Mendadak Menjadi Istri CEO

Mendadak Menjadi Istri CEO
Eps 129


__ADS_3

Vito yang mendengar pesan papa nya masih terdiam, dia juga memikirkan ucapan mama nya tadi, yang mengatakan jika dia harus merelakan citra bersama orang lain jika dia tidak cinta dengan citra.


" Apa benar yang dikatakan oleh mama kalau aku sudah jatuh cinta kepada wanita itu?!" ucap vito dalam hati.


" Apa benar wanita itu akan pulang?" vito bertanya-tanya dalam hati.


" Sebaiknya aku pergi ke rumah nya saja untuk memastikan apakah wanita itu benar-benar pulang atau tidak" pikir vito.


Vito tersadar dari lamunannya dan berkata " Pa, ayo kita berangkat sekarang!" sambil menoleh ke arah mobil papa nya.


Betapa terkejutnya vito saat mengetahui mobil orang tua nya sudah tidak ada.


" Mobil papa mana? Kenapa tidak ada, apa papa dan mama sudah berangkat?!" ucap vito.


" Kalau memang sudah berangkat kenapa tidak memberitahu aku!" batin vito.


Vito pun langsung masuk ke dalam mobil dan langsung melajukan mobilnya menuju rumah keluarga pak ardi.


Disisi lain.


Citra yang sudah siap akan berangkat ke bandara, tiba-tiba mendapat telepon dari dosen nya jika dia harus berangkat ke kampus.


" Aduh! Bagaimana ini, hari ini kan acara pernikahan kak devina, masa aku tidak datang" ucap citra bingung.


" Tapi, kalau aku tidak ke kampus nanti aku tidak lulus ujian" lanjut citra.


" Huh! Terpaksa aku ke kampus dulu, kalau urusan di kampus sudah selesai aku baru pulang" ucap citra


Dengan terpaksa citra mengurungkan niatnya untuk pulang karena dia harus pergi ke kampus.


Sebelum pergi ke kampus citra mengirimkan pesan singkat kepada kakak nya dan kedua orang tua nya kalau dia tidak bisa pulang terlebih dahulu karena dia harus ujian.


Setelah memberi kabar kepada keluarga nya citra langsung berangkat ke kampus.


" Alhamdulillah akhirnya selesai juga" ucap citra.


" Saat nya untuk pulang" lanjut citra.


Citra langsung pergi ke asrama dan bersiap untuk berangkat ke bandara.


Saat citra baru saja keluar dari asrama, tiba-tiba terdengar seseorang memanggil namanya.


" Eca!"


Citra menoleh kearah belakang dan mencari siapa yang sedang memanggil namanya.


" Samuel!" ucap citra saat mengetahui siapa yang sedang memanggil namanya.


" Kamu mau pergi kemana ca, kok kamu membawa koper?" tanya samuel saat sudah di dekat citra.


" Aku mau pulang, soalnya kakak ku mau menikah" jawab citra


" Aku temani kamu pulang ya!" ucap samuel menawarkan diri untuk menemani citra pulang.


" Tidak perlu sam, aku bisa pulang sendiri" tolak citra.


" Tidak apa-apa, lagipula aku juga sudah lama tidak pulang ke rumah" ucap samuel bersikeras ingin menemani citra pulang.


" Please! Boleh ya ca!" ucap samuel memohon agar bisa ikut pulang.

__ADS_1


Huft...


Citra menghela napas panjang sebelum berkata " Yasudah, iya boleh".


" Serius ca?" tanya samuel memastikan dia tidak salah mendengar.


" Iya boleh" jawab citra sambil menganggukkan kepala.


" Yes! Terimakasih ca" ucap samuel kegirangan.


Dan hanya di jawab dengan anggukan kepala oleh citra.


" Yasudah, ayo kita berangkat!" ucap samuel mengajak citra.


" Memang kamu tidak mau menyiapkan pakaian yang akan kamu bawa pulang sam?" tanya citra penasaran.


" Tidak perlu ca, aku tidak mau membawa baju soalnya di rumah masih ada baju" jawab samuel santai.


" Kamu yakin tidak mau membawa baju ganti sam?" tanya citra penasaran.


" Iya aku yakin ca" jawab samuel sambil menganggukkan kepala.


" Ayo kita berangkat!" ajak samuel sambil mengambil alih koper yang di depan citra.


" Iya sam" jawab citra sambil menganggukkan kepala.


" Memang kamu sudah memesan tiket pesawat sam?" tanya citra saat akan masuk mobil.


" Gampang, nanti pesan tiket pesawat di jalan menuju bandara" jawab samuel.


setelah 15 menit perjalanan akhirnya mereka berdua sampai di bandara, mereka langsung masuk dan menunggu pesawat yang akan membawa mereka berdua pulang ke Indonesia.


Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya pesawat mereka akan segera berangkat mereka berdua pun langsung berjalan menuju pesawat dan naik.


Setelah hampir satu jam perjalanan, akhirnya mereka berdua sampai di Indonesia, mereka pun langsung mencari taksi untuk mengantar mereka ke lokasi acara pernikahan kakak nya yaitu di rumah orang tua citra.


Tapi sebelum ke rumah, mereka mampir ke sebuah butik untuk membeli pakaian yang cocok untuk pergi ke pesta pernikahan.


" Selamat datang!" sapa penjaga butik.


" Silahkan di lihat-lihat dulu kak!" ucap penjaga butik.


" Saya mau mencari dress untuk datang ke acara pernikahan ada mb?" tanya citra kepada penjaga butik.


" Mari kak! Baju yang kakak cari ada di sebelah sini!" ajak penjaga butik menunjukkan lokasi pakaian yang di cari citra.


" Baju nya bagus-bagus semua, saya jadi bingung mau pilih yang mana" kata citra saat melihat sederetan pakaian.


Citra melihat-lihat koleksi pakaian di butik tersebut, dan dia terpanah saat melihat satu baju yang ada di antara deretan koleksi pakaian di butik tersebut.


" Mba kira-kira baju yang itu harganya berapa ya mba?" tanya citra sambil menunjuk ke arah baju yang dia suka.


" Baju yang mana ya kak?" tanya penjaga butik.


Citra langsung berjalan menuju baju yang dia pilih


" Baju yang ini mba" jawab citra sambil menunjuk baju yang dia pilih.


" Kakak yakin mau pilih baju yang ini?" tanya penjaga butik ragu.

__ADS_1


" Iya saya yakin mba"jawab citra


" Memang kenapa dengan baju ini mba?" tanya citra penasaran.


" Soalnya ini bukan baju model terbaru dari butik kami kak" jawab penjaga butik.


" Dan semua pengunjung butik ini tidak ada yang melirik baju ini sama sekali kak" kata penjaga butik.


" Oh! Hanya itu masalah nya mba?!" kata citra


" Iya kak" jawab penjaga butik.


" Kalau hanya itu yang menjadi masalah nya, saya tetap mau membeli baju yang ini mba" ucap citra.


" Yasudah kak, saya panggil pemilik butik nya dulu kak!" ujar penjaga butik.


" Iya mba" jawab citra sambil tersenyum


Setelah penjaga butik itu pergi, citra berkata " Aku kira kenapa? ternyata cuman gara-gara baju nya bukan model terbaru dari butik ini!".


Setelah beberapa saat penjaga butik datang dengan pemilik butik tersebut.


" Ini bu, orang yang saya katakan!" kata penjaga butik.


" Selamat pagi" ucap pemilik butik tersebut.


Citra yang mendengar suara seseorang pun langsung membalikkan badannya, betapa terkejutnya citra saat melihat seseorang di depan nya.


" Amel!" kata citra.


" Maaf anda siapa ya, kenapa anda bisa mengetahui nama asli saya?" tanya amel terkejut saat mendengar orang di depan nya mengetahui nama nya.


Bukan nya menjawab pertanyaan dari amel, citra kembali bertanya " Kamu lupa sama aku?"


" Aku citra" lanjut citra memberitahu nama nya kepada amel.


Mendengar itu amel langsung terkejut dan berkata " Ini benaran citra anak nya om ardi?!".


" Iya" jawab citra sambil menganggukkan kepala.


Mendengar jawaban dari orang di depan nya, amel langsung berteriak " Citra!! Aku kangen banget!" sambil memeluk citra.


" Kamu apa kabar?" tanya amel.


" Kabar ku baik" jawab citra sambil membalas pelukan dari sahabat nya.


" Kamu kemana saja ra, kenapa kamu menghilang seperti di telan bumi" ujar amel sambil menangis di pelukan citra.


" Aku hanya menuruti keinginan almarhumah oma untuk menyelesaikan pendidikan ku di luar negeri saja mel" jawab citra.


" Tapi kenapa kamu tidak memberitahu aku ra!" protes amel sambil melepaskan pelukannya.


" Aku tidak sempat mel, soalnya setelah oma meninggal aku langsung berangkat ke luar negeri" ucap citra.


" Jadi, setelah oma meninggal kamu langsung berangkat ra?" tanya amel.


" Iya mel" jawab citra sambil menganggukkan kepala.


Disaat kedua sahabat itu sedang mengobrol, tiba-tiba dari belakang ada yang memanggil.

__ADS_1


" Eca!" panggil seseorang.


Hal itu membuat citra dan amel terkejut dengan langsung menoleh ke belakang untuk melihat siapa yang memanggil.


__ADS_2