
Setelah terlepas dari viona, vito langsung berjalan mendekati citra dan memeluk nya dengan hangat.
" Aku baik-baik saja, kamu jangan sedih lagi ya" ucap vito sambil memeluk citra.
Mendengar ucapan suaminya, citra menganggukkan kepalanya.
" Sudah kali pelukannya, malu di lihat oleh tetangga!!" kata devina.
Mendengar perkataan kakak nya, citra langsung mendorong vito dan langsung berlari kearah mama nya lalu memeluk nya.
Vito yang mendapat dorongan dari citra pun hanya bisa pasrah dan melepaskan pelukannya.
" Imut nya istri ku kalau sedang malu" ucap vito dalam hati saya tersenyum.
Bu veronica yang mendapat pelukan mendadak dari citra pun hampir terjatuh karena tidak siap.
" Loh! Kenapa jadi memeluk mama sayang?!" ujar mama.
" Memang citra tidak boleh memeluk mama?" tanya citra dengan ekspresi sedih.
" Ya tentu saja boleh dong sayang, masa anak mama mau memeluk mama tidak boleh" jawab mama sambil membalas pelukan citra.
" Yasudah! Kita masuk kedalam yuk!" kata papa.
" Kita masuk kedalam dahulu yuk!" kata mama pelan.
" Iya ma" jawab citra.
Citra melepaskan pelukannya.
Mereka semua langsung masuk kedalam rumah.
" Silahkan duduk!" kata papa mempersilahkan kami semua untuk duduk.
Mereka semua langsung duduk.
" Citra sayang, bagaimana acara honeymoon kalian kemarin. Seru tidak?" tanya mama elisa.
Belum juga citra menjawab pertanyaan beliau, bu elisa kembali melontarkan pertanyaan kepada citra " Kalian kemarin pergi jalan-jalan kemana saja?".
Vito yang melihat mama nya akan bertanya kembali kepada citra, vito pun langsung berkata " Kalau mama terus bertanya kepada citra, kapan citra akan menjawab nya ma!?".
" Oh iya! Maafkan mama ya sayang" ucap mama elisa.
" Iya tidak apa ma" jawab citra sambil tersenyum.
" Jadi, kemarin waktu kalian berdua honeymoon kalian berdua pergi jalan-jalan kemana saja?" tanya mama elisa.
" Kita selama disana pergi ke berbagai tempat wisata ma, kita juga beberapa kali pergi ke menara eiffel ma" jawab citra.
" Oh iya ra, disana makanan nya enak-enak tidak ra?" tanya viona.
" Kalau menurut aku sih enak sih, tetapi ada beberapa menu makanan yang menurut aku kurang enak. Mungkin karena aku kurang suka dengan menu makanan itu saja sih" jawab citra.
" Oh, iya-iya! Terus kalian berdua selama di sana juga melakukan hal itu tidak?" kepo viona sambil menaik-turunkan alis.
" Iya tentu lah! Apalagi disana kan terkenal dengan kota yang paling romantis, masa kita tidak melakukan apapun disana ya rugi dong!" jawab vito.
__ADS_1
" Benaran ra?" tanya mama veronica dan mama elisa bersama.
" Iya ma" jawab citra tersipu malu.
Saat mereka sedang asik mengobrol, datang bi sum dari dapur.
" Pak, bu makanan sudah siap" ucap bi sum.
" Iya bi, terimakasih ya bi" ucap mama.
" Sama-sama bu" jawab bi sum sambil menganggukkan kepala.
" Apa kabar bu?" sapa citra sambil tersenyum.
" Alhamdulillah kabar bibi baik non" jawab bi sum.
Mendengar jawaban bi sum yang memanggil nya dengan sebutan nona, membuat citra kesal.
Lalu dia pun berdiri dan pergi, saat melewati bi sum citra memalingkan wajahnya karena kesal.
Kedua orang tua citra yang melihat kelakuan anaknya pun hanya tersenyum sambil geleng-geleng kepala.
Beda hal nya dengan yang lain nya yang merasa bingung saat citra tiba-tiba pergi setelah mendengar jawaban dari bi sum.
" Citra kenapa ma?" tanya devina bingung.
" Citra tidak kenapa-kenapa" jawab mama.
" Kalau citra baik-baik saja, kenapa dia langsung pergi dengan ekspresi kesal saat mendengar jawaban dari bibi?!" ujar devina penasaran.
" Citra seperti itu mungkin hanya sedang lelah saja vina" jawab mama.
" Lebih baik aku tanyakan langsung kepada bibi saja, sebenarnya apa yang membuat citra kesal!?" ujar devina.
" Citra kenapa tadi terlihat sangat kesal setelah mendengar jawaban dari bibi?" tanya devina.
Sebelum menjawab pertanyaan dari devina, bi sum melihat kearah bu veronica.
" Bagaimana bu, apakah saya harus menjawab pertanyaan non devina secara jujur atau tidak?" tanya bi sum menggunakan tatapan mata.
" Jawab jujur saja bi" jawab bu veronica menggunakan kode.
Setelah mendapat persetujuan dari bu veronica bi sum pun langsung menganggukkan kepala.
" Non citra kesal dengan bibi, karena tadi bibi memanggil nya dengan sebutan non citra, non" jawab bi sum.
Semua orang terkejut mendengar jawaban dari bi sum.
" Yang benar bi, bibi tidak berbohong??!" tanya devina tidak percaya dengan apa yang dia dengar.
" Bibi tidak berbohong non" jawab bi sum.
" Kenapa bisa begitu bi?" tanya viona penasaran.
" Itu karena citra sejak kecil bersama bi sum jadi, dia sudah menganggap bi sum sebagai ibu nya juga" jawab mama menjelaskan.
" Maka nya citra selalu kesal saat mendengar bi sum memanggil nya dengan sebutan non citra, karena menurut citra bi sum cukup memanggil namanya saja tidak perlu memakai embel-embel nona" lanjut mama.
__ADS_1
" Oh! Jadi, begitu!!" kata devina dan yang lain sambil mengangguk-anggukkan kepala mengerti.
" Yasudah bi, bibi istirahat saja. Nanti biar saya yang membujuk citra!" kata vito.
" Baik tuan" jawab bi sum.
" Kalau begitu, bibi pamit kembali ke dapur dahulu pak, bu" ucap bi sum.
" Iya bi" jawab mama sambil menganggukkan kepala.
Setelah itu bi sum kembali ke dapur.
" Vito pamit pergi ke kamar dahulu ya pa, ma" ucap vito sambil berdiri.
" Iya, kamu coba bujuk citra. siapa tahu dia akan luluh!" kata mama elisa.
Vito langsung pergi ke kamar.
Tok! Tok! Tok!
" Assalamualaikum " ucap vito sambil membuka pintu.
KREEK!!!
Vito melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar, dia melihat citra sedang duduk di kursi masih dengan ekspresi wajah kesal.
Dengan langkah pelan vito berjalan mendekati citra.
" Kamu kenapa ra?" tanya vito sambil berjongkok di depan citra.
Citra hanya menggelengkan kepalanya.
" Aku tebak pasti kamu sedang kesal karena jawaban dari bi sum tadi ya?!" kata vito.
" Kok mas vito bisa tahu ya?" ucap citra dalam hati.
" Mas vito kira-kira tahu darimana??" pikir citra.
" Benar kan tebakan ku!" kata vito sambil menaik-turunkan alis nya.
" Mas vito tahu darimana?!" tanya citra dengan tatapan menyelidik.
" Kepo ya??!" kata vito menggoda citra.
Mendengar itu membuat citra merasa kesal.
" Nanti malam mas vito tidur di luar!!" kata citra sambil berdiri.
Setelah mengatakan itu citra langsung pergi ke tempat tidur dan langsung merebahkan tubuhnya dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.
Vito yang mendengar perkataan citra pun langsung terkejut dan langsung menyusul citra.
" Ra, jangan marah dong! Tadi mas vito hanya bercanda" bujuk vito sambil duduk di samping citra.
" Mas vito kenapa disini! Sana tidur di luar!!" ketus citra.
" Masa aku tidur di luar sih ra, memang kamu tidak kasihan dengan aku?!" ucap vito dengan ekspresi memelas.
__ADS_1
" Tidak!!" jawab citra ketus.