
" Yes!" teriak teman citra kegirangan.
" Dia kenapa ya?!" batin citra
Melihat temannya kegirangan seperti itu membuat citra bingung dengan tingkah teman nya itu, citra pun langsung bertanya " Kamu kenapa?".
Pertanyaan dari citra membuat teman nya terkejut.
" Heh! Aku tidak kenapa-kenapa" jawab teman citra sambil garuk-garuk kepala.
" Tapi nanti malam hanya makan malam saja kan?" tanya citra
Belum sempat temannya menjawab citra sudah berkata " Soalnya, nanti malam aku masih ada kelas".
" I... Iya kita nanti malam hanya makan malam saja" jawab teman citra.
" Padahal aku ingin mengajak kamu jalan-jalan ca" ucap teman citra lirih.
" Kamu bilang apa tadi sam?" tanya citra
Ya, dia ialah samuel wijaya putra sulung bapak wiliam orang yang pernah di tolong oleh citra dulu.
" Hah! Aku tidak bilang apa-apa tadi" jawab samuel terkejut.
Citra pun hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.
" Selamat! untung dia percaya kalau tidak mati aku!" ucap samuel dalam hati.
" Walaupun hanya makan malam saja tidak apa-apa, yang penting aku bisa makan malam dengan dia" batin samuel.
" Yasudah, aku pergi dulu" ucap citra.
Mendengar ucapan citra, samuel langsung bertanya " Mau pergi kemana?".
" Mau pulang" jawab citra sambil tersenyum.
" Aku antar kamu pulang ya" ucap samuel.
" Terimakasih atas tawaran nya, tapi aku rasa tidak perlu soalnya kan dekat " ucap citra.
Baru saja samuel mau berkata, tiba-tiba terdengar suara seseorang memanggil namanya dari arah belakang.
" Samuel!"
Samuel dan citra langsung menoleh kearah sumber suara, citra melihat orang di belakang nya sedang berjalan menuju arah mereka, citra pun langsung berkata " Aku pergi dulu ya, dah!".
Dengan berat hati samuel berkata " Iya, hati-hati!".
Citra hanya menganggukkan kepalanya dan berjalan, tapi baru jalan beberapa langkah dia di panggil oleh samuel.
" Eca!" panggil samuel.
" Iya, ada apa?" tanya citra sambil menoleh kearah belakang.
" Nanti jam 7 malam aku jemput ya!" ucap samuel.
__ADS_1
" Oke!" jawab citra sambil tersenyum.
Setelah mengatakan itu citra kembali melanjutkan langkahnya untuk pulang ke asrama.
" Gara-gara jhon, aku jadi gagal mengantar eca pulang ke asrama deh!" gerutu samuel.
Kini citra sudah sampai di asrama yang menjadi tempat tinggal dia selama menempuh pendidikan di negeri orang.
" Alhamdulillah, akhirnya sampai rumah" ucap citra sambil masuk kedalam.
Kebetulan hari ini teman sekamar nya belum ada yang pulang karena mereka masih ada kelas sehingga, citra bisa langsung istirahat.
Baru saja citra akan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, tiba-tiba terdengar suara handphone nya berdering. Citra langsung mengambil handphone nya di dalam tas.
" Siapa sih yang menelepon, mengganggu orang mau istirahat saja!" kesal citra.
Saat handphone ketemu dia langsung melihat siapa yang mengganggu dirinya yang ingin istirahat.
Tetapi saat dia melihat layar handphone nya, dia terkejut dengan nama yang tertera di layar handphone nya.
" Papa!!"
" Darimana papa bisa mengetahui nomor handphone ku ya?!" batin papa.
Citra memilih untuk tidak menjawab telepon dari papa nya, karena citra takut papa nya akan marah kepada nya.
" Maaf pa, citra takut papa akan marah dengan citra" ucap citra sambil menonaktifkan handphone nya agar papa nya tidak bisa menghubungi dirinya lagi.
Citra kembali merebahkan tubuhnya di tempat tidur.
Tanpa terasa air mata citra menetes di pipi saat mengingat kembali kejadian sebelum dirinya berangkat ke luar negeri.
Di dalam kamar citra menangis tanpa suara hingga dia tertidur pulas.
Langit kini sudah mulai gelap, citra pun masih enggan untuk bangun jika dia tidak ingat kalau dia ada janji dengan samuel untuk makan malam bersama.
Dengan malas citra bangun dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri agar terlihat lebih segar.
Saat citra baru selesai mandi, handphone citra yang berbunyi menandakan bahwa ada pesan yang masuk.
( Handphone yang dimaksud ialah handphone yang selama ini di gunakan citra selama citra berada di luar negeri).
" Samuel!" citra terkejut saat melihat nama samuel tertera di layar handphone nya.
Citra pun langsung membuka pesan singkat dari samuel.
" Dia sudah ada didepan? Cepat sekali dia datang nya?!" ucap citra setelah membaca pesan singkat dari samuel.
" Memang sekarang sudah jam berapa, kok dia sudah datang?!" ucap citra sambil melihat jam tangannya.
" Masih 19:30, kenapa dia sudah datang ya!" batin citra bingung.
" Aku saja baru selesai mandi, eh dia malah sudah datang" ucap citra sambil geleng-geleng kepala.
Citra pun langsung bersiap, dia merasa tidak enak jika samuel menunggu dirinya terlalu lama.
__ADS_1
10 menit kemudian citra sudah selesai berdandan, dia langsung keluar kamar dan langsung menghampiri samuel di depan asrama.
" Sorry ya! Kamu sudah lama menunggu nya ya?!" ucap citra saat sudah sampai di depan samuel.
Samuel yang sedang menunduk pun di buat terkejut di depan nya tiba-tiba ada kaki dan dia juga mendengar suara citra, lalu dia pun menengadah ke atas untuk memastikan orang di depan nya benar-benar citra atau bukan.
" Eca!!" samuel terkejut saat melihat penampilan citra.
" Iya, ada apa? Ada yang aneh ya dari penampilan ku?!" tanya citra sambil melihat ke arah dirinya sendiri dari atas sampai bawah.
" Aku tidak cocok ya dengan pakaian seperti ini?" imbuh nya.
" Tidak! " jawab samuel.
" Tuh kan! Pasti aku terlihat jelek ya? aku ganti baju dulu ya!" ucap citra sambil bersiap untuk pergi.
" Tunggu!" cegah samuel.
" Kamu mau pergi kemana?" tanya samuel bingung.
" Mau mengganti pakaian dulu, soalnya aku tidak cocok pakai baju ini!" jawab citra.
" Kata siapa kamu tidak cocok memakai baju ini?" tanya samuel.
" Kan tadi kamu sendiri yang berkata kalau aku tidak cocok memakai baju ini" jawab citra.
" Aku tadi belum selesai menjawab pertanyaan dari kamu ca" ujar samuel.
" Kamu tadi belum selesai menjawab nya tadi?" tanya citra.
" Belum, aku tadi mau menjawab, tidak hanya cantik tapi kamu juga hampir membuat aku tidak bisa mengenali kamu ca" jawab samuel.
" Oh! Jadi, tadi kamu belum selesai menjawab sam?!" ucap citra sambil menganggukkan kepala.
" Maka nya kalau bicara jangan di putus-putus, kan aku tidak mengetahui maksud dari jawaban kamu!" protes citra.
" Iya, aku minta maaf ya" ucap samuel.
" Iya" jawab citra.
" Yasudah, kita berangkat sekarang yuk!" ajak Samuel
" ayo!" kata citra sambil menganggukkan kepala.
Mereka pun langsung pergi menuju restoran yang akan menjadi tujuan mereka.
Selama perjalanan menuju restoran, samuel dan citra tidak mengobrol.
Samuel diam-diam melihat ke arah citra.
" Dia kenapa ya?" batin citra .
" Kenapa dia terus melihat ke arah ku ya!?" batin citra
" Memang ada yang aneh ya, sehingga dia terus melihat ku" pikir citra.
__ADS_1
Citra merasa bingung dengan sam yang sejak masuk kedalam mobil dia terus saja melihat kearah nya.