kata farel setelah pintu lemari nya dia buka dan terlihat semua isi yang ada didalam lemari tersebut.
" Jadi, semua piala dan mendali yang di dapatkan oleh citra dia simpan didalam lemari ini?!" ujar mama.
" Iya tan" jawab farel.
" Terimakasih ya tan, sudah mengijinkan aku untuk masuk ke kamar eca, sekarang farel pamit pulang terlebih dahulu tan, assalamualaikum" ucap farel sambil menutup kembali pintu lemari tersebut.
" Kamu sudah mau pulang rel?" tanya mama.
" Iya tan, soalnya tadi aku pamit dengan istri hanya pergi sebentar tan" jawab farel dengan ekspresi kecewa.
Setelah menjawab pertanyaan dari mama nya citra, farel langsung pergi dari rumah citra.
" Eca pergi kemana? Kenapa dia tidak ada di kamar nya?!" ujar viona melihat kamar citra kosong.
" Mungkin dia sedang berada di kamar atas" jawab mama.
Mereka semua langsung keluar dari kamar citra.
Disisi lain.
Citra masuk kedalam kamar citra langsung pergi ke ruang rahasia yang dia buat tanpa ada yang mengetahui nya.
Hiks... Hiks... Hiks....
" Kenapa? Kenapa baru sekarang aku mengetahui jika dia adalah orang yang aku tunggu-tunggu selama ini!!" ucap citra sambil menangis sesenggukan.
" Dan kenapa saat dia mau menepati janjinya, dia sudah memiliki kekasih!" ucap citra.
" Dan kenapa wanita itu harus viona! Orang yang paling dekat dengan ku selama aku berada di London!" lanjut citra sambil terus menangis.
" Dan kenapa hati ini rasanya sakit sekali, saat aku ingin melepaskan nya untuk orang yang sudah sangat baik dengan ku!" ucap citra sambil memegang dadanya.
" Tanpa kita sadari, ternyata tuhan sudah mempertemukan kita berdua " kata citra mengingat pertemuan pertama mereka karena dia harus menggantikan kakak nya.
Hiks... Hiks... Hiks....
Citra menangis sepanjang malam tanpa tidur sampai membuat mata nya sembab.
Hingga pagi menjelang citra baru bisa memejamkan matanya.
Baru saja citra memejamkan matanya, tiba-tiba...
Tok! Tok! Tok!
" Non, sudah di tunggu bapak dan ibu di meja makan" ucap seseorang dari balik pintu kamar.
" Bilang saja kepada papa dan mama jangan menunggu aku karena aku masih ingin tidur soalnya aku masih mengantuk" ucap citra.
" Baik non" jawab art tersebut.
( Disini citra sudah kembali ke kamar nya, karena dia ingin tidur karena dia sudah sangat lelah setelah menangis sepanjang malam).
Tanpa terasa matahari sudah hampir terbenam, citra mulai bangun dari tidur nya.
__ADS_1
Setelah bangun dia langsung mandi setelah selesai dia langsung pergi.
Brum... Bruumm...
Citra mengendarai mobil nya menuju suatu tempat sebelum dia pergi ke acara ulangtahun farel.
25 menit perjalanan akhirnya mobil yang di kendarai citra berhenti.
" Akhirnya sampai juga" ucap citra sambil turun dari mobil.
" Kenapa aku pergi kesini ya?!" ucap citra bingung kenapa dia malah pergi ke rumah pohon, karena dia berniat untuk membeli hadiah untuk farel.
" Ternyata pemandangan disini kalau malam sangat bagus" ucap citra sambil melihat sekeliling.
" Karena sudah sampai di sini, lebih baik aku disini dulu saja!" ujar citra.
Citra tersenyum saat melihat bayangan dirinya dan vito saat mereka bermain bersama di tempat itu.
Tanpa disadari oleh citra, butiran bening meluncur bebas dari pelupuk matanya.
" Kenapa aku malah menangis lagi!" kata citra sambil mengusap air mata nya.
" Dari pada aku terus menangis disini, lebih baik aku pergi saja!?" ujar citra sambil berdiri.
Saat citra melewati ring basket dia berhenti sejenak dan berkata " Kira-kira benda itu masih ada di atas sana tidak ya?!"
Karena penasaran citra pun berniat ingin melihat apakah benda itu masih ada atau tidak.
" Alhamdulillah, ternyata masih ada" ucap citra dengan ekspresi bahagia.
" Bismilah" ucap citra sebelum membuka kotak yang dia pegang.
Dengan perlahan dia membuka kotak tersebut dan....
Bibir citra terangkat saat melihat apa yang dia cari masih tersimpan utuh di tempat citra menyimpan nya.
" Syukurlah! Masih bagus dan tidak ada yang rusak" ucap citra sambil memegang liontin tersebut.
Citra tersenyum sedih saat mengingat jika mereka berdua sudah tidak bisa bersama.
" Meskipun liontin ini masih bagus, tapi itu tidak bisa membuat aku dan manusia kutub itu bersama!" kata citra sambil memandangi liontin tersebut.
" Itu karena dia sudah memiliki kekasih dan mulai sekarang aku harus menjaga jarak dengan manusia kutub agar tidak ada hati yang tersakiti!" ucap citra.
" Sebaiknya aku simpan liontin ini sebagai kenang-kenangan dari seseorang yang sudah membuat aku jago beladiri" ujar citra.
Saat citra akan menyimpan kembali liontin tersebut, tiba-tiba....
Kring! Kring! Kring!....
Handphone citra berdering, citra langsung mengambil handphone nya di saku jaket nya untuk melihat siapa yang menghubungi dirinya.
" Mama!!" citra terkejut saat melihat nama sang mama yang tertera di layar handphone nya.
" Ada apa ya? Tumben mama menghubungi ku?!" ucap citra dalam hati bertanya-tanya.
__ADS_1
Citra langsung menerima panggilan telepon dari sang mama.
...* Mode telepon *...
Belum juga citra mengucapkan salam, sang mama langsung berbicara tanpa berhenti.
" Kenapa kamu belum juga sampai ra?! Kata bibi kamu pergi sejak tadi sore, kenapa sampai sekarang kamu belum sampai sayang!?" ucap mama.
" Kamu baik-baik saja kan? Apa jangan-jangan di jalan macet ya, maka nya kamu sampai sekarang belum sampai juga!" ujar mama panik.
Setelah berbicara panjang lebar, sang mama baru menyadari ada sesuatu yang aneh.
" Kenapa citra diam saja ya?! Apa jangan-jangan telah terjadi sesuatu kepada nya!?" ucap mama khawatir.
" Ya tuhan semoga saja citra baik-baik saja, amin!" sang mama berdo'a untuk putri nya.
" Apa jangan-jangan, aku salah menekan nomor citra!" pikir mama.
Beliau pun langsung mengecek apakah beliau salah menekan nomor telepon atau tidak.
" Benar kok! Ini nomor handphone nya citra! Tapi kenapa citra tidak bicara ya!" ujar mama.
Karena penasaran beliau memanggil putri nya kembali.
" Ra! Citra sayang!!"
Karena khawatir dengan sang mama citra pun akhirnya langsung menjawab " Iya ma, ada apa?".
" Kenapa kamu sejak tadi diam saja sih sayang??" tanya mama.
" Bagaimana aku mau bicara ma, kan mama sejak tadi terus menerus berbicara! Sampai-sampai aku mau mengucapkan salam pun tidak bisa" jawab mama.
" Mama minta maaf ya, soalnya mama panik sayang!" ucap mama.
" Mama panik kenapa ma?" tanya citra penasaran.
" Mama panik karena acara sudah mau di mulai tapi, kamu belum juga datang ra!" jawab mama.
" Sebentar lagi akan pergi kesana ma!" ucap citra.
" Yasudah, mama tunggu!" kata mama.
" Oke ma! Assalamualaikum" ucap citra sambil memutuskan sambungan telepon secara sepihak.
" Sebaiknya aku simpan dimana ya liontin ini!" pikir citra sambil mencari tempat yang aman.
Saat citra sedang memikirkan dia akan menyimpan liontin itu dimana, tiba-tiba...
" Oh iya! Tadi mama bilang kalau acara nya sudah mau dimulai, untuk sementara sebaiknya aku jadikan liontin ini sebagai gelang saja, karena aku masih harus pergi ke toko kue" kata citra.
Citra langsung menjadikan liontin itu sebagai gelang, setelah itu dia langsung menancap gas mobil nya untuk pergi ke toko kue, setelah dari toko kue citra langsung pergi ke rumah farel.
Disisi lain.
Farel masih terus mencoba untuk menghubungi nomor citra, tapi sialnya nomor telepon nya kini telah di blokir oleh citra.
__ADS_1
" Kenapa nomor ku diblokir oleh eca??" farel bertanya-tanya.