
" Dasar aneh!" gumam citra saat melihat kelakuan vito.
Vito mendengar gumaman citra hanya bisa tersenyum, karena akhirnya dia bisa melihat sosok wanita yang selama ini dia cari.
" Terimakasih tuhan, engkau telah memberikan kesempatan kepada hamba untuk bisa bertemu dan bisa melihat nya kembali" untuk vito dalam hati
" Hamba akan berusaha untuk menjaga dan melindungi nya agar dia tidak terluka seperti ini lagi dan hamba mohon jangan biarkan dia pergi dari sisi hamba lagi ya tuhan" vito berdo'a dalam hati.
Vito baru ingat kalau citra sejak tadi pagi belum makan apapun, lalu dia berkata " Oh iya! Dari tadi pagi kamu belum makan apapun kan, kamu mau makan apa?"
Citra hanya diam saja, melihat citra yang diam saja membuat vito berpikir " Apa mungkin dia marah karena kejadian tadi malam ya?!"
Tanpa berkata apapun vito langsung pergi meninggalkan ruangan itu.
Melihat vito yang pergi begitu saja membuat citra kesal.
" Dasar manusia kutub! Jadi orang tidak peka!" gerutu citra.
" Sudah tahu dari tadi pagi belum makan apapun! Bukan nya di belikan makanan atau cemilan, ini malah pergi begitu saja!!" kesal citra.
" Aduh!! Aku lapar banget! Tetapi kenapa disini tidak ada makanan sama sekali ya? Apa karena ini belum waktunya makan siang, maka nya tidak ada makanan?!" ucap citra menahan lapar.
" Sekarang dia pergi kemana lagi?! Mau pergi tidak pamit!" kesal citra.
Beberapa saat kemudian, vito masuk kedalam ruangan dengan membawa kantong plastik di tangan nya.
" Nah! Ini dia orang nya!" gumam citra.
" Itu yang di bawa apa ya? Aku jadi penasaran?!" ucap citra dalam hati.
" Maaf ya, tadi saya pergi tidak pamit" ucap vito datar.
" Hem!" jawab citra.
Vito meletakkan barang bawaan nya di atas meja dekat hospital bed.
" Saya tadi membeli bubur, kamu mau makan tidak?" tanya vito datar.
" Bubur apa?" tanya citra ketus.
" Saya tidak tahu ini nama nya bubur apa" jawab vito datar sambil mengambil bubur yang dia beli.
" Saya tadi melihat ada tukang bubur lewat yasudah, saya beli saja" kata vito.
__ADS_1
" Coba aku lihat, itu bubur apa!" ucap citra penasaran.
Vito langsung memperlihatkan bubur yang dia pegang.
" Kata penjual nya ini cocok untuk orang yang sedang sakit, jadi saya membeli nya!" ujar vito.
Citra mencoba untuk mengambil bubur yang sedang di pegang vito, tapi vito langsung menjauhkan bubur tersebut.
" Kalau tidak ikhlas, tidak perlu di bawa kesini!" kesal citra.
" Maksud kamu apa?" tanya vito dingin.
Citra hanya diam saja.
Vito mengerti kemana arah pembicaraan citra, lalu dia berkata " Tangan kamu kan sedang terluka jadi, biar saya yang suapi kamu makan".
" Tidak perlu! Aku bisa sendiri!" tolak citra.
" Untuk sekarang, saya mohon kamu jangan keras kepala ya! Dan kamu tolong ijinkan saya untuk menyuapi kamu makan!"ujar vito dengan nada lembut.
" Yasudah lah, tidak apa-apa! Dari pada aku kelaparan mending aku ijinkan dia untuk menyuapi aku" pikir citra.
" Oke! Anda boleh menyuapi aku makan" kata citra ketus.
" Senang nya, akhirnya dia mau di suapi makan oleh ku" ucap vito dalam hati.
Dengan perlahan vito mulai menyuapi makan citra, meskipun terlihat sangat kaku, vito tetap menyuapi citra makan.
" Ternyata manusia kutub bisa bersikap lembut juga ya" batin citra.
Citra yang memperhatikan cara vito menyuapi nya makan membuat citra ingin tertawa. Tapi sebisa mungkin dia menahan diri untuk tidak tertawa karena dia takut jika dia tertawa vito akan marah.
" Tadi saya juga sudah bilang dengan dokter ridwan kalau kamu sudah bangun, tapi ada pasien yang lebih membutuhkan jadi, dia pergi memeriksa pasien itu terlebih dahulu" ucap vito sambil menyuapi citra makan.
Citra hanya menganggukkan kepalanya.
Setelah merasa kenyang citra berkata " Aku sudah kenyang"
" Tapi, ini masih banyak!" kata vito datar.
" Kalau mau ya anda makan, kalau anda tidak mau ya di buang saja!" ucap citra ketus.
" Kok dibuang? Bukan nya kamu sendiri yang pernah berkata jika kita tidak boleh membuang makanan!" kata vito.
__ADS_1
" Bukan nya anda tidak mau memakan makanan sisa orang lain, daripada nanti bubur nya dingin terus tidak enak dimakan, yasudah lebih baik di buang saja!" jawab citra.
Mendengar jawaban citra, vito langsung berkata " Siapa bilang saya tidak mau makan makanan sisa kamu!".
Setelah mengatakan itu vito langsung memakan bubur sisa citra.
Diam-diam citra tersenyum melihat vito memakan bubur yang tadi dia makan.
" Ternyata manusia kutub ini masih mempunyai hati ya, dia rela menahan lapar hanya karena dia tidak mau meninggalkan aku sendiri tanpa ada yang menjaga" ucap citra dalam hati.
" Ternyata dia tidak seperti yang di rumorkan orang-orang ya" ucap citra dalam hati.
" Aku kira tadi malam dia akan benar-benar mau mengambil kesucian ku, tapi ternyata dia tidak melakukan nya" ujar citra dalam hati
" Dan dia lebih memilih untuk berendam di air dingin dari pada melampiaskan nafsu nya ke wanita lain" ucap citra dalam hati.
" Setahu aku dulu dia sering sekali pulang pagi, dan setiap pulang pasti pakaian nya selalu bau parfum wanita tapi, kenapa sekarang tidak ya?!" citra bertanya-tanya dalam hati.
" Dan kenapa dia yang sekarang lebih terlihat kurus di bandingkan sebelum aku pergi ya?!" ucap citra dalam hati.
" Dan penampilan nya dia sekarang terlihat sangat tidak rapi tidak seperti dulu, apa mungkin ini permintaan dari istri nya? Mungkin saja sih!" batin citra.
Vito kini sudah selesai memakan bubur yang tadi juga dimakan oleh citra, dia melihat citra sedang memandangi dirinya hal itu membuat vito merasa senang.
" Kenapa saat citra melihat ke arah ku, aku merasa sangat senang ya?!" batin vito.
" Saya tahu kalau saya tampan, tapi biasa saja kali melihat nya!" ucap vito datar.
Citra terkejut mendengar ucapan vito, citra pun langsung membantahnya " Siapa juga yang melihat anda! Jangan terlalu percaya diri dong!"
Setelah mengatakan itu, citra langsung mengalihkan pandangannya.
" Aduh! Malu banget! Kenapa bisa sampai ketahuan sih kalau aku sedang memandangi dirinyanya!" rutuk citra dalam hati.
Vito tersenyum saat melihat citra seperti itu.
" Kamu minum dulu, sebentar lagi dokter nya akan datang kesini untuk memeriksa kondisi kamu!" kata vito dengan ekspresi datar.
Vito membantu citra untuk minum, disaat vito sedang membantu citra minum dokter ridwan datang bersama seorang perawat.
" Alhamdulillah ra, kamu akhirnya bangun juga!" kata dokter ridwan sambil berjalan kearah citra dan vito.
" Bang ridwan!" citra terkejut saat mendengar suara dokter ridwan
__ADS_1