
30 menit berlalu dan mereka masih berpelukan.
" Aduh! Mana aku ingin pergi ke kamar mandi lagi!?" kata citra dalam hati.
Karena sudah tidak tahan ingin pergi ke kamar mandi, citra pun langsung mencari cara agar vito melepaskan pelukannya.
" Bagaimana ini, sudah tidak bisa di tahan lagi" batin citra.
Karena sudah sangat tidak tahan ingin pergi ke kamar mandi, citra pun langsung mendorong tubuh vito sekuat tenaga agar dia bisa terlepas dari pelukan vito.
Bugh!...
Aww....
Vito mengaduh kesakitan akibat terjatuh dari atas tempat tidur.
Citra tidak mengetahui jika suaminya terjatuh akibat ulah nya. Karena setelah terlepas dari pelukan vito, citra langsung berlari ke kamar mandi.
" Huh! Lega juga akhirnya" kata citra saat keluar dari kamar mandi.
Saat citra melihat ke arah tempat tidur, dia terkejut karena dia tidak melihat suaminya tidak ada di atas tempat tidur.
" Loh! Mas vito pergi kemana?!".
" Apa dia keluar ya?!" batin citra.
" Masa iya sih dia keluar?! Seperti nya itu tidak mungkin deh!!" ujar citra dalam hati.
Karena penasaran suami nya pergi kemana, citra pun langsung berjalan menuju pintu kamar untuk mengecek apakah pintu nya masih terkunci atau sudah terbuka.
Sesampainya di depan pintu, citra langsung mengecek pintu kamar tersebut.
" Pintu nya masih terkunci!? Kalau pintu kamar masih terkunci, terus mas vito pergi kemana ya?!" pikir citra sambil melihat sekeliling.
Karena tidak melihat keberadaan sang suami, citra kembali ke tempat tidur nya untuk mengambil handphone nya, dia berniat ingin menghubungi nomor suami dan bertanya dia sekarang ada dimana.
Dan betapa terkejutnya citra saat akan mengambil handphone di atas meja, dia melihat sang suami sedang duduk di lantai samping tempat tidur.
" Mas vito!! Mas vito ngapain duduk di lantai?" ucap citra terkejut.
" Mas vito tahu tidak, aku itu khawatir karena mas vito tidak ada di atas tempat tidur! Eh, ini malah mas vito sedang duduk santai di lantai!" kesal citra.
" Siapa yang sedang duduk di lantai sih ra?! Aku itu tadi jatuh!" ujar vito lembut.
" Jatuh!! Kok bisa mas?!" citra terkejut mendengar penjelasan vito.
" Iya bisa lah ra" kata vito.
" Kan kamu yang membuat aku jatuh ke lantai ra" lanjut vito dalam hati.
Citra terdiam sejenak lalu dia berkata " Apa jangan-jangan mas vito jatuh gara-gara aku dorong tadi?!".
Vito hanya menganggukkan kepalanya pelan.
Melihat sang suami menganggukkan kepalanya, citra langsung berkata " Aku minta maaf ya mas, sudah membuat mas vito jatuh".
" Iya tidak apa ra, lagipula kamu pasti tidak sengaja melakukan itu kan?!" ujar vito sambil mencoba berdiri.
Melihat sang suami sedang berusaha untuk berdiri, citra langsung berkata " Biar aku bantu berdiri mas".
__ADS_1
Vito menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
Citra langsung membantu vito untuk berdiri.
" Duduk dahulu mas!" ucap citra.
Vito pun menuruti perintah citra dan dia duduk di tepi tempat tidur.
" Bagian tubuh mana mas yang sakit, biar aku obati?" tanya citra khawatir.
" Tidak ada yang sakit kok ra" jawab vito.
" Tidak! Aku tidak percaya! Masa jatuh dari atas tempat tidur tidak sakit!?" ujar citra tidak percaya dengan jawaban vito.
" Yasudah, kalau mas vito tidak mau mengatakan nya ya tidak apa, aku keluar dahulu!" lanjut citra dengan nada marah.
Melihat sang istri marah dan akan pergi, vito langsung memegang tangan citra untuk mencegah dia pergi.
" Kamu jangan marah dong ra, sebenarnya tadi yang sakit hanya pantat saja yang sakit" ucap vito sambil memegang tangan citra.
" Benar? Hanya pantat saja yang sakit?" tanya citra ketus.
" Iya, benar ra" jawab vito sambil menganggukkan kepala.
Citra masih belum percaya dengan jawaban vito, hal itu terlihat dari tatapan matanya terhadap vito.
Vito yang menyadari nya pun langsung berdiri dan berjalan mendekati citra, dan vito pun langsung memeluk citra.
" Mas, aku minta maaf ya karena tadi aku sudah mendorong kamu sampai jatuh" ucap citra dalam pelukan hangat vito.
" Iya tidak apa ra, memang nya tadi ada kok sampai mendorong aku sampai jatuh?" tanya vito sambil melepaskan pelukannya.
" Jadi, tadi kamu mendorong aku sampai jatuh itu karena kamu ingin pergi ke kamar mandi ra?" tanya vito penasaran.
Citra menganggukkan kepalanya pelan.
" Ya ampun ra, kenapa kamu tidak bicara saja kalau kamu itu ingin pergi ke kamar mandi ra!?" ujar vito sambil memegang bahu citra.
" Itu karena aku takut kalau aku mengatakan hal itu mas vito akan marah" jawab citra sambil menundukkan wajah.
" Sudah aku katakan, jangan pernah menundukkan wajah jika sedang bersama suami kamu" kata vito sambil mengangkat dagu citra agar dia bisa melihat wajah cantik istri nya.
" Kalau kamu terus menunduk, nanti aku tidak bisa melihat wajah cantik istri ku" ucap vito sambil tersenyum.
Citra hanya menganggukkan kepalanya.
" Ra, seharusnya yang meminta maaf itu aku bukan kamu ra" ucap vito dengan tatapan lembut.
" Mas vito" panggil citra.
" Iya ra, ada apa?" tanya vito
" Aku minta maaf ya mas" ucap citra.
" Meminta maaf? Untuk apa ra?" tanya vito bingung.
" Untuk tadi malam" jawab citra.
" Maksud kamu, apa ra?" tanya vito bingung.
__ADS_1
" Ya semalam kan seharusnya menjadi malam pertama kita tapi, aku sedang kedatangan tamu" jawab citra merasa bersalah.
" Iya tidak apa, aku akan bersabar menunggu ra, asalkan kamu tidak meninggalkan aku lagi ya ra" ucap vito sambil menatap wajah citra.
Citra mengangguk dan tersenyum manis.
" Kenapa bibir istriku pagi ini sangat imut ya! Aku ingin sekali mencium bibir nya" ujar vito dalam hati.
Dengan perlahan vito mendekatkan wajahnya ke wajah citra dan...
Cup!
Satu kecupan manis mendarat di bibir citra.
Karena takut citra marah, vito pun hanya memberikan kecupan manis saja di bibir citra.
Citra merasa bingung kenapa vito tiba-tiba mengecup bibir nya.
Karena penasaran citra pun bertanya kepada vito " Mas vito kenapa tadi tiba-tiba mengecup bibir ku?"
" Aduh! Mampus!! Aku harus menjawab apa lagi?!" batin vito.
" Masa iya, aku harus menjawab karena aku sangat tergoda dengan bibir manis nya" ucap vito dalam hati.
Karena tidak mendengar jawaban atas pertanyaan nya, citra pun langsung bertanya " Kenapa diam saja mas?"
" Sebenarnya aku sangat tergoda warna bibir kamu itu ra" jawab vito pelan karena dia takut citra akan marah.
Bukan nya marah citra malah tersenyum saat mendengar jawaban dari sang suami.
" Lain kali kalau mas vito mau mencium aku bilang saja" ujar citra.
" Memang nya kalau aku bilang dengan kamu, kamu akan memberikan ijin aku untuk mencium kamu ra?" tanya vito penasaran.
" Iya mas, aku akan memberikan ijin" jawab citra sambil menganggukkan kepala.
Mendengar itu vito langsung melompat-lompat kegirangan.
Citra yang melihat kelakuan suaminya itu.
" Ra, citra" panggil vito setelah puas melompat-lompat.
" Iya ada apa mas?" tanya citra.
" Emm... Boleh tidak aku mencium kamu?" tanya vito.
" Iya boleh" jawab citra.
" Tapi cium nya bukan di pipi, tapi di bibi kamu ra?" ujar vito dengan ekspresi wajah takut jika permintaan nya di tolak oleh citra.
" Iya mas, boleh! " jawab citra.
Baru saja vito bersiap untuk mencium citra, tiba-tiba..
" Tapi, mas vito tidak boleh melakukan hal yang macam-macam!! Oke!!" kata citra.
Vito langsung mengangguk, setelah itu....
Cup!!...
__ADS_1