Mendadak Menjadi Istri CEO

Mendadak Menjadi Istri CEO
Eps 146


__ADS_3

" Kalau dia tanya seperti itu terus aku harus menjawab apa?! Masa iya aku jawab aku mendapat liontin itu dari seseorang, yang ada nanti dia akan terus bertanya sampai dia mendapatkan jawaban yang memuaskan untuk nya" batin citra.


" Daripada hal itu terjadi lebih baik aku mencari kesempatan yang pas untuk memastikan kalau liontin itu masih ada di ring basket itu atau tidak" pikir citra.


Kruk, kruk.


Perut citra sedang berdemo meminta untuk diisi, farel yang mendengar suara perut citra berbunyi pun langsung menatap ke arah citra.


" Hehe, lapar rel!" ucap citra.


" Tapi ini kan belum waktunya makan siang ca!" ujar farel sambil melihat jam tangannya.


" Memang kenapa kalau belum waktunya jam makan siang rel?" tanya citra sambil memegang perutnya yang terus berbunyi meminta untuk segera diisi.


" Aku sudah sangat lapar, kita makan sekarang saja ya" ucap citra dengan ekspresi wajah memohon.


melihat sahabatnya yang sedang kelaparan membuat farel menjadi tidak tega, lalu dia pun berkata " Yasudah! Ayo kita makan!"


Mendengar itu membuat citra bersorak kegirangan " Yeah!! Makan-makan, ayo kita makan!".


Farel tersenyum melihat tingkah sahabatnya, mereka berdua langsung pergi ke rumah pohon untuk makan.


Citra makan dengan lahap, hal itu membuat farel terus menatap citra tanpa berkedip.


Citra yang merasa farel sedang menatap dirinya pun langsung mendongakkan kepalanya sambil bertanya " Kamu tidak makan rel?".


" Rel, farel! Halo!!" ucap citra memanggil farel sambil melambaikan tangannya di depan wajah farel.


" Hah! Apa?!" farel terkejut.


" Kamu kenapa menatap aku terus?" tanya citra penasaran.


" Tidak ada apa-apa ca" jawab farel sambil tersenyum.


" Aku hanya senang, karena bisa melihat kamu makan dengan sangat lahap ca" ucap farel.


" Iya nih aku soalnya lapar banget" kata citra.


" Bukan nya tadi kamu sudah sarapan ca?!" ujar farel.


" Iya aku tadi memang sudah sarapan, tapi sekarang aku sudah lapar lagi karena semalam aku lupa tidak makan" jawab citra.


" Kenapa kamu bisa lupa tidak makan ca?" tanya farel sambil memiringkan kepalanya.


" Bukan nya lupa sih, lebih tepatnya tadi malam nafsu makan ku hilang, gara-gara tadi malam ada yang melakukan malam pertama di ruang tengah" jawab citra kesal.


" Hah! Di ruang tengah?! Kok bisa ca?" farel terkejut mendengar ucapan citra.


" Darimana aku tahu, dan sialnya saat kejadian itu terjadi aku sedang berada di dapur" jawab citra.


Ppfftt hahahahaaha.....

__ADS_1


Tawa farel pecah saat mendengar jawaban citra.


Melihat sahabatnya tertawa terbahak-bahak membuat citra kesal.


" Farel!!!" kesal citra.


Melihat citra marah membuat farel langsung menghentikan tawanya.


" Sorry ca!" ucap farel.


" Kamu ini rel, teman nya sedang kesusahan bukan nya di hibur, ini malah tertawa" gerutu citra.


" Iya-iya aku minta maaf" ucap farel.


" Terus tadi malam kamu tidak jadi makan ca?" tanya farel.


" Bagaimana mau makan rel, tadi malam aku baru ambil minum sudah mendengar suara-suara aneh dari ruangan tengah!" jawab citra kesal.


Citra yang melihat farel akan kembali tertawa pun langsung berkata " Kalau mau ketawa, yasudah ketawa saja tidak perlu di tahan!".


" Coba kamu bayangkan jika kamu sedang mau makan dan minum terus kamu mendengar suara seperti itu, apa kamu masih nafsu untuk makan?!" ujar citra kesal.


Melihat farel sedang melamun sambil tersenyum sendiri membuat citra curiga.


" Hayo!! Kamu sedang memikirkan apa? Pasti kamu sedang memikirkan hal yang tidak-tidak ya?!" kata citra sambil menepuk bahu farel.


" Hehe, kamu tahu saja ca kalau aku sedang memikirkan sesuatu" kata farel sambil tersenyum.


" Aku itu sedang berpikir, bagaimana kalau kamu aku ajak ke rumahku terus aku melakukan apa yang tadi malam kakak kamu lakukan ca" jawab farel.


" Kalau kamu sampai berani melakukan seperti itu aku akan membuat kamu tidak bisa mempunyai keturunan. Mau !!" kata citra tegas.


" Ya jangan dong ca, nanti aku tidak mempunyai keturunan" ucap farel.


" Maka nya jangan mempunyai pemikiran seperti itu, kalau kamu tidak mau garis keturunan keluarga kamu terputus!" ucap citra.


" Iya-iya aku minta maaf, aku tadi hanya bercanda" ucap farel.


" Yasudah! Makan lagi yuk ca!" ujar farel.


" Nafsu makan ku sudah hilang, gara-gara kamu!!" kata citra.


" Yasudah! Lebih baik sekarang kita jalan-jalan saja yuk!" kata farel membujuk citra agar tidak badmood.


" Malas!!" kata citra sambil mengambil paper bag yang berisi baju milik nya.


Melihat citra membawa paper bag, membuat farel penasaran lalu dia langsung bertanya " Kamu mau pergi kemana ca?"


" Mau pulang!!" jawab citra ketus.


Mendengar jawaban citra, farel pun langsung mencegah citra pulang.

__ADS_1


" Jangan pulang dulu ca, kita kan hari ini mau mengenang masa-masa kecil kita di sini ca" ucap farel mencoba untuk membujuk citra.


Di tempat lain.


Vito yang sejak pagi terus marah-marah dengan karyawan nya hanya karena masalah yang sepele.


Sampai-sampai membuat riko merasa heran dengan sikap sahabat nya.


" Vito kenapa ya, kenapa hari ini semua karyawan terkena marah oleh vito, padahal mereka hanya melakukan kesalahan yang sepele?" batin riko.


" Atau jangan-jangan dia sedang patah hati?! Tapi mana mungkin seorang vito patah hati" pikir riko.


Karena penasaran riko pun pergi ke ruangan sahabat nya itu untuk menanyakan apa yang sebenarnya terjadi.


Tok.. Tok..Tok


Vito yang sedang uring-uringan karena ada pria yang mencoba untuk mendekati citra langsung menoleh kearah pintu.


" Masuk!" kata vito mempersilahkan riko masuk.


" Ada apa?" tanya vito dingin.


" Tidak ada apa-apa, aku hanya ingin tahu sebenarnya sahabat ku ini kenapa, sejak tadi pagi bawaan nya marah-marah terus. Sebenarnya apa yang terjadi?!" jawab riko sambil duduk di sofa.


" Aku baik-baik saja" kata vito.


" Siapa sih yang sudah membuat kamu marah? Beritahu aku, biar aku beri pelajaran orang itu!" kata riko kesal.


Baru saja vito akan berbicara, mama elisa sudah berkata " Vito seperti itu karena kesalahannya sendiri!"


" Maksud tante apa?" tanya riko sambil menoleh ke arah sumber suara.


" Vito itu keras kepala dan gengsi untuk mengakui perasaannya sendiri kepada wanita yang dia cinta" jawab mama elisa sambil berjalan masuk.


" Giliran sekarang ada pria yang mendekati wanita yang dia cinta, dia marah-marah kepada semua karyawan tanpa alasan yang jelas" lanjut mama elisa.


" Siapa juga yang cinta dengan wanita itu" vito menyangkal perkataan mama nya.


" Aku itu tidak pernah mencintai seorang wanita pembohong seperti dia" kata vito tegas.


" Kalau kamu tidak cinta dengan wanita itu kenapa selama satu tahun lama nya kamu terus mencari keberadaan wanita itu?!" ujar mama elisa.


" Itu karena vito ingin wanita itu melihat keluarga nya menderita akibat ulah nya!!" jawab vito tegas.


" Kamu tidak perlu repot-repot menyuruh orang untuk mencari wanita itu, hanya untuk melihat keluarga nya menderita, kamu hanya perlu membuat perusahaan orang tua nya bangkrut terus kamu bayar media untuk meliput berita kebangkrutan perusahaan tersebut, pasti wanita itu akan melihat dan mendengar berita tentang kebangkrutan perusahaan orang tua nya" ujar mama elisa.


" Dan setelah wanita itu melihat berita tersebut, secara otomatis wanita itu akan kembali ke rumah orang tua nya, dan keinginan kamu sudah tercapai, tanpa harus menunggu sampai satu tahun lama nya" lanjut mama elisa.


Vito hanya diam saja tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


Melihat anaknya diam saja membuat sang mama geram dan bertanya " Kenapa diam? Apa yang mama katakan semua nya benar kan?!".

__ADS_1


__ADS_2