
Mendengar hal itu, vito pun langsung membuka halaman yang dia kosong kan.
Vito terkejut dengan tulisan yang ada di kontrak itu.
" Maksud nya dia menulis seperti ini apa?!" batin vito.
" Kenapa dia menulis, kalau dia ingin bercerai dengan ku" batin vito.
" Dan kenapa aku merasa seperti tidak senang saat dia menulis seperti ini" ucap vito dalam hati.
" Ini maksudnya apa?" tanya vito dingin.
" Bukan nya tadi mas vito sudah membaca nya sendiri kan? Jadi, mas vito tentu sudah mengetahui maksud dari tulisan itu!" jawab citra.
" Jadi, kamu serius ingin meminta cerai dari saya?" tanya vito dingin.
" Iya mas" jawab citra sambil menganggukkan kepala.
Vito semakin merasa kesal dengan jawaban devina (citra).
" Beri alasan kenapa kamu ingin bercerai dengan saya!" ujar vito dengan wajah datar.
" Aduh! Aku harus memberikan alasan apa ya kepada manusia kutub itu!" ucap citra dalam hati.
" Masa aku harus bilang kalau aku ingin segera terbebas dari sandiwara ini!" batin citra.
Citra bingung apa yang harus dia katakan kepada vito, agar vito mau menceraikan kakak nya.
Vito yang melihat devina (citra) diam saja pun langsung berkata " Apa karena pria itu, maka nya kamu ingin bercerai dengan saya?!".
" Aduh! Aku harus jawab apa ya? Kan seharusnya bukan aku yang ada diposisi ini!" batin citra.
" Karena kamu diam, berarti tebakan saya benar. Karena pria itu maka nya kamu meminta cerai dari saya!" kata kata menahan amarah.
Setelah mengatakan itu vito langsung pergi begitu saja meninggalkan citra dalam kebingungannya.
Setelah vito pergi, citra berkata " Orang itu kenapa ya?!" dengan raut wajah bingung.
" Dasar orang aneh!" kata citra.
Tidak lama setelah vito pergi, kedua orang tua nya datang.
" Sayng kamu tidak jadi tidur?" tanya mama sambil berjalan mendekati citra.
" Citra sudah tidur kok ma" jawab citra.
" Kenapa kamu tidur hanya sebentar ra?" tanya papa.
" Iya pa, soalnya tadi vito datang kesini, maka nya citra jadi bangun gara-gara mendengar suara langkah kaki vito" jawab citra
" Vito tadi kesini?!" tanya papa terkejut.
" Iya pa" jawab citra sambil menganggukkan kepala.
" Dia ngapain saja disini?" tanya papa penasaran.
" Tadi dia hanya tanya siapa orang yang membawa citra ke rumah sakit tadi pa" jawab citra.
" Terus kamu tadi menjawab apa?" tanya papa penasaran.
" Citra jawab kalau yang membawa citra ke rumah sakit itu kekasih nya kak devina pa" jawab citra polos.
" Citra tadi juga sudah memberikan surat yang ditulis oleh kakak untuk vito pa!" kata citra.
Papa terkejut mendengar perkataan citra.
" Jadi, kamu sudah memberikan surat itu kepada vito?" tanya papa.
__ADS_1
" Iya pa" jawab citra sambil mengangguk.
" Terus kamu tadi juga bilang kepada vito kalau yang membawa kamu kesini itu adalah kekasih kamu?!" kata papa khawatir
" Iya pa, memang kenapa sih pa? Kenapa papa terlihat sangat khawatir banget pa?!" kata citra bingung.
" Bagaimana papa tidak khawatir ra, pasti sekarang vito sedang marah besar ra!" kata papa
" Marah, vito marah kenapa pa?" tanya citra bingung.
" Dia marah karena tadi kamu bilang kalau tadi yang mengantar kamu ke rumah sakit adalah kekasih kamu" jawab papa
" Papa tenang saja, itu tidak akan mungkin terjadi pa" kata papa mencoba untuk menenangkan papa nya.
" Kenapa kamu bisa bilang seperti itu ra?" tanya mama penasaran.
" Vito waktu itu pernah bilang kalau dia mempunyai kekasih, kak devina juga diperbolehkan untuk mempunyai kekasih tetapi dengan syarat media tidak boleh ada yang mengetahui soal itu ma" jawab citra menjelaskan.
" Terus tadi saat kamu memberikan surat itu vito bilang apa kepada kamu?" tanya mama
" Dia tidak berkata apapun ma, tadi dia langsung pergi begitu saja ma" jawab citra.
" Kamu yakin ra, vito tidak berkata apapun sebelum dia pergi?" tanya mama
Citra hanya menganggukkan kepala sambil berkata " Iya, dia tidak mengatakan apapun ma".
" Huh! Syukur deh kalau memang dia tidak mengatakan apapun kepada kamu ra" kata mama.
" Sudah! Papa dan mama tidak perlu memikirkan masalah itu lagi" kata citra sambil tersenyum.
" Citra yakin pasti vito akan mengabulkan permintaan kakak" ucap citra.
Mendengar perkataan citra, papa dan mama nya pun langsung menganggukkan kepala.
" Pa! Ma! Citra pulang sekarang saja ya" ujar citra.
" Tapi citra bosan pa, ma" rengek citra sambil melihat ke arah papa dan mama nya.
" Please! Boleh ya pa!" ucap citra sambil memohon.
Huft....
Papa menghela napas panjang sebelum berkata " Untuk sekarang kamu belum boleh pulang ra, tetapi papa janji besok siang kamu pasti bisa pulang ke rumah"
Mendengar perkataan papa nya membuat citra tersenyum sumringah.
" Papa serius? Papa tidak berbohong kan?!" tanya citra.
Papa menggelengkan kepalanya sambil berkata " Papa tidak bohong ra, papa usahakan besok siang kamu sudah bisa pulang ke rumah"
" Yeah!!" teriak citra kegirangan
" Terimakasih papa" ucap papa sambil tersenyum.
" Iya sama-sama sayang" ucap papa sambil mencium kening citra.
" Sekarang kamu pingin makan apa sayang? Bilang kepada mama, nanti biar papa dan mama belikan untuk kamu" kata mama.
" Citra kepingin makan apel boleh tidak ma?" tanya citra ragu-ragu takut kejadian dulu terulang lagi.
" Tentu saja boleh dong sayang" jawab mama.
" Yasudah, papa beli buah apel nya dulu ya!" ujar papa
" Iya pa" jawab citra sambil menganggukkan kepala.
Papa pun langsung pergi ke toko buah untuk membelikan citra buah yang dia inginkan.
__ADS_1
15 menit berlalu, papa kini sudah kembali sambil membawa kantong plastik di tangan nya.
" Assalamualaikum" ucap papa sambil berjalan mendekati citra dan istri nya.
" Walaikumsalam" jawab citra dan mama bersama.
" Papa!" kata citra sambil tersenyum bahagia melihat papa nya sudah datang.
" Nih, papa sudah membelikan buah-buahan yang kamu inginkan" kata papa sambil menunjukkan kantong plastik yang beliau bawa.
" Yeah! Terimakasih pa" ucap citra sambil tersenyum.
" Sini pa buah nya, biar mama kupas kulitnya terlebih dahulu!" ujar mama.
Papa pun langsung memberikan kantong plastik yang beliau pegang kepada istri nya.
" Ra!" panggil papa.
" Iya pa, ada apa?" tanya citra
" Papa minta maaf ya ra" ucap papa.
" Minta maaf untuk apa pa?" tanya citra bingung.
" Papa mau minta maaf kepada kamu, karena papa tidak bisa melindungi kamu" jawab papa.
Citra menggelengkan kepalanya sambil berkata " Papa tidak boleh bicara seperti itu"
" Bagi citra, papa itu sangat hebat karena papa selalu melindungi mama, kak devina dan aku, papa juga selalu menyayangi kami semua. Jadi, papa tidak boleh menyalahkan diri papa sendiri atas apa yang terjadi kepada aku pa!" ucap citra.
Mendengar ucapan citra, papa langsung memeluk citra.
Sang mama yang melihat suami dan anaknya sedang berpelukan pun berkata " Papa! Citra! Pelukannya nanti lagi ya, sekarang waktunya untuk makan apel"
" Karena apel nya sudah siap untuk di makan" imbuh nya sambil berjalan mendekati suami dan anaknya.
Papa pun langsung melepaskan pelukannya.
" Mama siapin kamu ya ra!" ucap mama
" Iya ma" jawab citra sambil menganggukkan kepala.
Mama pun langsung menyuapkan sepotong buah apel ke mulut citra.
" Bagaimana rasa sayang, enak tidak apel nya?" tanya papa dan mama.
" Apel nya enak banget pa, ma, rasa nya juga manis banget!" jawab citra mendeskripsikan rasa buah apel yang dia makan.
" Memang seenak itu ya ra?" tanya papa penasaran.
Citra mengangguk-anggukkan kepala nya sambil berkata " Iya pa, kalau papa tidak percaya, papa makan apel nya saja langsung, biar papa mengetahui rasa nya".
Karena penasaran, papa langsung mengambil sepotong buah apel dan langsung memakan nya.
" Hem! Kamu benar ra, apel nya manis banget rasanya" ucap papa.
" Benarkan pa, citra tidak bohong" kata citra sambil tersenyum.
" Mama makan apel nya juga dong, masa dari tadi hanya menyuapi aku saja" ucap citra
" Iya sayang, nih! Mama makan apel nya!" kata mama sambil memakan sepotong buah apel.
" Citra tidak bohong kan ma, rasanya memang manis banget!" kata citra
" Iya sayang, kamu tidak bohong! Rasa nya memang manis banget!" kata mama.
" Papa hebat!" kata citra sambil mengacungkan jempol.
__ADS_1
" Terimakasih tuhan, kamu telah mengabulkan doa ku selama ini" ucap citra dalam hati