
Vito pun mulai menempelkan telinganya pada pintu kamar, untuk mendengarkan apa saja yang di bicarakan oleh seseorang di dalam kamar nya itu.
" Dasar manusia kutub tidak punya akhlak, tadi pagi waktu aku di siksa nenek lampir bukan nya nolongin malah diam saja, giliran ada mama nya dengan sesuka hati nya sendiri mencium anak orang, terus sekarang dia bermesraan dengan pacar nya lagi, aku sumpahin kamu tidak ada cewek yang suka sama kamu!" citra mengucapkan sumpah serapah kepada vito
" Eh, tapi kan banyak cewek yang suka sama dia, dan juga dia kan sudah punya pacar ya" ucap citra teringat kalau banyak wanita yang mengejar-ngejar dirinya, dan juga dia sudah mempunyai pacar yaitu nenek lampir
" Pokoknya meskipun banyak cewek yang suka sama dia, tapi dia tidak suka sama cewek, sekalian saja dia tidak menikah " ujar citra kesal ketika mengingat masalah yang dia alami tadi pagi
" Kalau bukan karena papa, mungkin aku sudah pergi dari sini dan tidak mau aku pulang ke rumah ini lagi!" kata citra
" Ingin rasanya aku mencabik-cabik orang itu, dan daging nya aku kasih makan buaya, biar habis di makan buaya!" ucap citra geram
Setelah meluapkan emosi dan sumpah serapah nya terhadap vito, citra langsung pergi ke kamar mandi untuk mandi, tidak lupa dia juga sudah membawa pakaian bersih.
Vito yang sejak tadi ada mendengarkan sumpah serapah yang di ucapkan citra hanya bisa menyesali perbuatannya tadi pagi yang tidak bisa berbuat apa-apa, dan saat vito akan membuka pintu kamar dia di kejutkan dengan ucapan citra yang akan mencabik-cabik dirinya dan daging nya akan di berikan ke buaya, ucapan citra berhasil membuat vito bergidik ngeri dan dia langsung mengurungkan niatnya untuk masuk kamar, dia pun langsung pergi meninggalkan citra yang sedang emosi.
Sesampainya di ruang tamu, vito akhirnya bisa bernafas lega pasalnya citra tidak tahu kalau vito tadi sempat naik ke atas dan akan masuk kamar.
" Huh, seram juga wanita itu kalau sedang marah!" ucap vito
" Masa daging saya, mau di kasih ke buaya supaya di makan oleh buaya!" imbuh vito sambil bergidik ngeri mengingat ucapan citra tadi
" Tapi, kalau di pikir-pikir tadi pagi aku memang keterlaluan juga, membiarkan angel terus menyiksa dia!" pikir vito
" Terserahlah yang penting, sekarang mending saya di sini saja, daripada naik ke atas terus dia balas dendam kepada saya soal masalah tadi pagi" ucap vito sambil duduk di sofa
Dia pun membuka handphone milik nya untuk melihat foto yang di kirim oleh orang suruhan nya.
Saat vito melihat foto devina(citra) saat dia sedang menikmati pemandangan alam yang sangat indah, tanpa sadar dia tersenyum dan berkata " Kalau dia seperti ini sangat cantik"
* Flashback on *
Saat citra baru saja pergi meninggalkan rumah, vito langsung menyuruh orang untuk mengikuti kemana saja dia pergi, dan harus selalu mengirimkan foto citra setiap saat.
Dan saat di mobil, ketika dia sedang melamun membayangkan tingkah laku citra yang tiba-tiba mencium bibir nya, tiba-tiba handphone nya berdering saat dia melihat nama seseorang yang sedang dia tunggu untuk menghubungi dirinya, menelepon dia segera mengangkat telepon dari seseorang tersebut.
__ADS_1
Obrolan mereka tidak berlangsung lama, di karenakan seseorang itu masih harus menyelesaikan tugas nya, namun sebelum menutup sambungan telepon nya, seseorang itu sudah mengirimkan sebuah foto kepada vito, setelah itu vito pun memutuskan sambungan telepon secara sepihak.
Selama di perjalanan menuju ke kantor, vito terus melihat handphone nya, bukan untuk mengecek email yang di kirim oleh asisten nya, dia malah melihat foto-foto yang di kirim oleh orang suruhan nya kepada dirinya.
Saat melihat foto-foto itu, tidak tahu kenapa hal itu membuat vito merasa senang, apalagi saat dia mengingat kalau hari ini ternyata ada seseorang yang menyiapkan pakaian untuk dirinya pergi ke kantor, hal itu membuat vito seperti sudah mempunyai istri idaman, yang setiap bangun tidur selalu mendapat morning kiss, dan saat dia akan pergi ke kantor sudah ada yang menyiapkan pakaian, dan saat dia akan pergi ke kantor pun istrinya selalu mencium tangan nya, dan juga dia mencium kening istrinya sebelum dia pergi ke kantor.
Dan saat masuk kan pun vito masih terus tersenyum, dan saat berpapasan dengan karyawan nya dia bersikap ramah, tidak seperti biasanya yang selalu bersikap dingin kepada karyawan nya, sehingga perubahan sikap vito hari ini membuat semua karyawan nya merasa heran dan juga senang.
Kini vito setelah sampai di ruangan nya, dan dia langsung di kejutkan dengan tumpukan berkas di atas meja kerja nya.
" Kenapa bisa banyak banget ya berkas yang harus di periksa?" ucap vito saat melihat tumpukan berkas di atas meja nya
" Aduh, harus mulai dari yang mana dulu ni" kata vito sambil duduk di kursi kebesarannya
" Mana nanti aku harus pergi meeting dengan klein lagi!" ujar vito sambil mengambil salah satu berkas yang ada di depan nya
Saat vito sedang fokus pada berkas yang sedang dia baca, tiba-tiba...
Tok tok tok...
" Masuk!!" ucap vito mempersilakan seseorang yang ada di depan pintu untuk masuk
Saat sudah mendapatkan perintah untuk masuk, seseorang yang tadi mengetuk pintu pun memberikan diri untuk masuk keruangan CEO yang terkenal sangat dingin dan galak.
" Permisi pak" ucap Mr. A
" Iya, ada apa?" tanya vito tanpa melihat kearah lawan bicara nya
" Ini pak, saya mau mengantarkan berkas yang perlu di tandatangani oleh bapak" jawab Mr. A gugup takut sang atasan marah kepada dirinya dan dia langsung di pecat seperti teman-teman yang lain.
" Taruh saja di situ!" ucap vito sambil menunjuk ke arah tumpukan berkas yang lain
" Baik pak" ucap Mr. A
Mr. A pun langsung melakukan apa yang di perintahkan oleh vito, karena tergesa-gesa meletakkan berkas nya, hal itu malah membuat berkas yang ada di bawah nya jatuh berserakan di lantai, dia pun semakin merasa takut karena dia telah membuat kesalahan.
__ADS_1
Vito pun langsung mengalihkan pandangannya dari berkas yang sedang dia periksa, menuju berkas yang jatuh berserakan di lantai, hal itu semakin membuat karyawan yang ketakutan.
" Ma... Maaf pak, sa... saya tidak sengaja pak" ucap Mr. A terbata-bata
" Sa...saya akan merapikan kembali berkas-berkas ini seperti semula pak!" sambung Mr. A sambil mengambil berkas-berkas yang ada di lantai
Vito hanya melihat karyawan nya, yang terlihat seperti sedang ketakutan itu membuat vito semakin ini mengerjai karyawan nya itu.
Setelah selesai mengumpulkan dan menata kembali berkas-berkas yang tadi berserakan di atas meja, lalu karyawan itu pun berkata " Su.. sudah saya rapikan kembali pak berkas nya"
" Hem" ucap vito sambil mengambil berkas yang ada di depan nya
" Kamu keluar!" ucap vito tegas
" Pak! tolong jangan pecat saya pak, ibu saya sedang sakit, kalau saya tidak bekerja bagaimana cara saya untuk membayar biaya rumah sakit ibu saya pak!" ucap Mr. A memohon agar dirinya tidak di pecat
" Saya kan tadi menyuruh kamu untuk keluar, tapi kenapa kamu sekarang malah memohon kepada saya agar kamu tidak di pecat!" ucap vito
" Memang tadi saya bilang akan memecat kamu?" tanya vito
Karyawan itu pun hanya menggelengkan kepalanya
" Kalau saya tidak bilang mau memecat kamu, terus kenapa kamu memohon kepada saya agar saya tidak memecat kamu!" ujar vito
" Jadi, saya tidak di pecat pak?" tanya Mr. A
" Hem" jawab vito
" Benaran pak?" tanya Mr. A masih tidak percaya dengan jawaban dari bos nya
" Atau kamu memang mau saya pecat?" tanya vito
" Tidak pak, baik pak kalau begitu saya akan segera kembali ke ruangan saya, permisi pak" jawab Mr. A
Saat karyawan nya baru saja keluar, vito baru menyadari bahwa ada yang berbeda dengan dirinya hari ini
__ADS_1
" Kenapa aku jadi seperti ini, aku ini kenapa sih?" ucap vito