
setelah mendapat transfusi darah dari axel, akhirnya kondisi citra berangsur membaik dan kini dia sudah dibawa ke ruang inap.
Semua orang pun ikut masuk untuk melihat kondisi citra.
" Sayang, bagaimana kondisi kamu sekarang? " tanya mama veronica sambil memeluk citra.
" Aku sudah baik-baik saja ma, sudah tidak ada yang sakit" jawab citra.
Mama veronica melepaskan pelukannya sambil berkata " Lain kali jangan membuat mama khawatir lagi ya sayang".
" Iya ma" jawab citra sambil tersenyum.
" Devina sayang, kenapa kamu tidak memberitahu mama kalau tangan kamu terluka" kata mama elisa sambil mengusap kepala citra.
" Ini hanya luka goresan saja kok ma, besok juga sudah sembuh ma" kata citra sambil tersenyum.
" Devina memang sengaja tidak memberitahu siapapun tentang luka ini, karena devina tidak mau papa dan mama khawatir" imbuh nya.
Huft....
Mama elisa hanya bisa menghela napas panjang saat mendengar ucapan citra.
" Tapi lain kali kalau ada apa-apa, kamu harus bilang sama papa dan mama ya" kata mama elisa.
" Iya ma" jawab citra sambil tersenyum.
" Sebenarnya mama itu pingin sekali menemani kamu di sini tapi, gara-gara papa kamu! mama tidak bisa menemani kamu" ujar mama elisa sedih.
" Gara-gara papa? Memang papa kenapa ma?" tanya citra bingung.
" Tadi, papa kamu mendadak mendapat telepon dari kantor dan hari ini papa kamu harus pergi ke luar negeri untuk bertemu dengan klien nya disana" kesal mama elisa.
" Mau bagaimana lagi, papa sudah menyuruh sekertaris papa untuk cancel pertemuan ini tapi, kata nya tidak bisa karena untuk membuat janji dengan klien papa yang ini, membutuhkan waktu yang lama ma" ucap papa dimas mencoba memberi penjelasan kepada istri nya.
" Yang dikatakan papa ada benar nya juga sih ma, terkadang ada klien yang mudah untuk membuat janji bertemu, dan ada juga yang membutuhkan waktu yang lama, karena setiap orang kesibukan nya berbeda-beda ma" ujar citra
" Yang kamu katakan benar juga ya sayang" kata mama elisa.
Citra hanya menganggukkan kepala.
" Sebaiknya mama temani papa saja, lagipula devina besok juga sudah pulang ma" ucap citra sambil tersenyum.
" Yasudah, mama akan temani papa kamu ke luar negeri. Tapi, kamu tidak boleh pulang sebelum luka kamu benar-benar sembuh!" ucap mama
" Iya ma" jawab citra sambil tersenyum.
" Ternyata dia wanita yang bisa memberikan solusi untuk masalah orang lain" batin axel.
" Gara-gara aku, dia jadi terluka seperti ini" ucap axel dalam hati.
" Devina, papa do'akan semoga kamu cepat sembuh ya" ucap papa dimas sambil berdiri di samping citra.
__ADS_1
" Amin. Terimakasih ya pa do'a nya" ucap citra sambil tersenyum.
" Sama-sama sayang" ucap papa dimas.
" Kalau begitu, pak ardi kami pamit dulu karena pesawat kami berangkat 40 menit lagi" ucap papa dimas.
" Kalau begitu, hati-hati dijalan dan semoga pekerjaan anda berjalan lancar" ucap papa ardi.
" Sayang, papa dan mama berangkat dulu ya, jaga kesehatan kamu" pamit mama elisa sambil mengecup kening citra.
" Iya ma, hati-hati dijalan ya pa, ma" ucap citra sambil tersenyum.
Setelah berpamitan dengan citra dan kedua orang tua citra, kedua orang tua vito pun langsung pergi.
Setelah kepergian orang tua vito, devina baru berani masuk ke dalam ruangan citra.
" Ra, aku minta maaf ya karena aku kamu jadi seperti ini" ucap devina saat di samping citra.
" Santai saja kak, lagipula aku juga tidak kenapa-kenapa" kata citra sambil tersenyum.
" Kakak tahu tidak?" kata citra
Devina hanya menggelengkan kepalanya sambil bertanya " Ada apa memang?"
" Aku tadi puas banget, karena aku tadi sudah membuat wanita itu kalah telak" jawab citra tersenyum puas.
" Untung saja, wanita itu tidak sampai keguguran kak. Kalau sampai keguguran sama saja aku sudah..." citra tidak jadi meneruskan ucapannya karena takut kakak nya akan tersinggung.
" Kakak paham apa yang akan kamu katakan" ujar devina sambil tersenyum
" Iya, kakak sudah memaafkan kamu ra" ucap devina sambil mencubit pipi citra.
Aaarrrggg!!! Sakit kak!!
Citra mengaduh kesakitan akibat pipi nya dicubit oleh devina.
" Mama! Kak devina jahat!" ucap citra mengadu kepada mama nya.
Kedua orang tua nya pun harus tersenyum melihat kedua anak nya kembali akur.
Melihat papa dan mama nya hanya tersenyum, hal itu membuat citra kesal " Ih! Bukan nya papa dan mama memarahi kakak! Ini malah hanya senyum-senyum saja!" Citra pura-pura marah.
Sang mama yang melihat citra marah pun langsung berkata " Yasudah! Mama marahi kakak kamu ini! Devina sudah berhenti jangan mencubit pipi adik kamu lagi!"
Devina pun langsung berhenti mencubit pipi citra.
Citra pun langsung tersenyum saat kakak nya tidak lagi mencubit pipi nya.
Disaat mereka sedang asik bercanda, tiba-tiba papa berkata " Sekarang kalian harus menceritakan pada papa kenapa kalian berdua bisa ada di rumah, kan kenapa kamu bisa datang tepat disaat citra pingsan!" sambil menunjuk ke arah axel.
Baru saja devina akan menjawab, tapi citra langsung memotong nya " Jadi, begini pa cerita"
__ADS_1
...* Flashback on *...
Setelah vito keluar, handphone citra berbunyi menandakan ada pesan masuk, citra pun langsung mengambil handphone nya.
" Kak devina!!" citra terkejut saat melihat nama kakak nya tertera di layar handphone nya.
" Kak devina chat aku? Kira-kira ada apa ya?" batin citra.
" Daripada penasaran, mending aku langsung lihat saja
kak devina mengirim pesan apa untuk ku!" batin citra
Karena penasaran citra pun langsung membuka pesan whatsapp yang di kirim kakak nya untuk dirinya.
...* Isi percakapan antara citra dan devina dalam whatspp *...
" Kamu tidak perlu mencari dimana keberadaan ku lagi!" pesan yang dikirim devina untuk citra.
" Kakak tahu tidak, karena kakak pergi dari rumah lagi sekarang aku yang harus berpura-pura menjadi kakak lagi!!" Balas citra dengan di beri emoticon marah 😠.
" Aku melakukan ini semua karena aku tidak mau menikah dengan pria itu" balas devina.
" Aku mau menikah dengan kekasih ku ra!" Devina mengirimkan pesan kepada citra lagi.
" Memangnya kekasih kak devina mau mempertanggungjawabkan perbuatannya itu kak?" citra membalas pesan.
" Iya ra, dia bilang kalau dia benar-benar ingin mempertanggungjawabkan perbuatannya itu ra dengan cara menikahi aku" kata devina
" Jadi, kakak meminta bantuan kamu agar aku bisa bercerai dengan pria itu" ucap devina memohon.
" Akan aku pikirkan tapi, sekarang kak devina harus pulang ke rumah terlebih dahulu!" kata citra.
" Kamu tenang saja, sekarang aku sedang dalam perjalanan pulang" kata devina.
" Oke! Aku tunggu kakak dan kekasih kak devina di rumah!!" kata citra.
Setelah membalas pesan devina, citra langsung menonaktifkan handphone nya agar tidak ketahuan oleh vito kalau dia bukan lah devina yang sebenarnya.
Setelah menonaktifkan handphone nya, citra pun langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, tidak butuh waktu lama bagi dirinya untuk pergi ke alam mimpi.
...* Flashback off *...
" Jadi, begitu pa cerita nya" kata citra setelah selesai menceritakan kenapa axel bisa datang tepat disaat citra pingsan.
Sang papa yang mendengar cerita dari citra pun hanya mengangguk-anggukkan kepala.
Kini pandangan papa nya beralih ke axel dan berkata " Jadi, kamu benar-benar mau menikahi putri saya devina?!"
" Iya om" jawab axel.
" Saya juga mau meminta maaf kepada om dan tante, karena kemarin sudah membuat pesta anniversary om dan tante menjadi kacau karena ulah saya" ucap axel mengakui kesalahannya.
__ADS_1
Papa terkejut dengan pengakuan dari axel.
" Jadi, orang-orang itu adalah orang suruhan kamu!!?" kata papa dengan nada menahan amarah.