
" Apa gara-gara wanita itu yang tadi pagi tiba-tiba bersikap manis kepada aku ya, tidak seperti biasanya?" tanya pada diri sendiri
" Sudahlah, sebaiknya aku buang jauh-jauh pikiran tentang masalah tadi pagi, karena sekarang aku harus fokus dengan berkas-berkas ini, supaya hari ini aku bisa pulang cepat" ucap vito
" Karena aku mau memastikan kalau wanita ini benar-benar menepati janji nya tadi pagi" sambung vito
Vito pun kembali fokus memeriksa berkas-berkas yang ada di depan nya, baru saja memeriksa dan menandatangani setengah dari tumpukan berkas di depan nya, tiba-tiba....
Tok tok tok
Terdengar suara seseorang mengetuk pintu, dia sudah hafal siapa yang sedang mengetuk pintu ruangan nya saat ini, dia pun langsung berkata " Masuk!"
Meskipun vito sudah menyuruh orang itu masih, tetapi orang itu masih saja terus mengetuk pintu tanpa henti, hal itu membuat vito merasa geram dengan orang itu.
" Kalau kamu tidak masuk dalam hitungan ketiga lebih baik kamu aku kirim ke Afrika saja!" ucap vito dengan nada mengancam agar orang itu tidak menggangu nya .
Ucapan vito berhasil membuat orang yang ada di depan pintu ruangan merasa ketakutan, sehingga belum sempat vito menghitung mundur dia sudah berdiri di hadapannya.
" Ada apa?" tanya vito dingin tanpa mengalihkan pandangannya dari berkas yang sedang dia periksa
" Itu, aku cuman mau bilang kalau 1 jam lagi kita akan meeting dengan perusahaan M" jawab riko
" Oke!" kata vito yang masih fokus pada berkas yang ada di depan nya
Sudah lumayan lama, tapi asisten yang merupakan salah satu sahabat nya itu masih saja berdiri di depan nya, karena merasa terganggu dengan kehadiran, dia pun bertanya " Kenapa kamu masih ada di sini?"
Belum sempat riko menjawab pertanyaan dari vito, vito sudah kembali bertanya " Apa masih ada yang belum kamu sampai kan?"
" Tidak ada sih" jawab riko
" Kalau memang sudah tidak ada yang mau di sampaikan kamu kembali ke ruangan kamu!" ucap vito
" Mengganggu konsentrasi orang saja!" kata vito
" Aku kesini sebenarnya masih ada yang mau aku tanyakan sama kamu" ujar riko sambil duduk di kursi
" Mau tanya apa?" tanya vito singkat
" Tentang, yang aku minta tolong sama kamu supaya aku bisa dekat dengan citra, adik ipar kamu vit" ucap riko
,
" Oh, masalah itu" ucap vito
__ADS_1
" Iya, masalah itu vit, jadi bagaimana kamu tidak?" tanya riko
" Tidak bisa, aku sibuk" jawab vito
" Ayolah vit, bantu aku buat dekat dengan adik ipar kamu" ucap riko memohon agar vito mau membantunya untuk dekat dengan citra!
" Aku sibuk!" ucap vito
" Please! Bantu sahabat mu ini lah vit" ucap riko
" Percuma, dia sudah punya pacar" ucap vito
" Kamu bohong kan!" ujar riko
" Buat apa aku bohong sama kamu, seperti orang kurang kerjaan saja" kata vito
" Memang siapa pacar nya citra?" tanya riko penasaran
" Aku terlalu sibuk untuk mencampuri urusan orang lain" jawab vito
" Terus kamu tahu darimana kalau dia sudah punya pacar?" tanya riko
" Ya tahu lah, kan waktu itu ada pria yang bilang kalau dia itu calon suami nya citra" jawab vito
" Daripada kamu tidak ada manfaatnya, lebih baik kamu kembali ke ruangan dan kerjakan tugas kamu!" ujar vito
Belum sempat riko menyelesaikan perkataannya, vito langsung berkata " Yasudah, lebih baik kamu kemasi barang-barang kamu sekarang!"
" Jadi aku boleh pulang vit?" tanya riko antusias
" Bukan pulang, tapi aku mau kirim kamu ke Afrika!" jawab vito
" Kok kamu tega banget sih vit sama aku!" ucap vito
" Iya lah tega" kata vito sambil mendongakkan kepalanya
" Kalau kamu tidak mau aku kirim ke Afrika, maka nya cepat kembali ke ruangan kamu sana!" ucap vito
" Yasudah deh, iya aku kembali kerja lagi" ucap riko sedih
Riko pun segera bangun dari duduknya, dan langsung pergi meninggalkan ruangan vito dengan perasaan kecewa.
Melihat sahabatnya pergi dengan lemas, vito pun hanya bisa menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
Setelah sahabat nya pergi, vito kembali fokus dengan berkas di depan nya, tanpa terasa waktu berlalu begitu cepat, akhirnya semua berkas telah selesai di periksa dan di tandatangani oleh nya, kini saat nya vito bersiap-siap untuk pergi meeting dengan klein.
Biasanya sebelum meeting, vito akan mandi terlebih dahulu, tetapi hari ini dia tidak melakukan nya, entah kenapa tiba-tiba vito tidak ingin melepaskan pakaian yang dia pakai hari ini.
Saat sebelum meeting vito sempat kan untuk menelpon orang suruhan nya, untuk menanyakan apakah di sudah menyelesaikan tugas atau belum.
Belum sempat vito menelpon orang suruhan nya, tiba-tiba...
Ting...
Satu pesan masuk di handphone nya, dia pun segera membuka pesan yang baru saja masuk, ternyata itu adalah sebuah foto kiriman dari orang suruhan nya.
Vito pun langsung membuka foto citra sedang duduk menikmati keindahan alam, tanpa terasa sudut bibir vito terangkat.
Ketika vito sedang melihat foto citra, tiba-tiba handphone nya berdering, vito pun langsung mengangkat panggilan telepon dari orang suruhan nya.
Saat vito sedang menelepon orang suruhan nya, terdengar suara riko dari luar ruangan memanggil nama nya untuk pergi meeting, karena klein nya sudah datang. Vito pun segera menutup telepon nya, dan langsung bersiap untuk pergi ke ruang meeting, karena klein nya sudah menunggu dan dia tidak ingin membuat klein nya terlalu lama menunggu.
Dan selama meeting, vito terus tidak henti-hentinya tersenyum, hal itu membuat semua orang yang ada di ruang meeting pun merasa heran, tapi dengan cepat vito kembali merubah mimik wajah nya menjadi datar kembali saat menyadari bahwa semua orang sedang menatap ke arah dirinya.
mimik wajah vito kembali berubah saat melihat semua orang tidak fokus kepada dirinya, dan sampai meeting berakhir aura vito tetap sama seperti saat dia memasuki ruang meeting, sehingga meeting kali ini berjalan dengan lancar dan kerjasama dengan perusahaan M pun bisa mencapai kesepakatan, klein dari perusahaan M dan karyawan yang lain pun pergi meninggalkan ruang meeting, dan saat di depan pintu klein dari perusahaan M memberikan undangan kepada vito.
" Undangan apa ini tuan?" tanya vito karena bingung dengan undangan yang di berikan oleh pemilik perusahaan M
" Itu adalah undangan ulang tahun pernikahan saya dan istri saya, dan saya berharap anda dan istri anda berkenan menghadiri undangan tersebut" jawab Mr. B
" Saya akan usahakan untuk datang ke acara ulang tahun pernikahan anda dan istri anda pak" ucap vito
" Kalau begitu saya pamit terlebih dahulu" ucap Mr B
" Hati-hati dijalan pak" ucap vito
Setelah mengantar klein nya sampai di depan kantor, vito langsung kembali ke ruangan nya, dan saat sampai di ruangan nya di melihat kearah jam, ternyata sudah waktunya untuk dia pulang, karena dia ingin menunggu citra di rumah.
Vito pun langsung bersiap untuk pulang, sebelum dia pulang dia berpesan kepada resepsionis jika ada yang mencari dirinya bilang kalau dia sudah pulang.
Setelah menyampaikan pesan kepada resepsionis, dia langsung meluncur menuju parkiran, setelah sampai di parkiran dia langsung tancap gas menuju rumah nya, sesampainya di rumah vito langsung pergi ke kamar dan langsung mandi, karena dia ingin terlihat seperti sudah pulang sejak tadi.
Setelah mandi vito langsung turun untuk menunggu citra pulang, tapi saat dia sedang menunggu kepulangan citra dia mendapatkan pesan dari orang suruhan, vito pun langsung membuka pesan tersebut dan ternyata pesan itu berisi foto citra yang sedang menikmati keindahan sunset, hal itu membuat vito kembali tersenyum melihat hasil kerja keras orang suruhan nya.
Saat vito sedang melihat foto citra, tiba-tiba angel masuk ke dalam rumah tanpa permisi dan langsung mencium bibir nya, hal itu membuat vito terkejut.
Vito ingat dengan ucapan citra tadi pagi, sehingga dia mencoba untuk melepaskan ciumannya dengan angel, tapi sialnya saat vito sedang berusaha melepaskan ciumannya dengan angel, citra tiba-tiba datang dan langsung berkata " Oops sorry ganggu!"
__ADS_1
Flashback off *
Dan di situlah terjadi kesalahpahaman antara dia dan citra.