
" Aku kira kamu hanya bisa bersikap dingin dan tanpa ekspresi, ternyata kalau kamu tersenyum level ketampanan kamu meningkat" ujar citra sambil tersenyum manis.
" Kalau kamu tersenyum seperti ini, pasti akan semakin banyak wanita yang akan mendekati kamu!" lanjut citra.
" Kalau kamu bersikap dingin terus nanti yang ada semua orang akan takut dengan kamu!!" kata citra
Setelah berbicara panjang lebar citra baru menyadari sesuatu.
" Aduh! Mati aku!! Kenapa aku bicara seperti itu, nanti kalau manusia kutub marah bagaimana?!" rutuk citra dalam hati.
Citra mengintip ke arah vito, dan dia melihat wajah vito terlihat sangat marah, hal itu membuat citra semakin takut.
" Tuh kan! Manusia kutub nya marah!!" ucap citra dalam hati.
Citra langsung menundukkan kepalanya karena takut melihat wajah vito terlihat seperti akan marah.
" Kamu sih ra! Seharusnya kalau kamu mau bicara itu harus melihat dulu siapa yang kamu ajak bicara jadi, kamu tidak perlu merasa ketakutan seperti sekarang!!" ucap citra dalam hati memarahi dirinya sendiri.
Melihat citra mendadak langsung terdiam membuat vito bingung.
" Kenapa dia langsung diam? Bukan nya tadi dia masih bicara, apa mungkin dia takut kalau aku akan marah karena dia bicara seperti itu?!" vito bertanya-tanya dalam hati.
" Padahal aku tidak akan marah dengan nya, justru aku akan sangat senang karena aku bisa melihat dia bicara dengan ku tanpa ada rasa takut" kata vito dalam hati.
" Apa aku hibur dia saja ya, supaya dia tidak merasa bersalah dan takut dengan ku!" kata vito dalam hati.
__ADS_1
EKhem!!!
Vito berdehem untuk mencairkan suasana.
" Tuh kan! Pasti sebentar lagi orang nya akan marah, karena ucapan ku tadi!!" batin citra
" Bukan nya tadi kamu masih bicara tapi, kenapa sekarang malah diam?!" kata vito.
Citra tidak berani menjawab nya, dia hanya menggelengkan kepala sambil menundukkan kepalanya.
" Kalau sedang di ajak bicara itu harus menatap wajah lawan bicara nya, bukan nya malah menunduk seperti ini" ujar vito sambil memegang dagu citra agar dia bisa melihat wajah nya.
" Saya tahu kok kenapa kamu mendadak diam!?" ucap vito.
" Kamu tenang saja, saya tidak akan marah meskipun kamu bicara seperti tadi, karena memang itu adalah fakta" imbuh nya.
" Ih! Kenapa ekspresi dia itu menggemaskan sekali, ingin rasanya aku mencubit pipinya" batin vito gemas melihat ekspresi citra.
" Jadi, kamu tidak perlu khawatir dan takut aku akan marah, selama itu memang benar aku tidak akan marah dengan kamu" ucap vito dengan nada lembut.
Belum juga hilang rasa terkejutnya citra saat mendengar ucapan vito tadi, kini dia sudah di buat terkejut kembali dengan ucapan vito lagi yang baru saja dia dengar.
Hahahaha!!!!!!
Tawa vito pecah saat melihat ekspresi citra yang menggemaskan sehingga membuat vito lepas kendali.
__ADS_1
Citra yang mendengar vito tertawa lepas membuat nya bingung.
" Manusia kutub kenapa ya? Kok dia tiba-tiba tertawa seperti itu" ucap citra dalam hati.
" Apa jangan-jangan, manusia kutub kerasukan setan lagi!!" pikir citra sambil bergidik ngeri.
Karena penasaran, citra pun memberanikan diri untuk bertanya " Anda kenapa? Memang ada hal lucu apa yang membuat anda tertawa?".
Vito memberikan isyarat kepada citra untuk dia tunggu sebentar agar dia bisa mengontrol napas.
Citra pun hanya bisa menuruti perintah vito.
Setelah berhenti tertawa, vito mengatur napas setelah merasa tenang, baru lah vito berkata " Saya tertawa karena melihat ekspresi kamu!"
" Memang ada yang lucu dari ekspresi ku ya?" tanya citra bingung.
" Ekspresi wajah kamu saat terkejut itu sangat lucu!" jawab vito.
" Jadi, dia menertawakan ekspresi saat aku terkejut!" ucap citra dalam hati.
" Menyebalkan!!" kesal citra sambil memajukan bibirnya.
Mengetahui citra kesal membuat vito merasa bersalah karena sudah menertawakan citra.
" Maaf!" ucap vito pelan.
__ADS_1
Citra terkejut mendengar vito meminta maaf.
" Manusia kutub meminta maaf kepada ku?!" ucap citra dalam hati