
Kini mereka berdua sudah sampai di tempat papa mama nya citra berada, citra pun langsung bertanya " bagaimana pa, sudah beres semua nya pa?"
Papa nya terkejut melihat citra sudah ada di depan nya
" Citra! " ucap papa
" Kamu sudah baik-baik saja kan sayang?" tanya papa
" Citra sudah baik-baik saja kok pa, ma" jawab citra sambil tersenyum
" Kita pulang ke Indonesia sekarang pa?" tanya citra
" Iya sayang, supaya oma segera di makamkan sayang" jawab papa
" Yasudah pa, ma citra mau ambil koper-koper yang ada di hotel sekalian cek out pa" kata citra
" Tidak perlu sayang, karena papa tadi sudah menyuruh orang suruhan papa untuk langsung membawa nya ke bandara" ucap papa
Citra yang sejak tadi tidak melihat kakak nya pun bertanya " kakak ada dimana ma?"
" Kakak kamu tadi pergi bersama suami nya ra" jawab mama
" Oh! Pergi bersama suami nya" ucap citra mengulangi jawaban dari mama nya
" Ra, lebih baik kamu cari kakak kamu ada dimana sekarang, soalnya kita akan segera berangkat ke bandara!" ujar papa
" Iya pa" jawab citra
Baru saja citra akan pergi, papa memanggil nama nya.
" Citra! Tunggu dulu!" kata papa
" Iya,ada apa pa?" tanya citra
Papa berjalan mendekati citra, saat sudah sampai di dekat nya citra beliau berbisik " Papa khawatir kakak kamu salah bicara ra, soalnya tadi vito seperti sedang menahan emosi ra"
" Papa tenang saja, dan berdo'a semoga kak devina jangan sampai salah bicara ya pa" bisik citra
" Yasudah, papa tenang saja citra pasti akan cari kakak dan kakak ipar, agar kita bisa cepat pulang" ucap citra sambil tersenyum
Citra pun langsung pergi meninggalkan orang tua nya dan juga dokter raka.
Sudah lama sekali citra mencari kakak nya dan juga vito tapi, hasil nya nihil.
Karena capek, citra memutuskan untuk istirahat sejenak sebelum melanjutkan pencarian.
" Sebenarnya kemana sih manusia kutub itu membawa kakak pergi?!" gumam citra
" Membuat orang capek saja" gumam citra
" Awas saja kalau sampai ketemu bakal aku hajar dia!" ucap citra kesal karena dia belum menemukan kakak nya
Di saat citra sedang kesal, terlintas di pikiran " Apa mungkin mereka sedang pergi honeymoon ya"
" Kalau misalkan mereka mau pergi honeymoon,. setidaknya mereka memberitahu papa atau mama, supaya aku tidak perlu capek-capek mencari keberadaan mereka berdua" ucap citra kesal
" Yasudah, mending aku kembali ke tempat yang tadi saja, sambil menunggu kita berangkat ke bandara" batin citra
__ADS_1
Citra pun memutuskan untuk kembali ke tempat yang tadi, tapi saat di perjalanan dia melihat seseorang yang dia kenal.
" Kenapa orang itu mirip seperti manusia kutub ya!?" batin citra
" Kalau memang dia manusia kutub, lah kak devina nya pergi kemana? Kenapa kakak tidak ada" ucap citra dalam hati
Karena penasaran, citra pun terus memperhatikan seseorang yang sedang menelepon, untuk memastikan bahwa orang itu adalah vito atau bukan.
Setelah cukup lama citra menunggu orang tersebut, akhirnya orang itu selesai juga menelpon nya, karena penasaran citra pun langsung memanggil orang tersebut.
" Kak vito!" panggil citra
Orang tersebut pun menoleh ke belakang.
" Citra!" kata seseorang tersebut
" Alhamdulillah, ternyata aku tidak salah orang" ucap citra dalam hati
Ya, seseorang yang sejak tadi di tunggu oleh citra ternyata benar adalah vito.
Entah kenapa saat melihat citra baik-baik saja ada perasaan aneh di dalam hati vito yang tidak bisa di jelaskan.
" Bagaimana keadaan kamu ra?" tanya vito lagi
" Ada apa ra?" tanya vito
Saat vito akan kembali mengajukan pertanyaan lagi citra langsung berkata " Stop! Jangan bicara dulu! Oke?!"
Vito hanya menganggukkan kepala
Vito lagi-lagi hanya menganggukkan kepala
" Oke! Sekarang aku mau jawab pertanyaan kak vito yang pertama" ucap citra
" Keadaan aku alhamdulillah sudah baik-baik saja kak" ucap citra
" Aku kesini di suruh papa mama untuk mencari kakak dan kak vito, karena kita akan segera pulang" kata citra
" Yasudah, ayo ra!" ajak vito
" Ayo kemana kak?" tanya citra
" Kata kamu kita sudah di tunggu papa mama kamu, kok kamu malah balik bertanya sih!" jawab vito
" Kak devina nya sekarang ada dimana kak?" tanya citra sambil mencari keberadaan kakak nya
" Devina? Tadi dia ada disini!" jawab vito
" Dimana kak, orang disini tidak ada siapapun kecuali kak vito tadi" kata citra
" Apa mungkin kakak kamu sudah pergi mencari papa mama kamu!?" ujar vito
" Itu tidak mungkin kak, soalnya dari tadi aku bersama papa mama, tapi tidak ada kak devina kak" jawab citra
" Terus kakak kamu sekarang ada dimana dong?" tanya vito
" Loh! kak vito kok jadi tanya ke aku, ya aku tidak tahu lah kak!" jawab citra kesal
__ADS_1
" Yasudah, kita cari bersama saja. Bagaimana?" tanya vito
" Yasudah deh. Iya" jawab citra
" Ayo! Kak" ajak citra sambil berjalan
Tanpa sepengetahuan citra, vito tersenyum melihat citra yang sudah baik-baik saja.
Saat citra berjalan sudah cukup jauh, vito masih tetap diam di tempat.
Citra terkejut saat menoleh kearah samping, tidak ada siapapun.
" Loh! Kemana orang nya?" kata citra sambil menoleh kearah samping.
Citra pun melihat sekeliling untuk mencari keberadaan vito.
" Itu dia orang nya!" kata citra sambil geleng-geleng kepala melihat vito yang masih berdiri kokoh tanpa bergerak sedikit pun
Huft!...
Citra menghela napas berat saat melihat vito sejak tadi diam di tempat.
Citra pun menghampiri vito, saat sampai di depan nya citra memanggil nama nya " Kak! Kak vito!"
Tetapi tidak ada respon apapun dari vito, citra pun mencari cara lain.
Citra memiliki ide brilian.
" Kak! Kak vito!" teriak citra tepat di telinga vito
" Astaghfirullahalazim" ucap vito terkejut mendengar suara citra
Hahahaha.....
Citra tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi wajah vito yang terkejut.
Vito yang tadi nya sempat ingin marah, tapi saat melihat citra sedang tertawa terbahak-bahak dia tidak jadi marah.
" Kenapa aku tidak bisa marah ya, saat ada di dekat nya " gumam vito
" Aduh! Gawat ini kalau sampai manusia kutub marah, bisa-bisa...." batin citra
Citra yang melihat ekspresi wajah vito yang berubah pun langsung menghentikan tawanya dan berkata " Maaf kak tidak sengaja, habis nya dari aku panggil diam saja"
" Maaf ya kak" ucap citra takut
" Iya, tidak apa-apa" jawab vito singkat
Melihat wajah citra yang ketakutan membuat vito merasa bersalah.
Huft!....
Vito menghela napas panjang sebelum berkata
" Lain kali jangan seperti itu lagi ya membuat orang terkejut" dengan suara yang lembut
Citra hanya mengangguk tanpa melihat wajah vito.
__ADS_1