
Saat citra sedang melamun memikirkan kenapa dia bisa bertemu dengan orang itu di depan toilet, tiba-tiba dia teringat jika samuel masih ada di restoran.
" Astaghfirullahalazim, samuel!" teriak citra.
" What happened miss?" tanya supir taksi tersebut.
" I forgot that i went with my friend sir" jawab citra
" And i forgot not to tell him if i go home first sir" lanjut citra.
" Di we need to go back to the restaurant where miss and your friend were to pick up your friend?" tanya supir taksi tersebut.
Mendengar pertanyaan supir taksi tersebut membuat citra berpikir sejenak " Kalau aku kembali ke restoran itu lagi yang ada nanti aku ketemu dengan orang itu lagi, kan bisa gawat!".
" No need sir, i'll send a massage to my friend later when i get home" jawab citra.
" let's go home sir!" ucap citra.
" Ok miss" jawab supir taksi tersebut.
Kini citra sudah sampai asrama, dia langsung merebahkan tubuhnya di tempat tidur.
" Kenapa tadi bisa bertabrakan dengan orang itu ya, tadi orang itu mengenali aku tidak ya?!" ucap citra
" Semoga orang itu tidak mengenali aku" ucap citra.
" Sekarang lebih baik aku memberitahu samuel kalau aku sudah pulang" ucap citra sambil duduk.
Setelah mengirimkan pesan kepada samuel, citra langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan wajah nya dan mengganti pakaian dan bersiap untuk berangkat ke kampus.
Di sisi lain.
Samuel yang sudah selesai makan mulai gelisah lantaran citra belum juga kembali dari kamar mandi, dia pun langsung mengambil handphone nya untuk menanyakan kepada citra apakah dia baik-baik saja atau tidak.
Saat dia akan menghubungi citra, dia melihat ada pesan yang masuk, samuel pun langsung membuka pesan singkat tersebut setelah melihat nama pengirim nya.
Setelah membaca pesan singkat dari citra, samuel langsung membayar makanan nya dan pergi dari restoran itu.
" Eca kenapa ya? kenapa dia tiba-tiba pulang?" ucap samuel bingung.
" Apa jangan-jangan eca sakit!" kata samuel khawatir.
" Apa aku telepon dia saja kali ya, untuk menanyakan apakah dia sakit atau tidak?!" batin samuel.
Karena khawatir dengan keadaan citra, samuel pun langsung menelpon citra. Tetapi citra tidak menjawab telepon dari dirinya.
__ADS_1
Hal itu membuat samuel semakin khawatir, samuel akhirnya memutuskan untuk pergi ke asrama citra untuk mengetahui bagaimana kondisi citra.
Samuel melajukan mobilnya menuju asrama citra, tetapi di asrama pun tidak ada, tiba-tiba dia teringat ucapan citra siang tadi.
" Oh iya, dia tadi bilang kalau dia ada kuliah malam, kenapa aku bisa lupa" ucap samuel sambil menepuk dahi.
" Mungkin tadi dia sedang terburu-buru mau pergi kuliah maka nya dia tidak sempat berpamitan dengan ku" ucap samuel.
Samuel pun langsung pergi meninggalkan asrama citra dan pulang.
Kini citra sudah pulang dari kampus, sebelum kembali ke asrama dia mampir ke supermarket untuk membeli sesuatu.
Setelah selesai berbelanja citra langsung pulang, tetapi di tengah jalan dia melihat ada seorang pria yang sedang di berhenti di tengah jalan dengan pakaian yang berantakan, karena penasaran dia pun berhenti.
" Orang itu kira-kira kenapa ya?" ucap citra penasaran.
" Apa dia korban perampokan ya? Atau jangan-jangan dia orang jahat!" batin citra.
Citra melihat orang tersebut seperti sedang meminta tolong, citra dengan perasaan takut mendekati orang tersebut.
Citra terkejut saat melihat wajah orang yang tadi meminta tolong kepada nya.
" Kenapa dia lagi!" batin citra
" Aku harus bagaimana ya? Aku tolong dia atau aku pergi saja ya?!" batin citra.
Baru saja citra akan pergi, orang itu berkata " Please! Help me!".
Mendengar hal itu membuat citra merasa kasihan dengan orang itu, tetapi dia juga tidak mau kalau sampai ada orang lain yang mengetahui keberadaan dirinya.
" Aduh! Bagaimana cara nya ya agar dia tidak mengenali aku" pikir citra.
Citra tersenyum bahagia saat mendapat ide brilian.
Citra langsung mengambil sapu tangan dari dalam tas dan langsung di gunakan sebagai penutup wajah.
Setelah itu dia baru mendekati orang itu, sambil bertanya " What happened sir?".
" Help me! i just had an accident" ucap mr x.
" Accident?! Where is the accident sir?" tanya citra terkejut.
" Accident over there" jawab mr x.
" I will take you to the hospital so that your wound can be treated immediately by a doctor" ujar citra.
__ADS_1
" No need, just take me to the hotel where i stay" ucap mr x.
" Ok sir, may i know what hotel you are staying at?" ujar citra.
" Hotel xxx" jawab mr x.
Setelah mendengar jawaban dari orang itu, citra langsung membantu orang tersebut naik mobil dan mengantar orang tersebut ke alamat yang tadi di sebutkan oleh orang tersebut.
Setelah perjalanan yang cukup lama, akhirnya mereka sampai di depan hotel yang menjadi tempat tujuan mereka.
Citra langsung membantu orang tersebut turun dari mobil dan membantu nya berjalan sampai di depan kamar nya.
Setelah mengantar orang itu citra langsung pergi tanpa berpamitan dengan orang itu.
" Huh! Akhirnya aku bisa pergi juga" ucap citra saat sudah sampai asrama.
Citra langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur nya.
" Sekarang aku harus lebih berhati-hati supaya tidak ada yang mengetahui keberadaan ku!" ucap citra.
Tanpa menunggu lama citra kini sudah pergi ke alam mimpi nya.
Disisi lain.
Papa ardi sedang berusaha untuk terus menghubungi nomor telepon citra, tetapi kini nomor citra tidak bisa di hubungi.
" Kenapa nomor citra sekarang sudah tidak bisa di hubungi ya?" batin papa ardi.
" Padahal tadi masih bisa, apa jangan-jangan citra tidak mau lagi menerima telepon dari papa nya?" papa ardi bertanya-tanya dalam hati.
" Apa yang harus aku lakukan sekarang? Apa aku harus menyuruh orang untuk mencari keberadaan citra atau aku biarkan saja citra untuk fokus pada pendidikan nya terlebih dahulu ya?!" batin papa.
" Ya, mungkin lebih baik aku biarkan saja citra agar dia fokus pada pendidikan nya!" ucap papa.
Setelah membuat keputusan papa ardi keluar dari kamar untuk sarapan.
" Pagi pa!" sapa devina yang kebetulan baru saja turun dari lantai dua.
" Pagi juga" ucap papa sambil berjalan menuju ruang makan.
" Kenapa papa masih seperti itu sih sikap nya, apa papa masih marah sama aku ya" batin devina.
Devina pun langsung berjalan menyusul papa nya untuk pergi ke ruang makan.
Saat papa nya akan duduk, devina bertanya " Papa masih marah ya gara-gara kejadian waktu itu?".
__ADS_1
Sang papa hanya diam saja dan langsung duduk tanpa menghiraukan pertanyaan dari devina.