Mendadak Menjadi Istri CEO

Mendadak Menjadi Istri CEO
Eps 78


__ADS_3

Mereka berdua kembali melanjutkan berkeliling rumah sakit untuk mencari keberadaan devina, saat sedang berkeliling tiba-tiba handphone citra berdering, citra langsung mengangkat telepon dari papa nya.


...* Mode telepon on *...


" Halo! Assalamualaikum pa" ucap citra


" Walaikumsalam ra, kamu sekarang ada dimana ra?" tanya papa


" Ya, aku masih di rumah sakit pa" jawab citra


" Ada apa pa?" tanya citra


" Masih di rumah sakit ra!" ucap papa terkejut mendengar jawaban citra


" Iya pa, bukan nya papa juga masih ada di rumah sakit kan?!" ucap citra


" Papa sekarang sedang di perjalanan menuju bandara ra" kata papa


" Ke bandara?" tanya citra terkejut


" Iya ra, soalnya sudah selesai mengurus berkas untuk pemulangan jenazah oma ra" jawab papa


" Yasudah, mending sekarang kamu langsung nyusul ke bandara saja ya ra!" ujar papa


" Tapi, bagaimana dengan kak devina pa? Kan dia belum ketemu pa!" kata citra heran


" Kamu tenang saja ra, devina sekarang sudah bersama papa" kata papa


" Kak devina sudah bersama papa?!" ucap citra terkejut


" Kenapa kak devina bisa bersama papa? pasti ada sesuatu yang tidak beres nih!" ucap citra dalam hati.


" Iya ra" ucap papa


" Yasudah iya pa, eca ke bandara sekarang pa" ucap citra


" Ada apa?" tanya vito ketus


" Papa bilang kak devina sudah bersama papa ke bandara kak" jawab citra takut


" Yasudah, kita sekarang kita berangkat ke bandara!" ucap vito


Citra hanya menganggukkan kepala nya


Saat mereka sedang berjalan menuju lobi rumah sakit, mereka berpapasan dengan dokter raka dan teman-temannya.


" Mau kemana vit?" tanya dokter raka


" Ke bandara" jawab vito


" Yasudah, bareng kita saja vit!" ajak dokter raka


" Boleh juga" kata vito

__ADS_1


" Ayo ra! kita berangkat ke bandara sekarang!" ajak dokter raka


" Terimakasih atas ajakan nya dok tapi, aku mau berangkat ke bandara sendiri saja" ucap citra menolak ajakan dokter raka


" Permisi dok" ucap citra sambil melangkah pergi


Baru saja citra berjalan beberapa langkah, tapi kini langkah nya terhenti karena tangan nya di tahan oleh dokter ridwan.


" Ra! Kamu boleh marah sama abang, kamu juga boleh jadikan abang sebagai samsak untuk latihan kamu, tapi kamu jangan diamkan abang seperti ini ra, abang tahu abang salah tapi, abang terpaksa melakukan nya ra" ucap dokter ridwan


" Maaf tolong lepaskan tangan saya, sebelum saya pakai kekerasan!" ucap citra ketus


" Abang tidak akan melepaskan tangan kamu, sebelum kamu mau memaafkan abang ra" kata dokter ridwan


" Dokter ridwan tidak salah kok, buat apa dokter minta maaf!" ucap citra


" Kalau dokter tidak mau melepaskan tangan saya, jangan salah saya, kalau saya pakai kekerasan" imbuhnya


Dokter ridwan tetap kekeuh tidak mau melepaskan genggaman tangannya. Karena kesal dengan sikap dokter ridwan, citra pun terpaksa harus menggunakan cara lain agar tangan nya bisa terlepas dari genggaman tangan dokter ridwan.


Saat citra sedang memikirkan cara lain agar dokter ridwan mau melepaskan tangannya, terlintas dipikiran nya sebuah ide brilian agar tangan nya bisa terbebas dari genggaman tangan dokter ridwan.


" Aha! Aku punya ide!" pikir citra


" Eh! Ada kak kania" ucap citra


" Mana ra, kak kania nya?" tanya dokter ridwan sambil melihat ke sekeliling nya


Disaat dokter ridwan sedang lengah, dengan cepat citra langsung menggigit tangan dokter ridwan.


Aaaarrrrggg!...


Teriak dokter ridwan saat tangannya di gigit oleh citra, dan refleks tangan nya melepaskan tangan citra.


Saat melihat tangan nya sudah terlepas, citra langsung berlari menjauh dari dokter ridwan dan yang lain nya.


Dokter ridwan yang melihat kelakuan citra, dia pun hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.


Dokter haikal bingung saat melihat sahabat nya bukan nya marah tapi dia malah tersenyum pun bertanya " Wan, kok kamu tidak marah sama citra, padahal dia kan sudah menggigit kamu?"


" Buat apa aku marah kal, lagipula tadi dia juga tidak menggigit aku kok" jawab dokter ridwan


" Jelas-jelas tadi citra gigit dokter ridwan, tapi kenapa dokter ridwan bilang kalau dia tidak di gigit oleh citra ya?!" batin dokter raka


" Ridwan, ridwan, begitu istimewa nya kah citra bagi kamu, sampai-sampai kamu bohong sama aku" pikir dokter haikal


" Kalau tadi dia tidak gigit kamu, terus kenapa tadi kamu teriak?" tanya dokter haikal


Vito yang mendengar jawaban dokter ridwan memilih untuk diam dan tidak ingin ikut campur urusan mereka


" Memang tidak boleh ya aku teriak tanpa ada sebab nya?" tanya dokter ridwan


" Ya boleh saja sih tapi, ya jangan teriak di rumah sakit wan, nanti mengganggu pasien" jawab dokter haikal

__ADS_1


" Iya iya, aku tidak akan mengulangi lagi!" ucap dokter ridwan


" Yasudah, ayo kita berangkat!" ujar dokter ridwan


Mereka berempat pun berangkat menuju bandara.


Disisi lain


Citra sudah sampai di bandara terlebih dahulu, dia langsung mencari keberadaan orang tua nya, tapi sayang nya saat dia bertanya kepada pegawai di bandara, pegawai itu mengatakan bahwa pesawat yang di maksud citra sudah berangkat 15 menit yang lalu.


Dengan terpaksa citra harus membeli tiket pesawat lagi, agar dia bisa segera pulang ke Indonesia.


Setelah menunggu cukup lama akhirnya pesawat nya berangkat juga, selama perjalanan citra melihat informasi yang dikirim oleh informan yang di bayar.


" Jadi, ini orang yang harus nya bertanggung jawab atas anak yang ada di kandungan kak vina" ucap citra dalam hati


" Tapi kenapa kak vina bilang tidak tahu ya?!" batin citra


" Apa jangan-jangan ada yang tidak beres dengan orang ini!?" ucap citra dalam hati


" Lebih baik aku selidiki dulu orang ini!" batin citra


Tanpa terasa kini citra sudah sampai di Indonesia, setelah sampai citra langsung menelpon seseorang untuk menanyakan apakah orang itu sudah sampai atau belum.


...* Mode telepon on *...


" Halo! Kamu ada dimana?" tanya citra saat seseorang yang di seberang sana sudah mengangkat telepon nya


" Aku masih ada di parkiran ra" jawab seseorang di seberang sana


" Di parkiran mel? Kamu baru sampai?" tanya citra


Ya seseorang yang sedang berbicara lewat sambungan telepon dengan citra yaitu amel sahabat citra


" Hehe... Iya ra, sorry ya ra soalnya tadi aku habis nonton kak rama main basket" ucap amel


" Amel, amel kamu itu kebiasaan!" ucap citra


" Yasudah, aku kesana sekarang!" ucap citra sambil mematikan telepon secara sepihak


Citra pun langsung pergi menuju parkiran, saat baru sampai di depan bandara, citra melihat amel melambaikan tangannya.


Saat sampai di mobil amel, citra langsung memeluk sahabatnya.


" Kamu yang sabar ya ra!" ucap amel sambil terus memeluk citra


" Terimakasih banyak ya mel" ucap citra


" Iya sama-sama ra, yasudah lebih baik kita ke rumah dulu saja ya ra!" ucap amel


Citra hanya menganggukkan kepalanya.


Mereka berdua langsung masuk kedalam mobil untuk kembali ke rumah.

__ADS_1


__ADS_2