
" Kira-kira, pria yang di maksud dokter ridwan itu siapa ya?" tanya vito dalam hati.
" Aku harus segera mencari tahu, siapa pria itu!" ucap vito dalam hati.
Setelah bertekad akan mencari tahu tentang pria yang di maksud oleh dokter ridwan tadi, vito pun kembali melanjutkan tidur nya karena hari masih gelap.
Jam menunjukkan pukul 06:00 wib, citra terbangun dari tidurnya karena mendengar suara handphone vito yang berdering.
Sudah cukup lama handphone itu berdering namun sang empunya tidak juga bangun dari tidur nya.
" Sebenarnya siapa yang sejak tadi menelepon manusia kutub sih?! " batin citra.
" Berisik sekali!!" gumam citra.
" Apa jangan-jangan itu telepon dari istri nya!" pikir citra.
Karena si empunya handphone tidak bangun juga, citra memberanikan diri untuk membangunkan vito dari tidur nya handphone nya masih terus berdering sejak tadi.
" Pak! Pak vito!" panggil citra mencoba untuk membangunkan vito.
Tetapi usaha nya gagal, karena vito belum juga bangun. Lalu citra pun mencoba membangunkan vito kembali.
" Pak! Pak vito, bangun! " ucap citra sambil memegang tangan vito.
Ternyata hal berhasil membuat vito terbangun dari tidurnya.
" Hmm! Ada apa ra?" tanya vito dengan suara khas orang bangun tidur.
" Itu ada yang menelepon anda pak" jawab citra.
Mendengar itu vito langsung mengambil handphone nya dari saku celana nya.
" Saya terima telepon dulu ya!" ucap vito.
" Iya" jawab citra sambil menganggukkan kepala.
Setelah mendengar jawaban citra, vito pun keluar dari ruangan itu untuk menerima panggilan telepon dari seseorang.
" Kira-kira siapa ya yang menelepon manusia kutub??" tanya citra dalam hati.
Saat vito sedang keluar, dokter ridwan datang bersama seorang perawat untuk memeriksa kondisi citra.
" Selamat pagi ra" sapa dokter ridwan
Citra hanya tersenyum dan tidak menjawab sapaan dari dokter ridwan.
" Kamu kenapa ra?" tanya dokter ridwan.
" Aku baik-baik saja kok bang" jawab citra sambil tersenyum.
" Pak vito ada dimana ra? Bukan nya tadi malam dia ada disini?!" tanya dokter ridwan sambil melihat sekeliling.
" Dia keluar, sedang menerima telepon bang" jawab citra
" Yasudah, sekarang abang periksa kamu dulu ya!" kata dokter ridwan.
Citra menganggukkan kepalanya sambil berkata " Iya bang".
Saat dokter ridwan sedang memeriksa tangan citra, vito masuk ke dalam ruangan.
" Bagaimana dok?" tanya vito dingin.
" Luka nya sudah membaik pak" jawab dokter ridwan.
" Syukurlah! Kalau begitu" ucap vito.
__ADS_1
" Ra saya pergi dulu ya, ada urusan penting yang harus saya selesaikan" ucap vito berpamitan kepada citra.
" Iya" kata citra.
" Kamu tidak apa-apa, jika saya tinggal pergi?!" tanya vito khawatir.
" Aku akan baik-baik saja, kalau anda mau pergi silahkan!" jawab citra sambil tersenyum.
" Yasudah, saya pergi dulu ya! Kamu jangan lupa makan dan minum obat nya ya" ucap vito.
" Iya, aku tidak akan lupa" kata citra.
Setelah berpamitan dengan citra, vito langsung pergi.
Melihat vito pergi terburu-buru membuat citra penasaran.
" Sebenarnya tadi yang menelepon dia siapa sih! Kenapa setelah menerima telepon dia langsung pergi!" ucap citra dalam hati.
" Apa mungkin itu telepon dari istri nya dan istri nya itu marah karena manusia kutub tadi malam tidak pulang ke rumah" pikir citra.
" Kamu kenapa ra? Kok diam saja?" tanya dokter ridwan sambil melambaikan tangan nya di depan wajah citra.
" Hah! Apa bang?" citra terkejut.
" Kamu kenapa melamun ra?" tanya dokter ridwan.
" Kamu baik-baik saja kan ra?" tanya dokter ridwan penasaran.
" Iya aku baik-baik saja bang" jawab citra.
" Tadi aku hanya sedang berpikir bang, bagaimana nanti reaksi nya papa dan mama kalau melihat luka di tangan ku bang" ucap citra bohong.
" Ya kamu katakan saja yang sejujurnya ra kepada papa dan mama kamu!" ujar dokter ridwan.
" Ya tentu saja tidak ra! Masa aku tega membuat papa dan mama kamu sakit jantung ra" kata dokter ridwan terkejut mendengar perkataan citra.
" Aku kira bang ridwan mau membuat papa dan mama sakit jantung" ucap citra.
" Memang kamu mau pulang ke rumah terlebih dahulu ra, sebelum berangkat ke London?" tanya dokter ridwan.
" Iya aku pulang ke rumah terlebih dahulu bang untuk mengambil baju bang" jawab citra.
" Tunggu dulu, memang nya bang ridwan mengijinkan aku pulang hari ini juga?!" tanya citra excited.
Dokter ridwan hanya menganggukkan kepalanya.
" Yeah!!" teriak citra kegirangan.
" Terimakasih banyak ya bang, bang ridwan sudah mengijinkan aku pulang hari ini" ucap citra sambil tersenyum bahagia.
" Iya sama-sama, Tapi kamu harus ingat! Abang akan tetap memantau kamu terus. Paham!!" ucap dokter ridwan tegas.
Citra menganggukkan kepalanya berkali-kali, sambil berkata " Iya bang, aku paham!".
" Baguslah jika kamu paham, sekarang kamu makan terlebih dahulu terus minum obat, setelah itu kamu bisa pulang!" kata dokter ridwan sambil mengusap kepala citra.
" Siap bos!!" kata citra sambil tersenyum.
" Mau abang suapi?" tanya dokter ridwan menawarkan diri untuk menyuapi citra makan.
" Tidak perlu bang, aku bisa makan sendiri kok" kata citra menolak tawaran dokter ridwan.
" Yasudah kalau begitu, ini makanan nya dan juga obat nya sudah abang siapkan! Kalau membutuhkan sesuatu kamu langsung telepon abang saja ya" ucap dokter ridwan.
" Iya bang, terimakasih ya bang" ucap citra sambil tersenyum.
__ADS_1
" Yasudah, kalau begitu abang memeriksa pasien yang lain ya ra" ucap dokter ridwan.
" Iya bang, dan selamat bekerja ya abang ku" ucap citra memberikan semangat kepada dokter ridwan.
Dokter ridwan hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
Dokter ridwan dan perawat tersebut pergi untuk melanjutkan pekerjaan mereka.
Setelah dokter ridwan pergi, citra langsung makan setelah selesai dia langsung minum obat.
jam menunjukkan pukul 08:00, dokter ridwan kembali masuk ke dalam ruangan citra bersama seorang perawat.
" Kamu sedang apa ra?" tanya dokter ridwan sambil berjalan kearah citra.
" Sedang menonton televisi bang, supaya tidak jenuh bang" jawab citra.
" Kamu sudah siap untuk pulang?" tanya dokter ridwan.
Mendengar pertanyaan dari dokter ridwan, citra langsung menganggukkan kepalanya dengan semangat.
" Yasudah, sekarang abang melepaskan infus nya terlebih dahulu ya" ucap dokter ridwan.
" Iya bang" jawab citra sambil menganggukkan kepalanya.
Dokter ridwan di bantu oleh seorang perawat mulai melepaskan infus dari tangan citra, setelah selesai dokter ridwan membantu citra untuk turun dari hospital bed.
" Abang sudah mengurus semua nya, sekarang kamu sudah bisa pulang " ucap dokter ridwan.
" Abang juga sudah menembus obat nya di apotek, dan ini obat yang harus kamu minum dengan teratur" lanjut dokter ridwan sambil memberikan kantong plastik yang berisi obat milik citra.
" Terimakasih ya bang" ucap citra.
" Oh iya bang, aku boleh menitipkan sesuatu tidak?!" kata citra.
" Iya boleh, memang kamu mau menitip apa ra?" tanya
dokter ridwan.
" Aku mau menitip surat ini untuk pak vito, bang" jawab citra sambil menunjukkan amplop yang berisi surat yang dia tulis tadi.
" Kalau boleh abang tahu, memang isi surat nya apa ra?" tanya dokter ridwan penasaran.
" Isi surat nya hanya ucapan terimakasih dan permintaan maaf saja bang" jawab citra.
Citra yang melihat ekspresi dokter ridwan yang bingung, citra langsung berkata " Aku hanya mau mengucapkan terimakasih karena dia sudah membawa aku ke rumah sakit, dan juga aku mau meminta maaf kepada pak vito karena aku pulang tanpa berpamitan kepada dia" ucap citra.
" Oh jadi begitu " kata dokter ridwan sambil menganggukkan kepalanya.
" Yasudah, aku pamit pulang terlebih dahulu ya bang. Assalamualaikum" ucap citra.
" Kamu pulang nya naik apa?" tanya dokter ridwan baru ingat jika dia belum memesankan taksi untuk citra.
" Aku tadi sudah memesan taksi online kok bang" jawab citra.
" Bagus lah jika kamu sudah memesan taksi online, Abang tadi lupa tidak memesankan taksi untuk kamu" ucap dokter ridwan lega mendengar jika citra sudah memesan taksi online.
Dokter ridwan mengantar citra ke depan rumah sakit.
" Hati-hati dijalan ya ra!" ucap dokter ridwan sambil membukakan pintu mobil untuk citra.
" Terimakasih bang" ucap citra sambil masuk ke dalam taksi online tersebut.
Setelah citra masuk, dokter ridwan langsung menutup pintu taksi online tersebut.
Mobil taksi online tersebut langsung melajukan mobilnya meninggalkan rumah sakit tersebut.
__ADS_1