Mendadak Menjadi Istri CEO

Mendadak Menjadi Istri CEO
Eps 198


__ADS_3

Citra terkejut dengan jawaban dokter yang mengatakan jika calon suami juga datang.


" Calon suami!? Jadi, dia juga mengatakan hal itu kepada yang lain" batin citra terkejut mendengar dokter tersebut mengatakan jika vito adalah calon suami nya.


" Tidak!! Tidak mungkin dia mengatakan hal seperti itu kepada semua orang! Itu bukan sifat dia!!" batin citra tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.


" Aku pasti tadi salah mendengar" batin citra.


Mendengar sang putri menanyakan oma nya, bu veronica langsung berjalan mendekati citra sambil berkata " Citra sayang, oma sudah lama meninggal".


Tetapi citra masih belum tersadar dari lamunannya, sehingga membuat semua orang berpikir citra sangat shock saat mendengar oma nya sudah meninggal.


" Eca! Eca!!" panggil dokter diki sambil memegang tangan citra.


Hal itu membuat citra terkejut dan langsung tersadar dari lamunannya.


" Hal! Apa?!" kata citra.


" Ada apa dok?" tanya citra sambil melihat ke arah dokter diki.


" Kata mama kamu, oma kamu sudah lama meninggal ca" jawab dokter diki


" Masa sih? Kenapa aku tidak bisa mengingat nya?!" ujar citra sambil memegang kepalanya.


Saat citra sedang berbicara dengan dokter diki, farel datang bersama viona.


" Ca, eca!" panggil farel sambil berjalan mendekati citra.


" Farel!!" batin citra saat mendengar suara seseorang yang baru saja datang.


" Eca!" kata farel dan dia langsung memeluk citra dengan erat.


Citra pun membalas pelukan farel.


" Ca, kenapa kamu bisa seperti ini!" kata farel sambil menangis di pelukan citra


" Kamu kenapa menangis, seperti anak kecil saja kamu rel!" ucap citra dalam pelukan farel.


Mendengar itu farel langsung melepaskan pelukannya dengan air mata yang masih mengalir di pipinya.


" Biarkan saja, ini semua juga gara-gara kamu ca!!" ujar farel sambil duduk di tepi hospital bed.


" Cengeng!! Anak laki kok menangis!!" ucap citra meledek farel.


" Ih! Kamu tidak malu, sudah besar masih saja menangis!!" kata citra sambil mengusap air mata farel.


" Aku tidak malu kok, ini semua juga gara-gara kamu ca" ucap farel.

__ADS_1


" Kamu kenapa pakai acara berbohong kepada ku?" tanya farel sambil bertolak pinggang.


" Berbohong tentang apa?" tanya citra bingung.


" Kenapa kamu tidak bilang kalau kamu sudah pulang" jawab farel.


" Citra sayang, kamu ingat dengan farel?!" ucap bu veronica terkejut melihat putri nya akhirnya bisa mengingat salah satu dari mereka.


Mendengar ucapan bu veronica, farel bingung dengan maksud dari ucapan beliau yang mengatakan jika citra ingat dengan dirinya.


" Ya tentu saja eca ingat dong tan, masa dia lupa dengan sahabat nya sendiri tan" ucap farel menimpa ucap bu veronica.


" Kenapa tante bicara seperti itu, memang nya tadi eca saat kecelakaan terus dia mengalami amnesia dan tidak mengingat kita semua tan!?" ujar farel bercanda.


" Citra memang mengalami amnesia rel, akibat kecelakaan tadi" jawab bu veronica dengan ekspresi wajah serius.


" Yang benar tan? Tante sedang tidak bercanda kan?!" farel terkejut mendengar jawaban bu veronica.


" Kalau kamu tidak percaya, kamu tanya saja citra dia kenal dengan papa dan mama nya tidak!" ujar pak ardi.


Farel terkejut mendengar ucapan pak ardi, karena penasaran dia pun langsung bertanya kepada citra untuk memastikan benar atau tidak jika dia mengalami amnesia akibat kecelakaan yang dia alami tadi.


" Ca, itu semua tidak benar kan?! Kamu tidak amnesia kan ca?!" kata farel sambil memegang tangan citra.


Citra hanya diam saja karena dia tidak tahu harus berkata apa.


" Waduh! Kalau farel bertanya seperti itu terus bisa-bisa nanti aku ketahuan oleh semua orang kalau aku hanya berpura-pura amnesia. Bagaimana ini!!" ucap citra dalam hati.


" Ca, kamu tidak mungkin lupa dengan papa dan mama kamu kan! Ca, jawab kalau semua itu tidak benar ca. Jawab ca, jangan diam saja!!" ucap farel sambil mengguncang kedua bahu citra.


" Stop rel! Aku mohon stop rel, aku tidak mau sampai semua orang mengetahui jika aku hanya berpura-pura amnesia saja rel!!" ucap citra dalam hati.


" Aku tidak mau sampai vito mengetahui jika hal ini hanya kebohongan rel, aku tidak mau merusak hubungan antara dia dan viona rel" ujar citra dalam hati.


Sang dokter yang melihat ekspresi citra seperti kebingungan pun langsung berkata " Maaf, pasien memang mengalami amnesia akibat benturan keras pada bagian kepala nya, sehingga membuat pasien belum bisa mengingat banyak hal".


" Dan Saya mohon agar semua nya bisa keluar, karena saya mau memeriksa kondisi pasien!" ucap dokter diki.


Dengan berat hati, mereka semua pergi meninggalkan citra.


Sebelum pergi, sang mama dan papa mendekat ke arah citra dan berkata " Sayang, kamu harus cepat sembuh ya, agar kita bisa bersama lagi seperti dulu".


Setelah mengucapkan hal itu, papa dan mama nya langsung pergi meninggalkan citra.


Setelah semua orang pergi dan di dalam ruangan itu hanya tersisa citra dan dokter diki saja.


" Terimakasih ya dok, karena tadi sudah membantu aku" ucap citra.

__ADS_1


" Iya sama-sama ca" ucap dokter diki.


" Sebenarnya saya tadi mau bertanya kepada kamu, kenapa kamu mau berpura-pura amnesia ca?" tanya dokter diki penasaran.


" Itu karena, aku tidak mau merusak hubungan orang dok" jawab citra.


" Maksud kamu apa ca?" tanya dokter diki.


Bukan nya menjawab pertanyaan dari dokter diki, dia malah bertanya kepada dokter diki " Dokter tadi ingat pria yang mengaku sebagai calon suami ku?!".


" Iya, saya ingat" jawab dokter diki.


" Memang dia benar adalah calon suami kamu ca?" tanya dokter diki.


Baru saja citra akan menjawab pertanyaan dari dokter diki, dia sudah berkata " Sebelum kamu menjawab pertanyaan dari saya, saya mau tanya memang benar nama kamu eca?!".


" Sebenarnya nama asli aku itu citra dok tapi, dulu almarhumah oma aku sering memanggil ku dengan nama eca, maka nya tanya aku bilang kalau nama ku eca dok" jawab citra menjelaskan.


Dokter diki hanya mengangguk-anggukan kepalanya.


" Terus pria yang tadi mengaku sebagai calon suami aku, dia memang sempat melamar ku dok, tapi aku menolaknya dok" kata citra.


Dokter diki terkejut mendengar perkataan citra, karena penasaran dia pun langsung bertanya kepada citra


" Kenapa kamu menolak nya ca?"


" Aku hanya tidak ingin menjadi orang ketiga dia antara dia dan kekasih nya dok" jawab citra sambil tersenyum pahit.


" Jadi, pria itu sudah memiliki kekasih ca?!" dokter diki terkejut dengan jawaban citra.


" Iya dok, dan kekasih nya itu adalah teman ku saat aku masih kuliah kedokteran dok" jawab citra.


" Iya, saya mengerti ca, pasti sangat sulit bagi kamu ca saat berada di posisi itu" ujar dokter diki.


" Kamu yang sabar ya" ucap dokter diki memberikan semangat kepada citra.


Citra menganggukkan kepalanya sambil berkata " Iya dok, terimakasih banyak ya dok".


" Iya sama-sama ca" jawab dokter diki.


" Yasudah, sekarang kamu istirahat terlebih dahulu nanti saya akan datang kesini lagi untuk memeriksa kondisi kamu lagi, oke!" ucap dokter diki.


" Iya dok" jawab citra sambil tersenyum.


Setelah itu dokter diki keluar dari ruangan citra agar citra bisa beristirahat.


" Manusia kutub maafkan aku ya, mungkin ini adalah jalan yang terbaik untuk kita berdua, agar tidak ada hati yang tersakiti karena kehadiran ku" ucap citra lirih.

__ADS_1


__ADS_2