
" Saya juga mau meminta maaf kepada om dan tante, karena kemarin sudah membuat pesta anniversary om dan tante menjadi kacau karena ulah saya" ucap axel mengakui kesalahannya.
Papa terkejut dengan pengakuan dari axel.
" Jadi, orang-orang itu adalah orang suruhan kamu!!?" kata papa dengan nada menahan amarah.
" Iya om, orang-orang itu adalah orang suruhan axel om" jawab axel sambil menunduk.
" Saya melakukan itu hanya untuk mendapatkan restu dari om dan tante. Tapi, bukannya restu yang axel dapat, malah membuat citra terluka om" ucap axel.
Melihat papa ardi yang terlihat semakin emosi, hal itu membuat axel langsung berkata " Kalau om mau memukul axel silakan saja om, atau om ardi mau melaporkan axel ke polisi juga boleh kok om, axel pasrah".
Tanpa menunggu lama papa ardi pun langsung melayangkan satu pukulan keras di wajah axel.
BUGH!!!
Axel yang mendapat serangan mendadak pun langsung jatuh.
Darah segar mengalir di sudut bibir axel, akibat pukulan keras dari papa ardi.
Devina yang melihat kekasihnya terjatuh pun langsung berlari kearah kekasih nya.
" Kenapa kamu diam saja, tidak menghindar?!" ujar devina sambil menangis.
Melihat kekasihnya menangis axel berkata" Aku baik-baik saja, kalau aku menghindar berarti aku seorang pengecut!"
" Kamu tenang saja aku akan baik-baik saja!" imbuhnya untuk membuat devina tidak khawatir.
Melihat papa nya akan kembali memukul axel, citra pun berusaha untuk menghentikan papa nya.
" Pa jangan pukul axel lagi pa!" ucap citra
" Tidak! Laki-laki ini harus merasakan pembalasan atas apa yang telah dia perbuat kepada kita semua malam itu!" ujar papa.
" Terutama apa yang telah laki-laki ini berbuat kepada kamu!" imbuhnya
" Memang laki-laki ini sudah membuat aku terluka pa, tapi dia juga yang sudah membuat aku kembali sehat pa" kata citra
" Maksud kamu apa?" tanya papa bingung.
" maksud aku adalah memang secara tidak langsung axel yang sudah membuat aku lenganku terluka, tetapi axel juga yang sudah membawa aku ke rumah sakit tepat waktu pa. " jawab citra
" Dan axel juga yang sudah mendonorkan darahnya untukku pa sehingga, aku bisa seperti sekarang pa" imbuh nya.
" Citra tahu papa pasti sangat marah atas perbuatan axel, tapi axel juga sudah berani mengakui kesalahannya dan dia juga sudah meminta maaf kepada papa, kenapa papa tidak mau memaafkannya?!" ujar citra.
" Tetapi ra, apa yang telah dilakukan dia Itu sudah melanggar hukum dan dia juga sudah membuat kamu terluka, papa tidak mungkin memaafkannya. " ujar papa.
Huft!!!
Citra menghela napas berat sebelum berkata " Citra sudah memaafkan dia pa, lagipula luka citra juga sudah sembuh pa. Kalau bukan karena mak lampir itu tidak mungkin luka citra kembali berdarah seperti ini "
__ADS_1
" Citra mohon sama papa, tolong papa memaafkan perbuatannya axel" ucap citra
" Tidak! Papa tidak akan pernah memaafkan kesalahannya nya!" kata papa
Tetapi papa nya tetap tidak mau memaafkannya.
" Pakai cara apalagi ya, supaya papa mau memaafkan kesalahan axel" ucap citra dalam hati.
" Aku tidak mau sampai anak orang nanti meninggal karena papa" batin citra.
" Pokoknya aku harus segera mencari cara supaya papa mau memaafkan kesalahan axel!" ucap citra dalam hati.
Huft!!
Citra menghela napas panjang sebelum berkata " Dulu oma sering sekali mengingatkan citra untuk selalu memaafkan kesalahan orang lain, apalagi orang itu sudah mengakui kesalahan mereka "
Citra mengatakan itu dengan sedih.
" Coba saja oma masih ada, pasti oma juga akan bilang seperti itu" imbuh nya dengan raut wajah sedih.
" Semoga saja papa bisa berubah pikiran. Amin" ucap citra dalam hati.
Melihat citra yang terlihat sedih membuat sang mama berkata " Sayang, kamu jangan sedih ya, kalau kamu sedih nanti oma juga akan sedih disana"
" Citra kangen sama oma, ma" ucap citra
" Mama juga kangen oma, sayang" ucap mama sambil memeluk citra.
" Padahal aku sudah berjanji pada diri sendiri tidak akan membiarkan citra terluka dan sedih tapi, kini malah aku sendiri yang membuat citra sedih" batin papa.
" Kamu beruntung karena kali ini saya memaafkan kesalahan kamu" kata papa
Mendengar hal itu membuat citra merasa lega karena akhirnya sang papa mau memaafkan axel.
Mama nya pun langsung melepaskan pelukannya sambil tersenyum.
" Terimakasih banyak om" ucap axel sambil tersenyum bahagia.
" Seharusnya kamu berterimakasih kepada citra karena dia, saya mau memaafkan kesalahan kamu!" ujar papa
" Citra terimakasih banyak ya" ucap axel
" Iya sama-sama, aku juga mau bilang Terimakasih sama kamu karena kamu sudah mau mendonorkan darah untuk aku" ucap citra sambil tersenyum.
" Tapi, kamu jangan merasa senang dahulu, karena saya akan tetap mengawasi kamu" kata papa
" Kalau kamu melakukan kesalahan yang sama, saya akan langsung melaporkan kamu ke pihak berwajib dan saya tidak akan merestui hubungan kamu dengan anak saya. Kamu mengerti!" ancam papa.
" Mengerti om! Saya janji saya tidak akan pernah mengulangi kesalahan yang sama untuk yang kedua kalinya" ucap axel sungguh-sungguh.
Setelah semua masalah tentang axel selesai, citra pun bertanya kepada devina " Sekarang rencana kakak untuk bercerai dengan vito apa??"
__ADS_1
" Kamu harus membantu aku agar vito mau bercerai dengan aku" jawab devina.
" Caranya bagaimana??" tanya citra lagi.
" Nah! Itu dia masalah nya, kakak belum mengetahui cara nya ra" jawab devina.
Citra berpikir sejenak, dan tiba-tiba dia teringat akan sesuatu.
" Kak! Bukan nya aku dulu pernah memberikan sebuah kertas yang berisi tentang kontak antara kakak dan manusia kutub itu ya" ujar citra.
" Kontrak antara aku dan manusia kutub?? Yang kamu maksud manusia kutub itu vito?!" ujar devina.
" Hehe.. Iya kak." jawab citra sambil cengengesan.
" Habis nya orang itu sikap nya banget banget kak, seperti manusia es" ujar citra.
" Ada-ada saja kamu ra" kata papa dan mama sambil tersenyum.
" Kakak ingat tidak kalau di surat perjanjian itu masih ada beberapa nomor yang belum diisi?" tanya citra
" Iya ingat, memang itu untuk apa kenapa di kosongkan ra?" kata devina.
" Itu untuk di isi sesuai keinginan kakak" jawab citra.
" Oh iya! Kenapa tidak kakak isi nomor yang kosong itu dengan kalimat kalau kakak ingin berpisah dengan suami kak devina" kata citra.
" Iya juga ya, kenapa aku tidak kepikiran untuk menulis nya di surat perjanjian itu" kata devina.
" Yasudah, aku tulis sekarang saja biar aku lebih cepat bercerai dengan vito" ujar devina.
" Memang nya kakak membawa surat perjanjian nya?" tanya citra penasaran.
" Kebetulan aku membawa nya" jawab devina.
" Yasudah, aku isi dulu biar nanti kamu bisa memberikan surat perjanjian itu kepada vito" ujar devina sambil berjalan menuju sofa yang ada di ruangan itu.
Setelah menulis permintaan nya di surat perjanjian, devina langsung memberikan surat tersebut kepada citra.
" Yasudah, pa! Ma devina pergi dulu" pamit devina.
" Kamu mau pergi kemana?" tanya papa.
" Devina mau pergi ke hotel pa" jawab devina.
" Om tenang saja tidak akan menginap di hotel bersama devina kok om, axel akan menginap di rumah teman axel" ucap axel sambil melambaikan kedua tangan.
" Syukur lah kalau kamu masih ingat itu" kata papa.
" Yasudah, kalian berdua hati-hati dijalan" kata mama.
" Iya ma" ucap devina sambil mencium tangan kedua orang tua nya.
__ADS_1
Setelah berpamitan devina dan axel langsung pergi.