
Sesampainya di ruang makan makan vito duduk di samping citra, seperti biasanya sang mama selalu mengambil kan nasi dan lauk pauk untuk suami nya, vito yang melihat citra akan mengambil nasi untuk dirinya sendiri, dia langsung menyodorkan piring nya agar citra juga mengambilkan nasi untuk dirinya juga.
" Sayang, nanti kamu ikut mama arisan ya!" ucap mama
" Arisan?!" kata citra sambil mengambilkan nasi untuk vito
" Iya, hari ini mama ada arisan dengan teman-teman mama mereka semua itu mengajak anaknya, cuman mama saja yang tidak membawa anak" ucap mama dengan nada sedih
Vito yang melihat ibu mertua nya berkata seperti itu hanya diam saja, sambil terus memainkan handphone nya.
" Aku tidak bisa ikut ma!" kata citra
" Mama sudah menduga pasti kamu tidak mau ikut" kata mama
" memang perut kamu masih sakit?" tanya mama
" Perut ku sudah sembuh kok ma, tapi aku sama mas vito tidak boleh kemana-mana" jawab citra
Uhuk...uhuk..uhuk
Vito yang mendengar jawaban citra langsung tersedak makanan.
" Ini minum dulu mas" ucap citra sambil memberikan segelas air putih
Vito pun langsung meminum air putih yang di berikan oleh citra.
Disaat mereka sedang menikmati sarapan pagi bersama, tiba-tiba terdengar suara bel berbunyi
" Bibi!" panggil mama
" Iya nyonya" jawab bibi sambil berjalan mendekati mama
" Itu di depan ada tamu, tolong buka pintu nya!" kata mama
" Baik nyonya" ucap bibi
Bibi pun langsung berjalan menuju pintu depan.
Beberapa saat kemudian bibi kembali lagi dan berkata " Itu nyonya, depan ada seseorang yang mencari tuan vito "
Mendengar namanya disebut, membuat vito menghentikan makannya lalu berkata " Suruh orang itu kesini bi!"
" Baik tuan" ucap bibi
Bibi pun langsung berjalan menuju pintu depan lagi, baru sebentar bibi sudah kembali lagi sambil di ikuti oleh seseorang di belakang nya.
" Ini tuan orang nya" ucap bibi saat sampai di ruang makan
" Bibi pergi ke dapur dulu nyonya" ucap bibi setelah memberitahu vito bahwa orang sudah ada di ruang makan
Dan hanya di jawab dengan anggukan oleh mama.
" Berikan itu ke nyonya muda!" perintah vito kepada riko
" Baik bos" jawab riko
" Ini nyonya muda" ucap riko sambil memberikan paper bag yang dia bawa
__ADS_1
" Apa ini?" tanya citra bingung
" Ini pakaian tuan muda, nyonya" jawab riko
" Pakaian tuan muda, terus kenapa di kasih ke aku?!" ucap citra semakin bingung
" Mungkin suami kamu ingin kamu untuk menyiapkan baju kerja nya sayang" ucap mama
" Aku menyiapkan baju, bukan nya dia sudah pakai baju kerja kan!" ujar citra sambil menunjuk ke arah vito
" Itu memang baju kerja sayang, tapi itu sudah di pakai oleh suami kamu sejak kemarin" ucap mama
" Masa sih?!" kata citra tidak percaya
Citra pun memperhatikan baju yang di pakai vito dengan seksama.
" Loh ini kan baju yang aku siapkan kemarin, apa jangan-jangan orang ini tidak ganti baju sejak kemarin" pikir citra
" Waktu itu mama pernah bilang, kalau orang ini pasti selalu ganti baju setiap akan meeting dengan klein penting tapi, kenapa dia masih memakai baju itu dari kemarin, atau kemarin orang ini tidak ada meeting ya" ujar citra dalam hati
Karena penasaran omongan ibu mertua nya benar atau salah citra pun memberanikan diri untuk bertanya kepada vito.
" Memang kemarin di kantor tidak ada meeting?" tanya citra
" Ada" jawab vito singkat
" Terus kenapa masih memakai baju itu?" tanya citra
" Bukannya kata mama, kamu selalu ganti baju setiap akan meeting, kenapa kemarin tidak ganti baju?" sambung citra
" Tidak membawa ganti" jawab vito dengan nada dingin
Papa dan mama yang melihat kejadian itu membuat mereka semakin merasa bersalah.
" Malas banget aku di suruh menyiapkan baju untuk orang mesum ini!" ucap citra dalam hati
Handphone citra berdering, lalu citra pun pergi meninggalkan meja makan untuk mengangkat telepon.
Setelah selesai citra kembali lagi, dan sekarang dia bingung, antara dia harus pergi ke kampus atau dia pergi ke tempat latihan.
" Aduh, bagaimana cara agar aku bisa pergi ya" batin citra
" Apa aku ikut mama saja, biar aku bisa pergi " ucap citra dalam hati
" Tapi, nanti kalau orang ini meminta orang untuk memata-matai aku, aku bisa ketahuan dong" ujar citra dalam hati
" Bingung!!" gumam citra
" Bingung kenapa?" tanya vito
" Bukan apa-apa" jawab citra
Dengan terpaksa citra memilih baju yang akan di pakai oleh vito ke kantor hari ini, setelah selesai citra lalu berkata " Yasudah, nih pakai!"
Tapi, karena kurang fokus sehingga membuat citra salah mengambil baju
" Saya ke kantor pakai ini ?" tanya vito
__ADS_1
" Ya iyalah, itu kan baju untuk ke kantor" jawab citra santai
" Kamu bilang baju seperti ini untuk ke kantor?!" ucap vito sambil menunjukan baju yang di pilih oleh citra
Citra kesal dengan sikap vito yang tidak bilang terimakasih, malah dia bicara dengan nada tinggi.
" Iya itu baju kerja, kan asisten kamu yang bawa" ucap citra sambil menoleh ke arah vito
Dan betapa terkejutnya citra saat melihat pakaian yang dia berikan ke vito.
" Astaghfirullahalazim, bajunya kok kayak itu!" ucap citra terkejut
" Ini kan kamu yang kasih" kata vito
" masa sih, kayak nya tadi aku milih nya kemeja kok, kenapa jadi baju kayak begini?" ucap citra sambil mengambil baju yang ada di tangan vito
" Yang tadi kamu kasih ke saya ya itu!" kata vito
" Iya berarti salah kan asisten kamu dong, kenapa bisa ada baju kayak begini di paper bag ini!" ucap citra kesal
" Maka nya kalau ambil apapun jangan sambil melamun!" ujar vito sambil menyentil dahi citra
" Aduh! Sakit!" kata citra mengaduh kesakitan akibat ulah vito
" Iya maaf aku salah" ucap citra
" Mikirin apa?" tanya vito
" mikirin mau pergi tapi, takut tidak boleh!" ucap citra cemberut
" Mana baju saya?" tanya vito sambil berdiri
" Ini!" jawab citra sambil memberikan baju yang tadi dia salah ambil
Vito pun langsung pergi ke kamar untuk mengganti pakaian, riko mengikuti kemana bos nya pergi.
" Kamu kenapa ra?" tanya mama saat vito sudah tidak terlihat
" Huh, aku bingung ma hari ini aku harus pergi ke tempat latihan, terus tadi di telepon teman di suruh ke kampus ma" jawab citra pelan
" Memang dosen kamu sudah pulang?" tanya mama
" Sudah ma, malah sudah dari kemarin ma" jawab citra
" Seharusnya nanti jam 10:00. citra ada kelas ma, tapi citra takut akan ketahuan ma" ucap citra
" Nanti kamu ikut mama saja, terus mama antar kamu ke kampus kan vito tidak akan tahu ra" ujar mama
" Kata siapa dia tidak tahu ma, kemarin saja aku cuman pergi sebentar orang itu langsung menyuruh orang untuk mengawasi aku ma" jawab citra
" Jadi, dia mengawasi kamu terus ra?!" kata mama
" Iya ma" kata citra sambil menganggukkan kepalanya
Papa yang melihat percakapan antara istri dan anak nya harus diam saja.
" Mungkin dulu kalau papa tidak memaksa kamu untuk berpura-pura menjadi devina, kamu tidak akan seperti sekarang ra" ucap papa dalam hati
__ADS_1
" Papa minta maaf ya ra, karena papa kamu jadi ada di posisi saat ini" batin papa