
Saat citra sedang menunggu oma nya untuk tidur, ada seseorang yang mengirimkan foto kakak nya sedang ada di rumah sakit.
Ya, seseorang yang di lihat oleh citra saat di perjalanan menuju rumah sakit yaitu kakak nya ( Devina ).
" Kak devina mau apa dia ke rumah sakit?!" batin citra
" Apa dia sudah tahu kalau oma di rawat di rumah sakit ini!" ucap citra dalam hati
" Syukur deh, kalau dia sudah tahu kalau oma di rawat di sini jadi, setelah pulang nanti aku tidak perlu lagi berpura-pura jadi kakak" pikir citra
" Sebaiknya aku suruh orang itu untuk menyelidiki untuk apa kakak datang ke rumah sakit ini" ucap citra dalam hati
Saat citra sedang asik dengan pemikiran nya sendiri, tiba-tiba orang tua nya masuk kedalam dan bertanya " Oma sudah tidur ra?"
Pertanyaan dari papa nya membuat citra terkejut, karena saat orang tua nya datang, citra masih fokus ke handphone nya.
" Astaghfirullahalazim" ucap citra
Citra langsung menyembunyikan handphone nya, agar papa dan mama nya tidak melihat handphone nya.
" Ya ampun pa, ma, bikin kaget saja!" ucap citra pelan saat melihat papa dan mama nya
" Papa, mama tadi darimana?" tanya citra penasaran
" Kami tadi dari mencari hotel untuk kita tinggal sementara, selama kita berada disini ra" jawab papa
Memang hotel nya ada dimana pa?" tanya citra
" Hotel nya ada didepan rumah sakit ini ra" jawab mama
" Jadi, barang-barang yang tadi ada disini sudah di bawa ke hotel pa?" tanya citra
" Tidak semua nya ra, tas ransel kamu papa tinggal di samping meja itu" jawab papa sambil menunjuk ke arah meja samping tempat tidur oma
" Oh! Aku kira laptop ku di bawa ke hotel juga sama papa" ucap citra
Citra pun langsung berjalan menuju meja yang di tunjuk oleh papa nya.
" Ra, sebaiknya kamu istirahat dulu, biar papa dan mama yang jagain oma " ucap papa
" Citra tidak ngantuk kok ma" kata citra
" Citra mau mengerjakan tugas dulu ya ma!" ucap citra
" Iya ra" ucap mama
Citra duduk di lantai sambil membuka laptop nya sambil memasang headset, citra kini fokus ke laptop nya.
Saat citra fokus ke arah laptop, oma kembali membuka mata nya, dan bertanya " Eca kemana?"
" Itu citra sedang mengerjakan tugas bu" jawab papa
" Dimana?" tanya oma
__ADS_1
" Itu ada di bawa ma" jawab mama sambil menunjuk ke arah citra duduk
Oma pun langsung mengikuti kemana arah mama menunjuk keberadaan citra.
" Kalian jangan beritahu eca tentang penyakit ibu ya!" ucap oma
" Lah memang kenapa ma, kok citra tidak boleh tahu tentang penyakit mama?" tanya mama pelan
Saat oma akan menjawab pertanyaan mama, tiba-tiba citra berkata " Ma, aku mau angkat telepon dari coach mike ya!"
" Yasudah, iya ra" kata mama
Setelah mendapat ijin dari sang mama, citra langsung pergi meninggalkan ruangan sang oma.
Setelah citra pergi, oma kembali membuka mata nya, lalu berkata " Karena mama tidak mau membuat eca sedih, ketika eca tahu tentang penyakit mama "
" Ma, mama sekarang coba dengarkan ve, veronica tahu citra pasti akan sedih kalau tahu tentang penyakit oma nya yang sudah tidak bisa di sembuhkan, tapi citra akan jauh lebih sedih dan kecewa karena dia tidak tahu tentang penyakit oma nya yang sesungguhnya" ucap mama
" Citra itu sekarang sudah dewasa ma, sebaiknya mama memberitahu tentang penyakit mama yang sebenarnya sama citra, agar dia bisa menyiapkan mental nya, supaya saat dia harus mendapat kenyataan yang tidak sesuai dengan apa yang dia inginkan, dia tidak terlalu sedih ma" ujar mama Veronica
" Tapi, mama masih belum siap" jawab oma
" Kalau misalkan mama belum siap untuk mengatakan semua nya ke citra secara langsung, mama bisa menulis surat untuk citra" ujar mama
" Yasudah, iya mama akan mencoba nya" jawab mama
Saat citra akan masuk kedalam ruangan dia mendengar obrolan mama dan oma nya yang sedang berbicara tentang penyakit oma nya, dia pun mengurungkan niatnya untuk masuk kedalam.
Citra pun melanjutkan untuk mendengarkan percakapan antara orang tua dan sang oma.
Tapi saat dia mendengar sang mama yang mengatakan bahwa penyakit sang oma yang sudah tidak bisa di sembuhkan, membuat citra terkejut.
" Apa maksudnya mama bilang kalau penyakit oma tidak bisa di sembuhkan?" tanya citra dalam hati
" Sebenarnya oma itu sakit apa sih?!" batin citra
" Pokoknya aku tahu tentang penyakit oma yang sebenarnya!" ucap citra
Citra pun langsung mencari dokter yang tadi menangani penyakit oma nya.
Setelah cukup lama dia mencari dokter haikal, akhirnya dia bertemu dengan dokter haikal sedang mengobrol dengan dokter ridwan, citra pun langsung berjalan mendekati dokter ridwan.
" Dok, bisa minta waktu nya sebentar!" ucap citra saat sampai di depan dokter haikal dan dokter ridwan
" Bisa" ucap dokter haikal
" Memang ada apa ra?" tanya dokter ridwan
" Citra mau tanya-tanya tentang penyakit oma bang!" jawab citra
" Penyakit oma ra?" tanya dokter ridwan
" Iya bang" jawab citra
__ADS_1
" Aduh! jangan-jangan citra sudah mulai curiga!" batin dokter ridwan
" Memang kenapa dengan penyakit oma ra?" tanya dokter ridwan
" Sebenarnya oma ku sakit apa dok?" tanya citra kepada dokter haikal
" Oma kamu baik-baik saja kok ra" jawab dokter ridwan
" Kalau oma baik-baik saja, kenapa tadi aku dengar mama bilang kalau penyakit oma sudah tidak bisa disembuhkan dok!" ucap citra
" Mungkin kamu salah dengar kali ra!?" kata dokter haikal
" Iya benar yang dikatakan oleh haikal, mungkin saja kamu tadi salah dengar ra" ucap dokter ridwan membenarkan omongan dokter haikal
" Tidak mungkin dok, karena tadi aku mendengar nya sendiri dok!" ucap citra
Huh!....
Dokter ridwan hanya bisa menghela napas berat, sebelum memberi kode untuk dokter haikal agar memberitahu citra tentang penyakit oma nya. Karena dia tahu bagaimana sifat citra.
Akhirnya dokter haikal mengerti kode dari sahabat nya.
" Mari! kita duduk disana!" ajak dokter haikal sambil menunjuk kursi yang ada di lorong rumah sakit
Citra hanya mengangguk dan berjalan menuju kursi yang di tunjuk oleh dokter haikal.
Setelah mereka sampai di kursi tersebut, mereka pun langsung duduk.
" Sekarang dokter ceritakan sebenarnya oma sakit apa?" tanya citra saat mereka sudah duduk
" Tapi kamu harus janji, kamu tidak boleh memberitahu siapapun kalau kamu tahu tentang penyakit oma dari kami!" kata dokter ridwan
" Iya aku janji!" ucap citra
Saat akan memberitahu citra, kedua dokter tersebut bingung siapa yang akan memberitahu tentang penyakit oma kepada citra.
" Kamu saja yang memberitahu citra tentang penyakit oma!" ucap dokter ridwan melalui tatapan mata
" Kenapa tidak kamu saja, kan kamu lebih dekat sama citra!" kata dokter haikal melalui tatapan mata
" Tidak! Kamu saja lah, kan kamu sekarang dokter yang menangani penyakit oma!" kata dokter ridwan melalui tatapan mata
Setelah lama mereka berdebat soal siapa yang akan memberitahu ke citra tentang penyakit oma nya.
Dengan terpaksa dokter haikal yang harus memberitahu ke citra tentang penyakit oma yang sebenarnya.
" Begini ra, jadi sebenarnya oma kamu menderita kanker darah stadium tiga ra" ucap dokter haikal
" APA!!!" ucap citra terkejut.
JDEERRR!!!!.....
Bagaikan di sambar petir di siang bolong, citra terkejut dengan ucapan dokter haikal.
__ADS_1