Mendadak Menjadi Istri CEO

Mendadak Menjadi Istri CEO
Eps 102


__ADS_3

" Benaran ra, dia tidak berbuat macam-macam sama kamu?" tanya bi sum khawatir.


" Iya benar bu, citra tidak bohong" jawab citra.


" Syukur deh kalau memang tidak terjadi sesuatu antara kamu dan den vito" ucap bi sum.


Saat mereka sedang berbincang, tiba-tiba.....


Tok.... Tok... Tok....


" Kira-kira itu siapa ya bu?" tanya citra penasaran.


" Ibu juga belum tahu" jawab bi sum.


Karena penasaran citra pun bertanya kepada seseorang yang ada di balik pintu kamar nya.


" Siapa??"


Tapi dia tidak mendengar jawaban dari seseorang dibalik pintu tersebut.


Justru orang tersebut terus saja mengetuk pintu kamar nya.


" Jangan-jangan itu den vito!?" ujar bi sum.


" Bisa jadi sih bu" jawab citra


" Bagaimana kalau ibu sembunyi dulu!" ujar citra sambil melihat sekeliling.


" Tidak perlu ra, ibu keluar lewat jendela saja!" kata bi sum.


" Daripada ibu keluar lewat jendela, mending ibu disini saja!" tegas citra.


Citra pun langsung berjalan menuju pintu untuk melihat siapa yang sejak tadi mengetuk pintu kamar nya tanpa henti.


Kreett.....


Terdengar suara pintu terbuka, dan kini terlihat seseorang yang sejak tadi terus mengetuk pintu kamar nya.


" Mas vito!!" kata citra terkejut saat melihat siapa yang sejak tadi mengetuk pintu kamar nya.


" Lama!!" ucap vito sambil berjalan masuk.


" Dasar manusia kutub!" gerutu citra sambil berjalan masuk.


" Duduk!" perintah vito sambil menepuk tempat tidur di samping nya.


Dengan malas citra berjalan mendekati vito, setelah duduk citra citra hanya diam saja tanpa mengucapkan apapun.


Setelah citra duduk, vito pun mengambil nampan yang tadi dia bawa, sambil berkata " Buka mulut kamu!"


" Buka mulut? Untuk apa??" tanya citra bingung.


" Apa susah nya sih tinggal buka mulut doang!" bentak vito sambil mengambil piring yang ada di nampan.

__ADS_1


Citra yang melihat vito mengambil piring pun langsung berkata " Bilang dong kalau mau menyuapi aku makan!".


" Berisik!!" bentak vito sambil menyuapkan nasi ke mulut citra.


Mulut citra penuh dengan makanan, membuat citra susah saat mau bicara.


Baru saja citra akan protes, vito langsung berkata " Kalau sedang makan tidak boleh sambil bicara!"


" Api angan anyak-anyak adi usah elan nya!! ( tapi jangan banyak-banyak jadi susah menelan nya!)" protes citra dengan mulut yang masih penuh.


Saat vito akan kembali menyuapkan makanan ke mulut citra, citra langsung menggelengkan kepalanya sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


" Mulut kamu kenapa di tutup?" tanya vito dingin.


Citra terus menutupi mulutnya dengan kedua tangannya sampai semua makanan yang ada didalam mulutnya tertelan semua.


Vito mulai kesal dengan citra yang terus menutupi mulutnya dengan kedua tangannya.


" Kalau kamu terus menutupi mulut kamu, sampai kapan nasi ini akan habis!?" ucap vito kesal.


Meskipun vito sudah mulai kesal, citra tetap tidak peduli. Saat makanan didalam mulutnya sudah ditelan semua, tangan nya baru di lepas dari mulut nya.


" Mas vito niat nya mau menyuapi aku makan atau mau membunuh aku sih!!" ucap citra kesal.


" Maksud kamu apa bicara seperti itu?" tanya vito sambil matanya melotot.


" Maksud aku, kalau mas vito niat nya mau menyuapi aku makan, bukan seperti tadi caranya!" jawab citra.


" Kalau caranya seperti tadi, yang ada mas vito mau membuat aku mati karena tidak bisa menelan makanan!" imbuhnya.


" Kalau memang mas vito sedang sibuk kan bisa menyuruh bibi!!" kata citra kesal.


" Saya tidak tahu bagaimana cara nya untuk menyuapi orang, karena ini pertama kali dalam hidup saya, saya menyuapi orang makan!" ujar vito dingin.


" Apa!! Jadi, dia tidak pernah menyuapi orang lain seumur hidup nya!!" batin citra.


" Pantas saja waktu dia menyuapi aku kaku banget!!" batin citra.


" Terus, kalau makan dengan pacar nya tidak pernah saling menyuapkan makanan satu sama lain?!" kepo citra.


" Tidak!!" jawab vito singkat.


" Yasudah, aku ajarkan bagaimana cara nya menyuapi makan orang lain!" kata citra sambil mengambil piring yang ada di tangan vito.


Citra pun mengambil memegang sendok yang sudah ada nasi dan lauk yang sudah di siapkan oleh vito dengan tangan kirinya.


" Aaa..." kata citra menyuruh vito untuk membuka mulutnya.


Vito pun membuka mulutnya lebar-lebar, lalu citra pun langsung menyuapkan makanan yang ada di sendok yang dia pegang.


" Nah! Begitu caranya nya menyuapkan makanan ke orang lain!" ucap citra sambil mengembalikan piring yang tadi dia ambil.


Vito pun mempraktekkan cara yang citra ajarkan kepada nya.

__ADS_1


Vito pun melakukan nya sama seperti yang sudah citra ajarkan kepada dirinya sampai suapan terakhir.


" Alhamdulillah" ucap citra saat makanan di mulut nya sudah tertelan semua.


" Nih!" ucap vito sambil memberikan segelas air putih.


Citra mengambil gelas tersebut sambil berucap" Terimakasih".


Setelah mengucapkan terimakasih, citra langsung minum.


" Kenapa pintu nya tadi di kunci?" tanya vito dengan wajah datar.


" Aduh! Aku harus jawab apa lagi!?" ucap citra dalam hati.


" Kenapa diam!?" kata vito


" Tidak sengaja pintu nya terkunci" jawab citra.


" Semoga dia percaya! Amin" ucap citra dalam hati.


" Oh!!" kata vito.


" Terimakasih!" ucap citra tulus.


" Terimakasih untuk apa?" tanya vito bingung.


" Terimakasih karena mas vito tadi sudah mau menyuapi aku makan" jawab citra


" Hem!" ucap vito


Vito pun langsung pergi meninggalkan citra.


" Untung saja tadi orang itu tidak curiga dengan aku" ucap citra lega.


" Lebih baik aku tidur dulu, daripada aku nanti di tanya macam-macam oleh mama elisa" ucap citra sambil merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.


Tanpa butuh waktu lama, citra pun langsung tertidur.


Saat vito sedang menyuapi citra makan tenyata ada seseorang yang sedang mengintip mereka berdua dari balik pintu sambil mengepalkan tangannya.


Di sisi lain


Vito yang baru saja keluar dari kamar citra, dia langsung di tarik oleh papa dan mama nya untuk di interogasi.


Sedangkan mama veronica selesai mengobrol dengan besan nya, dia memilih untuk menyusul suami nya di ruang kerja.


" Pa!" panggil mama veronica sambil berjalan masuk.


" Ada apa ma?" tanya papa ardi sambil menatap wajah istri nya.


" Mama sebenarnya tidak tega melihat citra harus berperan sebagai devina lagi pa! Jadi, mama minta papa secepatnya harus mencari informasi tentang keberadaan devina pa!" jawab mama veronica.


" Iya ma, papa juga tidak rela jika citra sampai ternoda oleh vito ma!" ucap papa ardi.

__ADS_1


" Iya pa, mama tadi juga khawatir dengan citra pa" ucap citra


" Apa kita suruh mereka berdua untuk tinggal di sini dulu saja ya pa, supaya kita bisa melindungi citra" imbuh nya


__ADS_2