Mendadak Menjadi Istri CEO

Mendadak Menjadi Istri CEO
Eps 123


__ADS_3

Setelah merasa cukup tenang, vito memutuskan untuk kembali ke rumah.


Setelah perjalanan yang cukup melelahkan, akhirnya vito sampai di rumah. Setelah sampai vito langsung berjalan menuju kamar nya.


Saat dia akan menuju kamar nya, dari arah belakang terdengar suara seseorang memanggil namanya.


" Tuan vito" panggil art.


Mendengar namanya di panggil, vito pun langsung menghentikan langkahnya dan memutar badannya menghadap belakang.


" Ada apa bi?" tanya vito lemas.


" Apakah anda baik-baik saja tuan?" tanya art tersebut.


" Iya, saya baik-baik saja" jawab vito singkat.


" Bibi ada apa memanggil saya?" tanya vito.


" Tuan mau bibi buatkan kopi?" tanya art tersebut.


" Tidak bi" jawab vito singkat.


" Tuan mau bibi buatkan apa untuk makan malam?" tanya art tersebut.


" Terserah bibi saja!" jawab vito singkat.


" Saya mau istirahat dulu" imbuh nya sambil membalikkan badannya dan berjalan kembali.


" Tuan vito kenapa ya? Tidak biasa nya tuan seperti ini!" gumam art tersebut saat melihat majikan nya tidak seperti biasanya.


" Mungkin tuan vito sedang banyak pekerjaan, sehingga tuan menjadi seperti ini" ucap art tersebut sambil berjalan ke arah dapur.


Kini vito sudah sampai di depan pintu kamar nya, dan saat dia akan membuka pintu kamar, vito kembali teringat dengan citra.


Sudah cukup lama vito berdiri di depan pintu kamar nya dan tidak berani untuk masuk.


Sebelum membuka pintu vito menarik napas panjang, tangan vito memegang gagang pintu dan langsung membuka pintu kamar nya.


Kreet....


Suara pintu kamar terbuka, vito mulai melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar.


Baru saja vito melangkahkan kakinya beberapa langkah terlintas di pikiran nya bayangan saat citra sedang duduk di depan meja rias.


Tanpa sadar kaki nya melangkah ke arah meja rias, sesampainya di meja rias tersebut tiba-tiba bayangan citra menghilang.


" Astaghfirullah, aku ini kenapa sih!" ucap vito sambil duduk di kursi.


" Daripada terus memikirkan wanita itu, lebih baik aku tidur" ucap vito sambil berdiri dan berjalan menuju tempat tidur milik nya.


Sesampainya di tempat tidur vito langsung merebahkan tubuhnya, baru saja vito memejamkan mata nya, tiba-tiba dia mendengar suara citra yang sedang memanggil nama nya.


Vito pun langsung membuka mata nya dan memanggil nama citra.


" Citra! Kamu sudah pulang!".

__ADS_1


Karena tidak mendengar jawaban dari citra, vito langsung turun dari tempat tidur dan dia pergi ke kamar mandi untuk mengecek apakah citra sedang ada di kamar mandi atau tidak.


" Citra! Kamu sedang di dalam ya!" ucap vito sambil membuka pintu kamar mandi.


Vito terlihat kecewa saat pintu kamar mandi terbuka dan dia tidak melihat siapapun di dalam.


" Ternyata tidak ada siapapun disini" ucap vito sedih.


Vito langsung mengambil handphone nya untuk langsung menghubungi asisten pribadi nya.


...* Mode telepon *...


" Bagaimana apakah kamu sudah menemukan dimana citra berada?" tanya vito saat mengetahui orang yang dia hubungi telah mengangkat telepon nya.


" Belum bos" jawab asisten tersebut.


" Apa kamu bilang rik! Kamu belum menemukan dimana citra berada!" ucap vito dengan nada tinggi.


Ya, orang yang di sedang berbicara dengan nya melalui via telepon adalah riko sahabat nya sendiri.


" Sejak tadi apa yang kamu lakukan? Hanya mencari satu orang saja kamu tidak bisa!" sindir vito.


" Kan tadi bos memerintahkan kepada ku untuk mengurus perceraian kamu dengan istri kamu jadi nya aku belum sempat untuk mencari informasi tentang citra vit" ucap asisten tersebut.


" Alasan saja kamu rik!" ucap vito.


" Memang ada apa vit, kenapa kamu menyuruh aku untuk mencari informasi dimana citra berada?" tanya riko penasaran.


" Kamu tidak perlu tahu!" jawab vito singkat.


" Yang harus kamu lakukan sekarang adalah mencari informasi dimana citra berada. Paham!" ucap vito tegas.


" Oh iya vit, masalah perceraian kamu dengan devina sudah selesai semua, aku membutuhkan tandatangan kamu di surat perceraian itu" ucap riko menjelaskan.


" Kamu sudah ikut dengan aku berapa lama rik?" tanya vito


" Sudah lama vit, memang kenapa?" jawab riko bingung.


" Berarti kamu sudah tahu kan apa yang harus kamu lakukan jika ada berkas yang memerlukan tandatangan ku dan aku sedang tidak ada?!" sindir vito


" Iya-iya, aku tahu apa yang harus aku lakukan sekarang, tidak perlu kamu sindir juga vit" ucap riko


" Pokoknya kamu harus sesegera mungkin mencari informasi keberadaan citra!" kata vito tegas.


" Memang ada apa vit? Citra pergi dari rumah vit?!" tanya riko.


" Hem!" jawab vito.


" Jadi citra benaran kabur dari rumah vit?" tanya riko khawatir.


" Hem!" jawab vito.


" Kenapa kamu tidak bilang sejak awal kalau citra kabur vit, kan aku bisa langsung mencari informasi tentang keberadaan citra!" omel riko.


" Berisik!" bentak vito.

__ADS_1


" Yasudah, Kamu cepat cari keberadaan citra sekarang!" perintah vito.


" Iya-iya!" jawab riko.


Setelah mendengar jawaban dari riko, vito langsung mengakhiri sambungan telepon secara sepihak.


" Sebenarnya kamu sekarang ada dimana ra" ucap vito.


Satu minggu kemudian.


Tanpa terasa satu minggu telah terlalu tetapi, belum juga ada kabar tentang dimana keberadaan citra berada.


Seperti hari-hari biasanya, vito berangkat ke kantor untuk bekerja tetapi, semenjak citra pergi sikap vito menjadi lebih dingin dan juga dia sering marah jika ada karyawan nya yang melakukan kesalahan, walaupun kesalahan itu hanya masalah kecil, vito akan memarahi semua karyawan nya.


Disisi lain.


Citra kini sedang berada di kampus, dan dia mendapat informasi jika kakak nya sudah resmi bercerai dengan suaminya, hal itu membuat citra merasa bahagia karena akhirnya kakak nya bisa menikah dengan pria yang dia cinta.


Kini Citra lebih memilih untuk fokus ke pendidikan nya daripada mengikuti pertandingan beladiri dan hal-hal yang lain nya, karena dia ingin cepat-cepat wisuda dan pulang ke Indonesia agar dia bisa menyaksikan kakak nya menikah.


" Kalau kakak sudah resmi bercerai dengan suaminya, terus vito bagaimana kabar nya ya" ucap citra.


" Apa mungkin dia juga mendapat restu dari papa dan mama nya ya" lanjut citra.


" Syukur lah kalau dia memang sudah mendapatkan restu dari papa dan mama nya jadi, dia bisa segera menikah dengan kekasih nya" ucap citra.


" Eh! Kenapa aku jadi memikirkan manusia kutub itu ya! Ayo citra buang semua pemikiran itu kamu harus fokus dengan kuliah kamu!" ucap citra baru menyadari apa yang sedang dia pikirkan.


Saat citra sedang berusaha untuk membuang pemikiran nya tentang vito, tiba-tiba dari arah depan terdengar suara seseorang menyapa dirinya.


" Hai ca!" sapa teman citra sambil melambaikan tangan


Hal itu membuat citra terkejut.


" Eh! Hai! Ada apa?" tanya citra.


" Kamu mau pergi kemana ca?" tanya teman citra saat sudah sampai di dekat citra.


" Aku mau pulang, memang ada apa?" jawab citra bingung.


" Tidak ada apa-apa, memang mata kuliah nya sudah selesai semua ca?" tanya teman citra.


" Alhamdulillah sudah selesai semua" jawab citra sambil menganggukkan kepala.


" Em... Nanti malam kamu ada rencana mau pergi tidak ca?" tanya teman citra.


" Nanti malam? Seperti nya tidak ada, memang ada apa?!" jawab citra


" Kita pergi makan malam yuk! Kata nya ada restoran yang baru saja di buka, kita pergi ke sana yuk!" ajak teman citra.


" Oke!" jawab citra sambil tersenyum.


" Yes!" teriak teman citra kegirangan.


" Dia kenapa ya?!" batin citra

__ADS_1


Melihat temannya kegirangan seperti itu membuat citra bingung dengan tingkah teman nya itu, citra pun langsung bertanya " Kamu kenapa?".


Pertanyaan dari citra membuat teman nya terkejut.


__ADS_2