Mendadak Menjadi Istri CEO

Mendadak Menjadi Istri CEO
Eps 130


__ADS_3

Disaat kedua sahabat itu sedang mengobrol, tiba-tiba dari belakang ada yang memanggil.


" Eca!" panggil seseorang.


Hal itu membuat citra dan amel terkejut dengan langsung menoleh ke belakang untuk melihat siapa yang memanggil.


" Hei sam! Ada apa?" tanya citra saat melihat siapa yang memanggil nya tadi.


" Aku kira kamu pergi kemana!?" ujar samuel sambil berjalan menuju citra dan amel.


" Dia siapa ra?" kepo amel.


Bukan nya menjawab pertanyaan dari amel, citra malah kembali bertanya kepada samuel " Kamu sudah selesai memilih baju untuk kamu pakai ke acara pernikahan kakak ku?"


" Sudah kok ca" jawab samuel sambil menunjukkan baju yang dia pilih.


" Kamu sendiri sudah selesai ca?" tanya samuel.


" Aku sudah ketemu sama baju yang aku cari tapi, belum aku coba" jawab citra.


" Kok aku di cuekin sih!" protes amel.


" Sorry mel, tidak sengaja kamu tanya apa tadi?" ucap citra merasa bersalah kepada sahabat nya.


" Lupakan saja!" ketus amel.


Citra hanya geleng-geleng kepala melihat sahabatnya yang sedang kesal.


" Aduh mel! Jangan marah dong! aku kan sudah meminta maaf" bujuk citra.


Amel memalingkan wajahnya, sebagai bentuk protes nya karena dia di abaikan.


Citra mempunyai cara agar amel tidak lagi marah.


Huft....


Citra menghela napas panjang sebelum berkata " Yasudah deh, kita pergi saja yuk sam!".


" Pergi kemana ca?" tanya samuel.


" Oh! Aku tahu, kita sekarang akan pergi ke acara pernikahan kakak kamu ya?" lanjut samuel.


Amel masih saja tidak mau melihat citra.


" Tidak sam, kita kembali ke Landon " jawab citra.


" Loh! Kok ke Landon lagi ca! Bukan nya kita baru sampai ca!" kata samuel terkejut mendengar jawaban citra.


" Bukan nya kita pulang karena kamu mau menyaksikan kakak kamu menikah kan ca!?" ujar samuel.


" Iya memang benar sam tapi, percuma aku pulang kalau kepulangan ku hanya membuat orang kesal dengan aku" jawab citra sambil berjalan pergi.


" Maaf ya mba, aku tidak jadi membeli baju itu" ucap citra saat berpapasan dengan pegawai butik.


" Kenapa ya kak? Kok tidak jadi membeli baju itu?" tanya pegawai butik.


" Soalnya saya tidak jadi pergi mba, saya mau pulang ke Landon lagi" jawab citra.


" Saya minta maaf ya mba, karena sudah mengganggu waktu nya" ucap citra.


" Iya kak" ucap pegawai butik.


Samuel yang melihat citra pergi, pun langsung berjalan menyusul citra.

__ADS_1


" Ca, kenapa kita pergi?" bisik samuel sambil berjalan.


" Kamu tenang saja, aku cuman mau mengetes sahabat ku saja kok" bisik citra.


" Maksud kamu apa ca?" tanya samuel lirih.


" Kamu tadi melihat sahabat ku marah kan?!" ujar citra.


" Iya ca" jawab samuel lirih.


" Aku cuman mau mengetes saja apakah dia benar-benar marah sama aku atau tidak" ucap citra lirih.


" Kita hitung 1 sampai 3, sampai hitungan ketiga dia memanggil aku dan lari kesini berarti dia hanya pura-pura marah sama aku tapi, kalau sampai hitungan ketiga dia diam saja dan tidak lari kesini berarti dia benar-benar marah sama aku" lanjut citra.


" Kita hitung 1,2...."


Benar tebakan citra, baru saja citra dan samuel menghitung sampai 2, dari arah belakang terdengar suara langkah kaki seseorang berlari kearah mereka dan langsung memeluk citra dari belakang.


" Ra, Maaf! Aku tidak benar-benar marah sama kamu kok!" ucap amel sambil memeluk citra


" Aku hanya bercanda kok ra" lanjut amel.


Citra hanya diam saja, sambil diam-diam tersenyum dengan tingkah amel.


" Lepaskan! Aku mau pergi!" kata citra sambil mencoba untuk melepaskan pelukan dari amel.


" Tidak akan aku lepaskan, sebelum kamu memaafkan aku!" kata amel sambil terus memeluk citra.


" Kasihan amel, aku jadi tidak tega melihat nya" batin citra.


" Tapi, aku harus tetap berpura-pura marah, sudah lama juga aku tidak menjahili amel!" ucap citra dalam hati


Dengan terpaksa citra terus berpura-pura kesal dan marah kepada amel.


" Ra, please! Aku minta maaf" ucap amel.


" Jangan marah dong! Aku hanya bercanda saja ra" imbuh nya.


" Amel!" panggil citra.


" Aku tidak akan pernah melepaskan pelukanku, sebelum kamu memaafkan aku ra" ucap amel sambil mempererat pelukannya.


" Amel! Kalau kamu tidak melepaskan pelukannya, yang ada aku bisa kehabisan napas!" ujar citra.


Mendengar hal itu amel langsung melepaskan pelukannya dan berkata " Maaf ra, aku tidak bermaksud seperti itu".


" Hem" jawab citra.


" Ra! Maaf!" ucap amel memohon.


" Duh! kasihan juga ya dia!" batin citra.


**Huft**!....


Citra menarik napas panjang sebelum berkata " Iya aku memaafkan kamu".


" Serius ra, sudah memaafkan aku?" tanya amel memastikan kalau dia tidak salah mendengar.


" Iya, aku sudah memaafkan kamu" jawab citra sambil mencubit pipi amel.


" Yeah!! Terimakasih banyak ra, kamu sudah memaafkan aku" sorak amel kegirangan.


Citra hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan sahabat nya.

__ADS_1


" Ternyata tebakan eca benar, kalau sahabat nya akan datang memeluk eca sebelum hitungan ketiga" ucap samuel dalam hati.


" Persahabatan mereka mungkin sudah lama, sehingga mereka bisa mengerti satu sama lain" batin samuel.


" Mbak, tolong ambilkan baju yang tadi ya!" perintah amel kepada pegawai butik.


" Baik bu" ucap pegawai butik tersebut.


" Mel, ini butik milik kamu?" tanya citra penasaran.


" Bukan, ini butik nya mama ku ra" jawab amel.


" Cie jadi, kamu meneruskan usaha keluarga nih mel" ucap citra.


" Tidak lah ra, aku itu di sini dipaksa sama mama ra" kata amel.


" Oh!" ucap citra.


" Ra! Yang benar saja masa kamu cuman bilang " oh!" doang ra!" kata amel dengan nada kesal.


" Lah terus aku harus bilang apa mel?" tanya citra bingung.


" setidaknya kamu tanya, kenapa aku dipaksa mama untuk mengelola butik nya, atau tanya apa!!" jawab amel sambil memajukan bibirnya.


" Yasudah, kenapa kamu bisa dipaksa oleh mama kamu untuk mengelola butik ini mel?!" ujar citra mengulangi ucapan amel.


" Huh! Itu karena agar aku mendapat restu dari papa dan mama ra" jawab amel.


" Mendapatkan restu? Memang kamu mau menikah dengan siapa mel" tanya citra penasaran.


Baru saja amel akan menjawab pertanyaan citra, pegawai butik nya datang dengan membawa baju yang dipilih oleh citra.


" Maaf bu, ini baju nya" ujar pegawai butik sambil memberikan baju tersebut kepada amel


" Iya, terimakasih" ucap amel sambil menerima baju yang di berikan oleh pegawai nya.


" Kamu coba dulu ra, pas atau tidak!" ujar amel sambil memberikan baju yang dia pegang.


" Oke! Ruang ganti nya ada dimana?" tanya citra sambil menerima baju tersebut.


" Mari saya antar kak" ujar pegawai butik.


" Iya mbak" ucap citra sambil tersenyum.


" Sam, aku ganti baju terlebih dahulu" ucap citra.


" Iya ca" kata samuel.


Citra dan pegawai butik pun langsung pergi menuju ruang ganti untuk mencoba pakaian yang dia pilih.


" Kak" panggil pegawai butik sambil berjalan menuju ruang ganti.


" Iya ada apa?" tanya citra.


" Kakak dan anak pemilik butik ini sudah kenal lama ya?" tanya pegawai butik.


" Kami kenal sudah lumayan lama" jawab citra.


" Memang kenapa?" tanya citra penasaran.


" Tidak apa-apa kakak, hanya saja tadi saya mendengar percakapan kakak dan teman kakak saat bu bos marah" jawab pegawai butik.


" Jadi, kamu juga mendengar percakapan aku dan teman ku tadi?" tanya citra.

__ADS_1


" Iya kakak" jawab pegawai butik sambil menganggukkan kepalanya


__ADS_2