
Pagi hari nya Vito terbangun lebih dulu, dia memandangi wajah sang istri yang sedang tertidur pulas.
" Terimakasih ya sayang, kamu sudah mau memberikan kesempatan kedua untuk ku" ucap Vito lirih sambil mencium kening Citra.
Citra yang mendapat kecupan di kening nya pun terbangun.
" Mas Vito " kata Citra sambil mengedipkan matanya.
Vito yang menyadari istri nya terbangun karena ulahnya pun langsung berkata " Maaf ya, kamu jadi kebangun gara-gara aku ".
" Bukan karena mas Vito kok, ini kan memang sudah waktunya bangun mas" jawab Citra.
" Sayang terimakasih ya, karena kamu sudah mau memberikan kesempatan kedua untuk aku menjadi suami kamu" kata Vito sambil memegang tangan Citra.
" Seharusnya aku yang berterimakasih kepada mas Vito, karena mas Vito sudah mau memaafkan kesalahan ku dulu yang pernah berbohong pada mas Vito " kata Citra.
" Lebih baik kita jadikan itu sebagai pelajaran untuk kita menjadi lebih baik lagi" kata Vito sambil memegang pipi Citra.
" Iya mas" jawab Citra sambil memegang tangan Vito.
" Sayang " panggil Vito mesra.
" Iya mas, ada apa?" tanya Citra.
" Boleh ya?!" kata Vito sambil menatap wajah Citra.
" Boleh apa nya mas?" tanya Citra tidak mengerti maksud perkataan suami nya.
" Itu... Yang seperti tadi malam" jawab Vito malu.
" Boleh ya, please !!" ucap Vito dengan wajah memohon.
Huft...
Citra menghela napas panjang, lalu dia bertanya kepada Vito " Memang hari ini mas Vito tidak masuk kantor?".
Vito hanya menggelengkan kepalanya.
" Kalau memang mas Vito tidak pergi ke kantor.." kata Citra tidak meneruskan ucapan nya.
" Jadi???" Tanya Vito tidak sabar.
" Iya boleh mas" jawab Citra sambil tersenyum.
Mendengar persetujuan dari sang istri, Vito pun langsung melancarkan aksinya.
Dia mulai mencium bibir Citra, lama-kelamaan ciuman itu berubah menjadi ciuman yang memabukkan, tangan nya pun bergerak kemana-mana dengan bebasnya.
Dan sekali lagi terjadi lah olahraga pagi yang sangat menggairahkan antara suami istri yang sedang merasakan honeymoon kedua mereka.
Mereka melakukan hubungan suami istri hingga beberapa ronde, setelah sama-sama merasa puas mereka berdua langsung membersihkan tubuh mereka berdua.
Siang hari nya, tubuh Citra terasa remuk akibat ulah suami nya yang tidak memberikan waktu untuk dirinya istirahat sejenak.
" Aduh!! Pinggang ku!!!" kata Citra mengaduh kesakitan.
Vito yang baru saja masuk kedalam kamar langsung bertanya tanpa rasa berdosa " Kamu kenapa sayang? Sakit ???"
Mendengar pertanyaan dari suaminya, Citra langsung menjawab " Menurut mas Vito !!" dengan kesal.
Mendengar jawaban dari istri nya yang sedikit berbeda, Vito langsung duduk di samping Citra dan berkata " Maaf ya, gara-gara aku kamu jadi kesakitan seperti ini " dengan wajah menyesal.
" Hem!!" jawab singkat Citra.
__ADS_1
" Yasudah deh, malam ini aku tidak akan meminta nya lagi" kata Vito.
Mendengar perkataan suami nya, Citra langsung menjewer telinga Vito dengan kuat.
" Awwww !! Sakit ..... Sakit.... sayang..." ucap Vito kesakitan.
" Lepaskan dong sayang sakit nih" kata Vito.
" Tidak !!!" jawab Citra.
" Biar mas tahu rasa, orang istri nya sedang kesakitan malah nanti malam masih mau meminta lagi!!!" ucap Citra kesal.
" Iya-iya maaf, aku tahu aku salah " kata Vito.
" Tapi tolong lepaskan dulu ya sayang, sakit " ucap Vito.
Karena tidak tega melihat wajah suami nya, Citra pun melepaskan Vito.
" Jangan di ulangi lagi !!!" kata Citra.
" Iya sayang, aku janji tidak akan mengulangi nya lagi " ucap Vito sambil mengusap telinga nya yang merah akibat di jewer Citra.
" Oke!" kata Citra.
" Kan tadi mas sudah minta maaf, sekarang istri ku yang cantik ini senyum dong jangan cemberut saja" rayu Vito.
Citra pun luluh dengan rayuan Vito, dan dia pun tersenyum, meskipun dia masih sedikit kesal dengan suaminya itu.
Beberapa bulan kemudian.
HUEK.... HUEEKK.... HUEEKKK....
Entah apa yang sudah di makan oleh Citra, pasalnya sejak pagi dia muntah-muntah sampai lemas.
" Kita pergi ke rumah sakit sekarang yah!" bujuk Vito.
" Tidak perlu mas, aku hanya kelelahan saja mas. Kan kemarin di rumah sakit sibuk mas" kata Citra.
" Yasudah! Kalau kamu tidak mau ke rumah sakit, biar dokter nya saja yang datang kesini!" kata Vito sambil mengambil handphone nya.
...* Mode telepon on *...
" Halo bang! Bisa datang ke rumah sekarang tidak ?!" ucap Vito berbicara dengan seseorang.
" Citra sejak tadi pagi dia terus muntah bang" sambung nya.
" Oke !!" jawab seseorang di seberang telepon.
...* Mode telepon off *...
" Kamu menelepon siapa mas?" tanya Citra dengan suara pelan.
" Bang Ridwan sayang" jawab Vito lembut.
" Untuk apa mas Vito menyuruh bang Ridwan kesini?" tanya Citra pelan.
" Mas khawatir dengan kondisi kamu sayang "jawab Vito lembut.
" Kamu mau ya di periksa oleh bang Ridwan?!" bujuk Vito lembut.
Citra yang melihat wajah suami nya yang sedang khawatir dengan kondisi nya pun merasa tidak tega jika dia menolak permintaan suaminya itu.
Dia pun hanya menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
Setelah Citra setuju, Vito langsung menggendong Citra ala bridal style menuju ke tempat tidur agar Citra bisa istirahat sejenak.
Baru saja Vito mendudukkan tubuh Citra di atas tempat tidur, dokter Ridwan masuk kedalam kamar sambil bertanya " Citra kenapa Vit?" sambil berjalan mendekati suami istri tersebut.
" Tidak tahu bang, tiba-tiba tadi pagi dia muntah-muntah bang" jawab Vito.
" Kamu pasti tidak menjaga pola makan kamu ya ca?!" ujar dokter Ridwan.
" Aku selalu makan tepat waktu kok bang" jawab Citra lirih.
" Yasudah! Abang periksa dulu agar tahu kamu sakit apa!" ujar dokter Ridwan.
Vito langsung membantu Citra untuk merubah posisinya menjadi posisi tidur.
Dokter Ridwan langsung memeriksa kondisi Citra dengan teliti, dokter Ridwan tersenyum bahagia saat sedang memeriksa kondisi Citra.
" Abang kenapa tersenyum?" tanya Vito yang menyadari perubahan mimik wajah dokter Ridwan.
" Kamu tenang saja Vit, Citra tidak sakit kok, dia hanya sedang hamil " jawab dokter Ridwan.
" Apa bang, Citra hamil??!!" Vito terkejut mendengar jawaban dokter Ridwan.
" Iya Vit, istri kamu sedang hamil jadi, wajar jika dia muntah-muntah atau mual" kata dokter Ridwan.
Setelah mendengar penjelasan dokter Ridwan, Vito langsung memeluk sang istri sambil berkata " Alhamdulillah, akhirnya rumah ini akan kedatangan malaikat kecil sayang ".
" Iya mas, aku bersyukur sekali karena tuhan mempercayakan kita untuk menjadi orang tua " ucap Citra dengan mata yang berkaca-kaca.
" Selamat ya, yang sebentar lagi akan jadi ibu dan ayah, jangan lupa jaga kesehatan ibu dan calon anak kalian ya" ucap dokter Ridwan.
Citra mengangguk berkali-kali sambil terus tersenyum bahagia.
" Yasudah, kalau begitu abang pamit dulu ya. soalnya masih banyak pasien yang belum abang periksa " pamit dokter Ridwan.
" Terimakasih banyak ya bang, dan maaf sudah membuat abang jadi ikutan khawatir " ucap Vito.
" No problem Vit, kamu kan sedang panik. Apalagi Acha kalau sakit paling anti dengan yang nama nya rumah sakit jadi, aku maklum " jawab dokter Ridwan sambil menepuk bahu Vito.
" Pesan abang, kamu jaga istri dan calon anak kalian baik-baik ya!" kata dokter Ridwan.
" Iya bang, aku akan ingat pesan dari abang " kata Vito sambil menganggukkan kepala.
Setelah berpesan kepada Vito, dokter Ridwan langsung pergi.
" Halo sayang, ini papa kamu" kata Vito sambil mengelus perut Citra.
" Kamu baik-baik di dalam perut mama ya, jangan nakal. Kalau kamu nakal kasihan mama" kata Vito lagi.
Citra yang melihat sang suami yang sedang mengobrol dengan calon anak mereka pun tersenyum bahagia.
Setelah mengobrol dengan calon anak nya, Vito langsung menghubungi keluarga mereka dan memberikan kabar jika Citra saat ini sedang hamil.
Keluarga mereka pun sangat bahagia mendengar kabar tersebut.
Kini setiap hari Vito tidak pergi pulang malam, dia selalu pulang tepat waktu, begitu pun dengan Citra meskipun dia sedang hamil tapi, dia tetap di ijinkan bekerja oleh suaminya dengan catatan dia harus tetap menjaga kesehatan dirinya dan juga calon anak mereka.
Setiap bulan Vito selalu menemani Citra untuk pergi ke dokter kandungan untuk mengecek kondisi calon anak mereka.
Vito pun kini tidak pernah melakukan perjalanan ke luar kota untuk melakukan perjalanan bisnis, masalah pekerjaan di luar kota dia serahkan kepada asisten nya, alasan nya karena dia tidak ingin berpisah terlalu lama dengan istri dan calon anak mereka.
Akhirnya mereka hidup bahagia sambil menunggu calon anak mereka lahir ke dunia...
............TAMAT..........
__ADS_1