Mendadak Menjadi Istri CEO

Mendadak Menjadi Istri CEO
Eps 171


__ADS_3

Saat taksi yang mereka tumpangi sudah pergi meninggalkan restoran tersebut, citra terlihat bingung dan bertanya-tanya dalam hati " Kenapa tiba-tiba vito mengajak nya untuk naik taksi, sebenarnya mereka mau pergi kemana??"


Karena penasaran, akhirnya citra memberanikan diri untuk bertanya kepada vito " Maaf pak, kita mau pergi kemana?".


" Kita mau pergi jalan-jalan, kan kamu tadi yang mengajak saya untuk jalan-jalan ra" jawab vito.


Mendengar jawaban dari vito, citra langsung menepuk dahi.


" Memang anda sudah tahu aku mau mengajak anda jalan-jalan kemana?" tanya citra.


Vito hanya menggelengkan kepalanya sambil menjawab " Tidak tahu, memang nya kita mau jalan-jalan keman?".


Mendengar jawaban dari vito, citra merasa geram kesal, marah, semua nya jadi satu.


" Huh! Sabar ra, jangan sampai emosi!" ucap citra lirih sambil mengusap dada.


" Kamu kenapa ra?" tanya vito dengan ekspresi tanpa merasa bersalah.


" Aku baik-baik saja" jawab citra sambil menahan kesal.


" Oh" kata vito sambil menganggukkan kepala.


" Sekarang kita mau pergi kemana?" tanya vito.


" Tadi pak vito bicara kepada supir nya mau pergi kemana?!" tanya citra.


" Saya belum mengatakan tujuan nya, saya hanya bilang nanti saya akan memberitahu kita akan pergi kemana" jawab vito.


" Sabar ra! Sabar!!! Jangan sampai kamu emosi lagi seperti di restoran tadi ra!" ucap citra dalam hati menyuruh diri nya untuk bersabar menghadapi vito.


Citra melihat kearah luar jendela mobil taksi tersebut.


" Kalau aku tidak salah ingat, di depan ada tempat yang biasa aku kunjungi" ucap citra dalam hati.


" Apa aku ajak manusia kutub pergi kesana saja ya?!" pikir citra


" Yasudah deh aku ajak manusia kutub pergi ke sana saja!" kata citra dalam hati.


Setelah berpikir sejenak citra memilih untuk mengajak vito pergi ke tempat yang biasa nya dia kunjungi.


" Sir, later in front please stop" ucap citra sambil menepuk bahu supir taksi tersebut.


" Ok miss" jawab supir taksi tersebut.


Setelah sampai di tempat yang di tunjuk oleh citra, taksi yang mereka tumpangi berhenti. Vito dan citra langsung keluar dari taksi tersebut.


Kini mereka berdua tepat berada di depan sebuah taman hiburan yang terletak di pinggir kota London, tempat citra untuk menghibur diri di kala dia merindukan seseorang.


Mereka langsung membeli tiket masuk, setelah itu citra mengajak vito pergi semua wahana permainan yang ada di taman hiburan itu.


" Bagaimana pak vito masih ingin pergi jalan-jalan lagi atau anda ingin pulang?" tanya citra sambil berjalan beriringan dengan vito.


" Kalau kamu belum lelah, kita pergi jalan-jalan lagi saja" jawab vito.


" Yasudah, jika pak vito memang masih ingin pergi jalan-jalan, aku temani!" ujar citra.

__ADS_1


" Kamu mau es krim tidak?" tanya vito.


" Es krim??" tanya citra.


" Iya, es krim. Kamu mau tidak ra?" jawab vito sambil menganggukkan kepala.


" Memang ada penjual es krim?" tanya citra.


" Iya ada, penjual es krim nya ada di sebelah sana" jawab vito sambil menunjuk ke arah penjual es krim.


Citra mengikuti kemana arah tangan vito menunjuk.


Tanpa menunggu jawaban dari citra, vito langsung menarik tangan citra menuju tempat penjual es krim.


" Kamu tunggu disini sebentar ya!" kata vito.


Belum sempat citra berkata " iya", vito sudah pergi meninggalkan citra.


" Loh! Kemana orang nya?" citra terkejut saat melihat vito sudah tidak ada di depan nya.


Citra melihat sekeliling untuk mencari keberadaan vito.


Citra tersenyum saat melihat orang yang dia cari sedang ikut antri bersama para pembeli es krim yang lain.


" Ternyata seorang CEO mau antri hanya demi es krim" ucap citra tidak percaya dengan apa yang dia lihat.


" Memang seenak apa sih rasa es krim nya? Sehingga membuat manusia kutub itu rela untuk antri?!" citra merasa penasaran dengan rasa es yang akan di beli oleh vito.


Setelah menunggu hampir 30 menit, akhirnya vito berhasil mendapatkan es krim tersebut. Vito pun langsung berjalan menuju citra untuk memberikan es krim itu kepada citra.


" Iya tidak masalah pak" jawab citra sambil mengangguk.


" Ini es krim untuk kamu!" ucap vito sambil memberikan es krim yang dia pegang.


Baru saja citra akan menerima es krim yang di berikan oleh vito, tiba-tiba...


pluk... (suara es krim jatuh ).


Es krim itu jatuh ke tanah, sebelum di ambil oleh citra.


Es krim itu jatuh ketanah karena tangan vito di senggol oleh seseorang dari arah belakang.


" I'm sorry!" ucap seseorang yang menyenggol tangan vito.


" It's okay! No problem miss" ucap citra sambil tersenyum.


Orang tersebut langsung pergi setelah mendengar ucapan citra, citra yang melihat raut wajah vito berubah, citra langsung mencari cara agar vito tidak jadi marah.


" Tidak apa-apa pak, nanti kan masih bisa beli lagi es krim nya" ucap citra


" Atau kita memakan es krim yang satu nya bersama-sama pak" kata citra mencoba meredam emosi vito.


" Pasti manusia kutub itu tidak mau, dia itu kan mysophobia" ucap citra dalam hati sambil tersenyum senang.


Mendengar itu vito langsung luluh, dan bertanya " Memang nya kamu mau memakan satu es krim ini bersama dengan saya?".

__ADS_1


" Kalau anda tidak keberatan, aku tidak ada masalah" jawab citra.


" Semoga manusia kutub itu keberatan jadi, aku perlu makan satu es krim yang sama dengan nya" ucap citra dalam hati.


" Saya tidak keberatan harus berbagi es krim yang sama dengan kamu" ucap vito.


" Kamu tidak keberatan tapi aku yang keberatan!!" ucap citra dalam hati kesal.


" Seharusnya, tadi aku tidak bicara seperti itu di depan dia, apa jangan-jangan mysophobia nya sudah sembuh ya, maka nya dia tidak keberatan berbagai es krim yang sama dengan ku!" batin citra.


" Ayo kita duduk sambil makan es krim nya!" ajak vito.


" Iya pak" jawab citra sambil duduk.


" Ini kamu yang makan es krim nya terlebih dahulu" kata vito sambil memberikan es krim itu kepada citra.


" Tidak! Anda terlebih dahulu saja pak, itu kan es krim milik anda" ucap citra menolak.


" Ladies first" kata vito.


Dengan terpaksa citra menuruti keinginan vito untuk makan es krim itu terlebih dahulu.


Setelah dia makan es krim itu, citra memberikan es krim itu kepada vito, dan hal itu terjadi seterusnya sampai es krim itu habis.


Setelah es krim itu habis, citra mengajak vito untuk pergi ke tempat yang pernah dia kunjungi sebelumnya.


Kini mereka berdua sudah sampai di tepi pantai yang letaknya tidak jauh dari tempat hiburan yang tadi mereka berdua kunjungi.


Saat mereka berdua sedang duduk di tepi pantai di iringi angin sepoi-sepoi, dan pemandangan yang sangat indah, tiba-tiba...


" Terimakasih ya ra" ucap vito.


" Terimakasih untuk apa pak?" tanya citra penasaran.


" Terimakasih untuk hari ini ra" jawab vito singkat.


" Seharusnya aku yang mengucapkan terimakasih kepada anda, karena anda sudah mau mengantar aku ke London, kalau tidak mungkin urusan ku saat ini belum selesai pak" ucap citra.


" Kamu bisa tidak jangan memanggil saya dengan sebutan pak?!" ujar vito.


" Memang nya kenapa pak?" tanya citra penasaran.


" Karena itu membuat saya merasa jadi lebih tua" jawab vito.


Mendengar jawaban vito, ingin rasa nya citra tertawa keras, tapi dia mencoba untuk menahan tawanya agar vito tidak tersinggung.


" Terus aku harus memanggil anda dengan sebutan apa pak?" tanya citra bingung.


" Apa saja yang penting jangan panggil saya dengan sebutan pak lagi, oke!" jawab vito.


Citra hanya menganggukkan kepalanya sambil berkata " Iya, oke!".


" Atau kamu panggil saja saya dengan sebutan manusia kutub! Bagaimana?" ucap vito.


" Manusia kutub?!" kata citra terkejut.

__ADS_1


__ADS_2