Mendadak Menjadi Istri CEO

Mendadak Menjadi Istri CEO
Eps 127


__ADS_3

Karena penasaran devina pun memberanikan diri untuk bertanya kepada papa nya.


Saat papa nya akan duduk, devina bertanya " Papa masih marah ya gara-gara kejadian waktu itu?".


Sang papa hanya diam saja dan langsung duduk tanpa menghiraukan pertanyaan dari devina.


" Aku minta maaf pa, gara-gara aku citra jadi pergi" ucap devina lagi.


" Pa!" panggil mama sambil memegang tangan suaminya.


" Lupakan saja, lagipula itu juga sudah terjadi!" kata papa sambil menyuapkan makanan kedalam mulut.


" Aku akan berusaha untuk mencari keberadaan citra agar papa tidak marah lagi dengan aku" ucap devina.


" Tidak perlu! Biarkan saja citra menyelesaikan pendidikan nya tanpa ada gangguan apapun!" ujar papa.


" Lagipula dia sudah berjanji akan pulang ketika kamu menikah, kita tunggu saja sampai waktu itu datang" lanjut papa.


" Yang di katakan papa kamu benar vin, kita biarkan saja citra menyelesaikan pendidikan" ucap mama memberi pengertian kepada anak sulung nya.


" Tapi, bagaimana nasib kita semua sekarang pa, ma!?" ujar devina.


" Maksud kamu apa?" tanya papa.


" Sekarang vito sudah mengetahui semuanya, dia marah besar dan sekarang dia sedang mencari keberadaan citra pa" jawab devina.


" Apa kamu bilang? vito sekarang sedang mencari keberadaan citra juga?!" kata papa terkejut mendengar jawaban devina.


" Iya pa" jawab devina.


" Kamu tahu tentang itu dari mana?" tanya mama.


" Devina mendengar langsung dari vito pa" jawab devina.


" Kamu mendengar langsung dari vito?!" kata papa heran.


" Iya pa, ma beberapa hari yang lalu aku pergi ke rumah nya untuk mengambil barang-barang ku, dan aku tidak sengaja mendengar vito sedang berbicara dengan orang lewat sambungan telepon pa, dan vito bilang kalau orang itu harus menemukan keberadaan citra " jawab devina menceritakan apa yang sudah dia dengar beberapa hari yang lalu.


" Pa, berarti citra sekarang sedang dalam keadaan bahaya pa" ucap mama khawatir.


" Mama tidak perlu khawatir, papa yakin citra bisa menjaga dirinya sendiri" ucap papa mencoba untuk menenangkan istri nya.


" Kita harus pergi ke luar negeri juga pa, kita jemput citra!" ujar mama khawatir.


" Apa benar vito menyuruh orang untuk mencari citra, tetapi untuk apa di melakukan hal itu?" batin papa


" Apa mungkin vito akan melakukan hal buruk kepada citra?!" ucap papa dalam hati.


" Semoga saja hal itu tidak akan terjadi. Amin" ucap papa dalam hati.


Melihat suami nya melamun membuat mama veronica kesal, lalu beliau memanggil suaminya.


" Papa!" sambil memegang tangan suaminya.


Hal itu membuat suami nya terkejut dan berkata " Hah! Apa?"


" Papa bagaimana sih, bukan nya mencari solusi untuk kita semua, ini malah melamun!" kesal mama.

__ADS_1


" Ini papa juga lagi memikirkan bagaimana cara nya ma" jawab papa bohong.


" Mama mengganggu papa sedang berpikir!" ucap papa berpura-pura marah.


" Mama minta maaf pa, mama kira papa sedang melamun maka nya mama panggil" ucap mama merasa bersalah.


" Kali ini papa maafkan mama, tetapi kalau lain kali terulang lagi papa tidak akan memaafkan papa" ucap papa tegas.


" Iya pa" ucap mama pelan.


" Yasudah, papa mau berangkat ke kantor" ucap papa sambil berdiri.


" Tapi pa, masalah citra bagaimana pa?!" ujar mama sambil menahan tangan suaminya.


" Mama tenang saja, papa yakin citra akan baik-baik saja" ucap papa.


" Bagaimana mama bisa tenang pa, yang sedang mencari anak kita itu bos besar pa dan dia tidak mempunyai hati nurani pa" kata mama.


" Mama tenang saja, papa yakin anak buah vito tidak akan pernah bisa menemukan keberadaan citra ma, mama tahu kan anak kita seperti apa?!" ujar papa.


" Iya juga sih pa!" kata mama.


" Yasudah, sekarang papa mau berangkat ke kantor dulu!" kata papa.


" Iya pa" ucap mama sambil mencium tangan suaminya.


" Kamu jangan menyalakan diri kamu sendiri, atas kepergian citra, karena papa juga sudah memaafkan kamu" ucap papa.


Hal itu membuat devina terkejut.


" Iya papa sudah memaafkan kamu" jawab papa.


" Terimakasih ya pa, devina janji tidak akan pernah melakukan hal seperti dulu lagi pa" ucap devina sambil memeluk papa nya.


" Iya papa pegang ucapan kamu" ucap papa.


Devina hanya menganggukkan kepalanya.


" Yasudah, papa berangkat dulu, Assalamualaikum" ucap papa sambil berjalan.


" Walaikumsalam" jawab mama dan devina kompak.


" Alhamdulillah, akhirnya papa sudah tidak marah lagi" ucap syukur devina dalam hati.


Melihat anaknya senyum-senyum sendiri membuat sang mama heran, beliau pun langsung bertanya kepada devina " Kamu kenapa vin, mama lihat seperti kamu sedang bahagia?"


" Iya ma, aku senang banget akhirnya papa sekarang tidak marah lagi dengan aku ma"jawab devina sambil tersenyum bahagia.


" Mama juga senang melihat nya" ucap mama.


" Sekarang habiskan makanan kamu!" kata mama sambil menunjuk ke arah piring di depan devina.


" Iya ma" ucap devina.


Saat di perjalanan menuju kantor, tanpa sengaja papa ardi melihat mobil farel, beliau pun langsung menghubungi farel untuk menepikan mobilnya karena beliau ingin berbicara dengan farel.


Tidak lama kemudian mobil farel berhenti di pinggir jalan, pak ardi pun langsung menghentikan mobilnya dan keluar dari mobil.

__ADS_1


" Apa kabar om?" tanya farel sambil berjalan mendekati pak ardi.


" Kabar om baik" jawab papa


" Kamu bagaimana kabar nya, sudah lama kita tidak bertemu?" tanya papa


" Alhamdulillah kabar ku baik om" jawab farel.


" Oh iya om, om kenapa ya tadi menyuruh farel berhenti?" tanya farel penasaran.


" Begini rel, om mau tanya" jawab papa


" Mau tanya soal apa om?" tanya farel


" Akhir-akhir ini kamu sering menelepon eca tidak rel" jawab papa


" Akhir-akhir ini farel tidak pernah menelepon eca om, memang ada apa om?" tanya farel.


" Eca baik-baik saja kan om?" lanjut farel.


" Eca sudah berangkat ke luar negeri rel" jawab papa.


" Keluar negeri om? Kapan om?" farel terkejut mendengar jawaban pak ardi.


" Sejak satu minggu yang lalu rel" ucap papa.


" Satu minggu yang lalu om?" tanya farel.


" Iya rel" jawab papa.


" Pantas saja kemarin farel mencoba menghubungi eca nomor eca tidak bisa di hubungi" kata farel


" Eca di luar negeri sedang liburan om?" tanya farel.


" Eca kuliah rel" jawab papa.


" Jadi, eca waktu itu serius om bilang mau pindah ke luar negeri om?" tanya farel.


" Iya rel" jawab papa.


" Memang eca kapan pulang nya om, kenapa tadi om bilang kalau eca baru berangkat ke luar negeri satu minggu yang lalu om?" tanya farel penasaran


" Waktu anniversary pernikahan om dan tante eca sempat pulang, dan dia juga sempat terluka gara-gara menolong mama nya" jawab papa.


" Eca terluka om?" farel terkejut mendengar eca terluka.


" Iya, lengan nya terkena sayatan pisau" ucap papa.


" Kenapa tidak ada yang memberitahu farel om kalau eca terluka om?!" kata farel terkejut.


" Kejadian waktu itu sangat kacau dan menegangkan rel, sehingga membuat kami semua ketakutan" ucap papa.


" Waktu itu ada orang yang ingin mencelakai om dan tante, untung nya citra mendengar rencana orang tersebut dan dia langsung menyuruh para tamu undangan untuk masuk kedalam kamar nya dan mereka semua bersembunyi di dalam kamar citra yang dia pakai untuk latihan" lanjut papa.


" Jadi begitu cerita nya om, maaf ya om farel tidak bisa datang karena waktu itu farel harus pergi ke luar kota" ucap farel meminta maaf karena dia tidak bisa datang ke acara anniversary pernikahan papa dan mama nya eca.


" Iya, tidak apa-apa rel" ucap papa sambil menepuk bahu farel

__ADS_1


__ADS_2