Mendadak Menjadi Istri CEO

Mendadak Menjadi Istri CEO
Eps 202


__ADS_3

Betapa terkejutnya citra saat melihat seseorang yang sedang mengajak papa dan mama nya bicara.


" KAMU!!!"


" Pantas saja papa dan mama terkejut, orang yang datang manusia kutub!" pikir citra.


Ya! Orang yang membuat pak ardi dan bu veronica terkejut yaitu vito.


" Pasti papa dan mama bingung mau bicara apa, maka nya mereka diam semua!" pikir citra.


" Citra!!" vito terkejut mendengar citra memanggil.


" Jadi ingatan kamu sudah pulih ra?!" ujar vito dengan ekspresi wajah bahagia.


Kedua orang tua citra yang mendengar vito memanggil nama citra pun langsung merasa lega karena mereka tidak perlu lagi khawatir jika di tanya tentang keberadaan citra.


" Aduh! Aku harus menjawab apa ya?!" ucap citra dalam hati bingung.


" Aku punya ide" ucap citra dalam hati.


" Anda siapa? Kenapa anda ada di rumah saya dan kenapa anda bisa mengetahui nama saya?!" tanya citra.


" Anda pasti orang jahat!!" lanjut citra sambil memegang sapu yang dia bawa dan bersiap untuk memukul vito.


Mendengar citra berkata seperti itu, dengan cepat vito berkata " Bukan!! Bukan!! Saya bukan orang jahat!".


" Saya tidak percaya, pasti anda orang jahat!" ucap citra.l


" Apa yang telah anda lakukan kepada papa dan mama saya?!" tanya citra sambil menunjuk ke arah papa dan mama nya yang masih diam.


" Kamu harus percaya dengan saya, saya bukan lah orang jahat dan untuk papa dan mama kamu saya tidak tahu kenapa mereka seperti ini, saya juga bingung ra?!" jawab vito mencoba meyakinkan kalau dirinya bukan orang jahat.


" Jika bukan orang jahat, untuk apa anda malam datang ke rumah saya?!" kata citra.


" Ayo mengaku! Anda pasti orang jahat kan!!" lanjut citra sambil menyipitkan matanya.


" Saya bukan orang jahat, saya itu calon suami kamu ra" jawab vito.


" Dan saya malam-malam datang ke sini karena tadi saya pergi ke rumah sakit, kata perawat disana kamu sudah pulang maka nya saya langsung datang ke sini" lanjut vito menjelaskan kenapa dia malam-malam datang ke rumah nya.


" Tunggu dulu! Tadi anda mengatakan jika anda anda adalah calon suami saya?!" kata citra.


" Iya ra, saya adalah calon suami kamu. Kalau kamu tidak percaya kamu bisa tanya kepada papa dan mama kamu!" jawab vito.


" Aduh! Aku harus bagaimana ini?!" batin citra.


" Citra sayang kamu pasti lapar?! Kita makan setelah itu baru minum obat!" ucap mama memecah keheningan.


Citra mengangguk lalu berkata " Iya ma".

__ADS_1


" Pa, mama mau menemani citra makan terlebih dahulu ya!" pamit mama.


" Iya ma" jawab papa.


" Pak vito silahkan duduk!" ucap papa mempersilahkan vito untuk duduk.


" Panggil vito saja om, jangan pakai sebutan pak karena anda lebih tua dari saya rasa nya kurang pantas jika anda memanggil saya dengan sebutan pak" ucap vito.


Pak ardi hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.


" Tunggu sebentar ya!" kata papa.


" Bi! Bi sum!" panggil papa.


" Iya pa, ada apa?" jawab bi sum saat beliau sudah berada di samping pak ardi.


" Tolong buatkan minum untuk pak vito!" perintah papa.


" Baik pak" ucap bi sum.


Setelah mengucapkan itu bi sum kembali ke dapur untuk membuatkan minuman untuk vito.


" Oh iya! Kamu malam-malam datang kesini ada apa ya?" tanya pak ardi penasaran.


" Sebelum saya menjawab pertanyaan dari om, saya mau minta maaf om, karena saya tidak bisa menemani citra selama dia di rumah sakit karena ada beberapa hal penting yang harus dilakukan jadi, saya tidak bisa datang ke rumah sakit untuk menemani citra" ucap vito.


" Iya tidak apa, saya juga paham " jawab pak ardi.


" Jadi begini om cerita nya" ucap vito.


...Flashback on...


Setelah pulang dari menyelesaikan urusan nya di negara A, vito langsung menyuruh riko untuk memesan tiket pesawat yang paling pagi karena dia ingin segera kembali dan bertemu dengan citra.


Tapi semua penerbangan di tunda akibat cuaca buruk.


" Kenapa harus di tunda sih penerbangan nya!" kesal vito.


10 menit kemudian.


" Kenapa lama sekali sih! kalau tahu akan seperti ini lebih baik aku naik pesawat pribadi saja!!" gerutu vito sambil terus melihat kearah jam tangan nya.


Setelah menunggu hampir 2 jam akhirnya semua penerbangan sudah di perbolehkan untuk beroperasi kembali.


Sesampainya di bandara dia langsung menuju rumah sakit tempat citra di rawat sebelum dia pergi.


" Tambah kecepatan mobilnya rik!" omel vito.


" Kalau di tambah lagi, takut nya akan membahayakan keselamatan kita dan pengguna jalan yang lain bos!" ujar riko.

__ADS_1


Riko yang mendapat tatapan tajam dari vito pun langsung diam.


45 menit perjalanan akhirnya mereka sampai di depan rumah sakit tempat citra dirawat, vito langsung turun dari mobil dan langsung menuju ruang rawat citra.


Tapi saat sampai di ruangan tersebut, vito terkejut saat melihat ruangan tersebut sudah kosong dan rapi.


Dia langsung pergi mencari perawat untuk bertanya dimana citra berada.


" Selamat siang sus" ucap vito dengan ekspresi wajah datar.


" Selamat siang, ada yang bisa saya bantu?" jawab perawat tersebut.


" Pasien yang bernama citra, kenapa tidak ada di ruangan nya?" tanya vito dingin.


" Tunggu sebentar ya pak, saya cek terlebih dahulu!" ujar perawat tersebut.


" Maaf pak pasien atas nama citra sudah pulang pak" ucap perawat tersebut.


" Apa! Sudah pulang?! Kapan?" vito terkejut mendengar ucapan perawat tersebut.


" Iya pak, pasien atas nama citra sudah pulang sejak tadi pagi pak" jawab perawat tersebut.


Setelah mendengar jawaban perawat tersebut, tanpa mengucapkan terimakasih vito langsung pergi meninggalkan rumah sakit itu.


" Loh! Kenapa kembali lagi bos?" tanya riko terkejut saat melihat vito sudah keluar.


" Cepat ambil mobil!" kata vito.


" Untuk apa? Bos mau pergi kemana?" tanya riko penasaran.


" Ke rumah citra" jawab vito.


" Ke rumah citra?! Jadi, citra sudah pulang bos?!" kata riko.


" Hem!!" jawab vito.


Riko langsung mengambil kembali mobil nya.


Tidak lama kemudian riko sudah sampai di depan rumah sakit, vito langsung masuk kedalam mobil.


Riko langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan rata-rata menuju rumah citra tapi saat di perjalanan riko mendapat panggilan telepon dari orang kantor dan menyuruh vito untuk ke kantor karena ada urusan penting yang harus segera diatasi oleh vito.


Baru saja riko akan berbicara, vito langsung berkata " Kita pergi ke kantor terlebih dahulu, setelah itu baru kita pergi ke rumah citra!".


Mendengar itu riko langsung melajukan mobilnya menuju kantor.


Sesampainya di kantor vito langsung mengurus semua masalah yang ada di kantor nya.


Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul 19:00.

__ADS_1


Vito langsung pergi meninggalkan kantor dan pergi ke rumah citra.


...Flashback off...


__ADS_2