
Karena tidak bertemu farel di jalan, citra memutuskan untuk mengunjungi makam sang oma.
Sesampainya di TPU, dia langsung menuju ke pusaran sang oma. Sesampainya di depan pusaran sang oma dia langsung berdo'a untuk sang oma.
Selain itu dia juga curhat di depan pusaran makam sang oma tentang apa yang tengah dia rasakan.
" Oma, eca mau curhat" kata citra sambil memegang batu nisan sang oma.
" Kenapa aku merasa akhir-akhir seperti nya farel menjauh dari aku! Sampai-sampai nomor handphone ku saja dia blokir" ucap citra.
" Apa mungkin farel marah dengan ku, karena sering aku marahi?!" pikir citra.
" Yang lebih parahnya lagi oma, semalam aku bertemu dia di jalan, tetapi dia malah bersikap seperti tidak kenal dengan ku" ucap citra sedih.
" Padahal aku hanya ingin memberitahu dia kalau aku sebentar lagi mau menikah dengan vito, si manusia kutub" lanjut citra.
" Andai saja oma masih ada pasti aku tidak akan sesedih ini, karena oma selalu ada untuk aku meskipun aku sering membuat oma kesal, marah dan juga sedih, eca meminta maaf ya oma" ucap citra.
Disisi lain.
Setelah menghubungi asisten nya, dia langsung pergi untuk mencari citra. Vito memulai pencarian di mulai dari rumah sakit tempat citra bekerja, terus dia juga pergi ke panti jompo tempat oma nya citra dulu tinggal dan yang terakhir vito pergi ke rumah peninggalan sang oma, tetapi semua nihil karena dia sama sekali tidak menemukan citra di semua tempat yang dia datangi.
" Sebenarnya kamu pergi kemana sih ra?" kata vito setelah masuk mobil.
" Aku harus mencari kamu dimana lagi ra? Kenapa nomor handphone kamu juga tidak bisa di hubungi sih ra!" ujar vito sambil.
__ADS_1
Setelah itu vito langsung meninggalkan rumah peninggalan oma nya citra untuk kembali melanjutkan pencarian nya.
Sedangkan farel dari bandara dia langsung menuju rumah pohon dengan harapan citra ada di rumah pohon.
Sesampainya di rumah pohon dia langsung turun dari mobil dan berteriak memanggil citra.
" Ca! Eca!!"
" Ca, aku sudah datang ca!" teriak farel sekali lagi.
Karena tidak mendapat jawaban dari citra, farel pun langsung naik ke rumah pohon untuk mengecek apakah citra ada di dalam rumah pohon atau tidak.
Tok! Tok! Tok!
Karena penasaran, farel pun langsung membuka pintu rumah pohon tersebut. Terlihat wajah farel langsung berubah saat pintu rumah pohon terbuka dan disana tidak ada siapapun.
Farel langsung terduduk lemas di lantai saat melihat mengetahui citra tidak ada di rumah pohon.
" Kamu pergi kemana sih ca? Jangan membuat aku khawatir ca!" ucap farel sambil meneteskan air mata.
" Kalau kamu pergi, terus apa yang harus aku katakan kepada oma nanti ca!?" ujar farel.
Tiba-tiba farel terdiam saat dia mengingat suatu hal.
" Apa mungkin ya citra pergi ke makam oma?!" pikir farel.
__ADS_1
" Ya! Bisa saja karena dia rindu dengan oma, maka nya dia pergi ke makam oma"pikir farel.
Tanpa menunggu lama, farel langsung turun dari rumah pohon dan langsung pergi ke makam oma.
40 menit perjalanan akhirnya farel sampai di TPU, sesampainya di sana farel langsung ke makam oma .
Saat farel sedang berjalan menuju makam oma, citra yang sudah selesai curhat dengan sang oma citra langsung pergi.
Jadi, farel dan citra tidak bertemu.
Kini farel sudah sampai di samping makam oma dia terkejut saat melihat ada bunga di atas pusara sang oma.
" Loh!! Kenapa ada bunga? Kira-kira siapa yang menaruh nya?!" pikir farel.
" Apa mungkin tadi ada seseorang yang datang ke sini untuk berziarah ke makam oma" batin farel.
" Apa jangan-jangan tadi eca benar datang ke sini? Kalau memang iya, pasti dia belum pergi jauh dari sini!" ujar citra sambil melihat sekeliling.
Mata farel melihat seorang wanita yang sedang menaiki motor nya.
" Tapi kenapa orang itu sangat mirip dengan eca ya?!" pikir farel.
" Apa mungkin dia adalah eca!" ucap farel sambil berdiri.
Farel pun langsung berjalan mendekati citra, tetapi sayangnya belum juga sampai, citra sudah tancap gas motor nya meninggalkan TPU tersebut.
__ADS_1