Mendadak Menjadi Istri CEO

Mendadak Menjadi Istri CEO
Eps 239


__ADS_3

" Apa sebaiknya aku kembali ke hotel ya, siapa tahu mas vito sudah kembali ke hotel" pikir citra.


Citra bingung dengan apa yang harus dia lakukan, antara melanjutkan makan atau pulang hotel.


" Lebih baik aku kembali ke hotel saja deh, kasihan mas vito belum makan" ucap citra sambil tersenyum.


" Kan tidak baik jika aku pergi tanpa memberitahu mas vito, sedangkan mas vito sekarang kan suami aku, yang ada nanti aku mendapat dosa karena pergi tanpa ijin dari suami " batin citra.


Huft...


Citra menghela napas panjang setelah itu dia pergi ke kasir untuk membayar makanan nya dan dia juga memesan makanan untuk dirinya dan juga suaminya.


Setelah selesai semua citra memutuskan untuk kembali ke hotel.


Dari kejauhan ada seseorang yang memerhatikan citra dari awal citra datang ke restoran itu.


Dan saat citra pergi dari restoran itu seseorang yang sejak tadi melihat citra ekspresi wajah nya langsung berubah menjadi sedih.


Sesampainya di hotel citra langsung ke meja resepsionis hotel untuk mengambil kartu akses masuk kamar hotel.


" Selamat pagi!" sapa citra.


" Selamat pagi" jawab pegawai hotel.


" Ada yang bisa saya bantu?" tanya pegawai hotel ramah.


" Saya mau mengambil kartu akses untuk kamar 143" jawab citra sambil tersenyum.


" Tunggu sebentar, saya ambilkan terlebih dahulu" ucap pegawai hotel ramah.


" Baik" jawab citra.


Pegawai hotel langsung mengambilkan kartu akses kamar yang di minta oleh citra.


" Ini nona kartu kamar anda" kata pegawai hotel sambil memberikan kartu akses kamar kepada citra.


" Oh iya! Terimakasih" ucap citra sambil menerima kartu akses kamar tersebut.


" Oh iya, nona! Tadi ada seseorang dari kamar 143 yang juga sedang mencari istri nya yang pergi. Apakah itu adalah nona?" kata pegawai hotel.


" Maafkan saya nona, seharusnya saya tidak berbicara seperti itu kepada anda?!" ucap pegawai hotel tersebut.


Citra tersenyum mendengar ucapan pegawai hotel tersebut yang terlihat sangat ketakutan.


" Anda tidak salah, kenapa meminta maaf kepada saya. Dia suami saya dan kami baru menikah beberapa hari yang lalu" kata citra.


" Saya tadi buru-buru keluar karena saya mau mencari makanan untuk kami sarapan tetapi, saya lupa untuk memberitahu suami saya jadi dia kebingungan mencari saya" lanjut citra berbohong.


Pegawai hotel tersebut hanya mengangguk sambil tersenyum.


" Kalau begitu, saya permisi" ucap citra sambil tersenyum.


" Iya silahkan" kata pegawai hotel tersebut.


Baru saja citra melangkahkan kakinya beberapa langkah, citra menghentikan langkahnya dan kembali ke meja resepsionis.


" Tolong jika nanti suami saya datang, katakan kalau saya sudah kembali" pesan citra.


" Baik nona, nanti akan saya sampaikan" ucap pegawai hotel.


( Percakapan di atas menggunakan bahasa Prancis ).


setelah itu dia langsung berjalan menuju kamar hotel mereka.


KREEK....


Setelah pintu kamar terbuka citra langsung masuk kedalam kamar.


" Mas vito kira-kira pergi kemana ya?" kata citra.


" Apa aku telepon mas vito saja ya?!" pikir citra.


" Ya! Aku telepon mas vito saja deh dan tanya sekarang dia ada dimana?!" kata citra sambil mengambil handphone nya.


" Oh iya! Handphone ku kan rusak, bagaimana aku menelepon mas vito!" ujar citra baru ingat jika handphone nya masih belum bisa menyala.


" Apa aku pinjam telepon hotel untuk menelepon mas vito saja ya!" pikir citra.


Saat dia akan pergi, citra baru ingat sesuatu.


" Oh iya! Aku kan tidak hafal nomor handphone nya mas vito!" kata citra sambil menepuk keningnya.


" Yasudah deh! Aku tunggu di kamar saja!" kata citra sambil merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.


Karena lelah menunggu suaminya yang belum kembali, citra pun mulai merasa kantuk kemudian dia langsung terlelap tidur.


Di sisi lain.


Setelah citra pergi vito langsung menyusul citra pergi, tapi sayang nya dia kehilangan jejak.


Semua tempat yang kemarin dia datangi dengan citra sudah dia periksa tetapi citra tidak ada ditempat itu.


" Kamu pergi kemana sih ra? Kenapa aku tidak bisa menemukan kamu dimana-mana!" ucap vito frustasi.


" Semoga kamu sudah kembali ke hotel ra!" vito berdo'a dalam hati.

__ADS_1


Karena hari sudah mulai sore vito memutuskan untuk kembali ke hotel.


Sesampainya di hotel dia langsung pergi ke resepsionis hotel untuk mengambil kartu akses masuk ke dalam kamar hotel nya.


" Selamat sore" sapa pegawai hotel.


" Hem!" jawab vito dingin.


" Saya mau mengambil kartu akses untuk kamar 143" kata vito datar.


" Maaf tuan, tapi kartu akses kamar 143 tadi pagi sudah di ambil oleh seorang wanita" ucap pegawai hotel sopan.


Vito terkejut saat mendengar pegawai hotel mengatakan jika sudah ada yang mengambil kartu akses kamar nya.


" Seorang wanita?!" pikir vito.


Karena penasaran vito langsung bertanya kepada pegawai hotel tersebut " Seorang wanita? Siapa itu?"


dengan dingin.


" Maaf tuan, tetapi saya kurang tahu tuan karena tadi pagi teman saya yang berkerja di sini" jawab pegawai hotel tersebut.


" Kira-kira siapa ya?!" batin vito.


" Terimakasih " ucap vito dingin.


Setelah mengucapkan itu, vito langsung pergi ke kamar hotel nya.


( Mereka berbicara dengan bahasa Prancis ).


Tak! Tak! Tak!


Terdengar suara langkah kaki vito menuju kamar nya.


Tok! Tok! Tok!


Terdengar suara seseorang mengetuk pintu kamar.


Citra yang sedang tertidur pulas pun terkejut dengan ketukan pintu.


" Siapa sih yang mengetuk pintu" kata citra sambil menggeliat.


" Apa mungkin itu mas vito!" kata citra.


Citra pun bangun dan langsung berjalan menuju pintu kamar.


KREEK!!


Terdengar suara pintu terbuka, dan terlihat vito di depan pintu dengan penampilan yang acak-acakan.


Vito yang melihat sang istri sudah kembali ke hotel pun langsung memeluk citra dengan erat.


Citra membalas pelukan hangat dari sang suami.


" masuk dahulu mas!!" ajak citra setelah vito tenang.


Vito melepaskan pelukannya dan langsung masuk kedalam kamar.


" Duduk dahulu mas" ajak citra.


Vito langsung duduk di samping citra.


" Aku minta maaf ya ra" ucap vito dengan ekspresi wajah menyesal.


" Iya mas, aku juga minta maaf ya mas karena tadi aku pergi tidak pamit " ucap citra.


" Yasudah, tidak perlu di bahas lagi. Sekarang kamu cerita tadi kamu pergi kemana ra?!" ucap vito sambil merubah posisi menghadap citra.


" Tadi aku pergi ke restoran yang kemarin untuk membeli makanan mas" jawab citra.


" Makanan?" tanya vito dengan ekspresi wajah bingung.


" Iya mas, itu makanan nya" jawab citra sambil menunjuk ke arah kantong plastik di meja samping tempat tidur.


Vito langsung melihat ke arah tangan citra menunjuk.


" Tadi nya aku mau makan di restoran itu karena aku masih kesal dengan sikap mas vito" ucap citra.


" Tetapi, saat mau makan aku ingat dengan mas vito jadi, aku pesan makanan yang baru untuk kita makan bersama tapi, saat sampai di hotel kata resepsionis mas vito pergi" lanjut citra.


" Sekali lagi aku minta maaf ya mas, karena sudah pergi tanpa meminta ijin kepada mas vito" ucap citra sambil menundukkan kepala.


Vito memegang dagu citra lalu mengangkat wajah citra agar vito bisa melihat wajah citra.


" Iya tidak apa ra, lagipula tadi aku juga salah karena aku sudah bersikap seperti tadi" ucap vito.


Citra hanya menganggukkan kepala sambil tersenyum.


" Mas vito sudah makan?" tanya citra.


Vito hanya menggelengkan kepala pelan.


" Kalau kamu sudah makan ra?" tanya vito.


" Hehe, belum juga mas" jawab citra.

__ADS_1


Vito bergegas mengambil makanan yang ada di atas meja lalu meletakkan nya di depan mereka.


" Makanan nya pasti sudah tidak enak mas, kan itu makanan nya sudah dari tadi pagi mas!" ujar citra.


" Apa kita pesan makanan saja ra?" tanya vito memberi solusi.


" Iya boleh juga mas" jawab citra sambil menganggukkan kepala.


" Kamu mau pesan makanan apa ra?" tanya vito.


" Terserah mas vito saja, soalnya aku tidak begitu tahu makanan di sini mas" jawab citra.


" Yasudah, kalau begitu aku pesan sekarang ya!" kata vito.


" Iya mas" jawab citra sambil tersenyum.


" Aku mau mandi dahulu ya mas" kata citra.


" Iya ra" jawab vito sambil menganggukkan kepala.


Setelah mendapat jawaban dari vito, citra langsung mengambil pakaian bersih dan langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Setelah selesai citra langsung keluar kamar mandi sudah memakai pakaian.


Dia langsung berjalan mendekati suami nya.


" Mas vito mau mandi sekarang atau nanti?" tanya citra.


" Kalau mas vito mau mandi sekarang, aku siapkan air nya dahulu mas" lanjut citra.


" Iya, aku mau mandi sekarang ra" jawab vito.


Mendengar itu, citra langsung pergi ke kamar mandi lagi untuk menyiapkan air untuk mandi sang suami.


Setelah di rasa cukup, citra keluar untuk memberitahu sang suami jika air nya sudah siap.


" Mas vito air nya sudah siap!" kata citra saat sudah sampai di samping vito.


" Iya ra" jawab vito sambil menganggukkan kepala.


Vito langsung meletakkan handphone nya dan langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Melihat sang suami masuk kedalam kamar mandi, citra langsung menyiapkan pakaian untuk vito pakai nanti.


Beberapa saat kemudian, vito sudah selesai dan dia keluar dengan memakai handuk saja.


" Ini baju nya ra?" tanya vito.


" Iya mas, itu baju nya" jawab citra sambil menoleh ke vito.


Vito langsung kembali ke kamar mandi untuk memakai pakaian, setelah selesai vito keluar dari kamar mandi.


" Makanan nya belum datang ra?" tanya vito sambil berjalan menuju citra.


" Belum datang mas" jawab citra sambil mengeringkan rambut nya menggunakan handuk.


" Ra, kamu tahu tidak ingin rasanya aku memeluk kamu ra" batin vito


" Ra" panggil vito.


" Iya mas" jawab citra sambil menoleh ke arah vito.


" Ada apa mas?" tanya citra.


" Tidak ada apa-apa ra" jawab vito.


" Mas vito kenapa ya?!" batin citra


" Apa jangan-jangan mas vito mau menagih hutang tadi pagi ya? Tapi dia bingung cara menyampaikan nya!" batin citra.


Setelah selesai merapikan rambut nya, citra berjalan menuju vito. Dia duduk di samping vito.


" Mas vito kenapa? Mas vito baik-baik saja kan?" tanya citra sambil memegang tangan vito.


" Iya aku baik-baik saja ra" jawab vito gugup.


" Aduh ra! Kenapa kamu memegang tangan ku, yang ada kalau kamu terus memegang tangan ku seperti ini yang ada nanti akan ada yang bangun ra" batin vito.


" Mas vito sakit?" tanya citra khawatir karena melihat vito berkeringat.


" Tidak ra" jawab vito.


" Mas vito" panggil citra lembut.


" Iya ra, ada apa?" jawab vito.


" Tadi pagi kan mas vito tidak jadi melakukan morning kiss, kalau mas vito mau melakukan nya sekarang juga aku ijinkan kok mas" ujar citra malu.


Mendengar itu, vito langsung bertanya " Kamu serius ra, aku boleh mencium bibir kamu ra?!".


Citra menganggukkan kepalanya sambil menjawab " Iya boleh mas" sambil tersenyum malu.


Setelah mendengar jawaban citra, tanpa menunggu lama vito langsung mencium bibir citra dengan lembut, ciuman itu semakin intens sampai-sampai membuat citra kewalahan untuk membalas ciuman vito yang memabukkan.


Ciuman itu berlangsung cukup lama, tangan vito pun bergerak bebas, tapi saat tangan vito akan melakukan turun kebawah, tiba-tiba...

__ADS_1


__ADS_2