Mendadak Menjadi Istri CEO

Mendadak Menjadi Istri CEO
Eps 80


__ADS_3

Saat citra masuk kamar dia melihat amel sedang rebahan sambil memainkan ponselnya, tanpa ada niat untuk mengganggu sahabat nya yang sedang asik dengan ponsel nya citra langsung berjalan menuju lemari pakaian.


Citra memilih beberapa pakaian yang akan dia bawa selama dia berada di rumah peninggalan oma nya, setelah memilih beberapa baju citra menaruh nya di atas tempat tidur membuat orang yang sedang asik dengan ponsel nya terusik.


" Kamu mau kemana memang ra, kok kamu membawa beberapa set baju?" tanya amel


" Mau ke rumah oma mel" jawab citra sambil terus memasukkan baju ke dalam tas milik nya.


" Kamu mau apa ke sana ra, bukan nya nanti almarhum oma akan di bawa ke rumah ini?!" ujar amel


" Jenazah nya oma akan di bawa ke rumah milik nya oma, karena oma mau di makamkan di samping makam kakek" kata citra


Amel hanya ber " Oh!" ria


" Terus kenapa membawa baju, memang kamu mau menginap juga di sana?!" kata amel


" Iya mel, aku mau menginap disana beberapa hari" ucap citra


" Kalau di ijinkan sih sama papa" imbuh nya


" Yasudah mel! Aku mau mandi dulu" kata citra sambil berjalan menuju kamar mandi


Dan hanya dijawab oleh amel dengan anggukan kepala saja.


Tidak waktu yang lama untuk citra mandi, karena dia ingin ikut menjemput jenazah sang oma.


Setelah selesai mandi, citra langsung berjalan menuju lemari pakaian dia memilih baju mana yang akan di pakai.


Saat dia sedang memilih baju dia melihat satu baju yang membuat dia teringat dengan ucapan oma nya


" Ca, oma pingin kamu pakai baju ini, pasti kamu terlihat sangat cantik"


Tanpa disadari butiran bening mengalir membasahi pipinya saat dia melihat pakaian yang di berikan oleh sang oma saat dia berulang tahun ke 17 tahun.


Huft...


Citra menghela napas panjang sambil mengusap air mata ada di pipi nya.


" Oke! Aku pakai ini saja deh!" ucap citra sambil mengambil pakaian yang di berikan oleh sang oma.


Citra pun langsung berjalan menuju ruang ganti untuk ganti pakaian, setelah selesai citra keluar dari ruangan itu dan berjalan menuju meja rias.


Setelah selesai berdandan, citra berjalan mendekati sahabat nya.


Saat sudah sampai citra ikut menjatuhkan tubuhnya ke atas kasur.


Orang yang sedang asik memainkan ponselnya pun terusik dengan gerakan yang di lakukan oleh citra.


" Citra!" ucap amel terkejut


" Kamu sudah selesai mandi nya?" tanya amel


" Sudah selesai dari mel" jawab citra


Citra bangun dari posisi tidur nya, sambil berkata " Ayo!"


" Ayo, kemana ra?" tanya amel


" Kerumahnya oma mel" jawab citra.


" Oh iya! Hampir saja aku lupa ra" kata amel


" Yasudah, aku ganti baju dulu ya" kata amel


" Iya" kata citra sambil turun dari tempat tidur, lalu mengambil tas kecil milik nya yang ada di atas meja.


Amel yang melihat penampilan citra hari ini berbeda dengan biasa nya pun, memanggil namanya


" Citra!" panggil amel


" Hem!" jawab citra membelakangi amel


" Ini benar-benar kamu ra?" tanya amel


" Iya, iyalah ini aku memang kamu kira siapa?" tanya citra sambil menghadap ke arah amel


Amel hanya geleng-geleng kepala melihat penampilan baru citra.


Citra yang merasa heran dengan sahabat nya itu pun langsung bertanya " Kamu kenapa mel?"


" Ini benar kamu ra?!" kata amel sambil turun dari tempat tidur


" Iya! Ini aku mel, citra!" ucap citra


" Penampilan kamu ini ra" kata amel sambil mengamati penampilan citra


" Memang kenapa mel, ada yang aneh ya dengan penampilan aku?" tanya citra sambil melihat dirinya sendiri dari atas sampai bawah


" Tidak ada yang aneh ra" jawab amel sambil mengamati penampilan citra dari atas sampai bawah


" Kalau tidak ada yang aneh, kenapa kamu melihat aku seperti itu mel?!" ujar citra kesal


" Aku melihat kamu seperti ini, karena kamu beda banget ra, seperti bukan citra yang aku kenal" jawab amel


" Maksud kamu??" tanya citra bingung


" Kamu cantik banget ra" jawab amel sambil memeluk citra


" Kamu pasti hanya ingin menghibur aku saja kan supaya aku tidak sedih kan mel" ucap citra


" Tidak sama sekali ra, kamu memang cantik ra dan kamu hari ini kamu terlihat berbeda saat kamu pakai baju ini" kata amel


" Terimakasih ya mel" ucap citra sambil tersenyum


" Yasudah, kamu siap-siap dulu! Aku tunggu di luar" kata citra sambil memakai jaket


" Oke!" kata amel


Setelah melihat sahabatnya itu masuk kamar mandi, citra langsung pergi ke kamar kakak nya sambil membawa map yang berisi tentang kontak pernikahan yang di berikan oleh vito.


Saat sampai di depan kamar kakak nya, citra langsung mengetuk pintu


Tok.... tok...tok

__ADS_1


" Masuk!"


Terdengar suara kakak nya dari dalam mempersilahkan nya masuk


Kriet!...


Suara pintu terbuka, citra pun masuk kedalam kamar kakak nya, dia melihat kakak nya sedang berdandan di depan meja rias.


" Kak!" ucap citra memanggil kakak nya


" Ada apa kamu kesini?" tanya devina ketus


" Aku kesini cuman mau kasih ini saja kok!" jawab citra sambil memberikan map yang tadi dia bawa


" Apa ini?" tanya devina ketus sambil menerima map tersebut


" Itu kontrak nikah antara kak devina dengan kak vito" jawab citra


Mendengar itu membuat devina penasaran, dia pun langsung membuka map tersebut


" Ini maksudnya apa?" tanya devina


" Ya aku tidak tahu, aku kan cuman di kasih saat aku berpura-pura menjadi kakak" jawab citra


" Surat itu di kasihkan ke aku saat aku berpura-pura menjadi kakak tetap setelah acara resepsi pernikahan selesai" ucap citra


Devina lalu membaca isi yang ada di dalam map tersebut namun, dia bingung kenapa masih ada beberapa nomor yang masih kosong


" Ini kenapa kosong?" tanya devina


" Kata kak vito itu sengaja di kosongkan agar istri nya bisa menambahkan apa saja di dalam kontrak itu, karena aku tidak ada hak untuk menulis di situ jadi, belum aku isi, biar kakak saja yang isi kan kakak ini istri nya kak vito" jawab citra


Devina lalu membuka halaman berikutnya tapi, dia bingung kenapa di halaman berikutnya di tulis menggunakan bolpoin tidak di ketik.


" Kalau ini surat apa?" tanya devina


" Kalau itu surat pernyataan kalau kak devina bisa membuat kak vito jatuh sama kakak maka, kak vito akan memutuskan pacarnya" jawab citra menjelaskan


" Dia punya pacar?" tanya devina


" Iya kak, dia punya pacar nama pacar nya angel" jawab citra


" Mereka juga sudah pacaran selama 3 tahun tapi, mereka belum mendapatkan restu dari orang tua nya kak vito" ucap citra


Devina hanya mengangguk-anggukkan kepalanya


" Orang tua nya kak vito lalu menjodohkan kak vito dengan kakak, beliau berharap dengan kak vito menikah dengan kakak, kak vito bisa melupakan pacar nya itu" ucap citra


" Yasudah kak, aku mau pergi ke rumah oma dulu" pamit citra


" Iya" kata devina


Citra pun keluar dari kamar devina.


Setelah dari kamar kakak nya, citra berniat ingin memanaskan mesin motor nya sebelum dia berangkat, mungkin karena terburu-buru jadi nya citra tidak melihat di depan pintu ada orang atau tidak, sehingga dia hampir menabrak vito dan yang lain.


" Maaf" ucap citra sambil menghentikan langkahnya


Citra hanya menganggukkan


" Kenapa di rumah kamu masih sepi ra? Terus kenapa tidak ada..." tanya dokter raka tidak melanjutkan kata-katanya


" Maksud nya dokter raka kenapa di depan rumah ini tidak ada bendera kuning kan dok?!" ujar citra


" Hehe iya ra" jawab dokter raka


" Jenazah nya oma di bawa ke rumah peninggalan beliau dok, karena oma ingin di makamkan di samping makam kakek" ucap citra menjelaskan kenapa di depan rumah nya tidak ada bendera kuning


" Jadi, acara nya bukan di rumah ini?" tanya vito


" Bukan" jawab citra


" Terus kenapa kita datang kesini, buang-buang waktu saja!" ucap vito


Mendengar ucapan vito, membuat citra merasa kesal dan marah


" Memang siapa yang bilang kalau acara di rumah ini?!" tanya citra


Tidak ada yang menjawab pertanyaan dari citra.


" Kalau acara pemakaman oma hanya membuang-buang waktu pak vito yang terhormat, mending pak vito tidak perlu datang!" kata citra dengan nada kesal


" Lagipula tidak akan ada yang peduli pak vito datang atau tidak!!" ucap citra dengan nada kesal


Saat citra sedang berdebat dengan vito, dari arah belakang amel datang dengan berlari karena takut di tinggal oleh citra, karena terburu-buru dia tidak hati-hati sehingga dia menabrak citra, dan....


Bruk!....


Untung saja vito berdiri tepat di depan citra, sehingga citra tidak jatuh ke lantai melainkan dia jatuh ke pelukan vito.


Dak, Dig, Dug....


Jantung vito berdetak begitu kencang, hingga citra pun dapat mendengar suara detak jantung vito.


" Kenapa jantungku berdetak kencang, apa jangan-jangan...." ucap vito dalam hati


" Tidak mungkin aku menderita sakit jantung, waktu itu raka sendiri yang bilang kalau jantung ku baik-baik saja" Batin vito menepis hal-hal buruk yang ada di kepalanya


Ekhem!...


Saat mendengar suara orang berdehem, citra langsung mendorong tubuh vito agar dia bisa menjauh dari tubuh vito.


" Kamu baik-baik saja ra?" tanya amel


" Hem!" jawab citra


" Sorry ya! Aku tadi buru-buru jadi, tidak lihat kalau di depan pintu ada orang" ucap amel merasa bersalah


" Iya mel, tapi lain kali harus lebih hati-hati" ucap citra


" Oke!" kata amel


" Kalian mau pergi sekarang?" tanya dokter raka sambil melihat tas yang di bawa amel

__ADS_1


" Iya dok" jawab amel


" Kalau begitu kita berangkat bersama saja!" ajak dokter raka


" Maaf dok, kita mau naik motor saja, biar cepat" ucap citra menolak ajakan dokter raka


Vito terkejut dengan ucapan citra yang mengatakan akan mengendarai motor, membuat vito tidak tenang.


" Kalian berdua mau pergi dengan mengendarai motor?" tanya dokter raka


" Iya dok, lagipula kita sudah biasa kesana dengan mengendarai motor " jawab citra


Entah kenapa ada perasaan tidak tenang saat citra bilang akan berangkat dengan mengendarai motor.


" Tidak ada yang boleh pergi dengan mengendarai motor!!" kata vito tegas


Hal itu membuat semua orang yang ada di tempat itu terkejut dengan perkataan vito.


" Maksud nya apa bilang seperti itu?" tanya citra kesal


" Maksud dari perkataan saya tadi, semua orang yang akan pergi harus naik mobil, tidak terkecuali kamu!" jawab vito


" Apa kata orang nanti, kalau tahu keluarga dari istri vito sang pengusaha terkenal itu pergi dengan menggunakan motor, padahal saya mempunyai banyak mobil" kata vito sombong


" Terserah kamu mau bilang apa, tapi aku tetap akan mengendarai motor kesana!" ucap citra kesal


" Saya bilang tidak! Ya tidak!" bentak vito


Dengan kesal citra berjalan menuju motor nya tapi, tangannya di tarik oleh vito, mungkin karena vito menarik tangan citra terlalu kencang, hal itu membuat tubuh citra ikut tertarik dan dia jatuh tepat di dada bidang vito.


Citra pun semakin kesal dengan sikap vito yang berbuat semaunya sendiri, citra pun langsung menginjak kaki vito dengan kuat.


Aaaarrrggh!...


Teriak vito kesakitan akibat kaki nya di injak oleh citra.


Saat vito sedang kesakitan citra pun berlari ke arah motor nya lalu dia melajukan motornya dengan kecepatan tinggi.


Saat dia sudah jauh dari rumah nya dia baru ingat kalau amel belum naik motor, dia pun langsung menghentikan motornya.


" Aduh! Amel pakai ketinggalan lagi! Bagaimana ya?!" ucap citra bingung


" Apa aku putar balik lagi saja ya, tapi di rumah kan ada manusia kutub yang lagi marah!" pikir citra


" Biarkan saja lah, nanti amel biar ikut papa saja ke sana nya!" ucap citra dalam hati


Citra pun kembali melajukan motornya nya tapi, kini dengan kecepatan sedang tidak seperti tadi.


Disisi lain


Melihat citra mengendarai motor dan melupakan dirinya.


" CITRA!!!!!" teriak amel


Disaat amel sedang teriak memanggil nama citra, vito berkata " Dasar keras kepala!!"


" Kok aku di tinggal!!" teriak nya lagi


Amel yang mendengar perkataan vito pun kini mengalihkan pandangan ke vito sambil berkata " Kalau bukan gara-gara anda, aku tidak mungkin di tinggal citra!"


" Apa hubungannya dengan saya?!" ucap vito acuh


" Asal bapak tahu ya! Citra itu paling malas kalau di suruh naik mobil, karena menurut dia lebih cepat sampai kalau naik motor di bandingkan naik mobil" ucap amel kesal


Setelah meluapkan emosi nya kepada vito, amel lalu berkata " Kalau kamu sudah berangkat terus aku ke sana nya sama siapa?!"


" Kamu berangkat bareng kita saja!"ujar dokter ridwan


" Memang boleh dok?" tanya amel


" Iya boleh" jawab dokter ridwan sambil tersenyum


" Terimakasih ya dok" ucap amel


" Iya sama-sama" jawab dokter ridwan


Dokter ridwan yang melihat kejadian itu lalu berkata " Pak vito percuma anda melarang citra naik motor karena itu tidak ada gunanya"


" Maksud nya apa?" tanya vito


" Karena citra pasti tidak akan menuruti ucapan anda" jawab dokter ridwan


" Jangankan anda yang hanya sebagai kakak ipar nya citra, sedangkan papa nya saja yang melarang dia untuk tidak naik motor pun dia tetap melanggar nya" ucap dokter ridwan


" Betul itu yang di bilang dokter ridwan" kata amel membenarkan ucapan dokter ridwan


" Bahkan ya pak, mobil pemberian oma nya saja masih bagus, bahkan mobil itu jarang dia bawa" kata amel


" Bukan karena mobil nya jelek tapi, karena dia hobi naik motor" imbuh nya


Saat mereka sedang berbincang dari arah dalam datang papa dan mama nya citra.


" Loh! Kalian kenapa tidak masuk?!" tanya papa


" Mel, citra nya mana?" tanya papa


" Citra sudah berangkat om" jawab amel


" Berangkat kemana?" tanya mama


" Ke bandara mungkin tante, soalnya tadi citra sempat bilang kalau dia mau jemput jenazah oma di bandara" jawab amel


" Dia kesana naik apa?" tanya papa


" Naik motor om" jawab amel


" Naik motor?!" kata mama terkejut


" Ayo pa! Kita harus pergi sekarang pa, mama khawatir dengan keadaan citra apalagi dia bawa motor pa!" ajak mama


" Iya ma, kita berangkat sekarang" ucap papa


Mereka semua berangkat, ada yang pergi ke bandara dan ada juga yang pergi ke rumah oma.

__ADS_1


__ADS_2