Mendadak Menjadi Istri CEO

Mendadak Menjadi Istri CEO
Eps 106


__ADS_3

Citra melihat ada mobil yang melaju dengan kencang mengarah ke arah nya, dia pun langsung berteriak.


" AWAS!! DI DEPAN ADA MOBIL!!!" ..


Sang mama dan kakak nya yang mendengar teriakkan citra langsung ikut berteriak.


AAaaaaaaaa!!!!!!!


Untung nya dengan cepat axel kembali ke posisi semula dan langsung mengendalikan stir mobil yang dia kemudikan.


Setelah berhasil menghindar dari mobil di depan nya, axel langsung menghentikan mobilnya.


Semua orang yang ada didalam mobil akhirnya bisa bernapas lega, karena mereka lolos dari maut.


" Kamu mau membunuh kita semua!!" kata papa dengan nada tinggi.


" Maaf om, saya tidak bermaksud seperti itu" ucap axel takut.


" Saya akan lebih berhati-hati lagi om" ujar axel dengan nada bersalah.


Sang papa hanya diam saja tanpa mengucapkan apapun.


Melihat axel yang diam saja dan tidak melajukan mobilnya membuat papa geram dan langsung berkata " Kenapa masih belum jalan!"


" Mendengar hal itu membuat axel langsung berkata " Baik om, saya akan jalan sekarang".


Axel pun langsung melajukan mobilnya untuk kembali melanjutkan perjalanan menuju rumah sakit. Setelah kurang lebih 35 menit perjalanan akhirnya mereka sampai di pelataran rumah sakit.


Tanpa menunggu lama, papa langsung menggendong citra masuk ke dalam rumah sakit sambil berteriak memanggil dokter dan suster.


" Dokter! Suster!"


Ada seorang suster yang melihat papa sedang menggendong citra pun langsung menghampiri mereka dan langsung menyuruh papa untuk langsung membawa citra ke ruang UGD.


Tidak lama kemudian dokter masuk ke dalam ruangan UGD untuk langsung menangani citra.


" Aaya permisi dulu ya om, tante" pamit axel


" Iya" kata mama veronica


Axel pun langsung pergi setelah mendapat ijin dari mama veronica.


Setelah menunggu dengan cemas, akhirnya dokter yang menangani citra pun keluar dari ruangan UGD.


Vito dan kedua orang tua nya pun sudah sampai di rumah sakit juga, mereka langsung berjalan menuju kedua orang tua citra.


" Bagaimana kondisi putri saya dok?" tanya papa saat melihat dokter keluar dari ruangan UGD.


" Kondisi putri bapak kurang stabil, dikarenakan pasien kekurangan darah, akibat luka yang ada di lengan kanan pasien" jawab dokter


" Pasien membutuhkan donor darah, apakah dari pihak keluarga ada yang memiliki golongan darah yang sama dengan golongan darah pasien?!" ujar dokter


" Memang nya di rumah sakit ini tidak ada stok darah yang sama dengan golongan darah putri saya dok?" tanya papa


" Sebelum nya saya minta maaf karena di rumah sakit ini untuk golongan darah yang sama dengan pasien sedang kosong, maka dari itu mungkin dari pihak keluarga ada yang memiliki golongan darah yang sama dengan pasien" jawab dokter menjelaskan.


" Ambil darah saya saja dok!" kata mama veronica.


" Saya mama nya mungkin darah saya cocok dengan darah putri saya dok!" kata mama veronica.

__ADS_1


" Baik bu, kalau begitu ibu nanti langsung ikut suster ini saja untuk melakukan pengambilan sampel darah, apakah darah ibu memang cocok untuk pasien atau tidak" ucap dokter.


" Kalau begitu saya permisi dulu, karena masih ada pasien yang belum saya periksa" pamit dokter


" Silahkan dok, sekali lagi saya ucapkan terimakasih dok" ucap papa ardi.


" Itu sudah kewajiban saya sebagai dokter pak" kata dokter


Dokter tersebut pun langsung pergi.


" Mari bu, ikut saya!" ajak suster.


" Iya sus" jawab mama veronica.


" Pa! Mama pergi dulu ya!" pamit mama veronica kepada suaminya.


" Iya ma, semoga golongan darah mama cocok ya" kata papa.


" Saya permisi dulu" ucap mama veronica saat melewati kedua orang tua nya vito.


Mereka pun hanya menganggukkan kepalanya.


Vito yang juga ada disana pun mendengar ucapan dari dokter.


" Kenapa saat dokter itu bilang kalau wanita itu sedang dalam keadaan kurang baik, kenapa aku merasa tidak tega ya!" batin vito


" Kenapa aku jadi peduli dengan wanita itu, sejak kapan aku peduli dengan orang lain" ucap vito dalam hati.


Melihat anaknya yang sedang melamun pun mama elisa langsung memanggil vito.


" Vito!".


" Iya ma" kata vito.


" Daripada kamu melamun, lebih baik kamu masuk kedalam, lihat keadaan istri kamu!" ujar mama.


" Untuk apa vito masuk, bukan nya tadi dokter nya bilang kalau keadaan nya masih kurang stabil dan membutuhkan donor darah" jawab vito


" Daripada vito masuk kedalam dan mengganggu dia, lebih baik aku pergi ke kantor untuk meeting ma" ujar vito sambil memutar badannya lalu pergi.


" Vito!!" teriak mama elisa memanggil anaknya.


Vito tidak peduli dengan teriakkan mama nya yang terus memanggil nama nya, dia tetap pergi tanpa menoleh ke belakang sedikit pun.


" Sudah ma, biarkan saja vito pergi" kata papa dimas.


" Tapi pa, vito sudah keterlaluan pa!" kata mama elisa.


" Papa tahu, kalau vito memang sudah keterlaluan tapi, ini di rumah sakit ma, mama tidak boleh teriak-teriak nanti suara mama bisa menggangu pasien yang lain" ujar papa dimas mencoba untuk membujuk istri nya.


Mama elisa pun langsung melihat sekeliling dan benar saja banyak orang yang sedang melihat kearah beliau.


Papa ardi samar-samar melihat istrinya sudah kembali beliau pun langsung menghampiri istri nya.


" Bagaimana ma hasil nya?" tanya papa ardi saat sudah sampai di dekat istri nya.


Mama veronica pun hanya menggelengkan kepalanya sambil berkata " Golongan darah mama tidak cocok pa ".


" Terus kita harus mencari kemana lagi pa!" ucap mama veronica khawatir.

__ADS_1


" Mama tidak mau sampai anak kita kenapa-kenapa pa!" lanjut mama sambil menangis.


" Papa juga belum tahu ma" jawab papa ardi


Disaat kedua orang tua citra sedang bingung untuk mencari pendonor darah yang cocok untuk citra, tiba-tiba axel datang sambil bertanya " Memang golongan darah nya devina apa om?".


" Golongan darah nya O rhesus positif" jawab mama veronica.


" Kebetulan golongan darah saya juga sama dengan devina om, apa boleh saya mendonorkan darah saya untuk devina om" kata axel.


" Kamu serius dengan perkataan kamu tadi?" tanya papa ardi


" Iya om" jawab axel penuh percaya diri.


" Kenapa kamu mau mendonorkan darah kamu untuk devina?" tanya papa penasaran


" Alasan saya, karena saya sangat mencintai devina om" jawab axel tanpa ada keraguan.


" Yasudah, kamu boleh mendonorkan darah kamu untuk devina!" kata papa


" Ayo! Tante antar kamu ke ruangan donor darah!" ajak mama veronica.


...* Flashback on *...


Setelah axel pamit untuk pergi, dia menemui devina yang sedang bersembunyi.


Devina terkejut saat mendengar perkataan dokter yang mengatakan bahwa kondisi citra kurang stabil dan membutuhkan donor darah.


" Sayang, bukannya golongan darah kamu itu O rhesus positif kan!" kata devina.


" Iya, memang kenapa sayang?" tanya axel.


" Kamu tolong donor kan darah kamu untuk citra ya!" kata devina


" Memang golongan darah citra apa sayang?" tanya axel


" Kalau tidak salah golongan darah dia sama dengan kamu sayang" jawab devina.


" Citra bisa seperti ini juga karena ulah kamu juga kan!" kata devina


" Maksud kamu apa?" tanya axel penasaran.


" Citra bisa mendapatkan luka di lengan nya itu karena anak buah kamu sayang!" jawab devina.


" Jadi, yang mereka bilang wanita bertopeng itu adalah citra!?" axel terkejut dengan jawaban kekasih nya.


" Iya, wanita itu adalah citra" kata devina.


" Kan aku juga ada di tempat kejadian" imbuh nya.


" Kalau papa sampai mengetahui kamu yang sudah mengacaukan pesta nya dan melukai anaknya, papa pasti akan sangat marah" ujar devina.


" Tapi, jika kamu mendonorkan darah kamu untuk citra, mungkin saja papa mau mengampuni kamu dan papa tetap merestui hubungan kita" imbuh nya


" Yasudah, aku mau mendonorkan darah untuk citra" pasrah axel.


" Nah! Ini baru calon suami ku, terimakasih ya sayang" ucap devina sambil memeluk axel.


...* Flashback off *...

__ADS_1


__ADS_2