
Setelah vito memanggil riko, tidak lama kemudian riko pun masuk, sambil menyeret seseorang.
" Kenapa riko bisa membawa dia kesini?!" angel terkejut saat melihat seseorang yang di bawa masuk oleh riko.
" Ini bos, orang yang bos minta!" ucap riko
" Dan ini hasil dari tes DNA anak yang ada di kandungan nona angel bos!" lanjut riko sambil memberikan sebuah map kepada vito.
" Hasil tes DNA!!" angel terkejut dengan apa yang di katakan oleh riko tadi.
" Iya benar, bos vito meminta saya untuk melakukan tes DNA anak yang ada di kandungan nona angel untuk mengetahui siapa ayah biologis dari anak yang sedang nona angel kandung" kata riko menjelaskan.
" Sial! Kenapa aku bisa kalau vito itu seorang bos yang bisa mendapatkan apa yang dia inginkan" umpat angel dalam hati.
Vito pun langsung mengambil map yang dan langsung membuka nya, karena dia penasaran dengan hasil tes DNA tersebut.
Vito membaca surat hasil tes DNA tersebut dengan teliti agar dia tidak salah, setelah membaca surat tersebut sampai selesai vito pun langsung tersenyum.
" Alhamdulillah, tersebut anak yang sedang dia kandung bukan lah anak ku" ucap syukur vito dalam hati.
" Vito tersenyum, itu berarti anak ini benar anak nya" batin angel.
Angel yang melihat vito tersenyum setelah membaca isi surat tersebut pun langsung berkata " Kamu tersenyum setelah membaca isi surat tersebut berarti yang aku katakan benar kan, anak ini memang buah cinta kita berdua vito".
Vito yang tadi nya ingin memasukkan kembali surat tersebut pun mengurungkan niatnya karena mendengar perkataan angel.
" Kamu mengira aku tersenyum karena hasil tes DNA ini mengatakan kalau anak yang sedang kamu kandung itu adalah anak ku? Kamu salah besar, aku tersenyum karena ternyata anak yang sedang kamu kandung itu bukan lah anak dari aku!" ucap vito sambil berjalan.
Vito kembali menghentikan langkahnya dan berkata " Mulai hari ini kita putus! Kalau kamu masih berani mengganggu istri dan keluarga ku, aku tidak akan segan-segan untuk membuat perhitungan dengan kamu dan keluarga kamu!".
" Camkan itu!!" kata vito dengan nada dingin sambil menoleh ke belakang.
Setelah selesai urusan nya dengan angel, vito beralih ke riko dan berkata " Riko! Kamu urus mereka semua!"
" Baik bos!!" jawab riko.
" Tapi, jangan membuat kotor rumah ini!!" kata vito tegas.
"Baik bos!!" ucap riko.
Setelah menyuruh riko untuk menyelesaikan tugas nya, vito pun langsung pergi meninggalkan mereka dan pergi menyusul orang yang membawa istri ke rumah sakit.
Disisi lain.
Kedua orang tua citra yang terlebih dahulu mengikuti kemana axel pergi, papa ardi pun terkejut saat beliau melihat seorang wanita yang sedang membantu axel untuk membukakan pintu mobil nya.
" Devina!!" batin papa ardi.
Untuk memastikan kalau beliau tidak salah, beliau pun berinisiatif untuk naik mobil yang sama dengan mereka.
" Tunggu!!" kata papa ardi sambil berlari menuju mobil yang akan membawa citra ke rumah sakit.
Melihat suami nya berlari menuju mobil yang akan membawa citra, mama veronica pun ikut berlari mengejar suami nya sambil berteriak.
" Papa! Tunggu mama!" teriak mama veronica sambil berlari mengejar suami nya.
Axel yang mendengar teriakkan papa ardi pun tidak langsung melajukan mobil nya, dia memutuskan untuk menunggu kedua orang tua dari kekasih nya.
" Huh! Akhirnya, saya kira kamu akan langsung pergi tanpa mempedulikan teriakan saya!" kata papa ardi saat sampai di dekat mobil tersebut.
" Tentu saja tidak lah om" jawab axel.
__ADS_1
" Silahkan masuk om" ucap axel mempersilahkan papa ardi untuk masuk kedalam mobil.
" Devina!!" papa terkejut saat melihat anak sulung nya ada di dalam mobil tersebut.
" Halo pa!" sapa devina sambil tersenyum canggung.
Saat papa akan kembali bertanya, tiba-tiba terdengar suara istri nya dari luar mobil.
" Papa! Mama kok di tinggal sih!" protes mama veronica.
" Kamu axel kan?!" tanya mama saat melihat seseorang yang tadi membawa citra.
" Iya tante, saya axel" jawab axel
" Silahkan masuk mobil tante" ucap axel mempersilahkan mama veronica untuk masuk.
Mama veronica pun langsung berjalan ke pintu belakang dan langsung membuka pintu mobil nya, saat beliau masuk mobil, beliau terkejut saat melihat anak sulung nya ada didalam mobil juga.
" Devina!!" kata mama
" Kenapa kamu juga ada disini?" tanya mama terkejut.
" Cerita nya panjang ma, nanti ya ma cerita nya. Sekarang kita bawa citra ke rumah sakit terlebih dahulu" jawab devina sambil memangku citra.
" Oke! Tapi nanti kalian berdua harus menceritakan semua nya sedetail mungkin. Kalian mengerti!" kata papa
" Baik pa, kami mengerti" jawab devina sambil menundukkan kepalanya.
" Yasudah, jalan! Kenapa kamu diam saja!!" bentak papa
" Iya om, axel langsung jalan" ucap axel takut.
Saat di perjalanan menuju rumah sakit citra tersadar dari pingsan nya.
" Pa! Ma" panggil citra.
Papa dan mama nya yang mendengar suara citra pun langsung menoleh ke arah citra dan berkata " Iya sayang, kamu bersabar ya, sebentar lagi kita sampai di rumah sakit"
" Kecepatan mobilnya di tambah lagi, biar cepat sampai di rumah sakit! " ucap papa menyuruh axel menambah kecepatan mobilnya.
" Ba... Ba.. Baik om" jawab axel terbata-bata.
Axel pun menambah sedikit kecepatan mobilnya agar mereka cepat sampai di rumah sakit.
" Ma!" panggil citra pelan.
" Iya sayang, ada apa?" tanya mama sambil menahan tangisnya.
" Haus ma" jawab citra lirih.
Belum sempat sang mama menanyakan kepada devina, devina langsung berkata " Ini ma air minum nya" sambil memberikan sebotol air mineral.
Sang mama langsung mengambil air pemberian devina dan langsung membantu citra untuk minum.
" Terimakasih ma" ucap citra pelan.
Sang mama hanya menganggukkan kepala sambil tersenyum.
Setelah minum, citra mencari sesuatu yang bisa dia gunakan untuk mengikat lengan nya agar darah pada luka nya bisa berhenti.
Sang mama yang menyadari anak nya sedang mencari sesuatu pun langsung bertanya kepada anaknya " Kamu sedang mencari apa sayang?"
__ADS_1
" Citra mau mengambil sesuatu di saku baju ma" jawab citra.
" Mengambil sesuatu? Untuk apa ra?" tanya mama penasaran.
" Untuk membalut luka citra ma" jawab citra
" Mama bantu ambilkan ya ra" ucap mama
Citra hanya menganggukkan kepala.
Sang mama pun langsung mengambil sesuatu yang ada di saku celana citra.
" Di saku celana kamu cuman ada dasi sayang" kata mama sambil memperlihatkan dasi yang beliau ambil dari saku celana citra.
" Iya memang dasi ma, soalnya tadi citra cuman asal ambil saja ma" jawab citra.
" Mama bantu membalut luka kamu ya ra!?" ucap mama
Lagi-lagi citra hanya menganggukkan kepala nya saja.
Disaat sang mama sedang membalut luka nya, citra memanggil papa dan mama nya.
" Pa! Ma!"
" Iya ra, ada apa?" tanya papa dan mama bersama.
" Papa dan mama mau kan memaafkan kesalahannya kak devina?!" kata citra sambil menahan rasa sakit di lengan nya.
" Sebaiknya, kamu istirahat dulu ra dan jangan banyak bicara dulu agar kondisi kamu membaik" ujar papa sambil menoleh ke belakang.
" Pa! Papa jangan marah lagi ya sama kak devina!?" ujar citra
" Marah karena kakak kamu sudah kabur ra?" tanya mama penasaran.
Citra hanya menganggukkan kepalanya
" Tapi, papa jangan marah dulu! Kak axel bilang dia bertanggung jawab atas perbuatannya kok pa, ma" ujar citra.
" Bertanggung jawab??"papa terkejut dengan ucapan citra.
" Iya pa" jawab citra sambil menganggukkan kepala.
" Apa benar yang dikatakan oleh citra, kalau kamu mau bertanggungjawab atas apa yang telah kamu lakukan?" tanya papa dengan tatapan menyelidik.
" Iya om benar, saya akan menikahi devina setelah devina resmi bercerai dengan suaminya om" jawab axel tanpa ragu.
Mendengar jawaban axel papa hanya bisa berkata " Kalau kamu memang berniat bertanggungjawab atas perbuatan yang telah kamu lakukan setelah devina resmi bercerai, om akan merestui kalian berdua".
Mendengar hal itu membuat axel sangat gembira sehingga, dia langsung memegang tangan papa ardi sambil mengucapkan terimakasih " Terimakasih banyak om, saya janji saya akan menjaga dan menyayangi devina om"
" Iya! Saya pegang kata-kata kamu!" kata papa sambil menganggukkan kepala.
Disaat axel sedang berbicara dengan papa ardi, tiba-tiba dari arah berlawanan ada mobil yang melaju kencang.
Citra yang melihat ada mobil yang melaju dengan kencang mengarah ke arah nya, dia pun langsung berteriak.
" AWAS!! DI DEPAN ADA MOBIL!!!" ..
Mereka yang mendengar teriakkan citra langsung ikut berteriak.
Aaaaaa!!!!
__ADS_1