
Mereka semua langsung bergeser menuju ruang keluarga, dan tak lupa pak ardi juga memanggil semua pegawai nya untuk ikut berkumpul di ruang keluarga untuk membahas acara ulangtahun bi sum.
" Apakah sudah berkumpul semua?" tanya pak ardi kepada salah satu pegawai nya.
" Sudah pak" jawab salah satu pegawai tersebut.
Karena pegawai di rumah nya sudah berkumpul semua, pak ardi pun langsung bertanya kepada putrinya.
" Citra sayang, kamu mau acara ulangtahun yang seperti apa untuk merayakan ulangtahun bi sum?" tanya papa.
" Aku ingin membuat pesta kejutan yang sederhana tetapi akan selalu terkenang pa" jawab citra.
" Pesta yang sederhana tetapi akan selalu terkenang itu, yang seperti apa ra?" tanya papa.
" Maksud nya, kita adakan pesta kejutan untuk ibu setelah itu kita makan bersama dan kita juga undang suami dan anak-anak nya ibu pa" jawab citra.
" Boleh tidak pa, ma! Jika aku ingin membuat perayaan ulangtahun seperti itu untuk ibu?" tanya citra.
" Tentu saja boleh dong sayang, menurut mama itu ide yang sangat bagus" jawab mama.
Meskipun sudah mendapat persetujuan dari sang mama, tetapi citra masih menunggu jawaban dari sang papa.
Pak ardi yang melihat sang putri masih menunggu jawaban dari dirinya pun langsung berkata " Iya, papa setuju dengan pendapat kamu ra".
Mendengar papa nya telah menyetujui pendapat nya, citra langsung bersorak kegirangan.
YEAAHH!!!
" Terimakasih papa" ucap citra dengan ekspresi bahagia.
" Yasudah sekarang kita akan memulai mempersiapkan pesta kejutan untuk bi sum!" ujar papa.
" Kita akan membagi tugas, untuk persiapan pesta kejutan itu!" kata papa.
" Berarti kita harus membeli berbagai perlengkapan untuk pesta kejutan itu!" ujar mama.
" Tidak perlu ma, vito sudah memesan keperluan untuk acara nanti malam ma, sebentar lagi barang nya akan sampai" kata vito.
" Sambil menunggu barang nya datang, kita lakukan persiapan yang lain nya dahulu, bagaimana?" kata papa.
" Oke!!" jawab devina.
" Yasudah, sekarang kita kerjakan sesuai dengan pembagian tugas yang tadi ya!" ujar papa.
Semua orang menganggukkan kepalanya lalu mereka membubarkan diri untuk melakukan tugasnya masing-masing.
Saat citra akan pergi, tiba-tiba dia teringat sesuatu. Citra pun langsung berjalan kearah papa nya dan berkata " Pa, bagaimana kalau tiba-tiba ibu pulang terus beliau melihat ini semua. Bisa gagal dong rencananya!?".
" Kamu tenang saja ra, papa sudah menyuruh ridwan untuk menahan bi sum di rumah nya" kata papa.
" Papa kapan menelepon bang ridwan?" tanya citra penasaran.
" Papa tidak menelepon ridwan, papa hanya chat ridwan, ra" jawab papa.
Citra hanya angguk-anggukan kepala nya mengerti.
__ADS_1
" Yasudah, sekarang citra sudah lega pa. Terimakasih pa" ucap citra sambil tersenyum.
" Iya ra" jawab papa.
" Yasudah, aku pergi dahulu pa" ucap citra.
Pak ardi menjawab dengan anggukan kepala.
Citra langsung pergi meninggalkan sang papa, dia berniat untuk menghubungi anak nya bi sum agar dia dan papa nya bisa datang ke rumah untuk merayakan ulangtahun bi sum nya.
" Kira-kira mereka mau datang kesini tidak ya?!" ucap citra.
" Dari pada penasaran mending aku langsung menghubungi anak nya ibu saja dan tanya apakah dia mau datang ke rumah atau tidak?!" kata citra berbicara sendiri.
Citra langsung mengambil handphone nya lalu menghubungi anak nya bi sum.
...* Mode telepon on *...
" Halo! Assalamualaikum ra" ucap seseorang di seberang telepon.
" Walaikumsalam mbak" jawab citra.
" Mbak lala apa kabar?" tanya citra.
" Kabar aku baik ra, kamu sendiri bagaimana kabar nya ra?" jawab lala.
" Kabar ku Alhamdulillah baik mbak" kata citra.
" Ada apa nih, tumben kamu menelepon mbak ra?" tanya lala.
" Nanti malam? Seperti nya tidak sibuk ra" jawab lala
" Memang ada apa ra?" tanya lala.
" Rencana nya nanti malam ada acara di rumah, mbak dan bapak mau tidak datang ke rumah" jawab citra.
" Acara apa ra?" tanya lala.
" Rencana nya nanti malam aku mau memberikan kejutan ulangtahun untuk ibu nya mbak" jawab citra.
" Mbak lala dan bapak kira-kira mau datang ke rumah papa tidak ya mbak?" tanya citra.
Sudah menunggu lama, tetapi citra tidak mendapat jawaban dari lala, hal itu membuat citra merasa bersalah kepada lala.
" Mbak lala pasti marah ya dengan ku, karena ku sebelum nya tidak meminta ijin kepada mbak lala tentang rencana ku ini" ucap citra merasa bersalah.
" Aku tidak marah kok ra" jawab lala.
" Kalau mbak lala tidak marah, kenapa tadi aku bertanya mbak lala diam saja tidak menjawab apapun!?" kata citra.
" Itu karena aku tidak terharu ra" jawab lala.
" Terharu? Terharu kenapa mbak?" tanya citra penasaran.
" Mbak terharu saat kamu berkata kalau kamu mau merayakan ulangtahun ibu ra" jawab lala.
__ADS_1
" Syukurlah kalau mbak lala tidak marah, jadi mbak lala mau tidak datang ke rumah?!" ucap citra.
" Iya ra, aku mau" jawab lala.
" Alhamdulillah, terimakasih banyak ya mbak" ucap citra.
" Seharusnya aku yang berterimakasih kepada kamu ra karena kamu sudah mau repot-repot merayakan ulangtahun ibu " ucap lala.
" Mbak lala tidak perlu berkata seperti itu karena aku sudah menganggap ibu nya mbak lala seperti ibu aku sendiri" ucap citra.
" Jadi, mbak lala dan bapak mau datang tidak?" tanya citra.
" Ya tentu saja aku mau sekali ra" jawab lala.
" Yasudah, kalau begitu nanti aku jemput ya mbak" kata citra.
" Oke ra, aku akan mengatakan bapak untuk bersiap supaya nanti saat kamu datang kita langsung berangkat" kata lala.
" Oke mbak! Kalau begitu aku tutup telepon nya dahulu ya mbak, assalamualaikum" ucap citra.
" Iya ra, walaikumsalam" jawab lala.
Setelah mendengar jawaban dari lala, citra langsung mengakhiri sambungan telepon.
...* Mode telepon off *...
" Bagaimana ra?" tanya vito tepat di belakang citra.
" Astaghfirullahalazim mas vito" citra terkejut
Melihat sang istri terkejut karena ulah nya, vito langsung memeluk citra dari belakang.
" Maaf ra, aku sudah membuat kamu terkejut" ucap vito.
" Iya tidak apa-apa kok mas" jawab citra sambil tersenyum.
" Hasilnya bagaimana ra, apakah keluarga bi sum mau datang kesini?" tanya vito.
" Alhamdulillah, mereka mau datang kesini mas" jawab citra.
" Alhamdulillah" ucap vito.
" Mereka datang ke sini nya mau naik motor atau mobil sayang?" tanya vito.
" Aku nanti yang akan menjemput mereka mas "jawab citra.
Mendengar jawaban citra, vito langsung berkata " Tidak boleh!!".
Citra terkejut mendengar larangan dari sang suami.
" Kenapa tidak boleh mas?" tanya citra penasaran.
" Kamu tidak boleh pergi sendirian, aku yang akan mengantarkan kamu untuk menjemput keluarga nya bi sum" jawab vito menjelaskan.
" Oh! Jadi, maksud mas vito, mas vito mau kita berangkat bersama untuk menjemput anak dan suami nya" kata citra.
__ADS_1
" Iya ra" jawab vito sambil mempererat pelukannya.