
" Dari dulu mama tidak pernah bisa ada untuk dia pa, bahkan saat dia sakit pun mama tidak bisa ada disisi pa" ucap mama sambil menangis.
" Terus sekarang apa yang harus kita lakukan pa?" tanya mama sambil memeluk suami nya.
" Mama sekarang tenangkan diri mama sendiri, setelah itu mama coba hubungi citra dan tanya sekarang dia benar-benar ada di luar negeri atau tidak!" ujar papa sambil mencoba untuk membuat istri nya tenang.
" Hiks... Hiks... Iya pa" ucap mama sambil menganggukkan kepalanya.
Setelah merasa cukup tenang papa langsung melepaskan pelukannya, sambil berkata " Coba sekarang mama telepon citra lebih dulu ma!"
" Iya pa" ucap mama sambil mengusap air mata nya.
Sang mama langsung menghubungi citra namun, nomor handphone citra tidak dapat dihubungi.
Beliau pun terus mencoba untuk menghubungi citra tapi, lagi-lagi nomor handphone citra tidak dapat dihubungi.
" Nomor citra tidak bisa dihubungi pa" kata mama khawatir.
" Mama sekarang tenag, sekarang papa yang mencoba untuk menghubungi citra ya ma" ujar papa mencoba untuk menenangkan istri nya.
Usaha papa ardi untuk menghubungi nomor handphone citra pun sia-sia karena nomor handphone citra sama sekali tidak bisa di hubungi.
" Kamu pergi kemana ra, kenapa nomor handphone kamu pun tidak bisa di hubungi!" batin papa.
" Bagaimana pa? Bisa dihubungi pa?" tanya mama dengan raut wajah penuh harapan.
Papa ardi pun hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan, hal itu membuat sang istri bertambah khawatir dengan keadaan citra sekarang ini.
" Mungkin citra sekarang ada di rumah peninggalan mama (oma) pa! Kita pergi kesana yuk pa!" ujar mama sambil mengusap air mata nya.
" Yasudah, ayo ma!" jawab papa sambil menganggukkan kepala.
Kedua orang tua citra pun langsung meluncur ke rumah peninggalan oma, mereka berharap citra ada disana.
45 menit perjalanan akhirnya kedua orang tua citra sampai di depan rumah peninggalan oma, mama veronica langsung turun dari mobil dan langsung berlari kearah pintu sambil memanggil nama anaknya.
" Citra! Citra sayang! Mama datang nih!" ucap mama sambil mengetuk pintu.
Kreet!!...
Terdengar suara pintu terbuka, mama veronica langsung melihat siapa yang ada di balik pintu tersebut.
" Silahkan masuk pak, bu!" ucap bi nina mempersilahkan papa dan mama untuk masuk.
Beliau pun langsung masuk kedalam, dan duduk di sofa.
" Ada apa ya bu, pa?" tanya bi nina saat kedua majikan nya sudah duduk.
" Citra ada disini bi?" tanya mama.
" Citra?? " tanya bi nina bingung
" Iya bi, non citra, apa dia ada disini?" jawab mama.
__ADS_1
" Citra itu siapa ya?" batin bi nina.
" Apa mungkin maksudnya ibu veronica, non citra itu ya non eca ya!?" batin bi nina
" Maaf bu, maksud ibu non citra itu non eca ya bu!?" tanya bi nina sambil duduk di bawah.
" Iya bi, citra itu eca bi" jawab mama.
" Apa dia ada disini?" tanya mama penuh harapan.
" Maaf pak, bu non eca sudah lama tidak kesini, terakhir kesini non eca hanya berpangku untuk pergi ke luar negeri lagi bu" jawab bi nina.
" Kira-kita kapan itu bi?" tanya mama.
" Sudah lama pak, bu non eca kesini setelah pulang dari pesta anniversary nya bapak dan ibu waktu itu" jawab bi nina.
" Bibi yakin non eca tidak datang kesini?" tanya papa dengan tatapan menyelidik.
" Bibi yakin pak, non eca tidak pernah datang ke rumah ini, setelah acara anniversary bapak dan ibu" jawab bi nina.
" Atau mungkin non eca pernah mengirim pesan kepada bibi?" tanya papa.
Bi nina langsung menggelengkan kepalanya seraya berkata " Non eca tidak pernah mengirim pesan kepada bibi pak".
" Memang ada apa dengan non eca pak?" tanya bi nina khawatir.
" Non eca baik-baik saja kan pak?" lanjut bi nina dengan wajah khawatir.
" Eca baik-baik saja bi, bibi tidak perlu khawatir" jawab papa bohong.
Saat kedua orang tua citra sedang bingung harus mencari citra kemana lagi, tiba-tiba handphone papa berbunyi.
" Dari siapa pa?" tanya mama dengan ekspresi wajah berharap semoga yang menghubungi suami nya adalah anak bungsunya.
" Papa belum tahu ma, papa lihat dulu ya kira-kira siapa yang menelepon" jawab papa.
Mama veronica pun langsung menganggukkan kepala nya.
Raut wajah papa ardi berubah saat mengetahui siapa yang sedang menelepon dirinya.
" Siapa pa? Pasti dari citra ya pa" tanya mama penasaran.
Papa ardi menggelengkan kepalanya sambil berkata " Bukan citra ma, tapi devina".
Raut wajah mama veronica kembali sedih saat mendengar jawaban dari sang suami.
Papa ardi langsung mengangkat panggilan telepon dari devina.
...* Mode telepon on *...
" Halo! Ada apa vin?" tanya papa.
" Papa, mama ada dimana? kenapa di rumah kok tidak ada?" tanya devina.
__ADS_1
" Papa dan mama sekarang ada di rumah peninggalan oma" jawab papa.
" Papa ngapain ada disana?" tanya devina.
" Papa dan mama sedang mencari citra vin" jawab papa.
" Mencari citra? Memang citra pergi kemana pa?" tanya devina penasaran.
" Citra semalam pergi tanpa pamit kepada papa dan mama vin" jawab papa.
" Citra pergi! Maksud nya papa citra kabur dari rumah pa!" devina terkejut mendengar jawaban dari papa nya.
" Kok bisa pa?" tanya devina penasaran.
" Papa juga tidak tahu" jawab papa.
" Mungkin tadi pagi citra ingin ketemu sama farel dan mungkin dia tidak mau mengganggu papa dan mama yang sedang tidur" kata devina mencoba menenangkan papa dan mama nya.
" Apa yang dikatakan oleh devina ada benar nya juga sih, mungkin citra sedang bertemu dengan farel" batin papa.
" Apa yang kamu katakan mungkin benar juga vin, sekarang papa dan mama akan pergi ke rumah farel" ucap papa
" Yasudah! Papa tutup dulu telepon nya ya vin" kata papa.
" Iya sudah, iya pa" jawab devina.
" Assalamualaikum" ucap papa sambil mengakhiri sambungan telepon tersebut.
...* Mode telepon off *...
" Devina bilang apa pa?" tanya mama penasaran.
" Devina bilang kalau mungkin sekarang citra ada di rumah nya farel ma" jawab papa.
" Yasudah! Sekarang kita pergi ke rumah farel saja pa!" ujar mama.
" Iya ma" jawab papa sambil menganggukkan kepala.
" Bi! kami pergi dulu! Maaf tadi sudah membuat bibi khawatir!" ucap papa.
" Iya pak, tidak apa-apa" jawab bi nina.
" Assalamualaikum bi" ucap papa dan mama sambil keluar.
" Walaikumsalam pak, bu" jawab bi nina.
Kedua orang tua citra pun langsung pergi meninggalkan rumah tersebut.
" Sebenarnya apa yang sedang terjadi ya?" batin bi nina.
" Kenapa orang tua non eca mencari keberadaan non eca disini? Memang nya non eca selama ini ada di Indonesia?!" ucap bi nina bicara sendiri.
" Ya tuhan, lindungilah non eca dimana pun non eca berada, amin" ucap bi nina berdo'a.
__ADS_1
Bi nina langsung berjalan masuk kedalam setelah mobil kedua orang tua citra sudah tidak terlihat.