
Mendengar ucapan viona, vito langsung mengarahkan pandangan nya ke arah depan.
" Masyalloh, cantik nya" ucap vito lirih sambil matanya tertuju ke arah citra.
Vito melihat citra sampai terperangah dengan mulut terbuka.
Viona yang melihat mulut vito terbuka lebar pun langsung berbisik di telinga vito " Mulut nya biasa saja jangan dibuka lebar-lebar! Nanti ada lalat masuk baru tahu rasa!!".
Vito langsung tersadar dari lamunannya dan dia langsung merubah wajah nya menjadi datar kembali.
Kini citra sudah sampai di samping vito, dia langsung duduk di samping vito.
DAG... DIG... DUG...
Jantung vito dan citra berdetak kencang, mereka berdua terlihat gugup.
Semua tamu undangan berbisik membicarakan penampilan citra hari ini yang terlihat sangat cantik, dia terlihat seperti seorang putri.
Mendengar hal itu membuat bibir vito tersenyum bahagia karena mereka memuji calon istri nya.
Saat citra sudah duduk, penghulu pun langsung memulai acara ijab qobul, dan pak ardi sebagai orang tua citra, beliau memilih untuk menikahkan putrinya sendiri tanpa di wakilkan oleh penghulu.
" Apakah sudah bisa di mulai?" tanya penghulu tersebut kepada vito.
" Iya pak, sudah bisa di mulai" jawab vito.
" Baik kalau begitu, silahkan mempelai pria menjabat tangan pak ardi!?" ujar penghulu tersebut.
Vito pun menuruti perintah penghulu tersebut.
Setelah vito menjabat tangan pak ardi, pak penghulu pun langsung berkata " Silahkan di mulai ijab qobul nya pak".
Seketika suasana menjadi hening dan hikmat saat acara ijab qobul akan di mulai.
" Saudara elvito radika herlambang saya nikahkan dan kawinkan anda dengan putri saya citra anindita putri binti ardi dengan mas kawin perhiasan emas 50 gram dan uang tunai 100 dolar dibayar tunai" ucap pak ardi.
" Saya terima nikah dan kawin nya citra anindita putri binti ardi dengan mas kawin perhiasan emas 50 gram dan uang tunai 100 dolar di bayar tunai" jawab vito dengan satu tarikan napas.
" Bagaimana para saksi?" tanya penghulu tersebut.
SAH...
SAH...
SAH...
SAH...
Teriak para saksi dan tamu undangan yang hadir.
__ADS_1
" Alhamdulillah" ucap vito sambil mencium tangan pak ardi.
Raut bahagia terlihat jelas di wajah vito dan citra.
Setelah ijab qobul selesai, pak penghulu membaca do'a, setelah itu citra mencium tangan vito dan vito mencium kening citra dengan penuh cinta.
Setelah itu mereka berdua mencium tangan kedua orang tua mereka satu persatu.
Tangis bahagia bu veronica pecah saat sang putri mencium tangan beliau.
" Cie.. Yang sudah halal dengan eca" ucap viona mengejek vito saat vito akan mencium tangan papa nya.
" Kalau iri bilang bos!" sindir vito.
" Ih!! Menyebalkan! Siapa juga yang iri!!" kesal viona.
Vito tersenyum puas saat melihat viona kesal.
" Rasakan pembalasan ku!" gumam vito.
" Huh!! Siapa suruh tadi mengejekku!!" gumam vito.
Citra yang mendengar gumaman vito pun hanya bisa menggelengkan kepalanya.
Setelah selesai mencium tangan kedua orang tua mereka, satu persatu tamu undangan mulai memberikan ucapan selamat kepada mereka berdua.
" Terimakasih banyak ya mel, kamu sudah mau datang ke acara pernikahan ku" ucap citra sambil membalas pelukan amel.
Mendengar ucapan citra, amel langsung melepaskan pelukannya dan bertanya " Kamu kenapa bicara seperti itu??".
Citra tidak menjawab pertanyaan dari amel, dia hanya menggelengkan kepalanya pelan.
Tanpa di komando butiran bening meluncur bebas dari pelupuk mata citra.
" Kamu kenapa ra, seharusnya kamu kan bahagia karena hari ini adalah hari pernikahan kamu, tetapi kenapa kamu malah menangis?!" ujar amel lirih.
Lagi-lagi citra hanya menggelengkan kepalanya sambil mengusap air matanya.
Vito yang sedang berbincang dengan viona pun langsung menghampiri citra dan amel karena dia melihat citra menangis.
" Kamu kenapa ra?" tanya vito khawatir.
Citra hanya menggelengkan kepalanya dan tidak mengatakan apapun.
Vito mengusap air mata nya terus mengalir di pipi citra.
Vito langsung memeluk citra dan berusaha untuk menenangkan citra yang kini sudah resmi menjadi istri nya.
" Cup,cup.. Kalau kamu mau menangis kamu bisa menangis di pelukan aku" ucap vito sambil memeluk citra.
__ADS_1
Mendengar ucapan vito, citra langsung mengusap air mata nya dan berkata " Terimakasih, tapi aku sekarang sudah merasa lebih baik".
Citra melepaskan pelukan vito, lalu dia meminta ijin kepada vito " Boleh tidak aku bicara empat mata dengan amel?!".
Vito menganggukkan kepala sambil berkata " Iya tentu saja boleh".
Mendengar itu citra langsung tersenyum manis, hal itu membuat vito merasa senang dan bahagia.
Baru saja citra akan pergi, tiba-tiba ada tamu undangan yang ingin memberikan selamat kepada mereka, dengan berat hati citra mengurungkan niatnya untuk pergi dan mengobrol dengan amel.
" kenapa tidak jadi pergi?" tanya vito berbisik.
" Nanti saja, soal nya tidak enak jika aku pergi soalnya tamu undangan masih mau memberikan selamat kepada kita" jawab citra sambil tersenyum.
Vito tersenyum bahagia saat mendengar jawaban bijak dari istri nya.
Hingga acara hampir selesai, citra belum jadi mengobrol dengan amel.
" Ra, kita pamit pulang terlebih dahulu ya" pamit amel dengan rama.
" Kok pulang, aku kan belum jadi mengobrol dengan kamu mel" ucap citra sedih.
" Memang nya kamu mau mengobrol tentang apa ra?" tanya amel penasaran.
" Pokoknya ada sesuatu yang ingin aku ceritakan kepada kamu, tapi aku hanya ingin kamu saja yang tahu" jawab citra.
" Yasudah, kapan kamu ada waktu kamu bisa hubungi ku, aku pasti akan mendengarkan cerita kamu itu!" kata amel memberikan solusi.
" Yasudah, oke deh! Kalau aku libur aku akan hubungi kamu mel" jawab citra sambil tersenyum.
" Yasudah, kita pamit ya" ucap amel.
" Iya, hati-hati dijalan. Dan aku do'akan semoga kalian berdua segera menyusul" ucap citra.
" Amin" jawab amel dan rama bersama.
Setelah berpamitan mereka langsung pergi, baru saja amel pergi kini giliran viona yang menghampiri mereka berdua.
" Selamat ya ca, dan maaf sekali aku baru memberikan selamat kepada kamu, soalnya tadi aku di larang oleh orang itu!" ucap viona sambil menunjuk ke vito.
" Iya tidak apa, terimakasih vio kamu sudah membantu aku dalam mempersiapkan pernikahan ini" ucap citra.
" Iya tidak apa ca, kamu itu sudah aku anggap saja kakak ku sendiri jadi, sudah sewajarnya adik membantu kakak nya untuk mempersiapkan acara pernikahan nya" kata viona sambil tersenyum.
Citra tidak bisa berkata apa-apa, dia langsung memeluk viona dengan erat dan viona pun membalas pelukan citra.
" Ca, kalau vito berbuat macam-macam, kamu langsung lapor ke aku nanti biar aku yang akan memberikan pelajaran untuk dia" ucap viona sambil memeluk citra.
Vito yang mendengar ucapan viona pun merasa tidak terima, lalu dia berkata " Siapa juga yang mau berbuat macam-macam!!".
__ADS_1