
Di dalam kamar mandi vito langsung menyalakan shower untuk mendinginkan pikiran nya.
" Kenapa setiap dekat dengan citra aku tidak mengendalikan diri!" rutuk vito.
" Dan kenapa merasa marah saat citra bersama dengan pria lain, padahal dia bukanlah siapa-siapa aku" ucap vito.
" Apa mungkin aku sudah jatuh cinta kepada citra" pikir vito.
" Tidak! Aku tidak mungkin jatuh cinta kepada dia, aku hanya ingin membuat citra tahu konsekuensi nya jika dia berbohong dengan vito!!" ucap vito menyangkal kalau dia sudah jatuh cinta kepada citra.
" Sial! Gara-gara dia aku sekarang harus berendam di air dingin!" gerutu vito sambil masuk ke dalam bathtub.
" Pokoknya nanti aku harus membuat perhitungan dengan dia, karena dia malam-malam aku harus berendam di air dingin!" ucap vito.
" Tapi, saat aku melihat dia menangis kenapa aku menjadi tidak tega, hal itu dulu juga pernah terjadi dan berujung aku harus berendam di air dingin!!" kata vito heran.
Setelah di rasa sudah cukup berendam nya, vito keluar dari kamar mandi, saat dia baru keluar dari pintu kamar mandi dia melihat citra sudah tertidur.
Lalu dia dengan perlahan berjalan menuju tempat tidur nya dan naik ke atas tempat tidur untuk melihat apakah citra benar-benar tidur atau dia hanya pura-pura agar dia tidak bertemu dengan dirinya.
" Ternyata dia benar-benar tidur" ucap vito saat melihat citra benar-benar tidur.
" Cantik!" ucap vito sambil membenarkan rambut yang menutupi wajah.
Vito memandangi wajah citra secara saksama, di melihat bibir citra yang selalu membuat dia candu.
Vito mendekatkan wajahnya ke bibir citra dan...
Cup!...
Satu kecupan mendarat di bibir citra, vito terkejut saat melihat selimut yang menutupi tubuh citra terbuka sedikit.
Glup!...
Dengan susah payah menelan ludah karena melihat kancing baju citra masih terbuka akibat ulahnya sendiri.
" Ya tuhan, ternyata baju nya masih belum dia betulkan!" ucap vito sambil terus melihat kearah tubuh citra.
" Cukup vito!! Kamu harus menghilangkan pikiran yang akan membuat kamu harus berendam di air dingin lagi!" ucap vito sambil mengalihkan pandangannya.
Vito pun langsung membenarkan selimut yang tadi sempat terbuka sedikit, setelah membenarkan selimut tersebut vito langsung merebahkan tubuhnya di samping citra.
Sinar mentari pagi masuk kedalam kamar melalui celah jendela dan mengusik dua anak manusia yang sedang tertidur pulas.
Citra terbangun terlebih dahulu karena terusik oleh sinar mentari pagi yang masuk melalui celah jendela.
__ADS_1
Saat membuka selimut yang menutupi tubuh nya, dia terkejut saat melihat kancing baju nya terbuka.
" Kenapa kancing baju ku bisa terlepas seperti ini?!" ucap citra bertanya-tanya.
Citra merasa seperti ada sesuatu yang menindih kaki nya, karena penasaran dia pun membuka selimut yang menutupi tubuh nya, betapa terkejutnya dia saat melihat ada kaki yang menindih kaki nya.
Aaaaa...
Teriak citra.
" Berisik!!" bentak vito.
Citra terkejut mendengar suara seseorang yang berasal dari samping nya, dia pun langsung menoleh ke arah samping, betapa terkejutnya dia saat melihat vito ada di samping nya.
" Kenapa anda bisa berada di dalam kamar ku?" tanya citra sambil menarik kembali selimut yang sempat dia buka.
" Kamar kamu? Kamu tidak salah?!" tanya vito sambil mendekatkan wajahnya ke arah wajah citra.
Mendengar hal itu citra langsung melihat ke sekeliling dan dia baru sadar jika itu bukan lah kamar nya.
" Loh ini dimana? Kenapa aku bisa ada disini?!" ujar citra terkejut.
Citra sudah mengingat kalau semalam dia di bawa oleh vito ke suatu tempat.
Citra langsung memeriksa pakaian nya, dan dia baru ingat jika semalam kesucian nya sudah di ambil oleh vito.
Citra langsung menjauh dari vito saat mengingat kejadian tadi malam.
Vito yang melihat citra menjauh dari nya, vito pun langsung mendekati citra.
Citra yang melihat vito berjalan mendekati dirinya, dia langsung berkata " Berhenti!! Jangan mendekat!! Jangan mendekat!" sambil terus menjauhi vito
Citra terpojok, dia pun tidak bisa pergi lagi. Dia melihat di atas meja ada sebuah pisau lipat, dia pun langsung meraih pisau tersebut.
Vito terkejut melihat citra mengambil pisau milik nya yang tadi malam dia letakkan di atas meja.
Citra langsung membuka pisau lipat tersebut lalu berkata " Jangan mendekat!!" sambil mengarahkan pisau tersebut kearah vito.
" Letakkan pisau itu" ucap vito sambil masih terus berjalan mendekati citra.
Citra yang melihat vito masih terus berjalan mendekati dirinya, citra pun harus segera mencari cara agar vito berhenti mendekati dirinya.
" Kalau sampai papa dan mama tahu kalau aku sudah kehilangan kesucian ku, pasti papa akan sangat marah dengan ku! Aku tidak mau sampai hal itu terjadi!" ucap citra dalam hati
" Sebelum mereka mengetahui nya lebih baik aku menyusul oma saja. Ya! Mungkin memang itu yang terbaik" pikir citra.
__ADS_1
Citra yang melihat vito sudah semakin dekat dengan dirinya, citra pun langsung berkata " Stop!! Jangan mendekat! "
"Atau aku akan mengakhiri hidup ku!!" ancam citra sambil mengarahkan pisau tersebut kearah tangan kiri nya.
Vito yang melihat hal itu langsung membuat vito panik lalu dia berkata " Citra, kamu jangan main-main! Itu pisau nya sangat tajam!"
" Bagus dong! Jika pisau ini sangat tajam, jika anda berani maju ke depan aku akan langsung memotong pergelangan tangan ku" kata citra sambil mengarahkan pisau tersebut ke arah pergelangan tangan nya.
" Jangan lakukan itu! Saya tidak akan bergerak sedikit pun, tapi kamu harus meletakkan pisau itu!" ucap vito mencoba membujuk citra.
" Tidak! Anda itu sudah merenggut hal yang paling berharga dalam hidupku! Daripada nanti kedua orang tua ku mengetahui nya, lebih baik aku mengakhiri hidup ku saja!" ucap citra dalam menahan tangisnya.
Vito terkejut mendengar ucapan citra.
" Maksud kamu apa? Saya tidak pernah merenggut apapun dari kamu ra" ucap vito bingung.
" BOHONG!! KAMU PEMBOHONG!! " teriak citra.
" JELAS-JELAS SEMALAM KAMU SUDAH MERENGGUT SEMUA NYA DARI KU!!" kata citra dengan nada tinggi.
" Maksud kamu apa ra? Saya tidak mengerti maksud kamu itu apa?!" ujar vito.
" Anda tidak perlu berpura-pura tidak tahu, jelas-jelas semalam anda yang sudah merenggut kesucian ku" ucap citra dengan mata berkaca-kaca.
Vito terkejut mendengar ucapan citra.
" Jadi, dia mengira aku semalam sudah merenggut kesucian nya" batin vito.
" Kamu salah ra! Saya tidak pernah merenggut kesucian kamu!!" ucap vito mencoba menjelaskan kejadian yang sebenarnya.
" BOHONG!! AKU TIDAK AKAN PERCAYA DENGAN KATA-KATA KAMU!!" kata citra dengan nada tinggi.
" Aku tahu kalau aku pernah berbohong dengan anda, tapi kenapa anda membalas dendam kepada ku dengan merenggut kesucian ku! Kenapa??!!" ucap citra sambil menangis.
" Padahal aku sudah meminta maaf kepada anda tapi, kenapa anda tega melakukan hal seperti itu kepada ku? Kenapa?!" ucap citra sambil menangis tersedu-sedu.
" Saya tidak melakukan apa yang kamu tuduhan itu ra! Saya tidak pernah melakukan hal seperti apa yang telah kamu tuduhkan kepada saya ra" ucap vito menyangkal semua tuduhan citra.
Citra hanya menggelengkan kepalanya sambil berkata " Selamat tinggal!"
Tes, tes...
Darah segar mengalir dari pergelangan tangan citra.
Vito yang melihat darah segar mengalir dari pergelangan citra pun langsung berlari menghampiri citra.
__ADS_1