Mendadak Menjadi Istri CEO

Mendadak Menjadi Istri CEO
Eps 204


__ADS_3

" Maksud saya jawaban kamu tadi benar-benar salah jika kamu mengatakan aku dan viona itu sepasang kekasih" ucap vito sambil mengacak rambut citra.


" Jadi, viona itu adalah sepupu nya vito! Itu berarti aku selama ini sudah salah paham dong!" ucap citra dalam hati.


" Anda benar sepupu nya viona?" tanya citra masih tidak percaya dengan apa yang dia dengar.


Vito menjawab nya dia anggukan kepala sambil berkata " Iya benar, viona itu sepupu aku ra".


" Anda tidak sedang berbohong kan?!" tanya citra penasaran.


" Iya ra, aku tidak berbohong" jawab vito sambil mencubit pipi citra.


" Aww!! Sakit!!" citra mengaduh kesakitan karena pipi nya di cubit.


Plak!!!


Refleks citra memukul tangan vito.


Bukan nya marah, vito malah berkata " Maaf, habis nya aku gemas melihat kamu ra".


" Gemas sih gemas! Tapi jangan mencubit pipi orang sembarangan!!" gerutu citra.


Pak ardi dan bu veronica terkejut saat melihat vito mencubit pipi citra.


Karena kesal citra memajukan bibirnya, hal itu membuat vito semakin gemas saat melihat citra.


" Bibir nya biasa saja jangan seperti itu, mau saya cium!" ucap vito.


Mendengar itu citra langsung menutup mulut nya dengan kedua tangan.


Vito tertawa saat melihat citra langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya saat mendengar ucapan nya.


" Tenang saja aku hanya bercanda, aku tidak akan mencium kamu" kata vito sambil tersenyum.


" Yasudah! Kamu istirahat, sudah malam!" ucap vito.


" Om, tante saya pamit pulang terlebih dahulu dan saya juga meminta maaf karena sudah datang kesini malam-malam" ucap vito sambil tersenyum.


Pak ardi yang masih tidak percaya dengan apa yang dilihat nya pun hanya bengong sambil berkata " Iya, hati-hati dijalan".


" Aku pulang terlebih dahulu ya ra, selamat istirahat" ucap vito sambil mengacak rambut citra.


" Ihh! Aku itu bukan anak kecil!!" kesal citra saat rambut nya di acak-acakan oleh vito.


Vito hanya tersenyum saat mendengar ucapan citra.


Setelah berpamitan vito langsung pergi meninggalkan rumah mereka dan langsung pulang ke rumah nya.


Setelah memastikan vito sudah benar-benar pergi, pak ardi dan bu veronica langsung menutup pintu dan berjalan mendekati putri nya.


" Duduk dulu sayang! Papa dan mama mau bicara sesuatu!" kata mama.


Tanpa bertanya, citra langsung duduk kembali.


" Sayang, yang tadi itu benaran vito yang sering kamu panggil manusia kutub itu kan?!" tanya mama.


" Iya ma" jawab citra sambil menganggukkan kepala.


" Yakin ra? Kamu tidak bohong?!" tanya papa.

__ADS_1


" Iya dia memang vito si manusia kutub" jawab citra dengan ekspresi bingung.


" Memang nya ada apa pa, ma?" tanya citra bingung.


" Tidak ada apa-apa ra, papa dan mama hanya tidak percaya dengan apa yang tadi kami lihat" jawab papa.


" Jangankan papa dan mama, aku saja heran dengan sikap dia yang berubah 180 derajat dari biasanya" ucap citra.


" Aku tadi sudah sangat takut karena aku kira dia akan marah besar karena aku sudah berbohong kepada nya, eh ternyata dia malah melakukan hal di luar ekspektasi aku ma, pa" ujar citra.


" Mama tadi juga sangat takut ra, saat melihat wajah garang nya dia" ucap mama.


" Tapi, alhamdulillah nya dia tidak marah dia malah memeluk kamu" kata papa.


" Iya pa, ma citra sangat bersyukur karena dia tidak marah besar saat dia mengetahui jika aku sudah membohongi dirinya" ucap citra


" Karena semua masalah sudah terselesaikan, sekarang waktunya untuk istirahat ini sudah malam" kata mama.


" Yasudah, citra ke kamar dahulu ya pa, ma. Selamat malam" ucap citra sambil tersenyum.


" Selamat malam sayang, selamat istirahat" ucap mama dan papa.


Setelah berpamitan dengan kedua orang tua nya, citra langsung pergi ke kamar nya untuk tidur.


Baru saja citra merebahkan tubuhnya di tempat itu, handphone nya berbunyi.


Ting!!


Menandakan ada pesan masuk.


Citra langsung mengambil handphone nya dan melihat siapa yang mengirim pesan kepada nya.


Dengan cepat dia langsung membuka handphone nya untuk melihat amel mengirimkan pesan apa kepada dirinya.


" Alhamdulillah, ternyata nomor handphone nya masih aktif" ucap citra senang.


Mereka pun saling berkirim pesan hingga mereka tertidur.


Pagi harinya, setelah bangun tidur citra langsung pergi ke dapur untuk membantu para art di rumah nya memasak.


"Pagi non" sapa salah satu art.


" Pagi bi" ucap citra.


" Mau memasak masakan apa bi?" tanya citra sambil berjalan.


" Mau membuat sup ayam, tumis kangkung, dan ayam goreng non" jawab art tersebut.


" Non mau bibi buatkan masakan apa non?" tanya art tersebut.


" Apa saja bi, semua makanan aku makan kok bi!" jawab citra.


" Aku bantu ya bi!" kata citra.


" Jangan non!" kata art tersebut.


" Kenapa?" tanya citra bingung.


" Kan aku mau membantu bibi untuk memasak! Kenapa tidak boleh?!" ujar citra.

__ADS_1


" Non citra kan baru saja pulang dari rumah sakit, seharusnya non itu istirahat di dalam kamar bukan nya pergi ke dapur non" jawab art tersebut.


" Aku sudah sembuh kok bi dan sekarang aku mau membantu bibi memasak jadi bibi tidak boleh melarang aku" ucap citra tegas.


" Tapi non" kata art tersebut.


" Tidak ada kata tapi! Bibi mengerti!!" ucap citra tegas.


" Iya non, bibi mengerti" ucap art tersebut.


" Bagus!" ucap citra sambil mengacungkan jempol.


" Oke! Sekarang waktunya untuk kita memasak!" ucap citra sambil tersenyum.


Hampir 1 jam citra berkutat di dapur bersama para art.


Kini semua makanan sudah selesai semua dan waktu nya untuk menghidangkan makanan ke meja makan.


" Bu, aku ikut menyajikan makanan nya ya, soal nya aku mau mandi!" ujar citra.


" Iya non" jawab bi sum sambil menyiapkan piring.


Saat melewati ruang tamu, citra mendengar suara ketukan bel rumah berbunyi.


Ting! Tung!... Ting! Tung!


" Siapa sih, pagi-pagi sudah bertamu!" gumam citra.


" Iya, tunggu sebentar!" teriak citra sambil berjalan menuju pintu.


Kreet...


Suara pintu terbuka dan terlihatlah seseorang yang sejak tadi menekan bel rumahnya.


" Dokter diki!" citra terkejut saat melihat seseorang yang sedang berdiri di depan nya.


" Saya datang ke sini untuk mengantarkan motor kamu ra" ucap dokter diki.


" Oh iya! Memang sudah selesai?" tanya citra.


" Iya, sudah" jawab dokter diki sambil tersenyum.


" Oh iya dok! Sampai lupa aku!!" ucap citra sambil menepuk dahinya.


" Ada apa ra? Masakan kamu gosong?!" tanya dokter diki terkejut.


" Bukan itu dok, tapi lupa menyuruh dokter diki untuk masuk!" jawab citra.


" Silahkan masuk dok!" ucap citra mempersilahkan dokter diki untuk masuk.


" Oh! Saya masakan kamu gosong ra!" ucap dokter diki sambil berjalan masuk.


" Silahkan duduk dok!" ucap citra.


Dokter diki menganggukkan kepalanya dan langsung duduk.


" Tunggu dulu dok! Tadi dokter berkata kalau masakan aku gosong, dokter tahu darimana ya, kalau aku habis memasak?!" tanya citra penasaran.


" Itu!" jawab dokter diki sambil menunjuk ke arah apa pakaian citra.

__ADS_1


Citra mengikuti kemana telunjuk dokter diki menunjuk, dan betapa terkejutnya dia saat mengetahui jika dia masih memakai apron ( celemek ).


__ADS_2