Mendadak Menjadi Istri CEO

Mendadak Menjadi Istri CEO
Eps 59


__ADS_3

" Iya, oma tahu kalau dokter ridwan adalah dokter terhebat di rumah sakit ini tapi, kalau tuhan sudah berkehendak apa oma bisa untuk berkata tidak ca" ucap oma


Hal itu membuat citra ingin menangis tapi, dia berusaha untuk tetap terlihat tegar di hadapan sang oma.


" Iya, eca tahu oma" ucap citra


" Oma, eca keluar sebentar ya" ucap citra


" Yasudah, tapi jangan lama-lama ya ca!" ujar oma


" Iya oma" ucap citra


Setelah mendapatkan ijin dari sang oma, citra langsung pergi meninggalkan ruangan sang oma, saat oma tidak melihat dirinya citra butiran bening menetas dari mata nya sampai saat dia tidak melihat ada seseorang yang sedang memperhatikan dirinya.


Citra pun pergi ke kamar mandi untuk meluapkan kesedihan nya, saat dia sedang mencoba untuk menenangkan diri tiba-tiba handphone nya berdering, dia pun langsung mengangkat panggilan telepon dari sang mama.


* Mode telepon on *


" Halo, ada apa ma?" tanya citra dengan nada khas orang baru selesai menangis


" Ra, oma mencari-cari kamu, buruan kamu ke sini ya!" jawab mama


" Iya ma, citra ke sana sekarang!" ucap citra


Setelah mendengar jawaban dari sang mama yang mengatakan bahwa oma sedang mencari dirinya, dia pun langsung pergi ke ruangan sang oma.


Saat sampai di depan pintu ruangan sang oma citra langsung masuk karena khawatir terjadi sesuatu dengan oma nya.


" Oma kenapa ma?" tanya citra saat baru memasuki ruangan sang oma


Saat mendengar suara citra, oma langsung berkata " Sini sayang, dekat oma!"


Citra pun langsung mendekati sang oma.


" Ada apa oma?" tanya citra


" Oma sakit lagi?" tanya citra


" Oma baik-baik saja ca" jawab oma


" Eca tidak percaya kalau oma yang jawab, karena biasanya oma juga bilang begitu padahal oma sedang tidak baik-baik saja" ucap citra


" Kalau kamu tidak percaya, kamu tanya saja dengan dokter ridwan!" ujar oma


" Benar ra, oma kamu baik-baik saja" ucap dokter ridwan


" Kalau oma baik-baik saja, terus kenapa aku di suruh kesini?" tanya citra


" Jadi begini ra, tadi bang ridwan menawarkan oma untuk menjalani pengobatan ke luar negeri tapi, oma tidak mau ra" jawab dokter ridwan


" Oma kenapa tidak mau?" tanya citra pelan


" Oma takut nanti oma sudah pergi ke luar negeri tapi, oma tidak ada perubahan ca" jawab oma

__ADS_1


" Oma, dengarkan eca ya, mau oma setelah menjalani pengobatan di luar negeri itu berhasil atau tidak, yang penting kita sudah berusaha sisa nya kita serahkan kepada tuhan" ucap citra dengan nada lembut


" Kan oma waktu itu pernah bilang sama eca, kalau kita tidak boleh pesimis, karena kita tidak pernah tahu apa rencana yang sudah di disiapkan oleh tuhan untuk kita " sambung citra


" Jadi, oma mau ya pergi ke luar negeri untuk menjalani pengobatan di sana" ucap citra berusaha membujuk sang oma


" Yasudah, iya oma mau" ucap oma


" Alhamdulillah" ucap semua orang yang ada di ruangan itu


" Tapi..." kata oma


Hal itu membuat semua orang bertanya-tanya, apa yang membuat oma ragu kembali untuk pergi


" Tapi apa ma?" tanya mama


" Tapi mama pergi keluar negeri nya dengan eca!" jawab oma


" Kalau eca tidak ikut, mama tidak mau pergi!" ucap oma


" Ibu tenang saja citra pasti akan menemani ibu selama menjadi pengobatan di luar negeri" ucap papa


Citra yang mendengar ucapan sang papa yang mengatakan bahwa dia akan ikut keluar negeri pun merasa bingung.


" Maksud papa bilang seperti itu apa ya?" tanya citra dalam hati


" Terus bagaimana cara nya agar aku bisa menemani oma tapi, manusia kutub itu tidak curiga dengan aku?!" ujar citra dalam hati


" Ardi, apa benar eca akan selalu ada di samping ibu selama ibu menjalani pengobatan di luar negeri?" tanya oma kepada menantunya


" Iya kan ra, kamu akan menemani oma selama oma menjalani pengobatan di luar negeri?" tanya papa


Citra yang melihat kode dari sang papa langsung berkata " Iya pa"


" Oma tenang saja, selama oma menjalani pengobatan di luar negeri eca akan selalu ada di samping oma untuk menemani oma di sana" ucap citra


" Terimakasih ya ardi, kamu sudah mengijinkan eca untuk menjaga ibu selama ibu menjalani pengobatan di luar negeri" ucap oma


" Iya bu, sama-sama" jawab papa


Setelah oma setuju untuk menjalani pengobatan di luar negeri, papa dan mama segera mengurus prosedur yang di butuhkan untuk pengobatan oma di luar negeri.


Di ruangan tersebut hanya tersisa citra dan rama.


" Kalau aku pergi menemani oma selama masa pengobatan, terus kalau manusia kutub itu curiga bagaimana ya!" ucap citra dalam hati


" Apa aku bilang saja, kalau aku ada jadwal pemotretan di luar kota saja ya!" batin citra


" Tapi, nanti dia akan menyuruh anak buahnya untuk mengikuti aku lagi" pikir citra


Melihat citra sedang melamun membuat rama bertanya-tanya " apa yang sebenarnya sedang citra pikirkan?"


Oma yang melihat rama terus menatap wajah cucunya membuat oma merasa senang.

__ADS_1


" Seperti nya dia menyukai eca" batin oma


Ekhem...


Oma berdehem untuk memecah keheningan.


" Ca, eca!" panggil oma


Tapi, yang dipanggil tidak mendengar panggilan dari sang oma, rama yang melihat citra tidak menjawab panggilan dari sang oma, rama pun mendekati citra dan berbisik " Citra, kamu di panggil oma!"


" Hah! Apa kak?!" ucap citra terkejut


" Oma sejak tadi memanggil kamu ra!" kata rama


" Oh, ada apa oma?" tanya citra


" Kenapa kamu melamun saja ca" tanya oma


" Aku tidak melamun kok oma" jawab citra


" Daripada kamu diam saja, lebih baik kamu ajak rama ngobrol!" ucap oma


" Iya oma" ucap citra


" Kak rama terimakasih ya sudah mau nganterin aku ke rumah sakit" ucap citra


" Iya sama-sama ra" jawab rama


" Oma rama pamit pulang dulu ya" pamit rama


" Loh kok pulang, nanti saja pulang nya" ucap oma


" Oma, kan kak rama harus ke kampus lagi" ucap citra


" Tapi kan oma masih mau ngobrol sama nak rama ca" kata oma


" Iya kan ngobrol nya bisa lain kali lagi" ucap citra


" Oma pingin ngobrol nya sekarang ca!" ujar oma


Saat citra mau bicara rama langsung mencegah nya dengan memegang tangan nya.


" Yasudah, rama tidak jadi pulang oma" ucap rama


" Soalnya di kampus sudah tidak ada kelas" imbuh nya


" Tuh kan ca, nak rama saja bilang kalau di kampus sudah tidak ada kelas" ucap oma


Citra hanya menganggukkan kepalanya, karena dia tidak mau berdebat dengan sang oma.


Saat mereka sedang berbincang, tiba-tiba pintu terbuka dan masuk lah papa, mama bersama dokter ridwan dan dokter raka.


Saat berjalan menuju tempat tidur oma dokter raka melihat tangan rama masih memegang tangan citra.

__ADS_1


" Mereka ada hubungan apa ya?" tanya dokter raka dalam hati


" Apa mereka pacaran!" batin dokter raka


__ADS_2