
Kini mereka berdua sudah sampai di kamar citra.
" Aku boleh bertanya sesuatu tidak ca?" kata viona sambil duduk di tepi tempat tidur.
" Boleh! Memang nya kamu mau tanya tentang apa?!" jawab citra.
" Nama kamu kan citra tapi, kenapa waktu itu kamu saat memperkenalkan diri di kampus dengan nama eca, bukan dengan nama citra?!" ujar viona penasaran.
Citra hanya mengangguk-anggukkan kepalanya, lalu menjawab " Oh! Itu karena, agar aku tetap ingat dengan nama panggilan kesayangan yang di berikan oleh oma ku, vio".
" Sebenarnya tidak masalah juga jika ada yang memanggilku dengan nama citra, karena itu kan memang namaku yang asli" kata citra.
" Oh! Jadi, nama eca itu adalah nama panggilan kesayangan yang di berikan oleh oma kamu ca?!" ujar viona.
Citra hanya menganggukkan kepalanya.
" Berarti kita sama dong ca!" kata viona.
" Maksud kamu apa vio?" tanya citra bingung.
" Maksud aku kita berdua sama-sama memiliki sebuah nama panggilan kesayangan dari seseorang ca" jawab viona.
" Jadi, maksud kamu kamu juga memiliki nama panggilan kesayangan vio?!" ujar citra.
" Iya ca" jawab viona sambil menganggukkan kepala.
" Terus nama panggilan kesayangan kamu siapa? Kalau aku nama panggilan kesayangan nya eca, kalau kamu apa bio?" tanya citra penasaran.
" Kalau aku naama panggilan kesayangan nya banana ca" jawab viona.
" Banana?!" citra terkejut saat mendengar jawaban viona.
" Iya ca, banana!" jawab viona sambil menganggukkan kepala.
" Kenapa harus banana?" tanya citra penasaran.
" Aku tidak tahu, soalnya itu nama panggilan kesayangan yang di berikan oleh seseorang yang sangat spesial di hidup ku ca" jawab viona.
" Orang spesial di hidup kamu itu, pasti foto seseorang yang ada di handphone kamu tadi kan?!" ujar citra menebak nya.
" Kenapa kamu bisa mengetahui kalau, foto itu adalah foto orang spesial di hidup ku ca?" tanya viona
" Tentu saja aku mengetahui nya!" jawab citra sambil tersenyum.
Baru saja viona mau bicara, citra langsung berkata " Sudah! Kamu tidak perlu tahu aku mengetahui hal itu darimana, sekarang lebih baik kita mulai menyusun barang apa saja yang akan aku bawa, bagaimana?!"
sambil menaik-turunkan alis.
" Oh iya! Ini kan sudah hampir siang, dan kamu juga sebentar lagi mau berangkat!" ujar viona.
Citra hanya menganggukkan kepalanya.
" Viona, viona! Kamu tidak pernah berubah, masih saja pelupa!" ucap citra dalam hati sambil tersenyum.
__ADS_1
Melihat teman nya tersenyum sendiri, jiwa kepo viona meronta-ronta ingin segera mengetahui apa yang membuat teman nya tersenyum-senyum sendiri.
" Kamu sedang bahagia ya ca?" tanya viona kepo.
" Hem! Apa?!" tanya citra terkejut.
" Kamu sedang bahagia ya?" jawab viona mengulangi pertanyaannya tadi.
" Tidak juga sih vio, memang kenapa vio?" ucap citra penasaran.
" Tidak kenapa-kenapa sih, soal nya aku dari tadi melihat kamu senyum-senyum sendiri, maka nya aku pikir kamu sedang bahagia" jawab viona sambil membantu citra menyusun baju ke dalam koper.
" Terimakasih ya, sudah mau membantu aku menyiapkan apa saja yang mau aku bawa" ucap citra sambil menutup koper.
" Iya sama-sama ca" jawab viona sambil tersenyum.
" Aku mandi dulu ya" ucap citra.
" Jangan!!" kata viona melarang citra.
" Kenapa??" tanya citra bingung.
" Kan tangan kamu masih terluka, tidak boleh terkena air terlebih dahulu ca!" jawab viona.
" Masa begitu saja kamu tidak mengetahui nya ca! Kan kamu sudah menjadi dokter ca" imbuh viona.
" Iya aku mengetahui tentang itu bu dokter viona" ucap citra.
" Aku kira kamu tidak mengetahui nya!" kata viona.
" Kamu tetap tidak boleh mandi eca!" ucap viona tegas.
" Please!! Boleh ya, aku janji deh luka akan tetap kering" ucap citra memohon agar viona mengijinkan dia untuk mandi.
" Tidak!!" ucap viona tegas.
Citra memajukan bibirnya sebagai bentuk protesnya kepada viona.
" Seperti anak kecil kamu ca!" ucap viona sambil mencubit pipi citra.
" Kamu bersabar sebentar ya ca, kalau luka nya sudah sembuh kamu kan bisa mandi sepuasnya" ucap viona.
" Iya, baik bu dokter!" ucap citra sambil menahan tawa.
Melihat citra seperti sedang menahan tawa membuat viona kesal.
" Iih kamu di beritahu malah meledek aku!!" kesal viona.
" Iya, iya maaf deh! Aku kan hanya bercanda" ucap citra merasa bersalah.
" Iya aku sudah memaafkan kamu kok ca" ucap viona.
" Aaa.... Viona kamu baik banget, terimakasih banyak" ucap citra sambil memeluk viona.
__ADS_1
" Iya ca sama-sama" kata viona membalas pelukan citra.
" Yasudah, sekarang mending kamu ganti baju, karena sekarang sudah jam 10:30 wib" kata viona sambil melepaskan pelukannya.
" Ok! Tunggu sebentar ya, aku ganti baju dulu!" kata citra.
Citra berjalan menuju lemari untuk mengambil pakaian yang akan dia pakai, setelah memilih pakaian dia pergi ke kamar mandi untuk mengganti pakaian nya.
Beberapa saat kemudian, citra keluar dari kamar mandi sudah rapi.
" Kamu mau pakai sepatu atau hells?" tanya viona saat citra sudah ada di dekat nya.
" Aku mau memakai sepatu saja" jawab citra.
" Kamu tidak perlu repot-repot mau membantu aku memakai sepatu, aku masih bisa memakai sepatu sendiri" ucap citra saat melihat viona sedang celingukan mencari dimana citra menaruh sepatu.
" Kok kamu bisa tahu kalau aku berniat ingin membantu kamu untuk memakai sepatu ca?" tanya viona terkejut.
" Iya tentu saja aku tahu, kan tadi tatapan mata kamu seperti sedang mencari sesuatu" jawab citra sambil memperaktikan apa yang tadi di lakukan oleh viona.
" Hehe.. Ketara ya ca, kalau aku sedang mencari sesuatu?!" ucap viona.
Citra hanya tersenyum dan mengangguk.
" Ayo vio kita keluar!" ajak citra sambil menarik koper milik nya.
" Keluar? Bukan nya kamu belum memakai sepatu ca?!" ucap viona bingung.
" Iya memang aku mau memakai sepatu, tapi sepatu ku itu ada di rak sepatu depan " jawab citra.
" Oh!" ucap viona.
Mereka keluar dari kamar dan berjalan menuju orang tua mereka.
" Kamu sudah siap, berarti kita berangkat sekarang?!" kata papa.
" Iya pa" jawab citra sambil menganggukkan kepala.
" Kamu sudah memesan tiket pesawat nya?" tanya papa.
" Aku tadi sudah memesan tiket pesawat pa" jawab citra.
" Yasudah, ayo kita berangkat!" kata papa sambil berdiri.
" Papa mau mengantar aku ke bandara?" tanya citra penasaran.
" Iya ra, bahkan bukan hanya papa saja yang akan mengantar kamu ke bandara tapi, kita semua akan mengantarkan kamu ke bandara" jawab mama.
" Serius?! Citra tidak salah mendengar kan?!" tanya citra memastikan kalau dia tidak salah mendengar.
" Iya sayang, kita semua akan mengantarkan kamu ke bandara" jawab mama.
Citra langsung memeluk papa dan mama nya.
__ADS_1
" Terimakasih ya pa, ma" ucap citra.