
" Seharusnya tadi aku bilang, sini biar aku yang mengantar kamu saja, bukan nya diam saja!" ucap rama
Rama pun segera menyusul citra menggunakan mobil nya, saat di jalan dia melihat citra sudah tidak fokus mengendarai motor nya, sehingga rama menghadang motor citra.
Citra terkejut dengan mobil di depan nya yang tiba-tiba berhenti, dia pun langsung menekan rem motor nya.
" Huh, untung tidak nabrak!" ucap citra
" Siapa sih yang berhenti sembarangan!" ucap citra kesal
Citra pun langsung turun dari motor dan berjalan mendekati mobil di depan nya, dia terkejut saat melihat seseorang yang keluar dari mobil tersebut.
" Kakak senior!" ucap citra terkejut
" Sorry ya, aku sudah menghalangi jalan kamu" ucap rama
" Kakak ngapain kesini?" tanya citra
" Tadi aku lihat kamu sedang terburu-buru jadi, aku ikuti kamu takut nya terjadi hal yang tidak diinginkan misalnya kecelakaan" jawab rama
" Terimakasih banget kak karena kakak senior sudah khawatir sama aku tapi, bisa tidak kak mobil nya di geser agar aku bisa lewat soalnya aku sedang buru-buru" ucap citra
" Kunci motor kamu mana?" tanya rama
" Kunci motor? buat apa kak?" tanya citra bingung
" Aku antar kamu saja ya, takut nya nanti malah kamu sendiri yang masuk rumah sakit" jawab rama
" Kalau kakak antar aku pakai motor, terus mobil kakak bagaimana?" tanya citra
" Kamu tenang saja tadi aku sudah telepon pak supir di rumah supaya kesini untuk mengambil mobil nya" jawab rama
" Oh iya, nama ku rama" ucap rama memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangannya
" Citra kak" ucap citra sambil menyambut uluran tangan rama
" Jadi, mulai sekarang kamu jangan panggil aku kakak senior lagi. Oke!" ujar rama
" Iya kak" kata citra
" Yasudah, ayo kita berangkat ke rumah sakit!" ajak citra sambil naik ke motor citra
" Iya kak" ucap citra sambil naik ke motor nya
" Oh iya, rumah sakit tempat oma kamu di rawat dimana?" tanya Rama
" Rumah sakit Kasih Bunda kak" jawab citra
Setelah mengetahui alamat rumah sakit tempat oma nya citra di rawat rama langsung melajukan motornya ke rumah sakit tersebut dengan kecepatan rata-rata.
__ADS_1
Selama perjalanan tidak ada percakapan antara mereka, dikarenakan citra sedang mengkhawatirkan keadaan sang oma jadi, rama mencoba untuk tidak ikut memperkeruh suasana hati nya citra.
Setelah 30 menit perjalanan akhirnya mereka sampai di tempat tujuan, citra pun langsung berlari ke dalam untuk mencari keberadaan orang tua nya, melihat citra belum melepas helm nya, setelah memarkirkan motornya rama langsung berlari mencari citra.
Setelah lelah mencari keberadaan citra, akhirnya citra ketemu, rama pun langsung berjalan mendekati citra dan saat sudah ada disampingnya rama berbisik " ra, helm nya belum di lepas"
Citra yang mendengar ucapan rama pun langsung memegang kepala nya untuk memastikan apakah benar yang di katakan oleh rama kalau dia masih memakai helm.
" Eh iya, ternyata aku masih pakai helm" ucap citra dalam hati
Citra pun langsung melepas helm nya dan berkata " Terimakasih ya kak, kak rama sudah memberitahu aku"
" Iya sama-sama ra" ucap rama
" Oh iya, kamu sudah ketemu dengan orang tua kamu?" tanya rama
" Belum kak" jawab citra pelan
" Yasudah, yang sabar ya, mending kita tanya sama suster saja!" ujar rama
" Oh iya, kenapa aku bisa lupa ya kak" ucap citra
Mereka pun langsung berjalan menuju tempat pendaftaran untuk menanyakan dimana oma nya di rawat, setelah mengetahui ruangan dimana oma nya sedang di rawat citra dan rama langsung pergi ke ruangan tersebut.
Sesampainya di sana citra langsung berlari kearah sang mama, dan langsung memeluk sang mama
" Ma, oma bagaimana keadaan nya?" tanya citra sambil memeluk sang mama
Citra pun melepaskan pelukannya dan dia langsung berjalan ke arah ibu panti dan berkata " Terimakasih ya bu, ibu sudah membawa oma ke rumah sakit"
" Itu sudah menjadi kewajiban ibu ra " ucap ibu panti
" Bu, oma sakit sudah sejak kapan?" tanya citra
" Bukan nya waktu itu oma baik-baik saja ya bu?" imbuh citra
" Sebenarnya saat kamu datang ke panti setelah pertandingan oma sedang sakit tapi, oma tidak ingin kamu tahu kalau beliau sedang sakit, karena beliau tidak ingin kamu sedih kalau tahu oma sedang sakit ra" jawab ibu panti
" Jadi, dokter raka datang ke panti waktu itu di utus oleh dokter ridwan untuk mengecek kesehatan oma bu?" tanya citra
" Iya ra" jawab ibu panti
Melihat anaknya sedang sedih mama langsung menghampiri citra dan langsung memeluk nya.
" Kita berdo'a agar oma baik-baik ya sayang" kata mama
" Mama yakin oma bisa melewati masa kritis nya dan oma bisa berkumpul dengan kita semua" ucap mama sambil terus menenangkan anaknya
Citra berusaha untuk tetap tegar dan tidak menangis, karena dia meyakinkan pada dirinya sendiri kalau oma akan baik-baik saja.
__ADS_1
Saat mereka sedang saling menguatkan satu sama lain, tiba-tiba pintu ruangan tersebut terbuka, dokter ridwan dan dokter raka keluar dari ruangan tersebut.
Citra yang melihat dokter ridwan keluar pun langsung berlari kearah dokter ridwan
" Dok, bagaimana kondisi oma?" tanya citra
" Alhamdulillah, untung oma segera di bawa ke sini, kalau terlambat sedikit saja mungkin oma sudah tidak bisa tertolong" jawab dokter ridwan
" Terus kenapa dokter tidak memberitahu aku kalau oma sakit?" tanya citra
" Kalau untuk itu, oma sendiri yang menyuruh aku agar tidak memberitahu kamu ra, oma khawatir kamu akan sedih jika tahu oma sakit" jawab dokter ridwan
" Sejak kamu oma sakit parah?" tanya citra dengan nada ketus
" Sejak kamu mau ikut pertandingan beladiri ra" jawab dokter ridwan
" Seharusnya dokter itu kasih tahu aku kalau oma sakit, kata dokter ridwan dokter sudah anggap aku seperti adik dokter sendiri, terus kenapa masalah seperti ini dokter tidak memberitahu aku?!" ujar citra
" Abang minta maaf ya ra, karena sudah menuruti perintah oma" ucap dokter ridwan
" Tapi, sekarang keadaan oma kan sudah membaik ra jadi, kamu tidak perlu khawatir lagi" kata dokter ridwan
" Tapi, lain kali kalau ada apa-apa dengan oma dokter harus kasih tahu aku!" ujar citra
" Iya, lain kali pasti akan di beritahu" ucap dokter ridwan
" Sekarang mau ketemu dengan oma tidak?" tanya dokter ridwan
" Iya mau lah" jawab citra
" Tapi, senyum dulu dong! jangan cemberut saja!" kata dokter ridwan
Dengan malas akhirnya citra tersenyum, walaupun senyum tidak seperti biasanya.
" Yasudah, sana masuk! kamu sudah di tunggu oma!" ucap dokter ridwan menyuruh citra untuk segera masuk
" Mama, papa mau ikut masuk tidak?" tanya citra
" Papa di luar saja sama teman kamu" ujar papa
" Yasudah, kita masuk kedalam dulu ya pa" ucap citra
" Iya ra, salam buat oma ya!" ucap papa
" Iya pa, nanti akan citra sampaikan" ucap citra
" Ayo ma!" ajak citra
Dan hanya di jawab dengan anggukan oleh sang mama.
__ADS_1
Citra dan sang mama pun langsung masuk ke ruangan sang oma.
" Assalamualaikum oma" ucap citra sambil masuk kedalam ruangan