
Citra langsung pergi ke ruangan vito untuk melihat kondisi vito.
Citra terkejut saat melihat ada seorang wanita di ruangan vito.
" Wanita itu siapa ya???" citra bertanya-tanya dalam hati.
Karena penasaran, tanpa mengetuk pintu dia langsung masuk kedalam ruangan tersebut.
" Permisi!" ucap citra sambil berjalan mendekati vito.
" Viona!!" citra terkejut saat melihat viona.
" Eca!!" kata viona sambil berlari dan memeluk citra.
" Kamu apa kabar vio?" tanya citra.
" Kabar aku baik ca, kamu sendiri apa kabar?" jawab viona sambil melepaskan pelukannya.
" Jadi, kamu bekerja di rumah sakit ini?" tanya viona.
" Iya, sekarang aku bekerja di rumah sakit ini" jawab citra sambil tersenyum.
" Pantas saja vito bentah berlama-lama di rumah sakit, ternyata ada kamu!" ujar viona.
" Maksud kamu apa vio?" tanya citra tidak mengerti maksud ucapan viona.
" Kamu tahu tidak ca, vito itu paling anti dengan yang nama nya rumah sakit, lebih baik dia menyuruh dokter pergi ke rumah nya daripada dia datang ke rumah sakit!!" jawab viona.
" Wajarlah, siapa juga yang mau datang ke rumah sakit" kata citra.
" Oh iya! Vito itu suka tahu dengan kamu! Tapi dia masih tidak berani mengatakan kalau dia suka dengan kamu ca!" kata viona.
Citra hanya tersenyum.
" Oh iya! Pak vito sudah makan?" tanya citra.
" Dia sudah makan ca, tadi aku yang memaksa dia untuk makan dan meminum obat ca" jawab viona.
" Syukurlah kalau memang sudah makan" kata citra.
" Kalau begitu, saya permisi dahulu karena masih ada beberapa pasien yang harus aku periksa" ucap citra.
" Tunggu ra!" kata vito.
" Iya ada apa pak?" tanya citra.
" Bisa tidak kamu tidak memanggil saya dengan sebutan bapak, panggil saja vito atau manusia kutub seperti biasa nya!" ujar vito.
" Iya bisa" jawab citra.
" Dan ada sesuatu yang ingin saya sampaikan kepada kamu" kata vito.
" Tentang apa?" tanya citra.
" Tentu saja tentang perasaan dia kepada kamu ca" jawab viona.
" Diam bawel!!" kata vito.
" Yang di tanya siapa yang menjawab pertanyaan nya siapa?!" sindir vito.
" Habisnya kamu menjawab nya lama, maka nya aku mewakilkan kamu untuk menjawab nya" ujar viona.
Citra hanya tersenyum melihat dua orang didepan nya berseteru.
" Sudah cukup!! Kalian kan bersaudara tidak baik bertengkar seperti ini!!" ucap citra mencoba menjadi penengah antara vito dan viona.
Mendengar itu vito dan viona langsung berhenti bertengkar.
" Begitu kan bagus!" kata citra melihat vito dan viona berhenti bertengkar.
__ADS_1
" Ra, sebenarnya saya suka dengan kamu, kamu mau tidak menikah dengan saya?!" ucap vito menyatakan perasaannya kepada citra.
" Mana mau eca dengan kamu! Manusia kutub!!" kata viona.
Citra terkejut mendengar ucapan vito.
" Ini pasti mimpi!! Tidak mungkin seorang vito menyatakan perasaannya kepada ku!!" pikir citra
" Daripada nanti kalau salah aku menjadi malu, lebih baik aku alihkan pembicaraan!!" batin citra.
" Lebih baik sekarang anda istirahat" kata citra mengalihkan pembicaraan.
" Bagaimana ra?" tanya vito.
Bukan nya menjawab pertanyaan dari vito, citra malah melontarkan pertanyaan kepada vito " Bagaimana apa nya ya?"
" Bagaimana kamu mau tidak menikah dengan saya?" ucap vito.
" Ini sudah kedua kali nya saya mengutarakan perasaan saya kepada kamu!" kata vito.
" Waktu itu kamu mengira kalau viona itu kekasih saya maka nya kamu tidak mau menyakiti hati nya" ucap vito.
" Apa? Kamu pernah mengira kalau aku itu adalah kekasih nya vito?! Aku tidak salah mendengar ca!?" viona terkejut dengan ucapan vito.
Citra tersenyum malu sambil menjawab " Iya vio, waktu itu aku memang pernah salah paham dan menganggap kamu adalah kekasih nya vito".
Baru saja viona mau membuka mulutnya untuk bicara lagi, vito langsung berkata " Sstt! Kamu diam dahulu!!"
" Aku itu mau mendengar jawaban dari citra, kalau kamu terus bicara kapan dia akan menjawab nya!" ujar vito.
" Jadi, bagaimana ra? Kamu terima tidak lamaran saya?!" tanya vito.
" Beri aku waktu" kata citra.
" Sampai kapan ra?" tanya vito.
" Oke! Tapi kamu harus menepati janji kamu ya?!" kata vito.
" Iya" jawab citra sambil menganggukkan kepala.
" Yasudah, sekarang anda istirahat agar anda bisa cepat sembuh!" kata citra.
Vito menganggukkan kepalanya berkali-kali.
Setelah berpamitan citra langsung pergi meninggalkan ruangan vito bersama viona.
" Ca! Aku tidak menyangka kalau vito akan menuruti perintah kamu?!" ucap viona tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
Citra hanya tersenyum.
" Kalau begitu, aku pergi dahulu karena aku juga harus kembali ke rumah sakit tempat aku bekerja" pamit viona.
" Kamu bekerja di rumah sakit juga?" tanya citra.
" Iya ca, aku bekerja di rumah sakit xx " jawab viona.
" Lain kali main dong ke tempat kerja aku!" kata viona.
" Insyaallah, kalau ada waktu" ucap citra sambil mengangguk.
" Yasudah aku pergi dahulu, assalamualaikum" ucap viona sambil pergi.
" Walaikumsalam, hati-hati dijalan" jawab citra.
Setelah viona pergi citra kembali ke ruangan nya.
" Vito melamar aku lagi!!" kata citra sambil duduk.
" Masa sih? Aku masih tidak percaya deh!" pikir citra.
__ADS_1
Saat citra sedang memikirkan lamaran vito, ada perawat yang datang untuk memberitahu jika ada pasien yang kambuh. Citra pun langsung pergi ke ruangan pasien tersebut.
Hari sudah mulai sore, semua pekerjaan citra sudah selesai kini saatnya citra untuk pulang tapi sebelum pulang dia pergi ke ruangan vito untuk menyapa vito sebelum dirinya pulang.
Setelah berpamitan dengan vito, citra langsung pulang. Sesampainya di rumah citra langsung masuk kamar untuk membersihkan dirinya.
Setelah selesai citra keluar kamar untuk menemui papa dan mama nya di ruang keluarga.
" Selamat sore pa, ma" sapa citra sambil duduk.
" Sore sayang" jawab papa dan mama bersama.
" Pa, ma ada sesuatu yang mau citra ceritakan kepada papa dan mama" kata citra.
" Tentang apa ra, kelihatannya serius sekali?!" tanya papa.
" Tadi di rumah sakit ada yang melamar citra pa, ma" jawab citra.
" Apaa!!!" teriak papa dan mama terkejut mendengar jawaban citra.
" Kamu di lamar? Siapa yang melamar kamu ra?" tanya mama.
" Orang itu adalah vito ma, pa" jawab citra.
" Vito?!" lagi-lagi jawaban citra membuat papa dan mama nya terkejut.
Citra menganggukkan kepalanya.
" Terus kamu terima lamaran nya?" tanya mama penasaran.
" Aku belum menjawab nya ma, aku meminta waktu ma"jawab citra.
" Ya, setidaknya tunggu sampai dia benar-benar sembuh dan pulang baru aku menjawab nya!" ujar citra.
" Terus vito mau memberikan kamu waktu ra?" tanya papa penasaran.
" Iya dia mau pa" jawab citra sambil menganggukkan kepalanya.
" Kamu pikirkan masak-masak sebelum kamu mengambil keputusan, karena menikah itu bukan perkara mudah jadi, kamu harus benar-benar pikirkan secara masak apa yang akan kamu ambil sebagai jawaban atas lamaran vito" nasihat papa
" Iya pa, citra akan pikirkan masalah ini secara matang tentang jawaban apa yang akan aku berikan kepada vito" ucap citra.
" Iya sayang, sebaiknya kamu jangan mengambil keputusan seperti ini secara terburu-buru, karena pernikahan itu hanya terjadi satu kali seumur hidup sayang" ucap mama memberikan nasihat untuk citra.
" Iya ma" jawab citra.
" Yasudah, sekarang kita makan setelah itu kamu istirahat! Kelihatannya kamu sangat lelah ra!" kata papa.
" Iya pa, soalnya hari ini pasien nya banyak pa!" jawab citra.
Mereka semua pergi ke meja makan untuk makan malam.
Mereka makan tanpa ada suara, yang ada hanya suara dentingan sendok dan garpu.
Setelah selesai makan citra langsung berpamitan kepada papa dan mama nya mau istirahat.
Di dalam kamar citra memikirkan jawaban apa yang harus dia berikan kepada vito.
" Aku harus menjawab apa ya?!" pikir citra bingung.
" Dari pada bingung, lebih baik aku tidur saja!!" kata citra.
Citra pun langsung tidur.
Dua hari kemudian
Hari ini vito sudah di perbolehkan untuk pulang oleh dokter, citra tidak bisa mengantar vito pulang ke rumah nya karena dia di tugaskan oleh papa nya untuk melakukan meeting dengan klein dari Prancis.
Citra seharian penuh berhadapan dengan banyak klien papa nya, Sehingga dia tidak pergi ke rumah sakit, setelah semua urusan pekerjaan nya selesai citra langsung pulang untuk istirahat.
__ADS_1