
" Kalau dilihat dari dekat, dia sangat cantik " kata vito pelan sambil merapikan rambut yang menutupi wajah citra.
Tanpa disadari oleh vito ternyata citra terbangun karena mendengar suara langkah kaki nya.
Vito membelai lembut wajah citra, dan saat tangannya menyentuh bibir citra dia berkata " Bibir ini mulai menjadi candu bagi ku"
" Karena bibir ini, aku tadi di kantor menjadi tidak fokus dalam pekerjaan ku" ucap vito pelan.
" Maksud dia bicara seperti itu apa ya?!" batin citra
" Mumpung dia masih tidur, aku ingin sekali lagi merasakan bibir nya yang terasa sangat manis" ucap vito.
" Apa!! Dia bilang ingin merasakan bibir ku lagi!" batin citra
" Jangan-jangan maksud ucapan dia tadi itu, dia mau mencium bibir ku!!" ucap citra dalam hati.
" Oh! No!!! Apa yang harus aku lakukan sekarang?! " Teriak citra dalam hati.
" Kalau sekarang aku langsung membuka mata ku, yang ada nanti aku ketahuan oleh vito kalau sebenarnya aku hanya pura-pura tidur saja!" ucap citra dalam hati.
" Tapi kalau aku tidak bangun, itu sama saja aku mengijinkan dia untuk mencium bibir ku dong!"pikir citra
" Ya tuhan, apa yang harus aku lakukan sekarang?!" ucap citra dalam hati.
Di saat citra sedang dilanda kebingungan, tiba-tiba...
Cup!....
Vito tiba-tiba langsung mengecup bibir citra, setelah itu dia langsung berkata " Saya tidak akan mengambil keuntungan dari orang yang sedang sakit".
" Tidak akan ambil keuntungan dari orang sakit bagaimana, jelas-jelas tadi kamu saja sudah mencium bibir ku, memang itu bukan termasuk tidak mengambil keuntungan dari orang yang sedang sakit!" gerutu citra dalam hati.
" Harus sampai kapan, aku terus berpura-pura tidur seperti ini?!" batin citra
" Ini lagi! Kenapa dia tidak cepat pergi dari sini!" kesal citra dalam hati.
" Tidak tahu apa, kalau aku sekarang tenggorokan ku terasa kering banget, ingin rasa nya aku minum!" batin citra.
" Apa yang harus aku katakan saat membuka mata dan melihat dia ada di samping ku??" kata citra dalam hati.
Citra kini sudah tidak tahan dengan rasa dahaga, sehingga citra pun perlahan membuka mata nya.
Citra pun berpura-pura seperti orang yang baru saja bangun tidur, dan dia berpura-pura terkejut saat melihat vito ada di samping nya.
" Mas vito!!"
" Hem!" ucap vito dengan ekspresi datar.
" Huh! Untung tadi tidak ketahuan oleh wanita ini, kalau tadi aku baru saja mengecup bibir nya" ucap syukur vito dalam hati.
Citra merasa tenggorokan nya sangat kering, citra pun berusaha untuk mengambil gelas yang berisi air minum di atas meja.
Vito yang melihat citra sedang kesulitan untuk menggapai gelas tersebut pun langsung bertanya " Mau minum?"
" Tidak!" jawab citra ketus sambil terus berusaha untuk menggapai gelas tersebut.
__ADS_1
" Oh!!" ucap vito.
Mendengar ucapan vito tadi membuat citra merasa kesal.
" Iiih! Dasar! Cowok tidak peka! Sudah tahu sedang kesulitan untuk mengambil gelas, bukan nya di bantu malah diam saja!" gerutu citra.
Vito yang melihat citra sedang menggerutu kesal kepada nya bukan marah kini vito malah tersenyum, melihat tingkah citra yang dia anggap menggemaskan.
Vito mulai tidak tega melihat citra yang sedang kesulitan mengambil gelas pun langsung mengulurkan tangan nya untuk mengambilkan gelas tersebut untuk citra.
" Nih!" kata vito dengan wajah datar.
" Terimakasih" ucap citra sambil mengulurkan tangannya untuk mengambil gelas yang sedang di pegang oleh vito.
Saat tangan citra hampir sampai untuk mengambil gelas tersebut, tiba-tiba vito menarik kembali tangannya. Hal itu membuat citra merasa kesal.
" Gelas nya jangan jauh-jauh dong, susah tahu untuk mengambil nya!" kesal citra.
Vito meletakkan gelas tersebut ke atas meja lagi.
" Kok di taruh meja lagi sih!!" kesal citra.
" Kalau tidak saya taruh di atas meja dulu, bagaimana cara saya untuk membantu kamu duduk!" kata vito pelan, sambil membantu citra duduk.
Ternyata dia bisa berbuat baik juga" batin citra.
Setelah membantu citra duduk, vito mengambil gelas yang tadi sempat dia letakkan di atas meja.
" Saya akan membantu kamu untuk memegang gelas nya, tangan kamu kan masih sakit!" ucap vito dingin.
Setelah merasa tenggorokan sudah tidak terasa kering lagi, citra langsung mengucapkan terimakasih kepada vito " Terimakasih".
" Hem" jawab vito sambil meletakkan kembali gelas yang dia pegang ke atas meja.
" Siapa pria itu?" tanya citra dingin.
" Pria? Maksud nya apa?" batin citra bingung.
" Daripada penasaran, mending aku langsung tanya kepada nya saja " ucap citra dalam hati
" Pria? Pria yang mana" tanya citra dengan ekspresi wajah bingung.
" Pria yang tadi membawa kamu kesini" jawab vito ketus.
" Pria yang tadi membawa aku kesini memang siapa?!" batin citra.
" Apa mungkin maksudnya dia itu axel ya? Kan yang tadi membawa aku axel" ucap citra dalam hati.
" Mungkin ini adalah kesempatan aku untuk memberikan surat itu, agar aku bisa cepat terbebas dari drama ini!" batin citra
" Kenapa diam?" tanya vito tanpa ekspresi.
" Jawab siapa pria itu?" bentak vito.
Citra terkejut mendengar suara vito, melihat citra terkejut membuat vito merasa kasihan, tetapi dia tetap ingin mengetahui siapa pria yang sudah membawa nya ke rumah sakit tadi.
__ADS_1
" Dia kekasih ku" jawab citra.
" Kekasih nya??" batin vito.
Mendengar jawaban citra membuat vito merasa kesal.
" Jadi, pria itu kekasih nya" batin vito.
" Jadi, yang di katakan riko itu ternyata benar, wanita ini sudah mempunyai kekasih" ucap vito dalam hati.
" Orang ini kenapa diam saja ya?" batin citra.
" Apa mungkin dia marah? Tapi, buat apa dia marah?" pikir citra
E******K*********hem***!!...
Citra berdehem, hal itu membuat vito kembali tersadar dari lamunannya.
" Mas vito, kenapa melamun?" tanya citra penasaran.
" Bukan urusan kamu!" jawab vito ketus.
" Yasudah sih! Biasa saja tidak perlu marah-marah" ujar citra pelan.
" Aku kan hanya ingin memberikan ini saja!" ucap citra sambil memberikan map yang diberikan oleh devina tadi.
" Apa ini?" tanya vito dengan tatapan menyelidik.
" Kalau penasaran, ambil map ini terus dibuka dan terus di baca supaya tahu apa isi nya!" ujar citra.
" Begitu saja harus di ajarkan!" gumam citra
Vito pun langsung mengambil map tersebut dari tangan citra, dan langsung membuka nya.
Vito terkejut saat melihat tulisan yang ada di kertas tersebut.
" Kontrak nikah? Inikan kontrak yang aku buat saat kita baru menikah!" batin vito.
" Maksud nya apa dia memberikan ini ke aku?!" batin vito.
" Maksud nya apa kamu memberikan ini ke saya?" tanya vito dingin.
" Kalau aku tidak salah, itu adalah kontrak nikah yang mas vito berikan kepada ku saat kita baru saja menikah" jawab citra.
" Ya saya tahu itu, tapi yang saya mau tahu kenapa kamu memberikan ini kepada saya?" tanya vito sambil menunjukkan map tersebut kepada citra.
" Waktu itu mas vito pernah bilang, kalau masih ada beberapa nomor dalam surat tersebut yang belum diisi, terus mas vito berkata itu memang mas vito kosong kan untuk aku isi dengan keinginan ku" jawab citra.
" Dan sekarang nomor yang kosong itu sudah aku isi dengan keinginan ku" imbuh nya.
Mendengar hal itu, vito pun langsung membuka halaman yang dia kosong kan.
Vito terkejut dengan tulisan yang ada di kontrak itu.
" Maksud nya dia menulis seperti ini apa?!" batin vito.
__ADS_1