
" Manusia kutub??" citra terkejut.
" Apa aku tidak salah dengar? Dia menyuruh aku memanggil dia dengan sebutan manusia kutub!?" ucap citra dalam hati tidak percaya dengan apa yang dia dengar.
" Seorang elvito, ceo berdarah dingin yang terkenal akan kekejaman nya dan tidak mempunyai belas kasihan terhadap lawan bisnisnya, meminta aku untuk memanggil dia manusia kutub!" batin citra.
" Hanya spontan citra menempelkan tangannya ke dahi vito lalu dia menempelkan tangannya ke dahi nya juga, untuk membandingkan suhu badan vito dengan suhu badan nya, lalu dia berkata " Tidak panas!".
Hal itu membuat vito bingung apa yang sedang di lakukan oleh citra.
" Siapa yang panas?" tanya vito penasaran.
" Kamu demam ra?" tanya vito khawatir.
" Tidak! Aku tidak demam kok" jawab citra sambil menggelengkan kepalanya.
Vito tidak percaya dengan jawaban citra, dia pun langsung mendekat dan....
Cup!...
Vito mencium kening citra.
Citra terkejut dengan apa yang baru saja dilakukan oleh vito.
" Apa yang anda lakukan?" tanya citra sambil mengusap kening nya.
" sedang memeriksa suhu badan kamu" jawab vito dengan wajah polos.
" Memeriksa suhu badan??" ucap citra bingung.
" Iya, bukan nya jika ingin mengetahui suhu badan seseorang kita harus mencium kening orang tersebut" kata vito menjelaskan.
" Siapa yang mengatakan jika ingin mengetahui suhu badan seseorang harus mencium orang?!" tanya citra penasaran.
" Ada seseorang ra" jawab vito.
__ADS_1
Melihat ekspresi wajah citra berubah murung vito langsung berkata " Tapi dia bukan orang yang istimewa dalam hidup saya!".
" Siapa juga yang bertanya dia orang yang istimewa dalam hidup kamu atau tidak!?" ujar citra dalam hati.
" Aku tidak peduli, yang aku khawatir jika ada seseorang yang melihat kejadian saat manusia kutub mencium kening ku tadi!!" ucap citra dalam hati
" Kalau sampai orang tersebut mengambil foto manusia kutub sedang mencium kening ku terus, foto itu dikirim ke istrinya bagaimana?? " ucap citra dalam hati
" Yang ada, nanti aku di kira perebut suami orang ( pelakor) oleh istri nya!!" batin citra.
Vito yang melihat citra diam saja, dia berpikir " Apa di marah ya, karena aku tadi aku mencium kening nya?! Tapi, tadi kan aku tidak ada apapun, aku hanya ingin mengecek suhu badan nya saja!".
" Kamu kenapa ra?" tanya vito sambil memegang tangan citra.
" Hah! aku baik-baik saja kok!" jawab citra terkejut.
Citra melihat tangan nya di genggam oleh vito, dia pun langsung menarik tangan nya.
" Lain kali jangan melakukan hal seperti itu lagi!" ucap citra memperingatkan vito.
" Melakukan hal apa?" tanya vito bingung.
" Saya tidak melakukan hal itu kepada semua orang" kata vito.
" Sudahlah tidak perlu membahas masalah itu lagi" ucap citra.
" Iya ra, terus tadi kenapa kamu menempelkan tangan kamu ke kening ku ra?" kata vito.
" Oh, itu karena aku heran saja dengan anda pak" jawab citra.
" Heran dengan saya? Memang apa yang membuat kamu heran dengan saya?!" tanya vito penasaran.
" Aku heran karena tadi anda menyuruh aku untuk memanggil anda dengan sebutan manusia kutub" jawab citra.
" Oh, jadi karena itu tadi kamu memeriksa kening saya, terus kamu bilang "tidak panas", iya ra?!" ujar vito.
__ADS_1
Citra menganggukkan kepala sambil berkata " Iya".
" Kamu tidak perlu heran ra, karena saya juga senang jika kamu memanggil saya manusia kutub" kata vito sambil tersenyum.
" Yasudah, karena anda tidak keberatan dengan panggilan itu, aku akan memanggil anda dengan nama manusia kutub" kata citra.
Vito tersenyum senang karena citra mau menuruti keinginan nya.
Citra mengalihkan pandangannya kearah laut untuk melihat pemandangan dan menyaksikan sunset.
Vito pun ikut mengalihkan pandangannya ke arah laut untuk melihat pemandangan dan menyaksikan sunset.
" Indah sekali ya pemandangan nya?!" ucap citra tanpa mengalihkan pandangannya.
Mendengar ucapan citra, vito langsung mengalihkan pandangannya ke arah citra sambil berkata " Iya ra, sangat cantik".
Saat vito sedang memandangi wajah citra, tanpa sadar vito berkata " Andai saja bisa kita bisa seperti ini terus ya ra".
Karena sedang fokus menikmati keindahan sunset, citra tidak terlalu mendengarkan perkataan vito dan citra hanya tersenyum manis.
Begitu juga dengan vito mata nya fokus melihat pemandangan yang ada di depan nya, yaitu makhluk ciptaan yang maha kuasa yang sangat cantik.
Tiba-tiba, citra ingin sekali mengabadikan momen itu bersama vito, karena jarang sekali dia dan vito bisa duduk bersama sambil menikmati pemandangan yang luar biasa indah nya.
" Jarang sekali aku bisa dapat momen seperti ini, sayang sekali jika tidak di abadikan" ucap citra dalam hati.
Begitu pun dengan vito, entah kenapa ingin rasa nya dia mengabadikan momen yang sangat indah itu.
" Bagaimana ya, cara nya mengajak citra foto bersama untuk mengenang momen indah ini?!" pikir vito.
" Pak vito!" ucap citra memanggil vito sambil menyenggol lengan vito.
Pemilik lengan itu pun terkejut sambil berkata " Iya, ada apa?!".
" Pak vito mau tidak mengabadikan momen saat ini dengan cara kita foto bersama?!" ajak citra dengan takut.
__ADS_1
Vito seperti mendapat angin segar, saat mendengar ajakan dari citra.
" Iya! Saya mau!!" jawab vito sambil tersenyum