
45 menit perjalanan akhirnya citra sampai di depan rumah amel.
Baru saja citra memarkirkan motornya, dia sudah di cecar dengan berbagai pertanyaan.
" Kenapa lama sekali ra? Kenapa telepon ku tidak di jawab!" tanya amel.
" Kata mama kamu, kamu sudah berangkat sejak tadi pagi, kenapa sekarang baru sampai?!" ujar amel.
" Memang nya tadi di jalan macet apa ra?" tanya amel.
Citra yang di cecar berbagai pertanyaan dari amel pun hanya diam saja.
Melihat citra diam saja, hal itu membuat amel kesal.
" Kenapa kamu diam saja ra?!" kata amel.
Bukan nya menjawab, citra malah melontarkan pertanyaan kepada amel " Kamu sudah selesai bicara nya?".
" Sudah!" jawab amel sambil menganggukkan kepala.
" Aku meminta maaf karena sudah terlambat, soalnya tadi aku mencari farel terlebih dahulu" ucap citra menjelaskan alasan kenapa dia terlambat.
" Mencari farel?? Memang dia pergi kemana?" tanya amel.
" Aku juga tidak tahu mel" jawab citra.
" Bagaimana kalau kita pergi sekarang saja!?" ujar citra mengalihkan pembicaraan.
" Yasudah! Ayo!" seru amel.
" Ayo naik!!" Kata citra.
" Tunggu dulu! Kita naik motor ra?" kata amel terkejut.
" Iya mel, memang kenapa?!" jawab citra sambil menganggukkan kepala.
" Kan panas ra! Kita naik mobil aku saja ya!?" ujar amel.
Citra menggelengkan kepalanya sambil berkata " Kalau naik motor itu lebih cepat mel, di bandingkan dengan naik mobil".
" Mau naik tidak? Kalau tidak aku pulang?!" ancam citra.
" Iya-iya, aku naik!" kata amel.
Dengan terpaksa amel naik ke atas motor.
" Nih helm nya!!" kata citra sambil memberikan helm kepada amel.
Amel memakai helm sambil memajukan bibirnya kesal.
" Sudah berdandan cantik! Eh, ini malah di suruh naik motor!!"gerutu amel.
Citra tidak menanggapi omongan amel, setelah amel naik citra langsung melajukan motornya dengan kecepatan tinggi.
" Ra! Jangan ngebut, aku takut!!!" teriak amel sambil berpegangan erat.
Citra tidak memperdulikan teriakan amel, dia terus melajukan motornya.
Citra menurunkan kecepatan motor nya saat jalan mulai ramai dengan kendaraan.
" Alhamdulillah, akhirnya pelan juga ini motor!" ucap amel.
Kini mereka sudah sampai di taman tempat biasanya mereka sering kunjungi ketika ingin mencari ketenangan.
Citra langsung turun dari motor nya dan dia langsung menuju penjual es krim.
Amel yang melihat citra pergi pun hanya bisa terdiam.
Tidak lama kemudian, citra kembali.
" Nih mel!" kata citra sambil memberikan es krim coklat kepada amel.
" Terimakasih" ucap amel sambil menerima es krim pemberian citra.
" Ra! Aku kira kamu sudah tidak sayang dengan nyawa kamu!!" ucap amel.
" Memang kenapa? Kenapa kamu tanya seperti itu?" tanya citra penasaran.
" Habisnya tadi kamu bawa motor nya dengan kecepatan tinggi!" jawab amel.
" Maaf mel, soalnya aku sejak banyak pikiran!" ucap citra sambil memakan es krim.
" Memang nya apa yang sedang kamu pikirkan sih ra?" tanya amel.
" Farel mel!" jawab citra singkat.
" Ada apa lagi dengan farel?" tanya amel.
" Dia belum ada kabar? Atau nomor handphone nya susah untuk di hubungi?" lanjut amel.
Citra hanya menggelengkan kepalanya sambil menjawab " Bukan mel!".
" Kalau bukan itu, terus apa?" tanya amel.
" Tadi pagi istri nya menghubungi aku, dia tanya farel ada di rumah ku tidak soalnya sudah hampir dua minggu dia tidak pulang ke rumah" jawab citra.
" Apa ra? Jadi, farel selama hampir dua minggu tidak pulang ke rumah?!" amel terkejut mendengar jawaban citra.
Citra menganggukkan kepalanya sambil berkata " Iya mel"
" Kok bisa? Memang dia pergi kemana?" tanya amel.
Citra menggelengkan kepalanya pelan.
" Yasudah, kita jangan bahas tentang itu lagi! Sekarang kita senang-senang, jangan memikirkan hal itu lagi. Oke!!"
Citra hanya menganggukkan kepalanya.
" Ayo! Es krim nya di habiskan, setelah itu kita jalan-jalan lagi!" kata amel.
" Iya mel" jawab citra sambil mencoba untuk tersenyum.
Mereka berdua langsung menghabiskan es krim mereka, agar mereka bisa melanjutkan jalan-jalan lagi.
Setelah selesai makan eskrim mereka berdua langsung jalan-jalan di taman tersebut, sambil menikmati pemandangan alam.
Setelah puas, mereka berdua melanjutkan perjalanan mereka menuju tempat selanjutnya.
Tanpa terasa waktu berlalu begitu cepat, hari sudah mulai gelap mereka berdua memutuskan untuk pulang ke rumah karena mereka sudah sangat lelah karena seharian sudah jalan-jalan.
Sesampainya di rumah, citra langsung pergi ke kamar nya dan langsung melemparkan tubuhnya di atas tempat tidur.
" Hari ini sangat melelahkan tapi juga sangat menyenangkan karena bisa pergi ke tempat yang dahulu sering kita kunjungi" ucap citra.
" Mandi dahulu lah! Biar segar kembali!" kata citra sambil berjalan menuju kamar mandi.
Setelah beberapa saat citra keluar dari kamar mandi.
" Segar nya!!" kata citra.
" Sekarang waktunya tidur!!" kata citra sambil berjalan menuju tempat tidur nya.
Baru saja citra akan mendaratkan pantat nya di atas tempat tidur, tiba-tiba...
Tok! Tok! Tok!
Terdengar suara seseorang mengetuk pintu kamar nya, hal itu membuat citra mengurungkan niatnya untuk duduk.
" Siapa?" tanya citra.
" Bibi non" jawab seseorang dari luar kamar citra.
" Ada apa bi?" tanya citra.
__ADS_1
" Itu non, ada telepon dari rumah sakit tempat non bekerja" jawab art tersebut.
" Rumah sakit? Jangan-jangan?!!" ucap citra.
Mendengar rumah sakit, membuat citra teringat jika dia sudah berjanji dengan vito kalau hari ini dia akan datang ke rumah sakit untuk menjenguk dia.
" Bi, tolong bilang aku akan pergi ke rumah sakit sekarang!" ucap citra.
" Baik non" jawab art tersebut.
Citra pun langsung mengambil jaket dan kunci motor setelah itu dia langsung keluar kamar.
" Pa, ma aku pergi dahulu!" pamit citra sambil berlari keluar.
" Kamu mau pergi kemana sayang?" tanya mama sambil berlari menyusul citra.
" Ke rumah sakit" jawab citra sambil naik motor.
" Ke rumah sakit?? Kenapa citra hanya memakai baju tidur pa?!" tanya mama terheran-heran.
" Papa juga tidak tahu ma, mungkin emergency ma maka nya dia tidak sempat mengganti pakaian" jawab papa.
" Yasudah, ayo kita masuk ma!" ajak papa.
Bu veronica menganggukkan kepalanya.
25 menit perjalanan akhirnya citra sampai di depan rumah sakit, citra sambil memarkirkan motornya setelah itu dia langsung masuk kedalam.
" Dok! Pasien..."
Belum sempat perawat tersebut berkata citra langsung menyela " Iya sus, saya paham!".
Setelah mengatakan itu, citra langsung pergi ke ruangan VVIP. Karena citra yakin jika vito pasti di rawat di ruangan itu.
Kreek!!...
Citra membuka pintu ruangan tersebut.
Citra melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan tersebut.
Riko yang melihat citra datang pun merasa lega.
Ssttt..
Citra menyuruh riko untuk diam dan tidak memberitahu vito jika dia sudah datang.
Dengan langkah pelan citra berjalan menuju vito
" Selamat malam pak, sudah waktunya untuk meminum obat" ucap citra.
" Saya sudah katakan jika saya..." bentak vito sambil membalikkan badannya.
Vito langsung menghentikan ucapannya saat melihat citra di belakang nya.
" Citra!!" kata vito.
Vito langsung memeluk citra.
" Aku kira kamu tidak datang ra" kata vito sambil terus memeluk citra.
Citra terkejut saat vito tiba-tiba memeluk dirinya.
" Ini orang kenapa ya? Bukan nya marah kenapa dia malah memeluk aku!!" batin citra.
" Pak! Pak vito! Aku tidak bisa napas!!" kata citra sambil menepuk-nepuk bahu vito.
Mendengar itu vito langsung melepaskan pelukannya dan berkata " Maaf! Maaf ra".
" Kenapa anda yang meminta maaf, seharusnya aku yang meminta maaf karena aku tadi lupa" ucap citra.
" Iya tidak apa, yang terpenting sekarang kamu sudah datang" jawab vito.
" Memang kamu pergi kemana?" tanya vito penasaran.
Vito melihat kearah citra, dia terkejut saat melihat citra memakai baju tidur.
" Ra! " panggil vito.
" Hem! Iya, ada apa?" tanya citra.
" Kamu datang ke rumah sakit dengan pakaian seperti itu?!" ucap vito sambil menunjuk ke arah pakaian citra.
" Memang nya ada yang salah dengan pakaian ku?!" tanya citra tanpa melihat kearah pakaian yang dia pakai.
" Ya, lucu saja kamu datang ke rumah sakit dengan memakai baju tidur seperti ini?!" jawab vito.
" Hah! Baju tidur?!" citra terkejut mendengar jawaban vito.
Karena penasaran, citra langsung melihat ke arah pakaian yang dia pakai.
" Oh iya!!" kata citra.
" Tadi soalnya terburu-buru jadi tidak sempat mengganti pakaian" ucap citra.
" Maaf ya, gara-gara saya kamu jadi terburu-buru" ucap vito.
" Sudah mending kita membahas yang lain saja!" ujar citra.
" Loh! Kenapa makanan nya masih utuh? Anda tidak makan?!" tanya citra.
Vito hanya menggelengkan kepala nya pelan.
" Sekarang anda makan ya" bujuk citra.
" Iya, tapi kamu yang menyuapi" kata vito.
" Iya" jawab citra sambil tersenyum.
" Ini ra makanan yang baru" ujar riko sambil memberikan kantong plastik yang berisi bubur.
" Terimakasih" ucap citra sambil menerima kantong plastik tersebut.
" Buka mulut nya! Aaa" ucap citra.
Vito menuruti perintah citra.
Vito makan dengan lahap sampai habis.
" Alhamdulillah, sudah habis" ucap citra saat melihat makanan nya habis.
" Sekarang waktunya meminum obat" kata citra sambil mengambil obat di atas meja.
Vito menganggukkan kepala sambil berkata " Iya".
Vito langsung meminta obat, setelah itu citra menyuruh vito untuk istirahat.
" Kamu jangan pergi ra!" kata vito sambil memegang tangan citra.
" Maaf! Aku harus pulang, besok pagi aku datang ke sini lagi" ucap citra.
" Tapi ra.." kata vito.
" Aku tidak akan lupa!" timpal citra.
" Oke ra!" kata vito.
" Kalau anda menurut seperti ini, dua hari lagi anda sudah bisa pulang" kata citra.
" Kamu serius ra?" tanya vito tidak percaya dengan perkataan citra.
" Iya" jawab citra sambil menganggukkan kepala.
" Yasudah, aku pamit pulang dahulu. Anda harus istirahat dan tidak boleh bekerja selama di rumah sakit!!" kata citra.
__ADS_1
" Iya ra!" jawab vito.
" Kak, tolong awasi pak vito ya! Kalau dia tetap bekerja langsung lapor kepada ku!" ucap citra.
" Siap!" kata riko.
" Ingat harus istirahat!!" kata citra.
" Kalau masih tidak menuruti perkataan ku, aku tidak mau bertemu dengan anda!!" ancam citra.
" Ancaman ku ini serius!!" kata citra.
" Iya ra" ucap vito.
Setelah itu citra langsung pergi meninggalkan ruangan vito.
" Bagaimana dok, pasien mau minum obat?" tanya salah satu perawat.
" Pasien sudah makan dan meminum obat kok" jawab citra.
" Dokter tahu tidak, sejak tadi pagi pasien tidak mau makan jika bukan dokter citra yang menyuruh" kata perawat tersebut.
" Tadi pasien marah-marah tidak? seperti kemarin?" tanya citra penasaran.
" Tidak dok! Tapi pasien tidak mau makan dan meminum obat dok" jawab perawat tersebut.
" Syukurlah kalau begitu" ucap citra.
" Kalau begitu saya pamit pulang terlebih dahulu" pamit citra.
" Silahkan dok" ucap perawat tersebut.
" Selamat bekerja ya" ucap citra.
Perawat tersebut mengangguk.
Setelah berpamitan citra langsung pulang.
Citra berhenti sejenak di rumah makan untuk membeli makanan karena dia belum makan.
Setelah selesai makan citra langsung pulang karena sudah larut malam.
Kini citra sudah sampai di rumah, dia langsung masuk kamar dan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.
Tidak membutuhkan waktu lama, citra sudah terlelap.
Pagi harinya citra bangun dengan wajah yang segar. Citra langsung pergi ke dapur untuk membantu bibi memasak makanan untuk sarapan.
Setelah selesai citra kembali ke kamar untuk bersiap-siap berangkat ke rumah sakit.
" Selamat pagi pa, ma!" sapa citra.
" Pagi sayang" jawab papa dan mama bersama.
" Hari ini kamu berangkat ke rumah sakit?" tanya mama.
" Iya ma, hari ini dan besok aku berangkat ke rumah sakit" jawab citra.
" Memang ada apa ma?" tanya citra sambil makan.
" Tidak ada apa-apa, mama hanya ingin bertanya saja" jawab mama.
" Yasudah, habiskan makanan nya" kata mama
" Iya ma, ini juga sedang makan" jawab citra.
" Tadi malam kamu pergi kemana sayang?" tanya mama.
" Ke rumah sakit ma" jawab citra.
" Soalnya kemarin aku sudah janji dengan manusia kutub kalau aku mau menjenguk dia tapi aku lupa" ucap citra.
" Manusia kutub? Maksud kamu ra?!" tanya papa
" Iya pa, vito dia kemarin masuk rumah sakit" jawab citra.
" Dia sakit apa ra?" tanya papa.
" Lambung nya pa yang bermasalah" jawab citra.
" Sekarang kondisi nya bagaimana?" tanya mama
" Kata dokter yang menangani nya, kondisi nya sudah lebih baik mungkin besok dia boleh pulang" jawab citra.
" Pa, ma citra berangkat!" pamit citra sambil berdiri.
" Memang makanan kamu sudah habis ra?" tanya papa.
" Sudah pa" jawab citra.
" Yasudah, hati-hati ya sayang!" pesan mama.
" Iya ma" jawab citra sambil mencium tangan kedua orang tua nya.
" Assalamualaikum" ucap citra sambil berjalan.
" Walaikumsalam" jawab papa dan mama bersama.
Citra kali ini berangkat ke rumah sakit menggunakan motor nya, agar lebih cepat sampai.
30 menit perjalanan, citra sampai di depan rumah sakit, setelah memarkirkan motor nya citra langsung masuk kedalam ruangan nya.
Baru saja citra duduk sudah ada yang mengetuk pintu ruangan nya.
Tok! Tok! Tok!...
" Masuk!" kata citra memerintahkan seseorang di luar untuk masuk.
" Permisi dok, ini adalah hasil pemeriksaan medis pasien yang dokter citra tanganin" kata perawat tersebut sambil meletakkan map di atas meja.
" Oh iya! Terimakasih ya" ucap citra sambil mengambil map tersebut.
Citra langsung membuka dan membaca isi map tersebut dengan teliti agar tidak ada kesalahan.
Setelah merasa cukup, citra langsung berkata " Ayo! Sekarang waktunya untuk bekerja!".
" Iya dok!" kata perawat tersebut dengan semangat.
Citra mengunjungi setiap ruangan untuk memeriksa kesehatan pasien, setelah selesai semua citra berkata " Kalian bisa kembali ke ruangan kalian terlebih dahulu karena saya masih ada urusan yang lain!"
" Pasti dokter citra mau datang ke pasien yang berada di ruangan VVIP itu ya dok?" tanya salah satu perawat.
" Iya, dia itu teman saya" jawab citra sambil tersenyum.
" Pantas saja!" ujar salah satu perawat tersebut.
" Pantas kenapa?" tanya citra penasaran.
" Pantas saja beliau tidak mau makan dan meminum obat sebelum dokter citra datang" jawab salah satu perawat tersebut.
" Kemarin waktu beliau baru datang juga, beliau langsung menurut dengan dokter citra!" kata perawat di samping citra.
" Dia memang orang seperti itu, tolong di maklumi!" ucap citra.
" Sikapnya memang dingin kepada semua orang, tapi sebenarnya dia orang nya baik kok" imbuhnya.
" Yasudah, kalau begitu saya permisi dahulu" pamit citra.
" Iya dok!" kata perawat tersebut.
Citra langsung pergi ke ruangan vito untuk melihat kondisi vito.
Citra terkejut saat melihat ada seorang wanita di ruangan vito.
__ADS_1
" Wanita itu siapa ya???" citra bertanya-tanya dalam hati.