Mendadak Menjadi Istri CEO

Mendadak Menjadi Istri CEO
Eps 132


__ADS_3

Disaat citra sedang bernyanyi, kedua orang tua citra penasaran dan bertanya-tanya.


" Pa, papa mengundang penyanyi?" tanya mama veronica lirih


" Tidak, papa tidak mengundang penyanyi ma, papa kira mama yang mengundang penyanyi!" jawab papa.


" Tapi, kenapa suara nya seperti tidak asing di telinga ya ma!" ujar papa


" Iya pa, mama juga merasa seperti pernah mendengar suara seseorang yang sedang menyanyi pa" kata mama membenarkan ucapan suaminya.


Selama citra bernyanyi dia terus melangkahkan kakinya menuju kedua orang tua nya, hal itu membuat kedua orang tua nya kebingungan.


" Pa, kenapa orang itu berjalan ke arah sini ya pa?" bisik mama.


" Papa juga tidak tahu ma" kata papa pelan.


Saat musik berhenti, citra pun berhenti lalu berkata " Assalamualaikum pa, ma" sambil tersenyum.


Mendengar itu membuat pak ardi dan bu veronica terkejut.


" Citra!!" kata mama sambil berlari ke arah citra.


Citra yang melihat mama nya berlari, dia pun langsung berjalan mendekati mama nya dan langsung memeluk sang mama.


" Mama jangan menangis kan aku sudah pulang" ucap citra.


Sang mama langsung melepaskan pelukannya dan bertanya " Ini benaran kamu ra?".


" Iya ma, ini citra anak mama dan papa" jawab citra sambil tersenyum.


Mendengar jawaban anaknya mama nya kembali memeluk citra.


" Mama minta maaf ya ra" ucap mama sambil menangis.


" Sudah ma jangan menangis lagi, memang mama tidak malu? Disini ada banyak orang ma?!" kata citra


Mendengar hal itu sang mama pun langsung melihat sekeliling lalu beliau langsung mengusap air mata.


" Kenapa kamu tidak pernah memberi kabar kepada papa dan mama ra?" tanya mama sambil melepaskan pelukannya.


" Citra minta maaf ya ma, soalnya citra sibuk menyelesaikan kuliah citra jadi, citra lupa untuk memberi kabar kepada papa dan mama" jawab citra.


" Yang terpenting sekarang citra sudah pulang ma" kata citra sambil tersenyum.


Disaat ibu dan anak perempuan sedang ngobrol, datanglah papa dan kakak nya.


" Kakak kira kamu tidak jadi pulang ra!" kata devina.


" Aku pasti pulang lah kak, masa kakak ku yang cantik ini menikah aku tidak pulang" jawab citra sambil memeluk kakak nya.


Citra langsung melepaskan pelukannya dan berkata " Selamat ya, aku minta tolong jaga kakak ku ya" sambil bersalaman dengan axel.


" Pasti! Aku akan menjaga kakak kamu" kata axel sambil menganggukkan kepala.


" Pa! Bagaimana kabar nya pa?" tanya citra sambil bersalaman


" Kabar papa baik ra" jawab papa sambil berusaha menahan air matanya.

__ADS_1


" Kamu sendiri bagaimana kabar nya?" tanya papa.


" Alhamdulillah, kabar citra baik pa" jawab citra sambil tersenyum.


" Suara kamu bagus sekali sayang" kata papa.


" Terimakasih pa" kata citra.


Disaat mereka sedang melepas rindu karena sudah lama tidak bertemu, amel dan samuel datang menghampiri mereka.


" Selamat ya kak" ucap amel sambil mengulurkan tangannya.


" Terimakasih amel" ucap devina sambil bersalaman.


" Ini kekasih kamu mel? bukan nya kekasih kamu bukan yang ini!" ujar devina saat melihat samuel.


" Ini bukan kekasih ku kak, dia ini kekasih nya citra" jawab amel.


" Dia kekasih kamu ra?" tanya devina dengan tatapan menyelidik.


" Bukan kak, dia itu teman ku nama nya samuel" jawab citra.


" Kakak itu tidak perlu mendengarkan ucapan amel, apa yang dia ucapkan tidak benar kak" kata citra.


" Samuel ini adalah anaknya om wiliam pa, papa masih ingat dengan om wiliam tidak?" lanjut citra.


" Iya papa masih ingat dengan pak wiliam ra" jawab papa.


" Jadi, kamu anaknya pak wiliam?" tanya papa.


" Kalau nama om adalah om ardi" ucap papa sambil bersalaman dengan samuel.


" Dan ini mama nya citra" lanjut papa memperkenalkan istri nya


" Apa kabar tante?" tanya samuel


" Kabar tante baik" jawab mama sambil tersenyum.


" Kak, memang kakak tidak jadi bersalaman dengan para tamu?" tanya citra.


" Oh iya! Gara-gara kamu sih, kakak jadi lupa kan" jawab devina.


Devina dan axel kembali ke tempat nya dan para tamu undangan pun langsung bersalaman dengan pengantin.


" Ra, papa bisa bicara dengan kamu sebentar" kata papa


" Iya, bisa pa" jawab citra sambil menganggukkan kepala.


" Kalian nikmati acara nya dulu, soalnya aku mau ngobrol dengan papa" ucap citra kepada samuel dan amel.


" Oke ra" kata amel.


" Iya ca" kata samuel.


Citra langsung pergi menyusul orang tua nya, mereka masuk kedalam ruang kerja.


" Ra, papa mau minta maaf sama kamu" ucap papa saat citra sudah duduk di sofa.

__ADS_1


" Minta maaf untuk apa pa?" tanya citra bingung.


" Pokoknya papa mau minta maaf, mulai dari papa yang sudah memaksa kamu untuk berpura-pura menjadi devina dan papa sudah marah-marah dengan kamu dan masih banyak yang lain" jawab papa.


Citra tersenyum sambil berkata " Citra sudah melupakan masalah itu pa".


" Papa dan mama tidak perlu memikirkan hal itu lagi" lanjut citra.


Papa dan mama langsung memeluk citra, citra pun langsung membalas pelukan hangat dari papa dan mama nya.


" Terimakasih ya sayang" ucap mama sambil memeluk citra.


Citra hanya menganggukkan kepalanya.


" Setelah acara selesai aku akan menceritakan alasan ku tidak pernah memberi kabar kepada papa dan mama selama aku pergi" ucap citra.


Mendengar hal itu papa dan mama nya langsung melepaskan pelukannya dan bertanya " Kamu janji ra?"


" Iya pa, ma citra janji" jawab citra sambil menganggukkan kepala.


" Lebih baik sekarang kita kembali ke tempat acara yuk pa, ma!" ajak citra.


" Iya yuk!" kata papa dan mama.


Mereka kembali ke tempat acara pernikahan devina, saat perjalanan menuju tempat acara, mama melihat penampilan putri nya dan berkata " Ra, kamu cantik sekali"


" Mama dari tadi tidak memperhatikan penampilan kamu ra" ujar mama.


Sang papa yang mendengar perkataan istri nya langsung menghentikan langkahnya dan menoleh kearah anaknya.


" Benar yang dikatakan mama kamu ra, kamu sangat cantik ra" ucap papa.


" Ini semua amel yang merubah penampilan aku pa, ma" kata citra.


" Amel? Kok bisa memang kamu pergi ke rumah amel terlebih dahulu tadi ra?" tanya mama terkejut mendengar perkataan putri nya.


" Jadi begini ma cerita nya, tadi citra pergi ke butik untuk membeli baju kebetulan butik yang citra dan samuel datangin itu adalah butik orang tua nya amel" jawab citra menjelaskan.


" Dan aku sama sekali tidak mengetahui kalau butik itu milik mama nya amel ma" imbuh nya.


" Jadi kamu tidak tahu kalau sekarang amel mengelola butik mama nya?" ujar mama.


" Citra tidak tahu ma" jawab citra sambil menggelengkan kepala.


" Tadi juga citra sempat kesal dengan amel ma!" ucap citra.


" Kesal kenapa ra?" tanya mama.


" Citra kesal karena amel tidak mau menerima uang dari aku ma" jawab citra.


" Maksud kamu?" tanya mama kurang paham dengan jawaban citra.


" Amel mau memberikan baju ini kepada aku secara gratis ma tapi, citra menolak nya ma" jawab citra.


" Kalau citra menerima baju ini secara gratis terus karyawan nya di butik kasihan ma, jadi citra sempat kesal dengan amel ma" kata citra.


" Kamu ini memang selalu saja memikirkan orang lain, mama bangga dengan kamu ra" kata mama sambil mencium kening putri nya.

__ADS_1


__ADS_2