
" Kalau bagus nih buat kamu ra!" ucap rama sambil memberikan bunga mawar dan coklat
" Bunga sebagus dan secantik ini buat aku kak?" tanya citra tidak percaya
" Iya, kamu suka tidak?" tanya rama
" Suka sih kak, apalagi..." jawab citra
" Apalagi apa ra?" tanya rama
" Apalagi jika orang yang kasih bunga dan coklat ini adalah orang itu" ucap citra dalam hati
" Eh, kenapa aku jadi mengharapkan sesuatu yang tidak akan mungkin terjadi sih" batin citra
" Kalau pun orang itu kasih bunga dan coklat, itu pun bukan buat aku tapi, buat istri nya" ujar citra dalam hati
" Apa-apaan kamu sih ra, kamu tidak boleh seperti itu. Ingat ra kamu itu cuman pengganti kakakmu saja, kalau kakakmu balik, kamu juga harus kembali menjadi diri kamu sendiri ra" ucap citra dalam hati memperingatkan diri nya sendiri.
" Oke! Mulai besok aku akan cari kak devina agar aku cepat terlepas dari beban ini" ucap citra dalam hati
" Ra, citra!" panggil rama sambil menggoyangkan tangan nya di depan citra
Citra kembali tersadar dari lamunannya.
" Ha! ada apa kak?" tanya citra
" Kamu kenapa bengong ra?" tanya rama
" Tidak apa-apa kok kak" jawab citra bohong
" Oh iya ra, tadi kamu bilang suka sama bunga dan coklat, terus kamu bilang, apalagi..." ucap rama
" Itu maksudnya apa ya ra?" tanya rama
" Apalagi kalau kak rama kasih nya tidak hanya bunga dan coklat kak pasti akan aku terima dengan senang hati kak" jawab citra bohong
Baru saja rama akan berkata lagi, citra sudah berkata terlebih dulu " Kita ngobrol nya sambil jalan ke rumah sakit lagi yuk kak, soalnya takut oma terlalu lama nunggu nya kak"
" Yasudah, ayo!" ucap rama
Mereka pun kembali ke rumah sakit.
" Ra, kamu benar mau ikut ke luar negeri?" tanya rama
" Iya, benar kak" jawab citra
" Memang kenapa kak?" tanya citra
" tidak apa-apa kok ra" jawab rama dengan nada sedih
__ADS_1
" Semoga oma kamu cepat sembuh ya ra" ucap rama
" Amin" ucap citra
Saat mereka baru sampai di pintu masuk rumah sakit, tiba-tiba handphone citra berdering, citra pun langsung mengambil handphone nya untuk melihat siapa yang menelepon dirinya.
" Amel!" kata citra terkejut saat melihat nama sahabat nya yang tertera di layar handphone nya.
Sebelum menjawab telepon dari amel, citra berkata " Kak aku angkat telepon dulu ya"
" Iya, silahkan ra" jawab rama
Setelah mendengar jawaban dari rama citra langsung mengangkat panggilan telepon dari sahabat nya.
* Mode telepon on *
" Halo! Ada apa mel?" tanya citra
" Oma kamu di rawat di rumah sakit mana ra?" tanya amel
" Oma di rawat di rumah sakit kasih bunda mel" jawab citra
" Memang ada apa mel?" tanya citra
" Nanti sore aku mau jenguk oma kamu ra" jawab amel
" Kamu jenguk oma nya besok saja mel kalau oma sudah pulang" ujar citra
" Ya karena, oma nanti mau dibawa ke luar negeri untuk menjalani pengobatan disana mel" jawab citra
" Takut nya nanti kalau kamu kesini oma sudah berangkat mel, kan kasihan kamu nya sudah jauh-jauh datang ke sini, eh malah kamu tidak ketemu sama oma karena oma sudah berangkat mel" ujar citra
" Iya juga ya, padahal aku pingin ketemu sama oma tapi, aku jadwal ku padat banget ra" kata amel
" Yasudah lah, harus bagaimana lagi ra, aku baru bisa pergi nya sore, maaf ya ra aku tidak bisa menemani kamu disaat seperti ini" ucap amel
" Iya mel, tidak apa, yang penting kamu do'akan semoga oma bisa cepat sembuh" ucap citra
" Pasti aku do'akan oma supaya oma cepat sembuh ra" ucap amel
" Sudah kamu jangan sedih ya ra, aku percaya kamu pasti bisa melewati semua ini" ucap amel
" Iya mel, terimakasih ya mel kamu memang sahabat ku yang..." belum selesai citra berbicara amel saya sudah berkata " Yang paling imut dan cantik kan ra"
Citra hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepalanya dengan tingkah laku amel yang sering di lakukan nya untuk menghibur dirinya.
" Oh iya ra, besok kamu berangkat ke kampus kan?"tanya amel
" Mulai besok aku kuliah online mel" jawab citra
__ADS_1
" Kuliah online?" tanya amel terkejut dengan jawaban citra
" Iya kuliah online mel, soalnya aku mau temani oma selama oma menjalani pengobatan di luar negeri mel" jawab citra
" Seriusan ra?" tanya amel terkejut
" Iya mel, soal nya oma tidak mau berobat ke luar negeri kalau aku tidak ikut mel" jawab citra
" Oh! jadi begitu ra" ucap amel
" Yah, aku besok jadi tidak ada teman curhat dong ra" ucap amel dengan nada sedih
" Memang kamu mau curhat tentang apa mel?" tanya citra
" Ya biasa ra, masa kamu tidak tahu sih!" jawab amel
" Oh! curhat tentang dia mel, kan kamu curhat nya bisa lewat video call mel" kata citra
" Ya juga sih, tapi kan tetap saja beda ra!" ucap amel
" Apa nya yang beda sih mel, kan yang penting kamu bisa curhat mel?!" tanya citra
" Ya beda lah ra!" jawab amel
" Yasudah lah terserah kamu mel, pusing aku kalau terus berdebat sama kamu mel!?" ujar citra
" Pusing kenapa ra?" tanya amel tanpa dosa
" Pusing karena, kamu pasti tidak pernah mau mengalah" jawab citra
" Yasudah mel, aku tutup dulu telepon nya soalnya aku sudah sampai di depan ruangan oma!" ujar citra
" Yah! tapi kan aku belum puas ngobrol nya sama kamu ra" kata amel
" Besok lagi saja ngobrol nya, soalnya aku juga mau packing barang untuk di bawa ke luar negeri mel" kata citra
" Yasudah, iya! Ra hati-hati ya, kalau sudah sampai jangan lupa kabari aku ya!" ucap amel
" Oke! Bye!" ucap citra sambil memutuskan sambungan telepon
Saat dia setelah menelpon amel, dia terkejut saat melihat searah samping nya ternyata tidak ada siapa-siapa.
" Kak rama kemana ya kok tidak ada?!" kata citra sambil melihat sekeliling
" Apa mungkin kak rama sudah masuk ke dalam duluan ya?" batin citra
Karena tidak melihat rama dimana-mana, citra memutuskan untuk masuk kedalam, tapi saat membuka pintu dia tidak melihat kearah depan karena karena sedang fokus kearah handphone nya, sehingga dia tidak tahu di depan dia ada apa, dan....
Bruk!....
__ADS_1
Benar saja saat citra melangkahkan kakinya masuk kedalam dia menabrak sesuatu.
Untung saja ada seseorang yang dengan sigap langsung menangkap tubuh citra agar tidak jatuh ke ubin.