
" APAAA!!!!" teriak citra terkejut mendengar ucapan om dimas.
Mendengar ucapan citra, semua orang melihat kearah citra. Citra yang menyadari jika semua mata tertuju kepada nya pun langsung berkata " Maaf!!"
" Seharusnya saya yang harus meminta maaf kepada kamu ra, karena ucapan papa tadi membuat kamu terkejut" ucap vito.
" Sejak kapan kamu berubah?!" viona terkejut mendengar vito meminta maaf kepada citra.
" Maksud kamu bicara seperti itu apa?" tanya vito dingin.
" Maksud aku, seorang vito! Manusia yang tidak mempunyai hati dan perasaan bisa mengucapkan kata minta maaf kepada seseorang!" jawab viona tidak percaya dengan apa yang dia dengar.
" Perasaan sejak kamu bersama angel kamu tidak pernah seperti ini!" kata viona.
" Meskipun kamu yang salah, pasti angel yang meminta maaf kepada kamu, tapi kenapa sekarang kamu meminta maaf!?" lanjut viona.
" Bongkar saja semua nya!!" kesal vito.
Bukan nya takut dengan ucapan vito, viona malah berkata " Oke! Siapa takut!!".
" Dua orang ini kenapa sih?!" ucap citra dalam hati bertanya-tanya.
" Asal kamu tahu ca, kepala batu sekali dan dia juga sikap nya seperti batu es, dingin!!" ucap viona.
" Viona kenapa bicara seperti itu ya? Apa jangan-jangan dia tidak mengijinkan vito menikah dengan wanita lain, maka nya dia bicara seperti itu!?" ujar citra dalam hati.
" Ya iyalah jelas dia tidak mengijinkan vito menikah dengan wanita lain! Kan dia kekasih nya vito!" ucap citra dalam hati.
" Dan perlu kamu ketahui ca, dia itu dulu mempunyai janji dengan anak perempuan saat dia masih kecil tapi, dia itu tidak mengetahui siapa nama anak perempuan itu!!" lanjut viona.
" Bagaimana dia bisa menepati janji nya dengan anak perempuan itu, sedangkan nama nya saja dia tidak mengetahui nya!!" imbuh nya.
Citra terkejut saat mendengar vioana mengatakan jika vito mempunyai janji dengan seseorang di masa kecil nya.
" Kenapa bisa sama seperti ku ya?!" batin citra.
" Ca! Eca!" panggil viona sambil memegang tangan citra.
" Hah! Iya vio, ada apa?" tanya citra terkejut saat tangan di pegang oleh viona.
" Kamu tahu tidak ca, masa vito hanya memiliki satu benda ini sebagai kenang-kenangan antara mereka berdua" jawab viona sambil menunjukkan sesuatu.
Karena penasaran citra melihat kearah viona untuk melihat benda apa yang di maksud oleh viona.
" Itu kan!" citra terkejut saat melihat apa yang di pegang oleh viona.
Tanpa sadar tangan citra bergerak ke arah benda yang sedang di pegang oleh viona.
" Boleh aku melihat nya?" tanya citra ragu.
__ADS_1
" Tentu saja boleh ca, ini!" jawab viona sambil memberikan benda itu kepada citra.
" Terimakasih" ucap citra sambil menerima benda tersebut.
Lalu citra melihat benda tersebut dan betapa terkejutnya citra saat melihat benda yang ada di tangan nya.
" Ini kenapa sangat mirip dengan punya ku ya?!" pikir citra.
Karena penasaran citra pun melihat lebih teliti benda yang ada di tangan nya.
Setelah memeriksa dengan teliti, akhirnya dia menemukan sesuatu yang membuat dia sendiri terkejut dan tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
" Jadi, orang yang selama ini aku tunggu-tunggu selama ini" batin citra.
" Jadi, jawaban kamu apa ra?" tanya vito tidak sabar.
Tapi citra masih melamun karena dia tidak percaya dengan apa yang dia ketahui.
Viona yang melihat citra melamun, dia pun kembali memegang tangan citra, dan bertanya " Are you okay?"
" Hah! Apa?!" citra kembali terkejut saat tangan nya kembali di pegang oleh viona.
" Are you okay?" kata viona mengulangi pertanyaannya tadi.
Citra hanya menganggukkan kepalanya.
" Kamu sejak tadi terus saja melamun sayang" jawab mama.
" Masa sih ma, aku sejak tadi melamun?" tanya citra tidak percaya dengan jawaban sang mama.
" Iya ra, kamu sejak tadi melamun" ucap vito membenarkan jawaban bu veronica.
" Sampai-sampai tadi saat aku bertanya kepada kamu, kamu hanya diam saja ra!" ujar vito dengan ekspresi wajah sedih.
" Maaf! Anda tadi bertanya tentang apa ya?" ucap citra menanyakan pertanyaan yang diajukan oleh vito kepada dirinya tadi.
" Tadi saya bertanya, bagaimana jawaban kamu ra" jawab vito mengulangi pertanyaannya tadi.
" Jawaban untuk pertanyaan yang apa?" tanya citra bingung.
" Pertanyaan tentang kamu mau tidak menikah dengan saya ra" jawab vito.
Lagi-lagi vito menjawab pertanyaan dari citra dengan sabar.
" Iya, aku mau" ucap citra dalam hati.
" Kamu tidak boleh egois ra, vito itu kekasih nya viona dan viona itu teman kamu!" ucap citra dalam hati memperingatkan dirinya jika dia tidak bisa menikah dengan seseorang yang sejak dulu dia tunggu-tunggu kedatangan nya.
" Terus sekarang aku harus bagaimana?" ucap citra dalam hati.
__ADS_1
" Di satu sisi aku ingin menerima lamaran ini, tapi disisi lain aku tidak mau menyakiti hati viona, ya tuhan aku harus bagaimana sekarang?!" pikir citra.
" Huh! Maaf, aku pak tapi tidak bisa!" jawab citra.
Hal itu membuat vito terkejut.
" Maksud kamu apa ra?" tanya vito penasaran.
" Maaf pak, aku tidak bisa menerima lamaran dari anda!" jawab citra sambil menahan sesak di dalam dada nya.
" Tolong jangan tanyakan alasannya kepada ku, karena aku tidak bisa memberikan alasan itu" ucap citra dalam hati.
Jawaban citra membuat vito merasa sangat kecewa, tapi dia mencoba untuk tetap terlihat seperti biasa.
" Kalau boleh saya tahu alasan nya apa ra?" tanya vito penasaran.
Hal yang paling di takutkan oleh citra terjadi juga, vito menanyakan alasan kenapa dia menolak lamaran dari dirinya.
" Karena aku tidak mau menyakiti hati wanita lain!" jawab citra singkat.
" Wanita siapa ra? Saya tidak mempunyai kekasih ra!" ujar vito.
" Saya tidak menerima alasan dari kamu ra, karena memang aku tidak memiliki kekasih" lanjut vito.
Citra terkejut mendengar ucapan vito yang mengatakan jika dirinya tidak memiliki kekasih.
" Jika kamu berkata kamu tidak memiliki kekasih, terus viona kamu anggap apa vito!!" batin citra.
" Selain itu aku juga tidak mencintai anda pak!" kata citra bohong.
" Jika memang itu alasan kamu tidak menerima lamaran saya karena kamu tidak mencintai saya akan menerima alasan kamu" ucap vito.
" Tapi, saya akan berusaha untuk membuat kamu mencintai saya" lanjut vito.
" Maaf pak vito, tapi aku sudah mencintai seseorang" ucap citra agar vito menyerah.
" Siapa pria itu ra?" tanya vito penasaran.
" Apakah pria itu samuel ra?" lanjut citra.
Citra menggelengkan kepalanya sambil menjawab " Bukan pak!"
" Terus, siapa pria itu ra?" tanya vito makin penasaran.
" Orang itu yaitu kamu! " ucap citra dalam hati.
" Siapapun pria itu tapi, saya akan membuat kamu jatuh cinta kepada saya dan akhirnya kamu meninggalkan pria tersebut dan memilih saya " ucap vito penuh percaya diri.
Citra hanya diam saja dan tidak tahu harus berkata apalagi untuk membuat vito menyerah.
__ADS_1