Mendadak Menjadi Istri CEO

Mendadak Menjadi Istri CEO
Eps 61


__ADS_3

Saat citra melihat papa nya berjalan mendekati vito, citra langsung berlari menuju dimana vito berada, tapi disaat citra belum sampai papa nya sudah hampir mengucapkan sesuatu, hal itu membuat citra merasa panik.


" Ayo! cari cara supaya papa jangan sampai bilang ke mas vito!" gumam citra sambil lari


" Ini lagi, dari tadi sudah lari tidak sampai-sampai juga!" ucap citra kesal


" Ah! Aku ada ide!" batin citra


" Papa!" panggil citra


pak ardi yang mendengar ada orang yang memanggil, beliau pun langsung mencari seseorang yang sedang memanggil.


" Citra!" kata papa saat melihat citra sedang berlari menuju kearah beliau.


Akhirnya citra sampai juga di depan papa nya tepat waktu.


" Alhamdulillah" ucap citra sambil duduk


" Ada apa sayang?" tanya papa


" Sebentar pa, citra capek" jawab citra sambil mengatur napas


" Nih!" kata vito sambil memberikan sebotol air mineral


" Terimakasih" ucap citra sambil menerima air mineral yang di berikan oleh seseorang


Citra langsung mendongakkan kepalanya untuk melihat siapa yang memberikan air mineral kepada dirinya.


" Kamu!" ucap citra terkejut mengetahui siapa yang memberikan air mineral kepada dirinya


" Kenapa kamu ada disini?" tanya citra sambil minum


" Kamu tanya kenapa saya ada disini?!" kata vito


Citra hanya menjawab pertanyaan dari vito dengan anggukan kepala


" Saya kesini mau menjenguk oma" ucap vito


Uhuk! uhuk! uhuk!


Citra tersedak akibat mendengar ucapan dari vito yang mengatakan ingin menjenguk oma


Melihat citra tersedak, vito langsung menepuk-nepuk leher belakang citra dengan pelan.


" Minum saja sampai tersedak, seperti anak kecil!" sindir vito


Citra yang di katakan seperti anak kecil hanya diam saja.


" Sembarangan bilang aku seperti anak kecil, aku tersedak juga gara-gara kamu!" ucap citra dalam hati


Setelah citra berhenti batuk, citra langsung berdiri.


Melihat anaknya sudah baik-baik saja, papa pun langsung bertanya " Memang ada apa kok kamu sampai lari-lari?"


" Itu pa, citra mau tanya bagaimana kondisi oma sekarang pa" jawab citra bohong


" Kondisi oma sekarang sudah lebih baik ra" kata papa


" Alhamdulillah" ucap citra


" Oh iya! Pak vito ada yang ingin saya sampaikan kepada anda" ucap papa


" Masalah apa pak?" tanya vito penasaran


Belum sempat papa menjawab pertanyaan vito, citra langsung berkata " Kata nya kak vito mau menjenguk oma"


" Yasudah, ayo masuk!" ajak citra


" Kalau kamu mau pergi, pergi saja sendiri, saya masih ada urusan!" ujar vito dengan nada dingin


" Yasudah, tidak usah masuk sekalian. Ayo pa!" ucap citra kesal

__ADS_1


Papa hanya pasrah saat di tarik tangan nya oleh citra.


Melihat citra yang kesal membuat vito bertanya-tanya " Kenapa dia marah?"


" Memang aku salah apa?" gumam vito


" Kenapa juga aku tadi kasih dia air minum ya?" pikir vito


" Tapi, tadi kenapa saat dia marah, ingin rasa nya aku membujuk dia agar tidak marah lagi" batin vito


Saat vito sedang sibuk dengan pemikiran nya sendiri, tiba-tiba citra keluar dari ruangan tersebut.


Vito melihat citra seperti sedang sedih, dan dia berusaha untuk menahan air matanya agar tidak menetes.


" Dia kenapa lagi?" tanya vito dalam hati


" Dari tadi kenapa aku tidak melihat wanita itu, apa dia tidak datang untuk menjenguk oma nya" batin vito


" Hey kamu! " panggil vito sambil menepuk bahu citra


" Dimana kakak kamu, kenapa dia tidak ada disini?" tanya vito


" Ya mana aku tahu, ke laut mungkin dia!" jawab citra sambil berusaha agar tidak menangis


" Laut mana?" tanya vito polos


" Laut china!" jawab citra


" Laut china??" batin vito


" Wanita itu pergi ke china?" tanya vito


Citra merasa geram dengan pertanyaan yang diajukan oleh vito, lalu citra berkata " tahu lah! Pusing aku!"


Citra pun langsung pergi meninggalkan vito sendirian.


" Memang aku salah ya?" gumam vito


" Vito!" ucap dokter raka terkejut melihat sahabatnya datang ke rumah sakit


" Kamu ngapain kesini?" tanya dokter raka


" Bukan urusan kamu!" jawab vito dengan nada dingin


Vito berjalan mendekati oma nya citra, saat sudah di dekat nya dia mengulurkan tangannya untuk mencium tangan oma.


" Bagaimana kondisi oma?" tanya vito pelan


" Kamu siapa?" tanya oma


" Nama saya vito oma, saya suami dari cucu oma" jawab vito


" Cucu oma?" tanya oma sedang ekspresi wajah bingung


" Dia suaminya devina ma" jawab mama


" Oh. Jadi, kamu suami nya devina!?" ujar oma


" Iya oma" jawab vito


" Sekarang devina ada dimana?" tanya oma


" Kata citra devina ada di laut china oma" jawab vito


" Laut china??" tanya oma


" Iya oma" jawab vito dengan yakin


" Pasti eca sedang kesal dengan orang ini, maka nya dia berkata seperti itu" batin oma


Oma hanya mengangguk-anggukkan kepala

__ADS_1


" Apa yang kamu lakukan ra?" batin papa


" Kenapa kamu bilang kalau devina ada di laut china" ucap papa dalam hati


" Kalau sudah begini, bagaimana cara nya papa memberitahu vito yang sebenarnya?" batin papa


" Terpaksa papa harus cari alasan lain jika vito menanyakan devina" ujar papa dalam hati


Di sisi lain


Citra kini sudah berada di kafe tempat mereka bertemu, ternyata orang itu sudah menunggu kedatangan nya.


" Sudah lama?" tanya citra saat sampai di depan orang tersebut


" Belum bos, saya baru saja sampai" jawab seseorang tersebut


Citra pun langsung duduk


" Apa benar informasi yang tadi kamu katakan melalui telepon?" tanya citra


" Benar bos, ini bukti-bukti nya bos" jawab seseorang tersebut sambil menyerahkan amplop berwarna coklat yang berisi informasi tentang keberadaan kakak nya


Citra pun langsung mengambil amplop tersebut dia pun bertanya " Sudah pesan makanan atau minuman?"


Belum sempat orang itu menjawab, citra langsung berkata " Kamu pesan saja, nanti biar saya yang bayar"


" Mba!" panggil citra sambil melambaikan tangan memanggil pelayan


Pelayan itu pun langsung berjalan menuju meja mereka.


" Mau pesan apa kak?" tanya pelayan kafe


" Saya pesan capuccino " jawab citra


" Kamu mau pesan apa?" tanya citra


" kopi latte" jawab seseorang tersebut


" Ada lagi kak?" tanya pelayan kafe


" spaghetti bolognese dua ya mba" jawab citra


" Ada lagi kak?" tanya pelayan kafe


" Cukup itu saja mba" jawab citra


" Baik kak, di tunggu ya kak" ucap pelayan kafe


" Iya" jawab citra sambil menganggukkan kepala


Pelayan kafe itu pun langsung pergi, setelah pelayan kafe itu pergi citra membuka amplop tersebut.


" Oke! Kerja kamu bagus!" ucap citra kembali menutup amplop tersebut


" Nanti akan saya transfer sisa nya!" kata citra


" Baik bos" ucap seseorang tersebut


Saat citra sedang ngobrol dengan orang itu, pelayan kafe itu datang sambil membawa pesanan mereka.


" Silahkan di nikmati!" kata pelayan kafe


" Iya, terimakasih" ucap citra


Pelayan kafe itu pun langsung pergi.


" Silahkan di makan!" ucap citra mempersilahkan orang itu untuk makan


" Terimakasih bos" ucap seseorang tersebut


Citra hanya menganggukkan kepalanya

__ADS_1


Mereka pun langsung menyantap makanan mereka.


__ADS_2